<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798</id><updated>2012-02-16T04:15:13.774-08:00</updated><category term='nasehat'/><category term='PALESTINA'/><category term='Hadits'/><category term='Tips and trick'/><category term='PUISI'/><category term='Catatan RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF'/><category term='[GOOGLE ADSENSE]All About Adsense'/><category term='Catatan islami'/><category term='MASAKAN'/><category term='Etika Muslim Sehari-hari'/><category term='VIDEO'/><category term='pengenalan surat'/><category term='sejarah hidup Rasullulah'/><category term='MOTIVASI'/><category term='Hikmah'/><category term='Hidup Sehat Cara Rasulullah'/><category term='Rumus Ikhlas'/><category term='Keluarga sakinah'/><category term='pengajian hongkong'/><category term='MEMJAHIT'/><category term='DOWNLOAD'/><category term='artikel  cerita'/><category term='muhasabah'/><title type='text'>JAJILAH ZAHRA</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>67</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-8609619621350425808</id><published>2010-06-03T18:20:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T18:29:24.123-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan islami'/><title type='text'>Surat dari Gaza untuk Umat Islam di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs286.snc3/27952_400221199015_266825394015_4432365_8361119_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 620px; height: 400px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs286.snc3/27952_400221199015_266825394015_4432365_8361119_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Untuk saudaraku di Indonesia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia, Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da'wah dari Jama'ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama'ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama'ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama'ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian yah?. wah, pasti uang kalian sangat banyak yah?, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya, Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku di Indonesia,&lt;br /&gt;Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah, pasti sangat indah dan mengagumkan yah?. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui Tentang negeri kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti para ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku tidak seperti di negeri kami ini, saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami Melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah, Sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil, yah diatas mobil saudaraku!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2tahun lalu, namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya, terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah, itu yang kami dapat dari informasi televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus Abortusnya untuk wilayah ASIA, Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut?, sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati, Namun, bukanlah diselokan-selokan, atau got-got apalagi ditempat sampah? saudaraku! Mereka mati syahid, saudaraku! mati syahid, karena serangan roket tentara Israel!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel, Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah Aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan Negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 desember (2009) kemarin, Saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru Dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku di Indonesia,&lt;br /&gt;Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena kalian sulit mencari rezki disana? apa negeri kalian sedang di blokade juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kalian ketahui, saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai Tata Usaha di kantor pemerintahan Hamas Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang akan mencukupkan rezki untuk kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Yah, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan akad nikah, diantara bunyi letupan bom dan peluru saudaraku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Perdana menteri kami, yaitu Ust Isma'il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Saudaraku di Indonesia,&lt;br /&gt;Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan Di Negeri antum, seperti yang diceritakan teman saya tersebut, program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan buku-buku pasti kalian telah lahap, kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karena kalian punya waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini wahai saudaraku. Satu jam, yah satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh, setelah itu kami harus terjun langsung ke lapanagn jihad, sesuai dengan tugas yang Telah diberikan kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami di sini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut walau cuma satu jam saudaraku, tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, Seperti ta'aruf, tafahum dan takaful di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hafalan antum pasti lebih banyak dari kami, Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib menghapal surat al anfaal sebagai nyanyian perang kami, saya menghapal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana Dengan kalian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1000 anak yang tahun ini menghapal al-qur'an, umurnya baru 10 tahun, saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal al-quran ketimbang anak-anak kami disini, di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma, yah di tempat itulah mereka belajar saudaraku, bunyi suara setoran hafalan al-quran mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel? Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung Mereka rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Saudaraku di Indonesia,&lt;br /&gt;Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan saudaraku biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, iya hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya Untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi Salam untuk semua pejuang-pejuang islam di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhhuka…..Abdullah ( Gaza City ..1430 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shared By Catatan Catatan Islami Pages&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-8609619621350425808?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/8609619621350425808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/06/surat-dari-gaza-untuk-umat-islam-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/8609619621350425808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/8609619621350425808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/06/surat-dari-gaza-untuk-umat-islam-di.html' title='Surat dari Gaza untuk Umat Islam di Indonesia'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-4502637979120371290</id><published>2010-06-02T01:41:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T01:45:09.799-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PALESTINA'/><title type='text'>Bagaimana Membantu Palestina Tanpa Risiko!?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/internasional/0freedom-palestine.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 372px; height: 261px;" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/internasional/0freedom-palestine.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Rakyat Mesir tahu, baru sekitar satu setengah tahun yang lalu, mereka merasa sesak dan tak berdaya ketika Gaza diserang dan dihancurkan. Mereka berontak, ingin sekali melakukan sesuatu untuk orang-orang Palestina, tapi apa daya, Israel begitu kuat "cengkeramannya" terhadap negara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya di Mesir, tapi juga di negara-negara Arab lainnya yang notabene dekat dengan Israel. Padahal, dibandingkan dengan negara-negara Arab yang ada, Israel hanya sebuah negara (hasil rampasan) yang relatif kecil. Dan mungkin, inilah yang ada dalam pikiran orang-orang di sini dan di sana, di setiap negara "tertindas" ... Melakukan aksi demo adalah risiko besar yang berakhir dengan patahnya salah satu tulang iga, atau mungkin dalam penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang tidak bisa protes untuk alasan ini atau alasan fisik atau non-fisik lainnya; mungkin catatan di bawah ini bisa membantu... Dengan menggaris-bawahi beberapa hal yang dapat kita lakukan dalam kehidupan normal kita sehari-hari. Sebagian besar dari kita mungkin, tapi mungkin akan selalu perlu diingatkan. Sekecil apapun usaha kita, memberi arti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunlah kembali kesadaran! Dengan teman-teman Anda di tempat kerja, universitas, .. dan dengan segala cara yang mungkin kita tahu dan setiap cara yang mungkin kita bisa lakukan!&lt;br /&gt;Boikot! Boikot barang Zionis, perusahaan &amp; pendukung Zionis. Ingat, kita tidak akan mati kelaparan atau kehausan jika (misalnya) kita tidak membeli makanan cepat saji atau tidak minum sebuah merek soft drink yang jelas-jelas mempunyai afiliasi dengan Yahudi Israel. Tapi jika kita membelinya, maka mungkin akan ada anak-anak Palestina yang tengah sekarat karena satu sen yang kita keluarkan.&lt;br /&gt;Berdoalah! Tidak peduli di manapun dan siapapun Anda ... berdoa!&lt;br /&gt;Investasi pada generasi berikutnya. Anak-anak hari ini adalah masa depan, anak-anak dewasa ini adalah hari esok.. Jika Anda mempunyai anak pastikan Anda membesarkan mereka dengan cara yang menakjubkan untuk menjadi seperti Anda atau bahkan lebih baik: mengajar mereka martabat, mengajar mereka untuk menjadi manusia yang sebenarnya dan mengajar mereka untuk melakukan segalanya untuk keadilan! ... Bahkan Jika Anda tidak punya anak, Anda masih dapat melakukannya dengan anak-anak lain dalam keluarga atau anak-anak dari teman-teman Anda.&lt;br /&gt;Senyum! Ya!, senyum! walaupun dalam kondisi yang sulit. Orang-orang di luar sana, suka melihat kita bersedih, mereka senang melihat orang Islam putus asa. Jadi, ubahlah energi negatif menjadi energi positif! Kita selalu lebih kreatif, terorganisir dan aktif ketika kita sedang bahagia atau setidaknya tidak sedih.&lt;br /&gt;Donasi. Tidak terlalu penting jika Anda kaya atau miskin .. donasi ... ... bahkan jika hanya bisa menyumbangkan setu sen saja!&lt;br /&gt;Jika hati kita tidak tergetar karena peristiwa ini, mungkin sekarang saatnya kita bertanya pada diri kita, siapa kita sebenarnya. SUMBER:www.eramuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-4502637979120371290?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/4502637979120371290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/06/bagaimana-membantu-palestina-tanpa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/4502637979120371290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/4502637979120371290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/06/bagaimana-membantu-palestina-tanpa.html' title='Bagaimana Membantu Palestina Tanpa Risiko!?'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-5505057793927019365</id><published>2010-05-28T01:29:00.000-07:00</published><updated>2010-05-28T02:04:24.131-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PUISI'/><title type='text'>PUISI BJ HABIBIE UNTUK ALMARHUM ISTRINYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:jawIDX6teHaCeM:http://lovefull.blog.uns.ac.id/files/2009/12/love_101.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 106px; height: 122px;" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:jawIDX6teHaCeM:http://lovefull.blog.uns.ac.id/files/2009/12/love_101.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kematian adalah sesuatu yang pasti,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat jalan sayang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cahaya mataku, penyejuk jiwaku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat jalan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;calon bidadari surgaku .&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-5505057793927019365?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/5505057793927019365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/puisi-bj-habibie-untuk-almarhum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/5505057793927019365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/5505057793927019365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/puisi-bj-habibie-untuk-almarhum.html' title='PUISI BJ HABIBIE UNTUK ALMARHUM ISTRINYA'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-3660870666594305702</id><published>2010-05-26T21:23:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T21:27:36.998-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='[GOOGLE ADSENSE]All About Adsense'/><title type='text'>USD 3000 dalam 6 bulan</title><content type='html'>USD 3000 dalam 6 bulan --&gt; dengan adsense&lt;br /&gt;bagi mereka yang nyari tips dan strategi untuk meningkatkan pendapatan dari adsense sampai sampai melakukan hal hal yang nyerermpet nyerempet. jadi aku beberkan strateginya bagaiamana meraih usd 3000 perbulan dari adsense anda dalam rentang waktu 6 bulan &lt;span class="fullpost"&gt; USD 3000 dalam 6 bulan --&gt; dengan adsense&lt;br /&gt;bagi mereka yang nyari tips dan strategi untuk meningkatkan pendapatan dari adsense sampai sampai melakukan hal hal yang nyerermpet nyerempet. jadi aku beberkan strateginya bagaiamana meraih usd 3000 perbulan dari adsense anda dalam rentang waktu 6 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;prasyarat untuk menerapkan strategi ini adalah:&lt;br /&gt;1. Menguasai html dan css minimal sampai bisa memodif tag div dan value value nya&lt;br /&gt;2. menguasai bahasa pemrograman asp ato php minimal tahu bagaimana memodifikasi suatu fungsi&lt;br /&gt;3. memiliki kemampuan berbahasa inggris minimal toefl 350&lt;br /&gt;5. mampu akses ke internet minimal 3 jam perhari&lt;br /&gt;6. mampu di depan komputer perhari minimal 3 jam di luar akses internet.&lt;br /&gt;7. tidak tergoda dengan tawaran mendapatkan penghasilan dari adsense secara instants&lt;br /&gt;8. jujur dan mau bekerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fase persiapan&lt;br /&gt;1. buat list keywords yang anda kuasai dan ada yang nyari minimal 10 perharinya --&gt; cek overture ato web lainnya (harus bisa mencari atao menemukan sendiri tanpa bantuan orang lain secara instant) ini juga melatih sense anda dalam searching dan memahami logika search engine&lt;br /&gt;2. kalo sudah ketemu pilih program blog ato cms yang sesuai dengan skill anda (wordpress apa drupal boleh)&lt;br /&gt;3. siapkan nama situs anda, keywords, dan descriptionnya&lt;br /&gt;4. cari bahanya di internet dan di media lain yang offline&lt;br /&gt;5. beli domain dan hosting ---&gt; geratisan boleh tapi kurang optimal&lt;br /&gt;6. bangun blog/situs anda minimal 30 unik kontent dalam situs/blog anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langakah di atas harus selesai dalam hitungan 7 hari (MAKSIMAL)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langkah berikutnya promosi dan update&lt;br /&gt;1. target updated site/blog 1 unik kontent perhari&lt;br /&gt;2. submit sitemap ke google&lt;br /&gt;3. daftar ke link direktory yang geratis --&gt; di saran kan yang one way&lt;br /&gt;4. submit unik kontet ato tag ke engine submision sehari sekali di pingoat ato lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lakukan langkah tersebut selama 3 minggu rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi satu bulan ini minimal web anda dah di kenal dan dapat unique visitor dan pendapatan dari adsense besarnya harus bisa di atas 10 USD sumber: www.kaskus.us &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-3660870666594305702?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/3660870666594305702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/usd-3000-dalam-6-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/3660870666594305702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/3660870666594305702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/usd-3000-dalam-6-bulan.html' title='USD 3000 dalam 6 bulan'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-1372413270148653430</id><published>2010-05-24T19:23:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T19:33:56.993-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips and trick'/><title type='text'>Tips &amp; Trix (Mencegah serangan Cracker)</title><content type='html'>berbagi informasih nih teme2 dari    saudara eka  bagus nurdiansyah pamungkas &lt;br /&gt;     SELAMAT MENYIMAK BAIK BAIK HE HE SEMOGA BERMANFAAT.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya akan berbagi tentang bagaimana menghindari serangan Cracker (Cracker adalah hacker yang jahat) terhadap facebook ataupun social networking lainnya seperti twitter,friendster,myspace, etc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu yang lalu ada seorang teman meminta bantuan saya karena facebooknya dihack sudah lebih dari 4 bulan dan crackernya masih update status bahkan menuliskan kata2 yang kotor diwall ataupun photo2nya...dan bukan hanya Account fb nya saja yang dibajak tapi juga Email nya.. Tapi Alhamdulillah bisa saya ambil alih kembali account email atau fbnya..&lt;br /&gt;Sebenarnya ini bukan pertama kali saya diminta batuan untuk mengambil alih account social networking yang dibajak... dan karena alasan itulah saya menuliskan Tips dan Trix agar Account kita aman dari serangan cracker yang tidak bertanggung jawab. saya bukan seorang hacker ataupun ahli keamanan internet, saya hanya berbagi berdasarkan pengalaman saya sendiri ataupun dari tulisan yang saya baca... &lt;span class="fullpost"&gt; Antisipasi apa yang harus dilakukan agar Facebook kita terhindar dari serangan Cracker???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan menggunakan password yang mudah untuk dikenal, misalnya tanggal ulang tahun, tanggal jadian, ataupun yang lainnya. Lebih baik menggunakan kombinasi huruf besar dan kecil atau menggunakan kombinasi huruf dan angka atau yang lebih aman gunakan karakter special (contoh:@#$%*) supaya password tak mudah dikenali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Di dalam Social Network (seperti FB, FS, dll), jangan sembarangan menampilkan alamat email Anda, ataupun sesuatu yang dapat memudahkan para hacker untuk meng-hack Account Anda, misalnya setuatu yang difavoritkan, kesukaan, ataupun hal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Usahakan alamat email Anda memiliki password yang sama rumitnya supaya para hacker tidak bisa membuka email Anda, karena dari email lah Acoount Anda akan mudah sekali dihack.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jangan sekali-sekali memasukkan ID dan password Anda pada link yang mirip dengan, misalnya facebook, bisa jadi itu adalah fake Login (fake login adalah halaman palsu yang mirip dengan web yang akan kita kunjungi, sehingga pada saat kita memasukan email atau password,sama artinya kita menyerahkan dengan sukarela Email dan Pasasword kita pada Cracker) Jadi PASTIKAN pada saat anda login ke facebook, alamat URL yang ada diaddress bar adalah http://www.facebook.com/ begitupun saat anda login ke twitter,fs,yahoo, pastikan menulis address urlnya benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. JANGAN sembarangan klik link yang tidak dikenal baik di fb ataupun email&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dll, sebenarnya masih banyak tapi lima dulu aja nanti disambung lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Dibawah ini adalah langkah Kalau account kamu disable atau terkena serangan cracker, lakukan langkah dibawah dengan meminta bantuan facebooknya langsung kalau ga berhasil silahkan meminta batuan orang yang ngerti..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.untuk account yang dihacked kamu kunjungi link ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/home.php#!/help/contact.php?show_form=hack_login_changed&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.untuk account yang disabled kamu bisa pakai cara ini:&lt;br /&gt;kirim email lewat account email kamu yang disabled&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to: disabled@facebook.com&lt;br /&gt;subject :My personal Facebook account is disabled&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;isi pesan:&lt;br /&gt;why my facebook account disabled please return my facebook account&lt;br /&gt;my biodata:&lt;br /&gt;* Full name :&lt;br /&gt;* Date of birth (month/day/year):&lt;br /&gt;* Login email address and password:&lt;br /&gt;* Any additional information or questions :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( isi biodatanya dengan lengkap dengan data diri kamu yang kamu tulis di facebook)&lt;br /&gt;* biasanya facebook team akan mengembalikan account disabled kamu dalam beberapa hari..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Untuk mencegah account kamu terhack kamu bisa kirim pesan dari halaman facebook kamu dengan masuk kehalaman PESAN dan isi pesan seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to: facebook.signup@asia.com&lt;br /&gt;subject: ( Nama lengkap kamu di FB / nickname yang digunakan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;isi pesan:&lt;br /&gt;* Full name :&lt;br /&gt;* Date of birth (month/day/year):&lt;br /&gt;* Login email address and password:&lt;br /&gt;* Any additional information or questions :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( isi biodatanya dengan lengkap dengan data diri kamu yang kamu tulis di facebook)&lt;br /&gt;*hal ini akan memepercepat proses pengecekan akun kamu jika akun kamu terhack atau terdisabled,maka kamu akan teridentifikasi bahwa kamu adalah pemilik account yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*(domain asia jika kamu berada di benua asia,jika eropa maka domain europe jika amerika maka domain usa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-1372413270148653430?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/1372413270148653430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/tips-trix-mencegah-serangan-cracker.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/1372413270148653430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/1372413270148653430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/tips-trix-mencegah-serangan-cracker.html' title='Tips &amp; Trix (Mencegah serangan Cracker)'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-1305912398737110938</id><published>2010-05-24T19:17:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T19:20:16.860-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etika Muslim Sehari-hari'/><title type='text'>Etika buang hajat</title><content type='html'>Etika Buang Hajat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Segera membuang hajat.&lt;br /&gt;Apabila seseorang merasa akan buang air maka hendaknya bersegera&lt;br /&gt;melakukannya, karena hal tersebut berguna bagi agamanya dan bagi&lt;br /&gt;kesehatan jasmani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menjauh dari pandangan manusia di saat buang air (hajat).&lt;br /&gt;berdasarkan hadits yang bersumber dari al-Mughirah bin Syu`bah&lt;br /&gt;Radiyallaahu 'anhu disebutkan “Bahwasanya Nabi Shallallaahu 'alaihi&lt;br /&gt;wa sallam apabila pergi untuk buang air (hajat) maka beliau&lt;br /&gt;menjauh”. (Diriwayat-kan oleh empat Imam dan dinilai shahih oleh Al-&lt;br /&gt;Albani). &lt;span class="fullpost"&gt; 3. Menghindari tiga tempat terlarang, yaitu aliran air, jalan-jalan&lt;br /&gt;manusia dan tempat berteduh mereka. Sebab ada hadits dari Mu`adz&lt;br /&gt;bin Jabal Radhiallaahu 'anhu yang menyatakan demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak mengangkat pakaian sehingga sudah dekat ke tanah, yang&lt;br /&gt;demikian itu supaya aurat tidak kelihatan. Di dalam hadits yang&lt;br /&gt;bersumber dari Anas Radhiallaahu 'anhu ia menuturkan: “Biasanya&lt;br /&gt;apabila Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam hendak membuang&lt;br /&gt;hajatnya tidak mengangkat (meninggikan) kainnya sehingga sudah&lt;br /&gt;dekat ke tanah. (HR. Abu Daud dan At-Turmudzi, dinilai shahih oleh&lt;br /&gt;Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tidak membawa sesuatu yang mengandung penyebutan Allah&lt;br /&gt;kecuali karena terpaksa. Karena tempat buang air (WC dan yang&lt;br /&gt;serupa) merupakan tempat kotoran dan hal-hal yang najis, dan di situ&lt;br /&gt;setan berkumpul dan demi untuk memelihara nama Allah dari&lt;br /&gt;penghinaan dan tindakan meremehkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Dilarang menghadap atau membelakangi kiblat, berdasar-kan&lt;br /&gt;hadits yang bersumber dari Abi Ayyub Al-Anshari Shallallaahu 'alaihi&lt;br /&gt;wa sallam menyebutkan bahwasanya Nabi Shallallaahu 'alaihi wa&lt;br /&gt;sallam telah bersabda: “Apabila kamu telah tiba di tempat buang air,&lt;br /&gt;maka janganlah kamu menghadap kiblat dan jangan pula&lt;br /&gt;membelakanginya, apakah itu untuk buang air kecil ataupun air besar.&lt;br /&gt;Akan tetapi menghadaplah ke arah timur atau ke arah barat”.&lt;br /&gt;(Muttafaq’alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan di atas berlaku apabila di ruang terbuka saja. Adapun jika&lt;br /&gt;di dalam ruang (WC) atau adanya pelindung / penghalang yang&lt;br /&gt;membatasi antara si pembuang hajat dengan kiblat, maka boleh&lt;br /&gt;menghadap ke arah kiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dilarang kencing di air yang tergenang (tidak mengalir), karena&lt;br /&gt;hadits yang bersumber dari Abu Hurairah Radhiallaahu 'anhu&lt;br /&gt;bahwasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;“Jangan sekali-kali seorang diantara kamu buang air kecil di air yang&lt;br /&gt;menggenang yang tidak mengalir kemudian ia mandi di situ”.&lt;br /&gt;(Muttafaq’alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Makruh mencuci kotoran dengan tangan kanan, karena hadits yang&lt;br /&gt;bersumber dari Abi Qatadah Radhiallaahu 'anhu menyebutkan&lt;br /&gt;bahwasanya Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Jangan&lt;br /&gt;sekali-kali seorang diantara kamu memegang dzakar (kemaluan)nya&lt;br /&gt;dengan tangan kanannya di saat ia kencing, dan jangan pula bersuci&lt;br /&gt;dari buang air dengan tangan kanannya.” (Muttafaq’alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Dianjurkan kencing dalam keadaan duduk, tetapi boleh jika sambil&lt;br /&gt;berdiri. Pada dasarnya buang air kecil itu di lakukan sambil duduk,&lt;br /&gt;berdasarkan hadits `Aisyah Radhiallaahu 'anha yang berkata: Siapa&lt;br /&gt;yang telah memberitakan kepada kamu bahwa Rasulullah Shallallaahu&lt;br /&gt;'alaihi wa sallam kencing sambil berdiri, maka jangan kamu percaya,&lt;br /&gt;sebab Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak pernah kencing&lt;br /&gt;kecuali sambil duduk. (HR. An-Nasa`i dan dinilai shahih oleh Al-&lt;br /&gt;Albani). Sekalipun demikian seseorang dibolehkan kencing sambil&lt;br /&gt;berdiri dengan syarat badan dan pakaiannya aman dari percikan air&lt;br /&gt;kencingnya dan aman dari pandangan orang lain kepadanya. Hal itu&lt;br /&gt;karena ada hadits yang bersumber dari Hudzaifah, ia berkata: “Aku&lt;br /&gt;pernah bersama Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam (di suatu&lt;br /&gt;perjalanan) dan ketika sampai di tempat pembuangan sampah suatu&lt;br /&gt;kaum beliau buang air kecil sambil berdiri, maka akupun menjauh&lt;br /&gt;daripadanya. Maka beliau bersabda: “Mendekatlah kemari”. Maka aku&lt;br /&gt;mendekati beliau hingga aku berdiri di sisi kedua mata kakinya. Lalu&lt;br /&gt;beliau berwudhu dan mengusap kedua khuf-nya.” (Muttafaq alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Makruh berbicara di saat buang hajat kecuali darurat. berdasarkan&lt;br /&gt;hadits yang bersumber dari Ibnu Umar Shallallaahu 'alaihi wa sallam&lt;br /&gt;diriwayatkan: “Bahwa sesungguhnya ada seorang lelaki lewat,&lt;br /&gt;sedangkan Rasulullah saw. sedang buang air kecil. Lalu orang itu&lt;br /&gt;memberi salam (kepada Nabi), namun beliau tidak menjawabnya. (HR.&lt;br /&gt;Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Makruh bersuci (istijmar) dengan mengunakan tulang dan kotoran&lt;br /&gt;hewan, dan disunnatkan bersuci dengan jumlah ganjil. Di dalam hadits&lt;br /&gt;yang bersumber dari Salman Al-Farisi Radhiallaahu 'anhu disebutkan&lt;br /&gt;bahwasanya ia berkata: “Kami dilarang oleh Rasulullah Shallallaahu&lt;br /&gt;'alaihi wa sallam beristinja (bersuci) dengan menggunakan kurang dari&lt;br /&gt;tiga biji batu, atau beristinja dengan menggunakan kotoran hewan&lt;br /&gt;atau tulang. (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam juga bersabda: “Barangsiapa&lt;br /&gt;yang bersuci menggunakan batu (istijmar), maka hendaklah diganjilkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Disunnatkan masuk ke WC dengan mendahulukan kaki kiri dan&lt;br /&gt;keluar dengan kaki kanan berbarengan dengan dzikirnya masingmasing.&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik Radhiallaahu 'anhu diriwayatkan bahwa ia&lt;br /&gt;berkata: “Adalah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam apabila&lt;br /&gt;masuk ke WC mengucapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ث (متفق عبيه     ائ  ب  خ  وال     ث ب  خ  ال   ن  م   ك  ب   وذ   ني أع : م إ #   له# ل  ( ا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allaahumma inni a’udzubika minal khubusi wal khabaaits"&lt;br /&gt;“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari pada syetan jantan dan&lt;br /&gt;setan betina”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila keluar, mendahulukan kaki kanan sambil mengucapkan :&lt;br /&gt;ك  ان   فر  غ  Gufraanaka (ampunan-Mu ya Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Mencuci kedua tangan sesudah menunaikan hajat. Di dalam hadis&lt;br /&gt;yang bersumber dari Abu Hurairah ra. diriwayatkan bahwasanya “Nabi&lt;br /&gt;Shallallaahu 'alaihi wa sallam menunaikan hajatnya (buang air)&lt;br /&gt;kemudian bersuci dari air yang berada pada sebejana kecil, lalu&lt;br /&gt;menggosokkan tangannya ke tanah. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari :&lt;br /&gt;Al-Qismu Al-Ilmi, penerbit Dar Al-Wathan, Saudi Arabia&lt;br /&gt;Karangan :&lt;br /&gt;Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sahabat..semoga tulisan ini bermanfaat...  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-1305912398737110938?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/1305912398737110938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/etika-buang-hajat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/1305912398737110938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/1305912398737110938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/etika-buang-hajat.html' title='Etika buang hajat'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-6583603973558406184</id><published>2010-05-24T18:57:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T19:04:04.538-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel  cerita'/><title type='text'>Perjalanan seorang sahabat menuju ALLAH</title><content type='html'>Assalamu’alaikum….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar sahabat? Sekian lama tak menyapa, semoga antum semua tetap dalam keimanan dan selalu diliputi rahmat cinta-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, Sepenggal kisah untuk kita, yang kami tulis, terinpirasi dari seorang sahabat yang begitu luar biasa, yang mana kami belajar banyak darinya. Kita simak sama-sama ya !!!  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERJALANAN SEORANG SAHABAT MENUJU ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum…”. Terdengar ucapan salam dari arah belakangku. “Wa’alaikum salam warahmatullah”, jawabku seraya menoleh ke arah sumber suara. Ada sesosok ikhwan yang tak asing berjalan menghampiriku. Saat itu ba’da maghrib, waktu yang tak lama untuk sekedar basa-basi. Kemudian aku pamit pergi mendahuluinya, meski dalam hati menyesal, kenapa tidak mengobrol lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah awal pertemuanku dengan seseorang yang kini menjadi sahabat terbaikku. Dialah sahabat yang telah Allah kirimkan untuk membuka jalan bagiku dalam usaha menemukan sebuah komunitas yang bisa mengantarku menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Komunitas yang dipenuhi dengan orang-orang yang sholeh, bersemangat menuntut ilmu, dan mempunyai kesamaan visi dalam usaha berjuang menegakkan kalimah Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja namanya Mas Hanif. Nama lengkapnya Muhammad Hanif . Meski usianya dua tahun lebih muda dariku, namun dalam hal ilmu agama ia lebih faham dan lebih berpengalaman dalam da’wah. Hari-harinya dipenuhi dengan jadwal yang cukup padat. Selain mengajar di Salah satu SD Islam Terpadu di daerahnya, tepatnya di kota sentani Papua, ia juga disibukkan dengan mengisi kajian untuk para pemuda binaannya, dan masih banyak aktivitas lain yang tentunya tidak aku ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun kami belum sempat berkenalan, tapi aku tahu namanya dari salah seorang temanku yang telah mengenalnya lebih dulu. Sebenarnya aku sudah sering melihatnya shalat jama’ah di masjid, tapi aku ragu untuk menegur duluan dan hanya bisa mengamati dari kejauhan. “Wah… seperti inilah, gambaran orang sholeh yang cocok dijadikan teman”, pikirku dalam hati. Tetapi karena aku tipe orang yang kurang supel, akhirnya hanya bisa menunggu dan menunggu waktu yang kurasa tepat untuk lebih mengenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, kami pun berkenalan. Mengetahui nama satu sama lain meski hanya sebentar karena dia sering tak punya banyak waktu karena harus kembali mengajar, atau entah karena apa yang aku kurang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan lainnya, kebetulan ada kegiatan di tempatnya yang diadakan sebulan sekali yaitu acara tasqif. Tasqif adalah suatu kajian yang membahas tentang ilmu agama yang bertujuan menambah wawasan keilmuan, tentunya dalam hal agama. Alhamdulillah banyak yang hadir termasuk aku, tak hanya kalangan ikhwan (laki-laki) tetapi juga kalangan akhwat (perempuan) yang tentunya mereka semua aktif dalam pembinaan keislaman pekanan (halaqoh). Seusai acara itu, dikenalkanlah aku dan beberapa temanku yang lain dengan seorang ustadz yang sekarang menjadi pembimbingku dalam belajar agama islam yang insya Allah sampai kapan pun selagi Allah masih menunjukkan hidayah-Nya padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun aku dan mas Hanif tidak berada dalam satu halaqoh, namun kami masih bisa saling bersilaturahmi. Tatkala aku sedang libur kerja dia sering mengajakku rihlah atau jalan-jalan menikmati indahnya panorama alam Papua yang sangat memanjakan mata. Sering kami menikmati indahnya danau yang dikelilingi oleh hijaunya pegunungan, melihat indahnya kota sentani dari puncak pegunungan, serta bermain dengan gemericik air sungai yang dingin menyejukkan. Subhanallah, begitu indah Allah menciptakan semuanya tanpa ada cacat sedikitpun dalam penciptaan-Nya di bumi Papua yang menurut perkiraan teman-temanku di Jakarta, Papua itu menyeramkan. Semua itu dikarenakan mereka hanya melihat penduduk pribumi Papua yang hanya memakai koteka. Ternyata mereka salah besar. Papua begitu indah dengan hijaunya hutan dan pegunungan serta luasnya perairan yang masih murni bak hamparan permadani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandanganku, mas Hanif orangnya ramah, enak diajak bertukar fikiran dan cukup terbuka. Walau agak banyak bicara, ada hikmah dalam setiap kata yang terangkai penuh makna, dan itu yang membuat aku betah bila sedang bersamanya. “Indikasi orang yang sholeh”, pikirku, insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang membuatku salut padanya adalah perjuangannya dalam meraih dan mempertahankan ilmu agamanya ditengah ujian dan cobaan hidup yang melanda, mempertahankan cahaya iman yang bisa redup sewaktu-waktu dalam perjalanan hidupnya bila tidak di jaga dengan sepenuh hati, jiwa dan raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sejak kecil dia telah ditinggal oleh kedua orang tuanya merantau ke tanah seberang. Dia yang masih kecil tinggal bersama neneknya di sebuah desa di daerah Jawa Timur sana, sedangkan kedua orang tuanya berada di belahan timur Indonesia, Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang nenek dengan penuh kasih sayang merawat dan mendidiknya, mengajarkan dasar-dasar pendidikan agama di samping pendidikan islam yang di dapatnya dari sekolah. Dari situlah mas Hanif kecil mengenal agama islam, agama yang penuh rahmat dan kasih sayang ini.&lt;br /&gt;Belasan tahun beliau jauh dari orang tua, belasan tahun yang penuh dengan kerinduan akan belaian kasih sayang, dekapan hangat dari orang-orang terkasihnya. Hanya sang neneklah yang menjadi tempat pelabuhan hati, tempat berkeluh kesah serta menjadi sandarannya untuk meluapkan kerinduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama berpisah dengan ayah bundanya, akhirnya setelah mas Hanif kecil menyelesaikan sekolah dasarnya, maka ia diajak orang tuanya ke Papua tempat di mana mereka sekarang tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itulah ia tinggal bersama kedua orang tuanya. Kemudian mas Hanif melanjutkan Sekolah Menengah Pertamanya di Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, hari-hari mas Hanif dilalui bersama orang tuanya. Semua berjalan baik tanpa ada suatu kendala. Namun entah kenapa suasana terasa datar-datar saja. Ia tidak begitu merasakan adanya kedekatan layaknya seorang anak dengan orang tua pada umumnya. Dia mencoba untuk menjaga hubungan baik dengan ayah bundanya, mencoba untuk lebih dekat lagi dengan keduanya, namun ia merasa sulit untuk melakukan itu. Kadang ia merasa iri melihat teman-temannya yang bisa begitu dekat dengan orang tuanya, bisa bermanja-manja dalam mengungkapkan rasa cinta mereka. Dia sedih, kenapa tidak bisa seperti mereka. Mungkin semua itu karena ia terlalu lama berpisah dengan kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kehidupan yang sekarang ia jalani tak seindah seperti di kampung halamannya dulu. Di tempat yang baru, ia seperti orang asing. Ia merasa sendiri dalam keramaian di tengah-tengah lingkungannya, jauh dari nuansa islami seperti yang ia rasakan di kehidupan sebelumnya, ketika tinggal bersama neneknya. Lebih-lebih lingkungan keluarga yang tidak mendukung untuk kehidupan agamanya. Ia pernah bercerita kalau kedua orang tuanya dan satu saudaranya berbeda keyakinan. Ya, mereka nonmuslim. Walau ada saudara perempuannya yang muslim tapi sudah berkeluarga dan tinggal bersama suami. Jadilah ia seorang diri berjuang mempertahankan keyakinannya, mempertahankan prinsip hidup yang paling mendasar. Mungkin ini pula yang menyebabkan ia kurang bisa dekat dengan ayah bunda sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga bercerita, betapa dalam perjalannya belajar agama banyak sekali halangan dan rintangan, baik dari keluarga maupun lingkungan bergaulnya sehari-hari. Namun ia juga menyadari semua karena pondasi agama yang mungkin belum begitu kokoh dari dalam dirinya, sehingga mudah terombang-ambing oleh badai cobaan yang menerpa. Dua tahun cukup membuat beliau dalam kebimbangan, hatinya masih labil dalam ketidakpastian dan sangat memerlukan bimbingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keterpurukan kehidupan ruhaninya, ternyata Allah masih menyayanginya. Allah masih berkenan menjaganya. Allah membuat hatinya cenderung mudah diajak dalam kebaikan dan enggan bila diajak kepada hal-hal yang menyimpang. Dalam masa kebimbanga dan pencarian jati dirinya, ada salah seorang teman sekolahnya waktu di SMA mengajaknya untuk mengikuti sebuah kelompok kajian (halaqoh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, ia hanya ingin tahu saja apa isi dari pengajian di tempat temannya tersebut, namun seiring berjalannya waktu ia merasa nyaman dan bisa mengikuti pelajaran yang disampaikan. Sejak saat itu dan seterusnya mas Hanif mengikuti pengajian bersama temannya tanpa henti. Dari situlah dia bertekad untuk berubah, merubah kehidupan ruhaninya menjadi lebih terarah sesuai fitrah sebagai seorang hamba yang taat kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi keluarganya yang “berbeda”, ia bertekad harus menemukan seseorang yang bisa dijadikan teladan dan bisa membimbing dirinya dalam usaha menemukan hidayah Allah, menuju kematangan spiritual, hingga akhirnya bertemulah ia dengan seorang ustadz yang sekarang menjadi Murabbinya. Baginya seorang Murabbi adalah orang yang special, karena Murabbi berperan sebagai orang tua, guru, pemimpin bahkan sahabat, sehingga ia jadikan Murabbi sebagai tempat untuk bertukar fikiran dan mencurahkan permasalahan yang ada, bahkan bisa mendapatkan solusi dari permasalahan yang sedang ia hadapi. Kedekatan yang tercipta karena kecintaan kepada Allah Subhanahu wata’ala. Mereka bertemu karena Allah, berpisah pun karena Allah. Ukhuwah islamiyah yang mengesampingkan asal-usul, ras dan golongan bahkan melampaui batas geografis sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal yang menjadi impiannya saat ini ialah, ia ingin membimbing sang Bunda untuk kembali kepada islam, mengantarkan Ibundanya meniti kembali kepada agama yang penuh rahmat bagi semesta alam, kembali kepada Ilahi Rabbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-oo00oo-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mas Hanif,&lt;br /&gt;Semoga Allah Subhanahu wata’ala senantiasa memberikan pertolongannya untuk antum, memberi kesabaran dalam upaya membimbing Ayah bunda dan menjadi jalan hidayah bagi orang-orang tercinta. Semoga tetap istiqomah dalam berjuang, dan diberi kesabaran yang terbaik dalam menghadapi segala aral yang melintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana ucapkan terima kasih tak terhingga untuk ukhuwah yang indah ini. Syukron atas bimbingan dan segalanya. Semoga antum selalu dalam selimut rahmat cinta-Nya, di jauhkan dari segala macam keburukan, siang dan malam. Amin ya Rabbal ‘alamiin.&lt;br /&gt;Jazakallahu khoiir.&lt;br /&gt;ANA UKHIBBUKUM FILLAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sahabat, sepenggal kisah dari sahabat terbaikku dalam upayanya meniti jalan Ilahi, menggapai nur hidayah-Nya. Semoga bisa diambil ibrahnya untuk kita semua dan menambah semangat kita dalam belajar memperdalam agama ini dan mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari-hari secara kaffah. Amin ya Rabbal ‘alamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^^Terus merangkai kata untuk menggapai ridha-Nya^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: Untuk kemaslahatan bersama, nama sahabat yang kami kisahkan diatas bukan nama yang sebenarnya, semoga tak mengurangi makna dan tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; sumber :http://ibnuabdulrocman.blogspot.com/ &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-6583603973558406184?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/6583603973558406184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/perjalanan-seorang-sahabat-menuju-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/6583603973558406184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/6583603973558406184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/perjalanan-seorang-sahabat-menuju-allah.html' title='Perjalanan seorang sahabat menuju ALLAH'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-8542725484523963657</id><published>2010-05-23T17:55:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T19:57:13.172-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MEMJAHIT'/><title type='text'>Belajar membuat pola pakaian</title><content type='html'>Pengertian Pola dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila anda ingin membuka usaha Rumah Fashion atau Fashions House  , anda harus tahu cara membuta pola pakaian. Setiap Desain Pakaian memiliki pola tersendiri, apakah itu Desain Kebaya, Desain Gaun maupun Desain Kostum, karena dari pola itulah nanti terbentuk pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola atau Patern dalam menjahit adalah potongan kain atau kertas yang dipakai sebagai contoh untuk membuat baju, pada saat kain digunting. Potongan kain atau kertas tersebut mengikuti ukuran Desain Kostum bentuk badan dan model tertentu..&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola dasar terdiri dari :&lt;br /&gt;-Pola badan bagian atas, dari bahu sampai ke pinggang, biasanya disebut pola badan bagian muka dan belakang.&lt;br /&gt;-Pola bagian bawah, dari pinggang sampai lutut atau sampai mata kaki. Atau biasa disebut pola dasar rok muka dan belakang.&lt;br /&gt;-Pola lengan, dari lengan bagian atas atau bahu terendah sampai siku atau pergelangan, biasa disebut pola dasar lengan.&lt;br /&gt;-Adapula pola badan atas dengan pola badan bawah yang menjadi satu biasa disebut pola dasar gaun atau baju terusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengambil ukuran badan&lt;br /&gt;Pada waktu mengambil ukuran, model atau orang yang diukur harus berdiri dengan sikap tegak lurus supaya ukuran yang diambil tepat.&lt;br /&gt;Sebelumnya ikatlah tali ban atau ban elastic kecil dengan lebar tidak lebih dari 2 cm pada pinggang sebagai batas badan atas dan bawah. Perhatikan benar agar letak tali tepat di tempatnya dan tidak berkelok-kelok.Bagian Tubuh yang di ukur :&lt;br /&gt;1.Lingkar Leher (LL) diukur sekeliling batas leher bawah, dengan meletakkan jari         telunjuk di tekuk leher atau diukur dan di tambah 1 cm&lt;br /&gt;2.Lingkar Badan (LB) diukur sekeliling badan atas yang terbesar, melalui puncak dada, diukur pas ditambah 4 cm atau dengan menyelakan 4 jari.&lt;br /&gt;3.Lingkar Pinggang (LPc) diukur sekeliling pinggang pas.&lt;br /&gt;4.Tinggi Panggul (TPa) diukur dari bawah ban pinggang sampai batas panggul.&lt;br /&gt;5.Lingkar Panggul (LPa) diukur sekeliling panggul atau badan bawah yang terbesar, diukur pas, kemudian ditambah 4 cm atau diselakan 4 jari.&lt;br /&gt;6.Panjang Punggung (PP) diukur dari tulang leher belakang yang menonjol kebawah sampai dibawah ban pinggang.&lt;br /&gt;7.Lebar Punggung (LP) diukur dari tulang leher belakang yang menonjol turun 9cm lalu diukur datar dari batas lengan kiri sampai kanan.&lt;br /&gt;8.Panjang Sisi (PS) diukur dengan menyelakan penggaris dibawah ketiak, kemudian diukur dari dari batas penggaris kebawah sampai bawah ban pinggang dikurangi 2 sampai 3 cm&lt;br /&gt;9.Panjang Muka(PM) diukur dari lekuk leher di tengah muka ke bawah samapi di bawah ban pinggang.&lt;br /&gt;10.Lebar Muka (LM) diukur 5 cm di bawah lekuk leher tengah muka, lalu diukur datar dari batas lengan kiri sampai kanan.&lt;br /&gt;11.Tinggi dada (TD) diukur dari bawah ban pinggang tegak lurus ke atas sampai puncak buah dada.&lt;br /&gt;12.Lebar Bahu (LB) diukur dari lekuk leher di bahu atau bahu yang paling tinggi sampai titik bahu yang terendah atau paling ujung.&lt;br /&gt;13.Ukuran Uji (UU) atau ukuran control, diukur dari tengah muka dibawah ban serong melalui puncak dada ke puncak lengan terus serong ke belakang sampai tengah belakang pada bawah ban.&lt;br /&gt;Panjang rok muka, sisi dan belakang diukur dari bawah ban sampai panjang yang dikehendaki.&lt;br /&gt;14.Lingkar lubang lengan (LLL) diukur sekeliling lubang lengan tanpa lengan dan di tambah 4 cm untuk lubang lengan yang akan dipasangkan lengan.&lt;br /&gt;Panjang lengan pendek (PLPd) diukur dari puncak lengan ke bawah sampai kira2 3 cm di atas siku.&lt;br /&gt;15.Panjang lengan panjang (PLP) diukur dari puncak lengan ke bawah sampai pergelangan.&lt;br /&gt;16.Lingkar lengan panjang (LLP) lingkar pergelangan diukur melingkar pergelangan pas ditambah 3 cm.&lt;br /&gt;Alat dan bahan untuk membuat Pola&lt;br /&gt;Pita Ukur, dipakai untuk mengambil ukuran badan maupun untuk menggambar pola. Pita ukur dibuat dengan ukuran satuan sentimeter dan inci.&lt;br /&gt;Buku pola atau buku kostum, berukuran folio dengan lembar halaman berselang-seling bergaris dan polos. Lembar bergaris untuk mencatat ukuran dan keterangan, sedang lembar polos untuk menggambar pola dalam skala&lt;br /&gt;Skala atau ukuran perbandingan adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur pada waktu menggambar pola pada buku pola. Skala ini terbuat dari karton berbentuk penggaris dengan berbagai ukuran 1:2, 1:3, 1:4, 1:6 dan 1:8&lt;br /&gt;Pensil hitam untuk menggambar garis2 pola asli&lt;br /&gt;Pensil merah untuk menggambar garis pola jadi bagian muka&lt;br /&gt;Pensil biru untuk menggambar garis pola jadi bagian belakang&lt;br /&gt;Penggaris lurus, penggaris siku dan penggaris bentuk panggul, leher dan lengan.&lt;br /&gt;Karet penghapus&lt;br /&gt;Kertas sampul coklat untuk merancang bahan dan menggambar pola ukuran besar atau ukuran sesungguhnya. Garis2 memanjang yang terdapat pada kertas diumpamakan sebagai arah serat kain memanjang&lt;br /&gt;Gunting kertas untuk menggunting kertas pola kecil maupun besar.&lt;br /&gt;Sumber: iissukendar.multiply.com &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-8542725484523963657?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/8542725484523963657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/belajar-membuat-pola-pakaian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/8542725484523963657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/8542725484523963657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/belajar-membuat-pola-pakaian.html' title='Belajar membuat pola pakaian'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-3217071168859385551</id><published>2010-05-23T04:56:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T05:11:23.268-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='VIDEO'/><title type='text'>lyric for the rest of my love</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(102, 102, 102); font-family:Tahoma, 'century gothic', Arial, verdana, sans-serif;font-size:13px;"&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 3px; padding-right: 0px; padding-bottom: 3px; padding-left: 0px; line-height: 22px; "&gt; &lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/MkaxhqnF648&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/MkaxhqnF648&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 3px; padding-right: 0px; padding-bottom: 3px; padding-left: 0px; line-height: 22px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 3px; padding-right: 0px; padding-bottom: 3px; padding-left: 0px; line-height: 22px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 3px; padding-right: 0px; padding-bottom: 3px; padding-left: 0px; line-height: 22px; "&gt;I praise Allah for sending me you my love&lt;br /&gt;You found me home and sail with me&lt;br /&gt;And I`m here with you&lt;br /&gt;Now let me let you know&lt;br /&gt;You`ve opened my heart&lt;br /&gt;I was always thinking that love was wrong&lt;br /&gt;But everything was changed when you came along&lt;br /&gt;OOOOO&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;And theres a couple words I want to say&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 3px; padding-right: 0px; padding-bottom: 3px; padding-left: 0px; line-height: 22px; "&gt;For the rest of my life&lt;br /&gt;I`ll be with you&lt;br /&gt;I`ll stay by your side honest and true&lt;br /&gt;Till the end of my time&lt;br /&gt;I`ll be loving you. loving you&lt;br /&gt;For the rest of my life&lt;br /&gt;Thru days and night&lt;br /&gt;I`ll thank Allah for open my eyes&lt;br /&gt;Now and forever I I`ll be there for you&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 3px; padding-right: 0px; padding-bottom: 3px; padding-left: 0px; line-height: 22px; "&gt;I know that deep in my heart&lt;br /&gt;I feel so blessed when I think of you&lt;br /&gt;And I ask Allah to bless all we do&lt;br /&gt;You`re my wife and my friend and my strength&lt;br /&gt;And I pray we`re together eternally&lt;br /&gt;Now I find myself so strong&lt;br /&gt;Everything changed when you came along&lt;br /&gt;OOOO&lt;br /&gt;And theres a couple word I want to say&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 3px; padding-right: 0px; padding-bottom: 3px; padding-left: 0px; line-height: 22px; "&gt;For the rest of my life&lt;br /&gt;I`ll be with you&lt;br /&gt;I`ll stay by your side honest and true&lt;br /&gt;Till the end of my time&lt;br /&gt;I`ll be loving you. loving you&lt;br /&gt;For the rest of my life&lt;br /&gt;Thru days and night&lt;br /&gt;I`ll thank Allah for open my eyes&lt;br /&gt;Now and forever I I`ll be there for you&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 3px; padding-right: 0px; padding-bottom: 3px; padding-left: 0px; line-height: 22px; "&gt;I know that deep in my heart now that you`re here&lt;br /&gt;Infront of me I strongly feel love&lt;br /&gt;And I have no doubt&lt;br /&gt;And I`m singing loud that I`ll love you eternally&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 3px; padding-right: 0px; padding-bottom: 3px; padding-left: 0px; line-height: 22px; "&gt;For the rest of my life&lt;br /&gt;I`ll be with you&lt;br /&gt;I`ll stay by your side honest and true&lt;br /&gt;Till the end of my time&lt;br /&gt;I`ll be loving you.loving you&lt;br /&gt;For the rest of my life&lt;br /&gt;Thru days and night&lt;br /&gt;I`ll thank Allah for open my eyes&lt;br /&gt;Now and forever I I`ll be there for you&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 3px; padding-right: 0px; padding-bottom: 3px; padding-left: 0px; line-height: 22px; "&gt;I know that deep in my heart&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-3217071168859385551?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/3217071168859385551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/i-praise-allah-for-sending-me-you-my.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/3217071168859385551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/3217071168859385551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/i-praise-allah-for-sending-me-you-my.html' title='lyric for the rest of my love'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-4300833263186956442</id><published>2010-05-21T20:49:00.000-07:00</published><updated>2010-05-21T21:06:07.608-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Ketika cinta tak bertasbih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ejnc22jb1HsbQM:http://2.bp.blogspot.com/_R-4JYqOpWfs/SIiyopn9vvI/AAAAAAAAAz0/a17C73C0eGI/s320/cinta%252520Allah.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 60px;" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ejnc22jb1HsbQM:http://2.bp.blogspot.com/_R-4JYqOpWfs/SIiyopn9vvI/AAAAAAAAAz0/a17C73C0eGI/s320/cinta%252520Allah.JPG" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat KETIKA CINTA TAK BERTASBIH itu.. Saat cinta makhluk membuat luka dan hati itu tersakiti.. .. saaT itulah. kita bisa belajar tentang cinta yang hakiki dan sejati... cinta yang tak pernah membuat kita kecewa.. tapi bahagia.. cinta yang tak pernah membuat kita sedih.. tapi senang selalu tersenyum dan ceria..&lt;span class="fullpost"&gt; cinta yang akan membuat kita menjadi manusia luar biasa... sebab kita banyak sekali belajar tentang sebuah keikhlasan.. ketulusan cinta dan pengorbanan.. kita bisa lebih mengerti tentang apa arti sebuah harapan dan pengharapan.. harapan yang tidak membutakan kita pada sebuah angan dan fatamorgana semu.. tapi pada sebuah pengharapan yang jujur.. pengharapan yang akan membuat kita bisa menangis saat bersujud dan berdoa saat berdua denganNya.. Insya Allah.. Allah lebih mengerti akan segala keinginan dan segala sesuatu yang terbesit dalam hati kita...^_^.. Insya Allah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-4300833263186956442?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/4300833263186956442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/ketika-cinta-tak-bertasbih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/4300833263186956442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/4300833263186956442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/ketika-cinta-tak-bertasbih.html' title='Ketika cinta tak bertasbih'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-857513028308056294</id><published>2010-05-20T03:35:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T03:39:00.579-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MOTIVASI'/><title type='text'>Semangat 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs479.snc3/26265_112239578805061_100000570575280_162480_1828671_a.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 135px;" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs479.snc3/26265_112239578805061_100000570575280_162480_1828671_a.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;teruslah melangkah &lt;br /&gt;engkau yakinkan bahwa tuhan takan pernah membuatmu kecewa&lt;br /&gt;maka teruslah melangkah&lt;br /&gt;karna rintangan demi rintangan akan membuatmu lebih berharga&lt;br /&gt;karna surga hanya pantas di huni oleh orang-orang yang bijaksana &lt;br /&gt;kebijaksanaan yang berasal dari kedewasaan dan dilahirkan dari berbagai tempaan dan ujian kesabaran&lt;br /&gt;cintailah hidup ini...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;cintai denan mengisinya dalam berbagai amal terbaik, bukan amal terburuk&lt;br /&gt;amal bukan hanya memberi&lt;br /&gt;tetapi amal adalah smua laku baikmu&lt;br /&gt;tutur kata, sopan santun,penghargaan, sapaan, sentuhan&lt;br /&gt;jadikan bumi ini penuh dengan kehangatan&lt;br /&gt;agar energi positif itu dapat memberikan semangat kepada semua orang, termasuk orang yang putus asa dan kelaparan.&lt;br /&gt;bila kau resah dengan beban ini, ceritakanlah kepadaku&lt;br /&gt;dan bila kau telah selesai menceritakannya maka&lt;br /&gt;lihatlah senyumku...by hendi hidayatulloh &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-857513028308056294?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/857513028308056294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/semangat-2010.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/857513028308056294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/857513028308056294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/semangat-2010.html' title='Semangat 2010'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-8388534258023587597</id><published>2010-05-19T20:17:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T01:46:58.991-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF'/><title type='text'>..:: pahami wahai IKHWAN..!!! ::..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs319.ash1/28104_396210916267_301729376267_4723529_6232612_a.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 90px; height: 127px;" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs319.ash1/28104_396210916267_301729376267_4723529_6232612_a.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasyeed : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaca yang Berdebu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ibarat kaca yang berdebu&lt;br /&gt;Jangan terlalu keras membersihkannya&lt;br /&gt;Nanti ia mudah retak dan pecah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ibarat kaca yang berdebu&lt;br /&gt;Jangan terlalu lembut membersihkannya &lt;br /&gt;Nanti ia mudah keruh dan bernoda ......&lt;span class="fullpost"&gt;  Ia bagai permata keindahan &lt;br /&gt;Sentuhlah hatinya dengan kelembutan&lt;br /&gt;Ia sehalus sutera di awan&lt;br /&gt;Jagalah hatinya dengan kesabaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemah lembutlah kepadanya&lt;br /&gt;Namun jangan terlalu memanjakannya&lt;br /&gt;Tegurlah bila ia bersalah&lt;br /&gt;Namun janganlah lukai hatinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabarlah bila menghadapinya&lt;br /&gt;Terimalah ia denga keikhlasan&lt;br /&gt;Karena ia kaca yang berdebu&lt;br /&gt;Semoga kau temukan dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercahayakan iman&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah jika dituliskan, mudah diucapkan, akan lebih indah jika di nyanyikan, agar nyantol di otak para ikhwan. Namun tak mudah untuk direalisasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya (QS. Ali ‘Imran : 159)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekerasan dalam rumah tangga zaman sekarang ini jadi hal yang ‘digandrungi’ dan banyak terjadi dalam kehidupan masyarakat kebanyakan. Bukan lagi hal yang di anggap tabu jika hanya sekedar memberikan tamparan pada wajah sang istri (na’udzubillah).&lt;br /&gt;Bagi seluruh ikhwan di dunia, belajarlah memahami hati wanita karena ia kelak akan menjadi istri atau sudah menjadi istri, menjadi ummi buat jundi- jundi ummat, madrasah gratis plus penuh kasih, menjadi pembentuk generasi Rabbani menuju peradaban dunia yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kami wanita muslimah, akan terus belajar menjadi shalihah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)...(QS. An Nisaa’ : 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit selipan bagi wanita shalihah : ( Sumber : Ensiklopedi Mini Wanita Muslimah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Allah berfirman dalam kitab-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya) (QS. Al Anfal : 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah Allah bagi seuruh hamba-Nya yang beriman secara umum, baik laki-laki atau prempuan. Kalimat yang singkat namun memiliki makna yang sangat dalam (jawami’ul kalim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sebagai wanita muslimah, hendaklah mendahlukan kecintaannya kepada Allah, Rasul, dan jihadnya di jalan-Nya. Firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (QS. At Taubah : 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya seorang muslimah di perkenankan untuk mencintai keluarga, harta benda, segala sesuatu di dunia secara wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Wanita muslimah wajib menutu aurat dan tidak berhias memamerkan kecantikannya. Seorang muslimah tidak mengenakan pakaiannya kecuali dalam rangka ketaatannya pada Allah swt. &lt;br /&gt;Firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang wanita supaya kamu beruntung (QS. An Nuur : 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Taat kepada suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” sesungguhnya seorang istri belum dikatakan menunaikan kewajibannya terhadap Allah sehingga ia menunaikan kewajibannya kepada suaminya seluruhnya. Dan andaikan (suaminya) membutuhkan dirinya di atas kendaraan, maka ia tidak berhak untuk menolaknya” (HR. Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menjanjikan pahala yang besar bagi seorang wanita yang taat kepada suaminya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” jika seorang istri itu tellah menunaikan sholat lima waktu, shaum di bulan Ramadhan, dan menjaga kemaluannya dari yang haram, serta taat kepada suaminya, maka akan dipersilahkan untuk masuk ke syurga dari pintu mana saja yang disukai” ( HR. Ahmad dan Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita muslimah senantiasa bertaubat kepada Allah disetiap waktu dan kondisi, memohon ampun atas apa yang di perbuatnya dan mengharap kasih sayang-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kalian para ikhwan fillah belajar memahami, mengerti, menghargai dan memuliakan para wanita muslimah. Karena bisa jadi wanita-wanita muslimah tersebut adalah istri kalian, saudara kalian, atau bahkan ibu – ibu yang telah melahirkan kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-8388534258023587597?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/8388534258023587597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/pahami-wahai-ikhwan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/8388534258023587597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/8388534258023587597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/pahami-wahai-ikhwan.html' title='..:: pahami wahai IKHWAN..!!! ::..'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-642388336019566963</id><published>2010-05-19T03:06:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T01:47:24.062-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF'/><title type='text'>●Kisah Sebuah Pernikahan●●</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs279.snc3/28104_396144151267_301729376267_4722328_7379358_s.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 129px; height: 86px;" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs279.snc3/28104_396144151267_301729376267_4722328_7379358_s.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari pernikahanku. Hari yang paling bersejarah dalam hidup. Seharusnya saat itu aku menjadi makhluk yang paling berbahagia. Tapi yang aku rasakan justru rasa haru biru. Betapa tidak. Di hari bersejarah ini tak ada satupun sanak saudara yang menemaniku ke tempat mempelai wanita. ....&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau yang paling keras menentang perkawinanku. Masih kuingat betul perkataan ibu tempo hari, "Jadi juga kau nikah sama 'buntelan karung hitam' itu....?!?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh......, hatiku sempat kebat-kebit mendengar ucapan itu. Masa calon istriku disebut 'buntelan karung hitam'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu sudah kena pelet barangkali Yanto. Masa suka sih sama gadis hitam,gendut dengan wajah yang sama sekali tak menarik dan cacat kakinya. Lebih tua beberapa tahun lagi dibanding kamu !!" sambung ibu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cukup Bu! Cukup! Tak usah ibu menghina sekasar itu. Dia kan ciptaan Allah. Bagaimana jika pencipta-Nya marah sama ibu...?" Kali ini aku terpaksa menimpali ucapan ibu dengan sedikit emosi. Rupanya ibu amat tersinggung mendengar ucapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh.... rupanya kau lebih memillih perempuan itu ketimbang keluargamu.baiklah Yanto. Silahkan kau menikah tapi jangan harap kau akan dapatkan seorang dari kami ada di tempatmu saat itu. Dan jangan kau bawa perempuan itu ke rumah ini !!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEGG !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yanto.... jangan bengong terus. Sebentar lagi penghulu tiba," teguran Ismail membuyarkan lamunanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera kuucapkan istighfar dalam hati. "Alhamdulillah penghulu sudah tiba. Bersiaplah ...akhi," sekali lagi&lt;br /&gt;Ismail memberi semangat padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku terima nikahnya, kawinnya Shalihah binti Mahmud almarhum dengan maskawin seperangkat alat sholat tunai !" Alhamdulillah lancar juga aku mengucapkan akad nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah hari ini telah Engkau izinkan aku untuk meraih setengah dien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudahkanlah aku untuk meraih sebagian yang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikamar yang amat sederhana. Di atas dipan kayu ini aku tertegun lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memandangi istriku yang tengah tertunduk larut dalam dan diam. Setelah sekian lama kami saling diam, akhirnya dengan membaca basmalah dalam hati kuberanikan diri untuk menyapanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamu'alaikum .... permintaan hafalan Qur'annya mau di cek kapan De'...?" tanyaku sambil memandangi wajahnya yang sejak tadi disembunyikan dalam tunduknya. Sebelum menikah, istriku memang pernah meminta malam pertama hingga ke sepuluh agar aku membacakan hafalan Qur'an&lt;br /&gt;tiap malam satu juz. Dan permintaan itu telah aku setujui. "Nanti saja dalam qiyamullail," jawab istriku, masih dalam tunduknya. Wajahnya yang berbalut kerudung putih, ia sembunyikan dalam-dalam. Saat kuangkat dagunya, ia seperti ingin menolak. Namun ketika aku beri isyarat bahwa aku suaminya dan berhak untuk melakukan itu , ia menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku tertegun lama. Benar kata ibu ..bahwa wajah istriku 'tidak menarik'. Sekelebat pikiran itu muncul ....dan segera aku mengusirnya. Matanya berkaca-kaca menatap lekat pada bola mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bang, sudah saya katakan sejak awal ta'aruf, bahwa fisik saya seperti ini. Kalau Abang kecewa, saya siap dan ikhlas. Namun bila Abang tidak menyesal beristrikan saya, mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan yang banyak untuk Abang. Seperti keberkahan yang Allah limpahkan kepada Ayahnya Imam&lt;br /&gt;malik yang ikhlas menerima sesuatu yang tidak ia sukai pada istrinya. Saya ingin mengingatkan Abang akan firman Allah yang dibacakan ibunya Imam Malik pada suaminya pada malam pertama pernikahan mereka," ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bergaullah dengan mereka (istrimu) dengat patut (ahsan). Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjanjikan padanya kebaikan yang banyak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(QS An-Nisa:19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar tutur istriku, kupandangi wajahnya yang penuh dengan air mata itu lekat-lekat. Aku teringat kisah suami yang rela menikahi seorang wanita yang memiliki cacat itu. Dari rahim wanita itulah lahir Imam Malik, ulama besar ummat Islam yang namanya abadi dalam sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Rabbi aku menikahinya karena Mu. Maka turunkanlah rasa cinta dan kasih sayang milikMu pada hatiku untuknya. Agar aku dapat mencintai dan menyayanginya dengan segenap hati yang ikhlas."&lt;br /&gt;Pelan kudekati istriku. Lalu dengan bergetar, kurengkuh tubuhya dalam dekapku. Sementara, istriku menangis tergugu dalam wajah yang masih menyisakan segumpal ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan memaksakan diri untuk ikhlas menerima saya, Bang. Sungguh... saya siap menerima keputusan apapun yang terburuk," ucapnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak...De'.Sungguh sejak awal niat Abang menikahimu karena Allah.&lt;br /&gt;Sudah teramat bulat niat itu. Hingga Abang tidak menghiraukan ketika seluruh keluarga memboikot untuk tak datang tadi pagi," paparku sambil menggenggam erat tangannya.&lt;br /&gt;Malam telah naik ke puncaknya pelan-pelan. Dalam lengangnya bait-bait do'a kubentangkan pada Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Robbi, tak dapat kupungkiri bahwa kecantikan wanita dapat mendatangkan cinta buat laki-laki. Namun telah kutepis memilih istri karena rupa yang cantik karena aku ingin mendapatkan cinta-Mu. Robbi saksikanlah malam ini akan kubuktikan bahwa cinta sejatiku hanya akan kupasrahkan pada-Mu.&lt;br /&gt;Karena itu, pertemukanlah aku dengan-Mu dalam Jannah-Mu !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku beringsut menuju pembaringan yang amat sederhana itu. Lalu kutatap raut wajah istriku dengan segenap hati yang ikhlas. Ah, .. sekarang aku benar-benar mencintainya. Kenapa tidak? Bukankah ia wanita sholihah sejati. Ia senantiasa menegakkan malam-malamnya dengan munajat panjang pada-Nya.&lt;br /&gt;Ia senantiasa menjaga hafalan KitabNya. Dan senantiasa melaksanakan shoum sunnah Rasul Nya. "...dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya pada Allah ..." (QS. al-Baqarah:165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===============================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah sesungguhnya aku ini lemah , maka kuatkanlah aku dan aku ini hina maka muliakanlah aku&lt;br /&gt;dan aku fakir maka kayakanlah aku wahai Dzat yang maha Pengasih &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-642388336019566963?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/642388336019566963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/kisah-sebuah-pernikahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/642388336019566963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/642388336019566963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/kisah-sebuah-pernikahan.html' title='●Kisah Sebuah Pernikahan●●'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-8584610968217345561</id><published>2010-05-14T19:44:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T19:47:21.179-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MOTIVASI'/><title type='text'>Kisah Pelajar yang Jadi Tulang Punggung Keluarga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://static.republika.co.id/images/sri_suryani_100515085210.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 360px; height: 260px;" src="http://static.republika.co.id/images/sri_suryani_100515085210.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  ;font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:13px;"&gt;REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--"Maaf, Mas, jam 4 aku harus ngajar TPA," katanya membuka percakapan. Dia terlihat lelah dan pucat. Memarkir sepedanya di halaman kantor Dompet Dhuafa Yogyakarta, gadis itu masih terengah-engah. "Mau minum?" saya menawarkan. "Terima kasih, saya sedang puasa sunnah Senin," jawabnya cepat. Hebat, batin saya. Perlahan dia menaruh tas gendongnya di kursi dan mulai bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis di depan saya adalah Sri Suryani. Dia baru 16 tahun dan saat ini sedang bersekolah di salah satu SMA favorit di Yogya. Di sekolah dia masuk 10 besar. Yanni, berbeda dengan anak seusianya yang sebagian besar masih asyik bersenang-senang menikmati masa remaja. Di usia remaja dia terpaksa menjadi tulang punggung dan kepala keluarga sejak 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahun 2006 ibu saya, Wiji Lestari, meninggal mendadak di usia 39 tahun, tanpa sebab apa-apa. Saya masih kelas 2 SMP. Saat itu saya sedang mengajar di TPA sore-sore dan tahu-tahu dikabari bahwa Ibu sudah nggak ada. Tahun 2008, bapak saya, Mujiwal (49), terkena stroke. Pekerjaannya sehari-hari sebagai buruh bangunan berhenti,” tuturnya lugas, seolah semua itu bukan masalah yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, Yanni seketika merangkap jadi kepala keluarga, membiayai dirinya berikut ayah dan Nugroho, adiknya yang masih SD. Untuk membiayai sekolahnya, dia berakit-rakit dari satu beasiswa ke beasiswa yang lain. Salah satunya dari Dompet Dhuafa Yogya, karena sebelumnya dia dibantu oleh BMT Beringharjo yang merupakan mitra DD Yogya. Beasiswa ini dia gunakan untuk membiayai sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari Yanni berangkat ke sekolah dari rumahnya di Kampung Bangunrejo, Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta dengan sepeda. Selepas sekolah, dia mengajari adiknya menyelesaikan PR dan segera berangkat lagi mengajar TPA dan ke tempat privat sampai malam. Honornya relatif, rata-rata Rp 400 ribu sebulan kalau ditotal. Di dusun kecil itu, Yanni hanya tinggal bertiga, keluarga besar orang tuanya berada di Klaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak mau merepotkan dan menjadi beban bagi keluarga besar," katanya. Lalu kapan belajarnya? "Saya belajar setiap habis salat tahajud, jam 3 sampai jam 5. Setelah itu ya resik-resik dan menyiapkan kebutuhan Ayah dan adik," tuturnya. Dia mengaku walaupun hanya 2 jam belajar, sudah cukup untuk memahami materi. Hasilnya, pada setiap ujian semester, nilainya cukup memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya bagaimana reaksi teman-temannya dengan kondisinya, Yanni menjawab diplomatis, "Kalau mereka `kan kebanyakan kondisinya ideal, jadi tinggal belajar tok! Saya tetap berhubungan dengan baik dan menerima ajakan mereka selama tidak mengganggu amanah saya.” Selepas SMA tahun depan, cita-citanya hanya satu, masuk Fakultas Kedokteran UGM, menjadi dokter dan berkarya di bidang kesehatan. “Bismillah, semoga Allah meridai. Saya ingin jadi direktur sebuah rumah sakit gratis untuk orang miskin berskala internasional,” katanya berharap. Yanni mengaku sering membaca di koran, banyak keluarga miskin ditolak masuk rumah sakit karena jatah Jamkesmas habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu yang salah siapa? Pemerintah atau siapa, saya ingin menolong mereka,” ucapnya menerawang. Cita-citanya untuk kuliah di Yogya bukan tanpa alasan. Ayah dan adiknya sangat butuh perhatiannya. Yanni sendiri sangat berharap, bisa membawa ayahnya ke rumah sakit mengobati stroke-nya, agar ayah nya bisa pulih kembali seperti sedia kala. Walaupun belum tahu bagaimana dia akan meraih cita-citanya, namun setidaknya Yanni sudah memiliki semangat baja dan mental tangguh yang jarang dimiliki bahkan oleh orang dewasa sekali pun&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-8584610968217345561?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/8584610968217345561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/kisah-pelajar-yang-jadi-tulang-punggung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/8584610968217345561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/8584610968217345561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/kisah-pelajar-yang-jadi-tulang-punggung.html' title='Kisah Pelajar yang Jadi Tulang Punggung Keluarga'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-7130844440192428638</id><published>2010-05-12T18:48:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T18:49:36.788-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etika Muslim Sehari-hari'/><title type='text'>Berpakaian &amp; Berhias Etika dalam Berpakaian &amp; Berhias</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;&lt;br /&gt;1. Disunnatkan memakai pakaian baru, bagus dan bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda kepada&lt;br /&gt;salah seorang shahabatnya di saat beliau melihatnya mengenakan&lt;br /&gt;pakaian jelek :”Apabila Allah mengaruniakan kepadamu harta, maka&lt;br /&gt;tampakkanlah bekas nikmat dan kemurahan-Nya itu pada dirimu. (HR.&lt;br /&gt;Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pakaian harus menutup aurat, yaitu longgar tidak membentuk lekuk&lt;br /&gt;tubuh dan tebal tidak memperlihatkan apa yang ada di baliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pakaian laki-laki tidak boleh menyerupai pakaian perempuan atau&lt;br /&gt;sebaliknya. Karena hadits yang bersumber dari Ibnu Abbas&lt;br /&gt;Radhiallaahu 'anhu ia menuturkan: “Rasulullah melaknat (mengutuk)&lt;br /&gt;kaum laki-laki yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang&lt;br /&gt;menyerupai kaum pria.” (HR. Al-Bukhari).&lt;br /&gt;Tasyabbuh atau penyerupaan itu bisa dalam bentuk pakaian ataupun&lt;br /&gt;lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pakaian tidak merupakan pamer pakaian (untuk ketenaran), karena&lt;br /&gt;Rasulullah Radhiallaahu 'anhu telah bersabda: “Barang siapa yang&lt;br /&gt;mengenakan pakaian ketenaran di dunia niscaya Allah akan&lt;br /&gt;mengenakan padanya pakaian kehinaan di hari Kiamat.” ( HR. Ahmad,&lt;br /&gt;dan dinilai hasan oleh Al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pakaian tidak boleh ada gambar makhluk yang bernyawa atau&lt;br /&gt;gambar salib, karena hadits yang bersumber dari Aisyah Radhiallaahu&lt;br /&gt;'anha menyatakan bahwasanya beliau berkata: “Rasulullah&lt;br /&gt;Shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak pernah membiarkan pakaian yang&lt;br /&gt;ada gambar salibnya melainkan Nabi menghapusnya”. (HR. Al-Bukhari&lt;br /&gt;dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Laki-laki tidak boleh memakai emas dan kain sutera kecuali dalam&lt;br /&gt;keadaan terpaksa. Karena hadits yang bersumber dari Ali Radhiallaahu&lt;br /&gt;'anhu mengatakan: “Sesungguhnya Nabi Allah Subhaanahu wa Ta'ala&lt;br /&gt;pernah membawa kain sutera di tangan kanannya dan emas di tangan&lt;br /&gt;kirinya, lalu beliau bersabda: Sesungguhnya dua jenis benda ini haram&lt;br /&gt;bagi kaum lelaki dari umatku”. (HR. Abu Daud dan dinilai shahih oleh&lt;br /&gt;Al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pakaian laki-laki tidak boleh panjang melebihi kedua mata kaki.&lt;br /&gt;Karena Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda : “Apa&lt;br /&gt;yang berada di bawah kedua mata kaki dari kain itu di dalam neraka”&lt;br /&gt;(HR. Al-Bukhari).&lt;br /&gt;Adapun perempuan, maka seharusnya pakaiannya menu-tup seluruh&lt;br /&gt;badannya, termasuk kedua kakinya.&lt;br /&gt;Adalah haram hukumnya orang yang menyeret (meng-gusur)&lt;br /&gt;pakaiannya karena sombong dan bangga diri. Sebab ada hadits yang&lt;br /&gt;menyatakan : “Allah tidak akan memperhatikan di hari Kiamat kelak&lt;br /&gt;kepada orang yang menyeret kainnya karena sombong”.&lt;br /&gt;(Muttafaq’alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Disunnatkan mendahulukan bagian yang kanan di dalam berpakaian&lt;br /&gt;atau lainnya. Aisyah Radhiallaahu 'anha di dalam haditsnya berkata:&lt;br /&gt;“Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam suka bertayammun (memulai&lt;br /&gt;dengan yang kanan) di dalam segala perihalnya, ketika memakai&lt;br /&gt;sandal, menyisir rambut dan bersuci’. (Muttafaq’-alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Disunnatkan kepada orang yang mengenakan pakaian baru&lt;br /&gt;membaca :&lt;br /&gt;وة# ق    ل  ني و :  ل م J   و  ح   ر ي  غ   ن  م   ه ي ن ق  رز    و   ب  ثو# ا ال   ذ  ي ه   سان     ي ك   لذ# ا   له#  ل   د  م  ح ل  ا&lt;br /&gt;“Alhamdulillaahilladzii hadzaattauba wa razaqaniihi min ghairi haulin&lt;br /&gt;minnii wa laa qawwatin”&lt;br /&gt;“Segala puji bagi Allah yang telah menutupi aku dengan pakaian ini&lt;br /&gt;dan mengaruniakannya kepada-ku tanpa daya dan kekuatan dariku”.&lt;br /&gt;(HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Disunnatkan memakai pakaian berwarna putih, karena hadits&lt;br /&gt;mengatakan: “Pakaialah yang berwarna putih dari pakaianmu, karena&lt;br /&gt;yang putih itu adalah yang terbaik dari pakaian kamu...” (HR. Ahmad&lt;br /&gt;dan dinilah shahih oleh Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Disunnatkan menggunakan farfum bagi laki-laki dan perempuan,&lt;br /&gt;kecuali bila keduanya dalam keadaan berihram untuk haji ataupun&lt;br /&gt;umrah, atau jika perempuan itu sedang berihdad (berkabung) atas&lt;br /&gt;kematian suaminya, atau jika ia berada di suatu tempat yang ada laki-laki&lt;br /&gt;asing (bukan mahramnya), karena larangannya shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Haram bagi perempuan memasang tato, menipiskan bulu alis,&lt;br /&gt;memotong gigi supaya cantik dan menyambung rambut (bersanggul).&lt;br /&gt;Karena Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam di dalam haditsnya&lt;br /&gt;mengatakan: “Allah melaknat (mengutuk) wanita pemasang tato dan&lt;br /&gt;yang minta ditato, wanita yang menipiskan bulu alisnya dan yang&lt;br /&gt;meminta ditipiskan dan wanita yang meruncingkan giginya supaya&lt;br /&gt;kelihatan cantik, (mereka) mengubah ciptaan Allah”. Dan di dalam&lt;br /&gt;riwayat Imam Al-Bukhari disebutkan: “Allah melaknat wanita yang&lt;br /&gt;menyambung rambutnya”. (Muttafaq’alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari :&lt;br /&gt;Al-Qismu Al-Ilmi, penerbit Dar Al-Wathan, Saudi Arabia&lt;br /&gt;Karangan :&lt;br /&gt;Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sahabat..semoga tulisan ini bermanfaat...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-7130844440192428638?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/7130844440192428638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/berpakaian-berhias-etika-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/7130844440192428638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/7130844440192428638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/berpakaian-berhias-etika-dalam.html' title='Berpakaian &amp; Berhias Etika dalam Berpakaian &amp; Berhias'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-2563726440761294917</id><published>2010-05-12T18:42:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T18:44:25.585-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumus Ikhlas'/><title type='text'>Rumus Ikhlas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-sf2p/hs302.ash1/23089_1824776604_7727_q.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 50px; height: 50px;" src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-sf2p/hs302.ash1/23089_1824776604_7727_q.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:13px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="GBThreadMessageRow_Body" style="color: rgb(51, 51, 51); width: 460px; float: left; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; font-size: 13px; "&gt;&lt;div class="GBThreadMessageRow_Body_Content"&gt;Sahabat Semuanya,&lt;br /&gt;fikiran kita terbiasa untuk melakukan sesuatu karena alasan yang bisa kita lihat dan kita rasakan dengan cepat, dan cenderung bermalas-malas kalau alasan kita bertindak tidak visible di mata kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah menjanjikan Surga, kita masih malas untuk beramal karena surga belum visible dimata kita.Ketika dahsyatnya Neraka Belum visible dimata kita, kita banyak sekali melakukan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya disinilah kwalitas Iman kita diuji, maka berbahagialah orang yang senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT padahal tidak melihatnya, berbahagialah orang-orang yang bisa menjaga segala fikiran yang terbersit dalam hatinya karena meyakini Allah maha tau isi hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Semua Begitu banyak nikmat Allah yang diberikan kepada kita, bahkan sampai tak terhitung jumlahnya baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari, dan kalau mau jujur kita cenderung lebih banyak tidak menyadarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian banyak nikmat itu kita terima, masihkah kita pamrih untuk melakukan pengabdian kita kepada Allah SWT? masihkah kita berniat mau menggadaikan amalan ibadah kita dengan harga yang sedikit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjanjikan kemewahan Surga Dengan ridho dan rahmatnya bagi orang-orang yang beriman dan beramal soleh yang beribadah kepad-NYA dengan ikhlas, mengapa kita tidak pernah termotivasi dengan surga Allah hanya karena belum visible dimata kita , padahal apa yang belum visible itu pasti ada 100% benar benar ada, dan kitapun yakin akan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi.. Allah cukup mengerti apa yang menjadi ganjalan manusia, sebagian Allah turunkan balasan pahalanya di dunia karena ridho dan rahmatnya, bagi manusia-manusia yang beriman dan beramal soleh yang beribadah dengan ikhlas tanpa mengurangi haknya di akhirat kelak. Agar manusia bertambah imannya dan bersyukur kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Ath-Thalaq: 2-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat di atas, Allah menjelaskan bahwa orang yang merealisasikan taqwa akan dibalas Allah dengan dua hal. Pertama,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah akan mengadakan jalan keluar baginya." Artinya, Allah akan menyelamatkannya dari setiap kesusahan dunia maupun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirat. Kedua, "Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ARTINYA, ALLAH AKAN MEMBERINYA REZEKI YANG TAK PERNAH IA HARAPKAN DAN ANGANKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah rezeki bagi orang-orang yang ikhlas yang tidak mengharapkan apapun kecuali ridho allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abu Hurairah, Nabi saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah berfirman, “wahai anak Adam, BERIBADAHLAH SEPENUHNYA KEPADA-KU (beribadah dengan ikhlas), niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Bagi manusia yang beribadah hanya ingin keuntungan dunia, atau ingin disegerakan balasannya di dunia. Allah juga mengerti... dan tidak akan merugikan manusia... Allah penuhi keinginannya di dunia, namun Allah tidak memberikan bagiannya di Akhirat, disebabkan mereka beribadah tidak dengan hati yang ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang menghendaki kehidupan duniawi dengan segala kemewahannya, akan Kami penuhi upah kerjanya, tanpa dikurangi sedikitpun juga. Orang-orang itu nanti di akhirat tidak akan mendapat apa-apa, kecuali api neraka. Sementara hasil karyanya di sana menjadi nihil saja. Percumalah apa yang mereka kerjakan itu! (Q.S. Hud ayat 15-16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Umat ini diberi kabar gembira dengan kemudahan, kedudukan dan kemulian dengan agama dan kekuatan di muka bumi, juga akan diberipertolongan. Barangsiapa yang melakukan amalan akhirat untuk mencari dunia, maka diatidak akan memperoleh satu bagian pun di akhirat (HR. Al-baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanda seseorang dalam beramal hanya ingin menggapai tujuan dunia. Jika dia diberi kenikmatan dunia, dia ridho. Namun, jika kenikmatan dunia tersebut tidak kunjung datang, dia akan murka dan marah. Dalam hatinya seraya berujar, “Sudah sebulan saya merutinkan shalat malam, namun rizki dan usaha belum juga lancar.” Inilah tanda orang yang selalu berharap dunia dengan amalan sholehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat semuanya, ketika Allah memberikan rezeki kepada kita, keberlimpahan harta dan perhiasan dunia, maka wajib bagi kita intropeksi diri :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"JANGAN-JANGAN APA YANG KITA TERIMA ADALAH FASILITAS YANG ALLAH SEGERAKAN DI DUNIA KARENA DI AKHIRAT KITA TAK AKAN PERNAH MENDAPATKANNYA LAGI."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Semuanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERIKUT ADALAH RUMUS MATEMATIKA IKHLAS:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VARIABELNYA ADALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAILAHAILALLAH = 1&lt;br /&gt;LAHAULA WALAKUWWATA ILLABILLAHIL ALIYYIL ADZIM = 0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 mewakili : 1 Tujuan hanya Kepada Allah saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0 mewakili : sikap tawadhu, tawakal , serta penyerahan diri secara total kepada Allah, mengakui bahwa tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah, dan hanya kepada Allahlah kita bergantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 / 0 = TAK TERDEFINISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi hanya Allah yang tau balasan bagi orang-orang yang ikhlas, outputnya gak bisa diukur saking tak terhingganya kasih sayang Allah SWT, sedangkan Pamrih bisa diukur outputnya yakni sebatas apa yang dapat manusia usahakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya mudah mudahan sabda nabi berikut ini menjadi bahan renungan kita semua :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 2465. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat penjelasan hadits ini di Tuhfatul Ahwadzi, 7/139)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, ikhlashkan selalu niat kita ketika kita beramal. Murnikanlah semua amalan hanya untuk menggapai ridho Allah. Janganlah niatkan setiap amalan hanya untuk meraih kenikmatan dunia semata. Ikhlaskanlah amalan tersebut pada Allah, niscaya dunia juga akan engkau raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAKINILAH INI!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah selalu memperbaiki aqidah dan setiap amalan kaum muslimin. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada mereka ke jalan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin Ya Allah ya Rabbal "alamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Insan Kamil Kalimasada"&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-2563726440761294917?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/2563726440761294917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/rumus-ikhlas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/2563726440761294917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/2563726440761294917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/rumus-ikhlas.html' title='Rumus Ikhlas'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-6504291946941407059</id><published>2010-05-12T18:39:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T18:42:35.657-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hidup Sehat Cara Rasulullah'/><title type='text'>Hidup Sehat Cara Rasulullah</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan.” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, selama hidupnya Rasulullah SAW hanya sakit dua kali. Yaitu setelah menerima wahyu pertama, ketika itu beliau mengalami ketakutan yang sangat sehingga menimbulkan demam hebat. Yang satunya lagi menjelang beliau wafat. Saat itu beliau mengalami sakit yang sangat parah, hingga akhirnya meninggal. Ada pula yang menyebutkan bahwa Rasul mengalami sakit lebih dari dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa pun jumlahnya, dua, tiga atau empat kali, memperjelas gambaran bahwa beliau memiliki fisik sehat dan daya tahan luar biasa. Padahal kondisi alam Jazirah Arabia waktu itu terbilang keras, tandus dan kurang bersahabat. Siapa pun yang mampu bertahan puluhan tahun dalam kondisi tersebut, plus berpuluh kali peperangan yang dijalaninya, pastilah memiliki daya tahan tubuh yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Rasulullah SAW jarang sakit? Pertanyaan ini menarik untuk dikemukakan. Secara lahiriah, Rasulullah SAW jarang sakit karena mampu mencegah hal-hal yang berpotensi mendatangkan penyakit. Dengan kata lain, beliau sangat menekankan aspek pencegahan daripada pengobatan. Jika kita telaah Alquran dan Sunnah, maka kita akan menemukan sekian banyak petunjuk yang mengarah pada upaya pencegahan. Hal ini mengindikasikan betapa Rasulullah SAW sangat peduli terhadap kesehatan. Dalam Shahih Bukhari saja tak kurang dari 80 hadis yang membicarakan masalah ini. Belum lagi yang tersebar luas dalam kitab Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Tirmidzi, Baihaqi, Ahmad, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Rasulullah menjaga kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kebiasaan positif yang membuat Rasulullah SAW selalu tampil fit dan jarang sakit. Di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, selektif terhadap makanan. Tidak ada makanan yang masuk ke mulut beliau, kecuali makanan tersebut memenuhi syarat halal dan thayyib (baik). Halal berkaitan dengan urusan akhirat, yaitu halal cara mendapatkannya dan halal barangnya. Sedangkan thayyib berkaitan dengan urusan duniawi, seperti baik tidaknya atau bergizi tidaknya makanan yang dikonsumsi. Salah satu makanan kegemaran Rasul adalah madu. Beliau biasa meminum madu yang dicampur air untuk membersihan air lir dan pencernaan. Rasul bersabda,” Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Alquran”(HR. Ibnu Majah dan Hakim).&lt;br /&gt;Kedua, tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Aturannya, kapasitas perut dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair), dan sepertiga lagi untuk udara (gas). Disabdakan,”Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, makan dengan tenang, tumaninah, tidak tergesa-gesa, dengan tempo sedang. Apa hikmahnya? Cara makan seperti ini akan menghindarkan tersedak, tergigit, kerja organ pencernaan pun jadi lebih ringan. Makanan pun bisa dikunyah dengan lebih baik, sehingga kerja organ pencernaan bisa berjalan sempurna. Makanan yang tidak dikunyah dengan baik akan sulit dicerna. Dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan kanker di usus besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, cepat tidur dan cepat bangun. Beliau tidur di awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua. Biasanya, Rasulullah SAW bangun dan bersiwak, lalu berwudhu dan shalat sampai waktu yang diizinkan Allah. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan, namun tidak pula menahan diri untuk tidur sekadar yang dibutuhkan. Penelitian Daniel F Kripke, ahli psikiatri dari Universitas California menarik untuk diungkapkan. Penelitian yang dilakukan di Jepang dan AS selama 6 tahun dengan responden berusia 30-120 tahun mengatakan bahwa orang yang biasa tidur 8 jam sehari memiliki resiko kematian yang lebih cepat. Sangat berlawanan dengan mereka yang biasa tidur 6-7 jam sehari. Nah, Rasulullah SAW biasa tidur selepas Isya untuk kemudian bangun malam. Jadi beliau tidur tidak lebih dari 8 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara tidurnya pun sarat makna. Ibnul Qayyim Al Jauziyyah dalam buku Metode Pengobatan Nabi mengungkapkan bahwa Rasul tidur dengan memiringkan tubuh ke arah kanan, sambil berzikir kepada Allah hingga matanya terasa berat. Terkadang beliau memiringkan badannya ke sebelah kiri sebentar, untuk kemudian kembali ke sebelah kanan. Tidur seperti ini merupakan tidur paling efisien. Pada saat itu makanan bisa berada dalam posisi yang pas dengan lambung sehingga dapat mengendap secara proporsional. Lalu beralih ke sebelah kiri sebentar agar agar proses pencernaan makanan lebih cepat karena lambung mengarah ke lever, baru kemudian berbalik lagi ke sebelah kanan hingga akhir tidur agar makanan lebih cepat tersuplai dari lambung. Hikmah lainnya, tidur dengan miring ke kanan menyebabkan beliau lebih mudah bangun untuk shalat malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, istikamah melakukan saum sunnat, di luar saum Ramadhan. Karena itu, kita mengenal beberpa saum sunnat yang beliau anjurkan, seperti Senin Kamis, ayyamul bith, saum Daud, saum enam hari di bulan Syawal, dsb. Saum adalah perisai terhadap berbagai macam penyakit jasmani maupun ruhani. Pengaruhnya dalam menjaga kesehatan, melebur berbagai berbagai ampas makanan, manahan diri dari makanan berbahaya sangat luar biasa. Saum menjadi obat penenang bagi stamina dan organ tubuh sehingga energinya tetap terjaga. Saum sangat ampuh untuk detoksifikasi (pembersihan racun) yang sifatnya total dan menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain lima cara hidup sehat ini, masih banyak kebiasaan Rasulullah SAW yang layak kita teladani. Dalam buku Jejak Sejarah Kedokteran Islam, Dr Jafar Khadem Yamani mengungkapkan lebih dari 25 pola hidup Rasul berkait masalah kesehatan, sebagian besar bersifat pencegahan. Di antaranya cara bersuci, cara memanjakan mata, keutamaan berkhitan, keutamaan senyum, dsb.&lt;br /&gt;Yang tak kalah penting dari ikhtiar lahir, Rasulullah sangat mantap dalam ibadah ritualnya, khususnya dalam shalat. Beliau pun memiliki keterampilan paripurna dalam mengelola emosi, pikiran dan hati. Penelitian-penelitian terkini dalam bidang kesehatan membuktikan bahwa kemampuan dalam memenej hati, pikiran dan perasaan, serta ketersambungan yang intens dengan Dzat Yang Mahatinggi akan menentukan kualitas kesehatan seseorang, jasmani maupun ruhani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Insan Kamil Kalimasada"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-6504291946941407059?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/6504291946941407059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/hidup-sehat-cara-rasulullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/6504291946941407059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/6504291946941407059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/hidup-sehat-cara-rasulullah.html' title='Hidup Sehat Cara Rasulullah'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-5067931618422296051</id><published>2010-05-12T18:37:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T18:38:22.665-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etika Muslim Sehari-hari'/><title type='text'>Etika Muslim Sehari-hari</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;Makan Dan Minum&lt;br /&gt;Etika Saat Makan Dan Minum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berupaya untuk mencari makanan yang halal. Allah Subhannahu wa&lt;br /&gt;Ta'ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di&lt;br /&gt;antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu”. (Al-&lt;br /&gt;Baqarah: 172). Yang baik disini artinya adalah yang halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hendaklah makan dan minum yang kamu lakukan diniatkan agar&lt;br /&gt;bisa dapat beribadah kepada Allah, agar kamu mendapat pahala dari&lt;br /&gt;makan dan minummu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hendaknya mencuci tangan sebelum makan jika tangan kamu&lt;br /&gt;kotor, dan begitu juga setelah makan untuk menghilangkan bekas&lt;br /&gt;makanan yang ada di tanganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hendaklah kamu puas dan rela dengan makanan dan minuman&lt;br /&gt;yang ada, dan jangan sekali-kali mencelanya. Abu Hurairah&lt;br /&gt;Radhiallaahu anhu di dalam haditsnya menuturkan: “Rasulullah&lt;br /&gt;Shallallaahu alaihi wa Salam sama sekali tidak pernah mencela&lt;br /&gt;makanan. Apabila suka sesuatu ia makan dan jika tidak, maka ia&lt;br /&gt;tinggalkan”. (Muttafaq’alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hendaknya jangan makan sambil bersandar atau dalam keadaan&lt;br /&gt;menyungkur. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda; “Aku&lt;br /&gt;tidak makan sedangkan aku menyandar”. (HR. al-Bukhari). Dan di&lt;br /&gt;dalam haditsnya, Ibnu Umar Radhiallaahu anhu menuturkan:&lt;br /&gt;“Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah melarang dua tempat&lt;br /&gt;makan, yaitu duduk di meja tempat minum khamar dan makan sambil&lt;br /&gt;menyungkur”. (HR. Abu Daud, dishahihkan oleh Al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tidak makan dan minum dengan menggunakan bejana terbuat dari&lt;br /&gt;emas dan perak. Di dalam hadits Hudzaifah Radhiallaahu anhu&lt;br /&gt;dinyatakan di antaranya bahwa Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam telah&lt;br /&gt;bersabda: “... dan janganlah kamu minum dengan menggunakan&lt;br /&gt;bejana terbuat dari emas dan perak, dan jangan pula kamu makan&lt;br /&gt;dengan piring yang terbuat darinya, karena keduanya untuk mereka&lt;br /&gt;(orang kafir) di dunia dan untuk kita di akhirat kelak”.&lt;br /&gt;(Muttafaq’alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hendaknya memulai makanan dan minuman dengan membaca&lt;br /&gt;Bismillah dan diakhiri dengan Alhamdulillah. Rasulullah Shallallaahu&lt;br /&gt;alaihi wa Salam bersabda: “Apabila seorang diantara kamu makan,&lt;br /&gt;hendaklah menyebut nama Allah Subhannahu wa Ta'ala dan jika lupa&lt;br /&gt;menyebut nama Allah Subhannahu wa Ta'ala pada awalnya maka&lt;br /&gt;hendaknya mengatakan : Bismillahi awwalihi wa akhirihi”. (HR. Abu&lt;br /&gt;Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani). Adapun meng-akhirinya dengan&lt;br /&gt;Hamdalah, karena Rasulullah Subhannahu wa Ta'ala bersabda:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah sangat meridhai seorang hamba yang apabila&lt;br /&gt;telah makan suatu makanan ia memuji-Nya dan apabila minum&lt;br /&gt;minuman ia pun memuji-Nya”. (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Hendaknya makan dengan tangan kanan dan dimulai dari yang ada&lt;br /&gt;di depanmu. Rasulllah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda Kepada&lt;br /&gt;Umar bin Salamah: “Wahai anak, sebutlah nama Allah dan makanlah&lt;br /&gt;dengan tangan kananmu dan makanlah apa yang di depanmu.&lt;br /&gt;(Muttafaq’alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Disunnatkan makan dengan tiga jari dan menjilati jari-jari itu&lt;br /&gt;sesudahnya. Diriwayatkan dari Ka`ab bin Malik dari ayahnya, ia&lt;br /&gt;menuturkan: “Adalah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam makan&lt;br /&gt;dengan tiga jari dan ia menjilatinya sebelum mengelapnya”. (HR.&lt;br /&gt;Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Disunnatkan mengambil makanan yang terjatuh dan membuang&lt;br /&gt;bagian yang kotor darinya lalu memakannya. Rasulullah Shallallaahu&lt;br /&gt;alaihi wa Salam bersabda: “Apabila suapan makan seorang kamu jatuh&lt;br /&gt;hendaklah ia mengambilnya dan membuang bagian yang kotor, lalu&lt;br /&gt;makanlah ia dan jangan membiarkannya untuk syetan”. (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Tidak meniup makan yang masih panas atau bernafas di saat&lt;br /&gt;minum. Hadits Ibnu Abbas menuturkan “Bahwa-sanya Nabi&lt;br /&gt;Shallallaahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada bejana minuman&lt;br /&gt;atau meniupnya”. (HR. At-Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Tidak berlebih-lebihan di dalam makan dan minum. Karena&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Tiada tempat yang&lt;br /&gt;yang lebih buruk yang dipenuhi oleh seseorang daripada perutnya,&lt;br /&gt;cukuplah bagi seseorang beberapa suap saja untuk menegakkan&lt;br /&gt;tulang punggungnya; jikapun terpaksa, maka sepertiga untuk&lt;br /&gt;makanannya, sepertiga untuk minu-mannya dan sepertiga lagi untuk&lt;br /&gt;bernafas”. (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Hendaknya pemilik makanan (tuan rumah) tidak melihat ke muka&lt;br /&gt;orang-orang yang sedang makan, namun seharusnya ia menundukkan&lt;br /&gt;pandangan matanya, karena hal tersebut dapat menyakiti perasaan&lt;br /&gt;mereka dan membuat mereka menjadi malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Hendaknya kamu tidak memulai makan atau minum sedangkan di&lt;br /&gt;dalam majlis ada orang yang lebih berhak memulai, baik kerena ia&lt;br /&gt;lebih tua atau mempunyai kedudukan, karena hal tersebut&lt;br /&gt;bertentangan dengan etika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Jangan sekali-kali kamu melakukan perbuatan yang orang lain bisa&lt;br /&gt;merasa jijik, seperti mengirapkan tangan di bejana, atau kamu&lt;br /&gt;mendekatkan kepalamu kepada tempat makanan di saat makan, atau&lt;br /&gt;berbicara dengan nada-nada yang mengandung makna kotor dan&lt;br /&gt;menjijik-kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Jangan minum langsung dari bibir bejana, berdasarkan hadits Ibnu&lt;br /&gt;Abbas beliau berkata, “Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam melarang&lt;br /&gt;minum dari bibir bejana wadah air.” (HR. Al Bukhari)&lt;br /&gt;Disunnatkan minum sambil duduk, kecuali jika udzur, karena di dalam&lt;br /&gt;hadits Anas disebutkan “Bahwa sesungguhnya Nabi Shallallaahu alaihi&lt;br /&gt;wa Salam melarang minum sambil berdiri”. (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari :&lt;br /&gt;Al-Qismu Al-Ilmi, penerbit Dar Al-Wathan, Saudi Arabia&lt;br /&gt;Karangan :&lt;br /&gt;Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sahabat..semoga tulisan ini bermanfaat...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-5067931618422296051?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/5067931618422296051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/etika-muslim-sehari-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/5067931618422296051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/5067931618422296051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/etika-muslim-sehari-hari.html' title='Etika Muslim Sehari-hari'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-8237933628517323404</id><published>2010-05-12T18:31:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T18:32:28.013-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga sakinah'/><title type='text'>Harmonis Dengan Canda</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"    style="font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:100%;color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"    style="font-family:Georgia, serif;font-size:130%;color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;&lt;div class="GBThreadMessageRow_Body" style="color: rgb(51, 51, 51); width: 460px; float: left; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; font-size: 13px; "&gt;&lt;div class="GBThreadMessageRow_Body_Content"&gt;"Mas, itu ada tukang bakso lewat!" ujar seorang istri pada suaminya. "Stttt... biarkan Dik, dia kan sedang usaha. Jangan diganggu!"&lt;br /&gt;Mendengar ucapan suaminya tentu saja sang istri merasa gemas lalu mengejar sang suami yang ingin dicubitnya. Si suami tentu saja senang berhasil mencandai istrinya. Meski agak dongkol sang istri pun tertawa-tawa cukup lama.&lt;br /&gt;Apakah anda senang bercanda dengan pasangan Anda, atau apakah pasangan anda senang menajak bercanda? Kalau jawabannya jarang atau bahkan tidak, berhati-hatilah. Beberapa tes untuk mengukur sejauh mana keharmonisan suatu hubungan pernikahan senantiasa menjadikan "ada tidaknya canda" sebagai salah satu parameter. Kurangnya canda dan gurauan di antara suami istri bisa menunjukkan kurang harmonisnya kehidupan rumah tangga.&lt;br /&gt;Setiap orang tentu menginginkan hubungan pernikahannya harmonis hingga akhir hayat. Namun tak setiap pasangan dapat mempertahankan keharmonisan rumah tangganya, bahkan banyak yang berakhir dengan perceraian. Alasan perceraian "sudah tidak ada kecocokan" sebenarnya berarti sudah hilangnya keharmonisan dalam rumah tangganya.&lt;br /&gt;Banyak faktor yang mempengaruhi hilangnya keharmonisan diantara keduanya. Diantara faktor yang paling penting yaitu komunikasi. Jika komunikasi mengalami hambatan bisa mempengaruhi hubungan suami istri.&lt;br /&gt;Suami istri perlu membiasakan suasana komunikasi yang akrab dalam keseharian bahkan dalam menentukan berbagai keputusan penting dalam rumah tangga. Suami dan istri harus saling menghargai pendapat masing-masing. Tak sepantasnya suami mendoktrin istri, atau bahkan meremehkan pendapatnya. Demikian juga sang istri sebaiknya tidak mendominasi pembicaraan. Suasana dialogis perlu dikembangkan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.&lt;br /&gt;Rasulullah adalah teladan baik sebagai seorang suami dalam menjalin komunikasi dengan keluarganya. Beliau tak segan mendengarkan pembicaraan istri tanpa memotong, menyela bahkan menghentikannya. Sebagai contoh, suatu malam Aisyah menuturkan kisah yang amat panjang tentang sebelas orang wanita di zaman jahiliyah yang menceritakan suami-suami mereka.&lt;br /&gt;Diceritakannya satu persatu cerita dari para wanita itu dari mulai satu hingga ke sebelas. Selama Aisyah bercerita Rasululah menyimaknya dengan baik. Aisyah merasa bebas bercerita kepada Rasul Allah SAW tanpa khawatir dipotong dan diacuhkan oleh beliau. Bahkan Rasulullah terlihat betah mendengar cerita Aisyah yang panjang lebar itu. Setelah selesai barulah beliau memberi komentar secukupnya. Dari kisah itu kita bisa melihat suasana komunikasi dalam keluarga yang baik dan lancar.&lt;br /&gt;Rasulullah adalah juga sosok suami yang sangat memperhatikan kebutuhan batiniah istrinya. Rasulullah senantiasa mengupayakan suasana yang menyenangkan dan selalu ingin menghibur perasaan istrinya. Aisyah yang terpaut usia sangat jauh tidak dipaksa melulu untukmengikuti pola dan irama hidup Rasulullah sebagai pemimpin umat. Ada saat-saat di mana Rasulullah mengkondisikan suatu suasana dan situasi demi menyenangkan perasaan Aisyah. Nabi mengundang beberapa anak gadis Anshar untuk bermain-main dengan Aisyah. Dibiarkannya Aisyah bemain memuaskan hatinya. Hubungan harmonis Rasulullah dengan Aisyah pun terlihat dari sikap masing-masing terhadap pasangannya.&lt;br /&gt;Aisyah pernah menyaksikan orang-orang Habsyah yang sedang bermain pedang di mesjid sebagai bentuk latihan menghadapi peperangan. Sambil menonton Aisyah bersandar di pundak beliau. Selama itu beliau tidak beranjak sampai Aisyah sendiri yang menginginkan pergi. Demikian juga Rasulullah kerap menyandarkan kepala di pangkuan Aisyah sambil membaca Al Quran.&lt;br /&gt;Rasulullah bahkan pernah berlomba lari dengan Aisyah. "Rasulullah berlomba denganku hingga aku dapat mendahuluinya, sampai ketika saya menjadi gemuk beliau berlomba dengan aku dan beliau mendahului aku. Lalu beliau tertawa dan berkata, "Kali ini untuk menebus yang dulu" (HR. Ahmad dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;Untuk menciptakan suasana harmonis Rasulullah gemar bercanda dengan istrinya. Meskipun beliau banyak mengalami kesedihan, beliau suka bergurau. Beliau menyertai istrinya dalam tertawa. Pada suatu kali, saat membuat roti, dua orang istri Nabi yaitu Aisyah dan Saudah bercanda saling melumurkan adonan tepung ke wajah, dan Rasul turut serta bergembira bersamanya (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;Rasulullah pun menganjurkan bergurau pada sahabatnya. Rasulullah pernah berkata kepada Hanzhalah ketika. Hanzhalah merasa sedih melihat perubahan sikapnya (keadaannya) sendiri yang berbeda ketika berada di rumah dan ketika bersama Rasulullah saw, sehingga ia menganggap dirinya munafik.&lt;br /&gt;Maka Rasulullah bersabda, "Wahai Hanzhalah kalau kamu terus menerus dalam keadaan seperti ketika kamu bersamaku, niscaya kamu akan disalami oleh malaikat di jalan-jalanmu. Akan tetapi, wahai Hanzhalah, berguraulah sekedarnya."&lt;br /&gt;Canda dan gurauan memang diperlukan dalam menjalin komunikasi yang akrab khususnya antara suami dan istri. Suasana tegang dan hubungan yang kaku dan hambar dapat dicairkan dengan gurau dan canda.&lt;br /&gt;Menurut beberapa penelitian humor atau canda dapat menghindari stress dan timbulnya serangan jantung. Senyum dan tawa akan mengedurkan tegangnya urat syaraf. Persoalan rumah tangga yang kadang pelik dan rumit harus dihadapi dengan rileks. Pernikahan bukan sekadar kontrak sosial dimana suami istri terikat dengan peraturan dan hubungan kaku. Sebaiknya dibangun suatu relasi dan situasi yang yang nyaman dan menyenangkan di mana setiap pasangan dapat menikmati hari-harinya.&lt;br /&gt;Dalam saling menasihati antara suami istri, canda dan humor juga sangat dibutuhkan. Menurut Abdullah Nashih Ulwan nasihat yang disertai humor dapat menggerakkan rasio, menghilangkan jemu dan menimbulkan daya tarik. Nasihat yang menggurui dan kritik yang tajam akan sangat berlainan dampaknya dibanding dengan nasihat dan kritik yang disampaikan dengan canda. Canda akan mengurangi resiko munculnya perasaan tersinggung. Canda memang dapat menciptakan suasana komunikasi yang kondusif dalam rumah tangga sehingga ikatan pernikahan senantiasa harmonis. Namun perlu diingat bahwa canda harus betul-betul diniatkan untuk menyenangkan perasaan pasangan, bukan untuk menyinggung perasaannya. Insisiatif meyenangkan hati pasangan ini jangan hanya muncul dari salah satu fihak, melainkan harus dari keduanya.&lt;br /&gt;Istri maupun suami pun harus menghargai upaya pasangannya dalam menyenangkan hatinya sehingga ia akan merasa terpacu dan terpanggil untuk selalu menyenangkan hati pasangannya.&lt;br /&gt;"Sesungguhnya hati itu bisa bosan sebagaimana badan pun bisa bosan (letih), karena itu carikanlah untuknya hiburan yang mengandung hikmah." (Ali karamallahhu wajhah).&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;------------&lt;br /&gt;sumber : Ida S Widayanti / Hidayatullah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-8237933628517323404?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/8237933628517323404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/harmonis-dengan-canda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/8237933628517323404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/8237933628517323404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/harmonis-dengan-canda.html' title='Harmonis Dengan Canda'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-7877453302730744260</id><published>2010-05-12T18:02:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T18:03:22.022-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF'/><title type='text'>" SSAAT CINTA MNJADI NYATA DLM PERBUATAN...."</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"    style="font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:100%;color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"    style="font-family:Georgia, serif;font-size:130%;color:#000000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 16px; font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;&lt;div class="GBThreadMessageRow_Body" style="color: rgb(51, 51, 51); width: 460px; float: left; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; font-size: 13px; "&gt;&lt;div class="GBThreadMessageRow_Body_Content"&gt;Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua.&lt;br /&gt;Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat perempuan itu berkata padanya, "Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri." Tapi lelaki itu malah menjawab, "Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu.&lt;br /&gt;Aku takkan menikah lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa. Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, "Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati... terkembang dalam kata... terurai dalam perbuatan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya.&lt;br /&gt;Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan&lt;br /&gt;dan tidak nyata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon;&lt;br /&gt;akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan.&lt;br /&gt;Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa&lt;br /&gt;integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati disini&lt;br /&gt;adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang&lt;br /&gt;dilahirkan oleh perasaan cinta itu. Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang tidak terurai jadi perbuatan adalah jawaban atas angka-angka&lt;br /&gt;perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: kmnts thjud&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-7877453302730744260?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/7877453302730744260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/ssaat-cinta-mnjadi-nyata-dlm-perbuatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/7877453302730744260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/7877453302730744260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/ssaat-cinta-mnjadi-nyata-dlm-perbuatan.html' title='&quot; SSAAT CINTA MNJADI NYATA DLM PERBUATAN....&quot;'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-5246788750173676780</id><published>2010-05-12T17:36:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T17:39:40.090-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF'/><title type='text'>Kisah Sabar Yang Paling Mengagumkan</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi&lt;br /&gt;Dari Kaset Asbab Mansiah (Sebab-Sebab Yang Terlupakan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Dr. Khalid al-Jubair penasehat spesialis bedah jantung dan urat nadi di rumah sakit al-Malik Khalid di Riyadh mengisahkan sebuah kisah pada sebuah seminar dengan tajuk Asbab Mansiah (Sebab-Sebab Yang Terlupakan). Mari sejenak kita merenung bersama, karena dalam kisah tersebut ada nasihat dan pelajaran yang sangat berharga bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang dokter berkata:&lt;br /&gt;Pada suatu hari -hari Selasa- aku melakukan operasi pada seorang anak berusia 2,5 tahun. Pada hari Rabu, anak tersebut berada di ruang ICU dalam keadaan segar dan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Kamis pukul 11:15 -aku tidak melupakan waktu ini karena pentingnya kejadian tersebut- tiba-tiba salah seorang perawat mengabariku bahwa jantung dan pernafasan anak tersebut berhenti bekerja. Maka akupun pergi dengan cepat kepada anak tersebut, kemudian aku lakukan proses kejut jantung yang berlangsung selama 45 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama itu jantungnya tidak berfungsi, namun setelah itu Allah Subhanaahu wa Ta'ala menentukan agar jantungnya kembali berfungsi. Kamipun memuji Allah Subhanaahu wa Ta'ala .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku pergi untuk mengabarkan keadaannya kepada keluarganya, sebagaimana anda ketahui betapa sulit mengabarkan keadaan kepada keluarganya jika ternyata keadaannya buruk. Ini adalah hal tersulit yang harus dihadapi oleh seorang dokter. Akan tetapi ini adalah sebuah keharusan. Akupun bertanya tentang ayah si anak, tapi aku tidak mendapatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya mendapati ibunya, lalu aku katakan kepadanya: "Penyebab berhentinya jantung putramu dari fungsinya adalah akibat pendarahan yang ada pada pangkal tenggorokan dan kami tidak mengetahui penyebabnya. Aku kira otaknya telah mati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba tebak, kira-kira apa jawaban ibu tersebut?&lt;br /&gt;Apakah dia berteriak? Apakah dia histeris? Apakah dia berkata: "Engkaulah penyebabnya!"&lt;br /&gt;Dia tidak berbicara apapun dari semua itu bahkan dia berkata: "Alhamdulillah." Kemudian dia meninggalkanku dan pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh hari berlalu, mulailah sang anak bergerak-gerak. Kamipun memuji Allah Subhanaahu wa Ta'ala serta menyampaikan kabar gembira sebuah kebaikan yaitu bahwa keadaan otaknya telah berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ke-12, jantungnya kembali berhenti bekerja disebabkan oleh pendarahan tersebut. Kami pun melakukan proses kejut jantung selama 45 menit, dan jantungnya tidak bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka akupun mengatakan kepada ibunya: "Kali ini menurutku tidak ada harapan lagi." Maka dia berkata: "Alhamdulillah, ya Allah jika dalam kesembuhannya ada kebaikan, maka sembuhkanlah dia wahai Rabbi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan memuji Allah, jantungnya kembali berfungsi, akan tetapi setelah itu jantung kembali berhenti sampai 6 kali hingga dengan ketentuan Allah Subhanaahu wa Ta'ala spesialis THT berhasil menghentikan pendarahan tersebut, dan jantungnya kembali berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlalulah sekarang 3,5 bulan, dan anak tersebut dalam keadaan koma, tidak bergerak. Kemudian setiap kali dia mulai bergerak dia terkena semacam pembengkakan bernanah aneh yang besar di kepalanya, yang aku belum pernah melihat semisalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kami katakan kepada sang ibu bahwa putra anda akan meninggal. Jika dia bisa selamat dari kegagalan jantung yang berulang-ulang, maka dia tidak akan bisa selamat dengan adanya semacam pembengkakan di kepalanya. Maka sang ibu berkata: "Alhamdilillah." Kemudian meninggalkanku dan pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, kami melakukan usaha untuk merubah keadaan segera dengan melakukan operasi otak dan urat syaraf serta berusaha untuk menyembuhkan sang anak. Tiga minggu kemudian, dengan karunia Allah Subhanaahu wa Ta'ala , dia tersembuhkan dari pembengkakan tersebut, akan tetapi dia belum bergerak &lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;Dua minggu kemudian, darahnya terkena racun aneh yang menjadikan suhunya 41,2oC. maka kukatakan kepada sang ibu: "Sesungguhnya otak putra ibu berada dalam bahaya besar, saya kira tidak ada harapan sembuh." Maka dia berkata dengan penuh kesabaran dan keyakinan: "Alhamdulillah, ya Allah, jika pada kesembuhannya terdapat kebaikan, maka sembuhkanlah dia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku kabarkan kepada ibu anak tersebut tentang keadaan putranya yang terbaring di atas ranjang nomor 5, aku pergi ke pasien lain yang terbaring di ranjang nomor 6 untuk menganalisanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ibu pasien nomor 6 tersebut menagis histeris seraya berkata: "Wahai dokter, kemari, wahai dokter suhu badannya 37,6o, dia akan mati, dia akan mati." Maka kukatakan kepadanya dengan penuh heran: "Lihatlah ibu anak yang terbaring di ranjang no 5, suhu badannya 41o lebih sementara dia bersabar dan memuji Allah." Maka berkatalah ibu pasien no. 6 tentang ibu tersebut: "Wanita itu tidak waras dan tidak sadar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku mengingat sebuah hadits Rasulullah Sholallohu 'alaihi wa sallam yang indah lagi agung:&lt;br /&gt;(طُوْبَى لِلْغُرَبَاِء) "Beruntunglah orang-orang yang asing." Sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, akan tetapi keduanya menggoncangkan ummat. Selama 23 tahun bekerja di rumah sakit aku belum pernah melihat dalam hidupku orang sabar seperti ibu ini kecuali dua orang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa waktu setelah itu ia mengalami gagal ginjal, maka kami katakan kepada sang ibu: "Tidak ada harapan kali ini, dia tidak akan selamat." Maka dia menjawab dengan sabar dan bertawakkal kepada Allah: "Alhamdulillah." Seraya meninggalkanku seperti biasa dan pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kami memasuki minggu terakhir dari bulan keempat, dan anak tersebut telah tersembuhkan dari keracunan. Kemudian saat memasuki pada bulan kelima, dia terserang penyakit aneh yang aku belum pernah melihatnya selama hidupku, radang ganas pada selaput pembungkus jantung di sekitar dada yang mencakup tulang-tulang dada dan seluruh daerah di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana keadaan ini memaksaku untuk membuka dadanya dan terpaksa menjadikan jantungnya dalam keadaan terbuka. Sekiranya kami mengganti alat bantu, anda akan melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kondisi anak tersebut sampai pada tingkatan ini aku berkata kepada sang ibu: "Sudah, yang ini tidak mungkin disembuhkan lagi, aku tidak berharap. Keadaannya semakin gawat." Diapun berkata: "Alhamdulillah." Sebagaimana kebiasaannya, tanpa berkata apapun selainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian berlalulah 6,5 bulan, anak tersebut keluar dari ruang operasi dalam keadaan tidak berbicara, melihat, mendengar, bergerak dan tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dadanya dalam keadaan terbuka yang memungkinkan bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda, dan ibunyalah yang membantu mengganti alat-alat bantu di jantung putranya dengan penuh sabar dan berharap pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda tahu apa yang terjadi setelah itu?&lt;br /&gt;Sebelum kukabarkan kepada anda, apakah yang anda kira dari keselamatan anak tersebut yang telah melalui segala macam ujian berat, hal gawat, rasa sakit dan beberapa penyakit yang aneh dan kompleks? Menurut anda kira-kira apa yang akan dilakukan oleh sang ibu yang sabar terhadap sang putra di hadapannya yang berada di ambang kubur itu? Kondisi yang dia tidak punya kuasa apa-apa kecuali hanya berdo'a, dan merendahkan diri kepada Allah Subhanaahu wa Ta'ala ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda apa yang terjadi terhadap anak yang mungkin bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda 2,5 bulan kemudian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak tersebut telah sembuh sempurna dengan rahmat Allah Subhanaahu wa Ta'ala sebagai balasan bagi sang ibu yang shalihah tersebut. Sekarang anak tersebut telah berlari dan dapat menyalip ibunya dengan kedua kakinya, seakan-akan tidak ada sesuatupun yang pernah menimpanya. Dia telah kembali seperti sedia kala, dalam keadaan sembuh dan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini tidaklah berhenti sampai di sini, apa yang membuatku menangis bukanlah ini, yang membuatku menangis adalah apa yang terjadi kemudian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu setengah tahun setelah anak tersebut keluar dari rumah sakit, salah seorang kawan di bagian operasi mengabarkan kepadaku bahwa ada seorang laki-laki berserta istri bersama dua orang anak ingin melihat anda. Maka kukatakan kepadanya: "Siapakah mereka?" Dia menjawab, "tidak mengenal mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun pergi untuk melihat mereka, ternyata mereka adalah ayah dan ibu dari anak yang dulu kami operasi. Umurnya sekarang 5 tahun seperti bunga dalam keadaan sehat, seakan-akan tidak pernah terkena apapun, dan juga bersama mereka seorang bayi berumur 4 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyambut mereka, dan bertanya kepada sang ayah dengan canda tentang bayi baru yang digendong oleh ibunya, apakah dia anak yang ke-13 atau 14? Diapun melihat kepadaku dengan senyuman aneh, kemudian dia berkata: "Ini adalah anak yang kedua, sedang anak pertama adalah anak yang dulu anda operasi, dia adalah anak pertama yang datang kepada kami setelah 17 tahun mandul. Setelah kami diberi rizki dengannya, dia tertimpa penyakit seperti yang telah anda ketahui sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mampu menguasai jiwaku, kedua mataku penuh dengan air mata. Tanpa sadar aku menyeret laki-laki tersebut dengan tangannya kemudian aku masukkan ke dalam ruanganku dan bertanya tentang istrinya. Kukatakan kepadanya: "Siapakah istrimu yang mampu bersabar dengan penuh kesabaran atas putranya yang baru datang setelah 17 tahun mandul? Haruslah hatinya bukan hati yang gersang, bahkan hati yang subur dengan keimanan terhadap Allah Subhanaahu wa Ta'ala ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda apa yang dia katakan?&lt;br /&gt;Diamlah bersamaku wahai saudara-saudariku, terutama kepada anda wahai saudari-saudari yang mulia, cukuplah anda bisa berbangga pada zaman ini ada seorang wanita muslimah yang seperti dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami berkata: "Aku menikahi wanita tersebut 19 tahun yang lalu, sejak masa itu dia tidak pernah meninggalkan shalat malam kecuali dengan udzur syar'i. Aku tidak pernah menyaksikannya berghibah (menggunjing), namimah (adu domba), tidak juga dusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku keluar dari rumah atau aku pulang ke rumah, dia membukakan pintu untukku, mendo'akanku, menyambutku, serta melakukan tugas-tugasnya dengan segenap kecintaan, tanggung jawab, akhlak dan kasih sayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami menyempurnakan ceritanya dengan berkata: "Wahai dokter, dengan segenap akhlak dan kasih sayang yang dia berikan kepadaku, aku tidak mampu untuk membuka satu mataku terhadapnya karena malu." Maka kukatakan kepadanya: "Wanita seperti dia berhak mendapatkan perlakuan darimu seperti itu." Kisah selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukatakan:&lt;br /&gt;Saudara-saudariku, kadang anda terheran-heran dengan kisah tersebut, yaitu terheran-heran terhadap kesabaran wanita tersebut, akan tetapi ketahuilah bahwa beriman kepada Allah Subhanaahu wa Ta'ala dengan segenap keimanan dan tawakkal kepada-Nya dengan sepenuhnya, serta beramal shalih adalah perkara yang mengokohkan seorang muslim saat dalam kesusahan, dan ujian. Kesabaran yang demikian adalah sebuah taufik dan rahmat dari Allah Subhanaahu wa Ta'ala .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanaahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (١٥٥)الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (١٥٦)أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (١٥٧)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah: 155-157)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Sholallohu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا يُصِيْبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَحُزْنٍ وَلاَ أَذىً وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا خَطاَيَاهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidaklah menimpa seorang muslim dari keletihan, sakit, kecemasan, kesedihan tidak juga gangguan dan kesusahan, hingga duri yang menusuknya, kecuali dengannya Allah Subhanaahu wa Ta'ala akan menghapus kesalahan-kesalahannya." (HR. al-Bukhari (5/2137))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, wahai saudara-saudariku, mintalah pertolongan kepada Allah Subhanaahu wa Ta'ala , minta dan berdo'alah hanya kepada Allah Subhanaahu wa Ta'ala terhadap berbagai kebutuhan anda sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersandarlah kepada-Nya dalam keadaan senang dan susah. Sesungguhnya Dia Subhanaahu wa Ta'ala adalah sebaik-baik pelindung dan penolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah Subhanaahu wa Ta'ala membalas anda sekalian dengan kebaikan, serta janganlah melupakan kami dari do'a-do'a kalian.&lt;br /&gt;رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ (١٢٦)&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)." (QS. Al-A'raf: 126) (AR)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Qiblati edisi 1 th. III&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"    style="font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:100%;color:#333333;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fqiblati.com%2Fmajalah%2Fkisah-sabar-yang-paling-mengagumkan%2Ckomentar-21-299&amp;amp;h=d7f74&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-5246788750173676780?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/5246788750173676780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/kisah-sabar-yang-paling-mengagumkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/5246788750173676780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/5246788750173676780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/kisah-sabar-yang-paling-mengagumkan.html' title='Kisah Sabar Yang Paling Mengagumkan'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-261921881716421885</id><published>2010-05-12T00:53:00.001-07:00</published><updated>2010-05-12T00:56:00.122-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MASAKAN'/><title type='text'>Sambal Goreng Hati Udang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.resepkita.com/gambarResep/gambarBesar/Sambal_Goreng_Hati_Udang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 120px;" src="http://www.resepkita.com/gambarResep/gambarBesar/Sambal_Goreng_Hati_Udang.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(102, 0, 0); font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(102, 0, 0); font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;Yang satu ini sih sudah pasti ngak asing lagi deh buat kita-kita :)&lt;br /&gt;nyummy ^-^&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(102, 0, 0); font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Jamuan Istimewa 6 Menu Hidangan - Primarasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kategori Masakan :&lt;/b&gt; Masakan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahan-Bahan :&lt;/b&gt;&lt;table width="97%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;500 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;gram hati sapi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sendok teh garam&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;2 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sendok makan susu bubuk&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;300 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;gram udang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;10 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;buah cabai merah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;2 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;lembar daun salam&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;2 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;batang serai, memarkan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;4 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;lembar daun jeruk&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;20 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;mata petai&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sendok makan bawang goreng (untuk taburan)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt; &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;minyak untuk menggoreng&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt; &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;Bahan &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;Bumbu Halus:&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;12 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;butir bawang merah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;2 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;siung bawang putih&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;cm lengkuas&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;2 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sendok makan air asam jawa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sendok teh garam&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;2 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sendok teh terasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1-2 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sendok teh gula pasir (sesuai selera)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara Mengolah :&lt;/b&gt;&lt;table width="99%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="artikel" width="10" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt; &lt;/td&gt;&lt;td class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;&lt;p align="justify"&gt;1. Potong hati bentuk dadu 1 1/2 x 1 1/2 cm.&lt;br /&gt;2. Lumuri dengan garam dan susu bubuk, aduk merata dan diamkan selama kurang lebih 10 menit.&lt;br /&gt;3. Buang kepala udang, sisihkan.&lt;br /&gt;4. Buang biji cabai, kemudian iris melintang, sisihkan.&lt;br /&gt;5. Goreng hati dalam 3 sendok makan minyak goreng sampai setengah matang, angkat dan sisihkan.&lt;br /&gt;6. Goreng udang sampai berubah warna, angkat dan sisihkan.&lt;br /&gt;7. Goreng cabai iris sampai matang, angkat dan sisihkan.&lt;br /&gt;8. Panaskan 3 sendok makan minyak goreng dalam wajan.&lt;br /&gt;9. Tumis bumbu halus, masukkan salam, serai dan daun jeruk.&lt;br /&gt;10. Setelah harum, masukkan potongan hati goreng dan petai, aduk merata.&lt;br /&gt;11. Setelah hati cukup matang, masukkan udang goreng dan cabai iris yang sudah digoreng, aduk sebentar, angkat.&lt;br /&gt;12. Taburi dengan bawang goreng dan sajikan selagi hangat.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-261921881716421885?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/261921881716421885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/sambal-goreng-hati-udang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/261921881716421885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/261921881716421885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/sambal-goreng-hati-udang.html' title='Sambal Goreng Hati Udang'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-1974898065012767819</id><published>2010-05-12T00:41:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T00:43:26.852-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF'/><title type='text'>Awas.... Patah Hati T_T</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs353.snc3/29251_392653026267_301729376267_4639305_4078229_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 117px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs353.snc3/29251_392653026267_301729376267_4639305_4078229_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;Ngomongin soal patah hati, pasti ga akan lepas dari yang namanya cinta. Kalo sudah ngomongin soal cinta, maka ceritanya panjang neh. Tul ga? Dari awal mula manusia diciptakan sampe nanti hari kiamat, cerita tentang cinta ga akan pernah bosan diperbincangkan dan ga akan pernah hilang ditelan zaman. Cerita cinta memang ga selamanya indah. Kadang ada yang berakhir dengan tawa, ada juga yang berakhir dengan linangan air mata. Dan patah hati adalah salah satu ending dari cerita ini. Yup. Bad ending (ihiks…..ihiks sedih sekali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Bang Meggy Z sih, patah hati itu lebih sakit daripada sakit gigi. (kok jadul banget ya…hehehe). Tapi yang paling bener adalah patah hati itu lebih sakit daripada ga patah hati (yeee… ya iyalah!). Nah, kalo sudah kena yang namanya patah hati, hidup serasa mau kiamat, langit runtuh, bumi seakan gelap meskipun ada mentari yang bersinar. Hari-hari terasa sepi karena ga ada pujaan hati. Hati ini tersiksa, seolah mendapatkan penyakit langka yang ga akan pernah ada obatnya. Diri ini semakin sendiri, tidak ada teman yang menemani. Dan kalo sudah begini seakan tidak berguna lagi hidup ini, dan hanya ingin mengakhiri. Terlalu didramatisir nih. Terlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa emang bener begitu, kalo kita patah hati? Apa ga ada harapan lagi yang tersisa hingga kita harus mengakhiri hidup? Stop! Slow Down Baby.....Tunggu dulu. Ikutin terus. Capcus !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta Patah Hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang bener kata Bang Meggy Z tadi, bukan kamu aja yang pernah patah hati. Dari zamannya Nabi Adam, sudah ada yang yang namanya patah hati, bukan barusan muncul aja. Dan gara-gara patah hati orang bisa gelap mata dan kehilangan akal sehatnya (siapa yang menemukan harap di kembalikan, emang akal sehat kaya dompet). Eit, dampaknya macem-macem ditimbulkan hanya gara-gara patah hati. Contoh saja, salah satu anak Nabi Adam, Qabil, rela membunuh saudaranya sendiri, Habil, gara-gara patah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama dilakukan oleh Ikasari (12). Gadis cilik asal Malang. Dia ditemukan bunuh diri. Tubuhnya tergantung di kusen pintu kamar rumahnya. Lehernya terlilit kain gorden warna pink. Di antara pesannya di buku harian, ditemukan pernyataan kecewa yang mendalam sang gadis cilik terhadap 'pemuda' pujaan, Sarip (15). Ini bunyi pesannya, "Sarip, gw tau elo udah nyium cewek lain. Elo nuduh gw selingkuh, tetapi sekarang siapa yang selingkuh? Hati ini hancur..!Hancur!". (Wuih....gila ga fren, masih 12 tahun, masih bau kecut, eh salah deng, bau kencur. Innalillahi). (Man3malang.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang agak nyeleneh dilakukan oleh Hugh Hefner, pemilik Majalah Playboy, mengatakan bahwa patah hati yang pernah dialaminya telah memberikan inspirasi padanya untuk menciptakan brand 'Playboy' yang terkenal itu. Pria berusia 81 tahun itu mengatakan, "Saat saya berusia 16 tahun, saya pernah naksir seorang gadis. Namun kemudian ia menolak saya dan itulah yang menjadi kuncinya." Dia kemudian mulai menulis cerita dan membuat gambar telanjang versi komik. Wacks, glodaks.....Ini patah hati, atau nepsong ga kesampaian. (kapanlagi.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By the way, ga sedikit juga orang yang kena patah hati, larinya ke dukun. Ngapain? Pastinya bukan cari obat, kalo cari obat ya ke dokter atau ke apotek. Yup, bener banget. Ada istilah Cinta Ditolak, Dukun Bertindak. Apalagi kalo ga melet si pujaan hati biar balik lagi sama dia. Kalo sudah begini, syirik namanya fren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patah Hati, Bisa Mati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bener se, patah hati bisa bikin kita mati? Siapa yang bilang? Kalo kamu pikir setelah patah hati kudu mati, maka pikiran kamu sempit banget. Jangan khawatir sobat, sebab patah hati atau putus cinta itu ga akan membuat kita mati. Karena cinta itu hanyalah naluri manusia, bukan kebutuhan pokok seperti makan dan minum. Manusia bisa meninggal kalo ga makan 7 hari dan tanpa air selama 3 hari. Kalo rasa cinta ga terpenuhi, kita hanya akan merasa gelisah, ga sampe mati. Paling-paling cuma ga mandi selama 7 hari 7 malem. Ngapain aja ga enak. Tidur ga enak. Makan, ga nafsu. Kita jadi sendiri, ga ada yang mau deketin kita. Siapa yang mau deketin.....Bauuu’. Suer, ga sampe mati. Hanya tindakan apa yang kita lakukan ketika patah hati itu yang harus kita pikirkan, kita bisa memilih. Mau mati, mau bikin playboy tandingan, atau mau bangkit dan melupakan yang sudah-sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Margaret Stroebe dari Universitas Utrecht, Belanda, mengatakan kehilangan seseorang yang dicintai hanya berdampak secara psikologi. Ahli jantung mengatakan orang-orang yang kehilangan pasangan biasanya hidup dengan kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok atau diet yang tak terkendali. Nah, cuman begitu kan menurut yang ahli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi buat kamu yang patah hati karena diputusin pacar, atau gagal saat melamar, jangan sedih dulu, dunia belum kiamat. Cuma rasa patah hati ini walau sudah dikuat-kuatin, kata Mulan Jameela tetep aja kita bukan Wonder Woman yang hatinya bukan terbuat dari besi dan baja, bisa remuk dan hancur. Semua fakta di atas adalah bukti perasaan yang lebur saat menjalani hubungan yang ga resmi dan bubar di tengah jalan. Pacar-pacar mereka pergi begitu saja. Ada yang alasan ga cocok, banyak juga karena berpindah ke lain hati. Hal yang sama juga dialami ketika gagal dalam melamar. Ada perasaan perih di hati ditambah rasa malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah Pergaulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patah hati atau bahasa kerennya broken heart itu bisa karena dua hal, diputusin pacar atau ditolak saat ngelamar. Tapi kalo dilihat pergaulan zaman sekarang, sebab patah hati kebanyakan adalah karena pacaran. Dan pacaran adalah gaul yang salah total. Kalo dilihat dari segi apapun, pacaran lebih banyak bikin kesel hati daripada suka hati. Status hubungan pasangan ini ga jelas, ga sah dan yang pasti ga serius. Malah ga sedikit juga sampe melakukan hal-hal yang ga ga, misalnya aja sex pra nikah dengan dalih kesetiaan. Hayo ngaku!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika para aktivis pacaran itu ditanya tentang keseriusan mereka untuk merit, mereka pasti bilang, “Lihat aja nanti deh, yang sekarang kita jalanin aja dulu.” Kok mau sih digombalin sama pacar kamu? Apalagi mereka masih mengenakan putih-abu abu, putih biru dan ada juga yang putih merah, mana bisa mau dan siap nikah cepet-cepet. Artinya kamu itu sudah sejak awal bikin peluang besar untuk putus dan berlinangan air mata. Iya kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Islam ga pernah ngajarin yang namanya aktifitas pacaran. Dan itu berarti Islam memperkecil volume patah hati yang memang perih banget kalo dirasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang gagal melamar, bukannya aktifitas yang kamu lakukan itu salah. Mungkin pasangan yang menolak kamu ajak menikah, memang pasangan buat kamu dan bukan jodoh kamu. Mungkin dia hanya pelangi indah yang cuma hanya sesaat menghiasi bumi, dia bukan bulan yang selalu setia menemani bumi dalam mengitari matahari. Duile puitis banget ya. Inget, Allah SWT sudah menjamin tiga hal yaitu rizki, ajal dan jodoh. Dan jangan lupa Allah SWT juga berfirman, artinya : “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (TQS. An Nuur: 26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resep patah hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kamu sudah terlanjur patah hati, karena diputusin sama pacar atau mutusin pacar setelah baca buletin ini (Amiin!). Atau karena lamaranmu ditolak oleh akhwat atau ikhwan yang kamu incer, jangan gelap mata, keep positive thinking. Seperti kata iklan tipi, ambil enaknya aja ya. Kamu masih bisa memilih apa yang akan kamu lakukan kemudian. Dan itu terserah kamu, positif atau negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ngasih alternatif, kalo obat hati itu ada lima, maka obat patah hati juga ada lima :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan mendramatisir keadaan&lt;br /&gt;Kalo lagi patah hati, ga perlu terlarut sampe dalem banget. Hindari suasana yang membuat kamu menjadi mellow atau melankolis. Ga usah dulu deh ndengerin lagu-lagu dengan tema patah hati, Patah hati-nya Radja atau Munajat Cinta-nya The Rock. Atau ngelakuin aktifitas lain yang malah bikin sesek hati. Wah, itu sama aja naburin garam sekarung di atas luka. Perih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Putus asa itu dosa&lt;br /&gt;Inget bahwa berputus asa itu dosa. Rasulullah SAW bersabda : “Dosa besar itu adalah mempersekutukan Allah, putus asa dari karunia Allah dan putus harapan dari rahmat Allah.” (HR. Al Bazzar dan Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan malah menyendiri&lt;br /&gt;Kamu jangan menyendiri.&lt;br /&gt;Cari teman-teman yang bisa ngasih masukan dan support yang bisa bikin kita bangkit lagi, bukan yang malah menjerumuskan. Bukannya patah hati malah hilang, malah numpuk kayak TPA sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perbanyak kegiatan positif&lt;br /&gt;Bayang-bayang itu semakin sering nongol apabila kita sering bengong. Biar ga sering bengong, kita harus sering bergerak. Lari marathon bisa. Nyangkul di sawah boleh. Atau kegiatan yang paling positif adalah mengaji tentang Islam, dan gabung dengan aktifitas dakwah. Insya Allah bisa ngelupain pahitnya patah hati, karena Islam itu lebih keren dari yang kita duga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bersyukur, berusaha dan doa&lt;br /&gt;Kalau kamu putus dari pacar, itu berarti terbebas dari perbuatan mendekati zina. Kamu harus bersyukur. Kalo memang sudah siap nikah, nikah aja ngapain pacaran. Buktiin kamu serius. Kalo belum siap, ya jangan dipaksain nikah. Buat kamu yang ditolak saat melamar, itu tandanya Allah ngasih tahu bahwa akhwat/ikhwan itu ga matching sama kamu. Anda belum beruntung. Coba lagi. Dan jangan lupa berdoa karena Allah pasti akan kasih jalan keluar yang terbaik buat kamu. Pasti deh!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-1974898065012767819?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/1974898065012767819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/awas-patah-hati-tt.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/1974898065012767819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/1974898065012767819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/awas-patah-hati-tt.html' title='Awas.... Patah Hati T_T'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-7509886760374067511</id><published>2010-05-12T00:36:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T00:39:18.052-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MASAKAN'/><title type='text'>Rendang Daging</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.resepkita.com/gambarResep/gambarBesar/rendangDaging.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 120px;" src="http://www.resepkita.com/gambarResep/gambarBesar/rendangDaging.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(102, 0, 0); font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(102, 0, 0); font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;Masakan khas dari Sumatera Barat ini sangat digemari di semua kalangan masyarakat.&lt;br /&gt;Dapat dijadikan alternatif bagi anda untuk menyiapkan masakan bagi keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(102, 0, 0); font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Yasa Boga, 1999, Masakan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kategori Masakan :&lt;/b&gt; Masakan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahan-Bahan :&lt;/b&gt;&lt;table width="97%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;kg daging tanpa lemak dan urat,potong dadu 3 Cm&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;lembar daun kunyit, sobek-sobek, buat simpul&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;5 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;lembar daun jeruk purut&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;batang serai, memarkan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1-2 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;potong asam gelugur/asam kandis&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1 1/4 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;liter santan dari 2 butir kelapa tua&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;10 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;buah bawang merah, iris tipis (Bumbu Dihaluskan)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;3 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sendok makan lengkuas cincang (Bumbu Dihaluskan)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1/2 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sendok makan kunyit cincang (Bumbu Dihaluskan)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1/2 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sendok makan jahe cincang (Bumbu Dihaluskan)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;200 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;gram cabai merah (Bumbu Dihaluskan)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;4 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;buah bawang putih (Bumbu Dihaluskan)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt; &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;garam secukupnya (Bumbu Dihaluskan)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara Mengolah :&lt;/b&gt;&lt;table width="99%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="artikel" width="10" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt; &lt;/td&gt;&lt;td class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;&lt;p align="justify"&gt;1. Didihkan santan dengan daun kunyit, serai, daun jeruk, irisan bawang merah, asam, dan bumbu halus sampai kental dan berminyak. Kecilkan api.&lt;br /&gt;2. Masukkan daging, masak sampai daging lunak, sambil terus diaduk hingga bumbu mengering dan berwarna kecokelatan.&lt;br /&gt;3. Sajikan hangat.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-7509886760374067511?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/7509886760374067511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/rendang-daging.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/7509886760374067511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/7509886760374067511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/rendang-daging.html' title='Rendang Daging'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-9018633258301603622</id><published>2010-05-12T00:14:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T00:17:20.782-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF'/><title type='text'>#DIALOG IMAJINER DENGAN TUHAN#</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs536.ash1/31404_393762396267_301729376267_4665896_4864174_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 640px; height: 480px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs536.ash1/31404_393762396267_301729376267_4665896_4864174_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi seorg Wartawan Muda (WM)datang mewawancarai Tuhan (G).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WM: Slmt Pagi Tuhan, sekiranya Tuhan punya waktu sedikit aku ingin bicara.&lt;br /&gt;G: Ooo..waktuKU adlh KEKEKALAN, tdk ada masalah ttg Waktu. Apa pertanyaanmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WM: Tks.. Apa yg paling mengherankan bagiMU tentang kami manusia?&lt;br /&gt;G: Hahaha.. kalian itu makhluk yg aneh.&lt;br /&gt;Pertama, suka mencemaskan masa Depan, sampai lupa hari ini.&lt;br /&gt;Ke2, kalian hidup seolah olah tidak bakal mati.&lt;br /&gt;Ke3, kalian cepat bosan sebagai anak-anak dan terburu-buru ingin dewasa. Namun stlh dewasa rindu lagi jadi anak2 : suka bertengkar, ngambek, dan ribut karena soal2 sepele.&lt;br /&gt;Lalu&lt;br /&gt;Ke4, kalian rela kehilangan kesehatan demi mengejar uang, ttp membayarnya kembali utk mengembalikan kesehatan itu.&lt;br /&gt;Hal2 begitulah yang membuat hidup kalian susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WM: Lantas apa nasihat Tuhan agar kami bisa hidup BAHAGIA ?&lt;br /&gt;G: sebenarnya semua nasihat sudah pernah diberikan. Inilah satu lagi keanehan kalian: Suka Melupakan nasihatKU. Baiklah KUulangi lagi ya beberapa yg terpenting:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. kalian hrs sadar bhw mengejar rejeki adlh sebuah kesalahan. Yang seharusny kalian lakukan ialah menata diri agar kalian layak dikucuri rejeki. jadi jgn mengejar rejeki, tetapi biarlah rejeki yg mengejar kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ingat : “siapa” yg kalian miliki itu lbh berharga drpd “apa” yang kalian punyai. Perbanyaklah teman, kurangi musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jgn bodoh dgn cemburu &amp;amp; membandingkan yg dimiliki org lain. Melainkan Bsyukurlah dgn apa yg sdh kalian terima. Khususnya, kenalilah talenta dan potensi yg kalian miliki lalu kembangkanlah itu sebaik-baiknya, mk kalian akan menjadi manusia Unggul. Otomatis Rejeki yg akn mengejar kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ingat org yg disebut Kaya bukanlah dia yg berhasil mengumpulkan yg paling banyak, tetapi adalah dia yg paling “sedikit” memerlukan, shg msh sanggup memberi kpd sesamanya. Ok ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yg tpenting buat kamu pribadi yg sdg mbaca ini, bisa mengerti &amp;amp; btindaklah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat janji ini:&lt;br /&gt;AKU Tidak Akan Meninggalkanmu..!!&lt;br /&gt;Inti dari Cerita ini menurut saya adalah Banyak orang mengejar rezeki. Ini tidak salah juga. Namun, jauh lebih tepat, adalah Bagaimana agar rezeki yang mengejar anda. Dan itu semua bisa anda lakukan, karena kita adalah Manusia yang merupakan makhluk ciptaan Nya, yang diberikan semua oleh Tuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-9018633258301603622?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/9018633258301603622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/dialog-imajiner-dengan-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/9018633258301603622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/9018633258301603622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/dialog-imajiner-dengan-tuhan.html' title='#DIALOG IMAJINER DENGAN TUHAN#'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-8170242373010254469</id><published>2010-05-12T00:07:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T00:10:45.614-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MASAKAN'/><title type='text'>Pencok Lele</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.resepkita.com/gambarResep/gambarBesar/pencokLele.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 120px;" src="http://www.resepkita.com/gambarResep/gambarBesar/pencokLele.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(102, 0, 0); font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style=" font-weight: normal;  font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:medium;"&gt;&lt;span class="artikel"   style="  color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style=" font-weight: normal;  font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:medium;"&gt;&lt;span class="artikel"   style="  color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;br /&gt;Masakan yang cukup digemari di daerah asalnya di Banyumas, dengan bahan yang relatif murah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(102, 0, 0); font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style=" font-weight: normal;  font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:medium;"&gt;&lt;span class="artikel"   style="  color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sumber :&lt;/b&gt; Majalah Sedap Sekejap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kategori Masakan :&lt;/b&gt; Masakan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perkiraan Waktu Pembuatan :&lt;/b&gt; 1 Jam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Disajikan Untuk :&lt;/b&gt; 2 Orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahan-Bahan :&lt;/b&gt;&lt;table width="97%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;2 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;ekor Ikan lele sedang, bersihkan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sdm Air jeruk limau&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;2 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sdm Kecap manis&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;3 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;siung Bawang putih (bumbu halus)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;3 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;buah  Cabe merah (bumbu halus)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;2 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;buah Cabe rawit (bumbu halus)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sdt Gula merah (bumbu halus)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sdt garam (bumbu halus)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara Mengolah :&lt;/b&gt;&lt;table width="99%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="artikel" width="10" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt; &lt;/td&gt;&lt;td class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;&lt;p align="justify"&gt;1.Bakar ikan lele sampai kering, sisihkan&lt;br /&gt;2.Dalam wadah lain, aduk bumbu halus, air jeruk limau, dan kecap manis&lt;br /&gt;3.Oleskan ikan dengan bumbu. Bakar sampai matang&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-8170242373010254469?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/8170242373010254469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/pencok-lele.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/8170242373010254469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/8170242373010254469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/pencok-lele.html' title='Pencok Lele'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-1754758924759016010</id><published>2010-05-12T00:05:00.001-07:00</published><updated>2010-05-12T00:06:55.051-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF'/><title type='text'>#MASA LALU ADALAH SEJARAH#</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs576.snc3/31404_393908176267_301729376267_4668173_3840815_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 260px; height: 195px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs576.snc3/31404_393908176267_301729376267_4668173_3840815_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; font-family:'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif;font-size:11px;"&gt;Masa lalu adalah sebuah bayangan dan sejarah untuk masa kini dan masa yang akan datang, dia merupan cermin untuk kita dapat belajar dan memandang sebuah realita yang ada saat ini. Namun masalalu hanyalah masalalu dia adalah waktu yang telah kita biarkan berlalu dari hidup kita, namun waktu yang telah pergi itu takakan pernah kembali untuk bisa kita jalani lagi. Waktu yang telah berlalu itu akan menjadi sebuah refrensi pembelajaran kita untuk membuat hidup yang kita jalani menjadi lebih baik dan bermakna, tak usah kita tangisi waktu yang telah berlalu itu namun syukurilah atas apa yang telah kita lalui karna baik atau buruk nya sebuah masa lalu kita akan lebih indah bila kita dapat mengerti hikmah yang tersimpan dari baik atau butuk nya masa lalu yang kita telah lalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah masa lalu menyimpan banyak kenangan dan pelajaran untuk hidup ini, masalalu itu bukan untuk diratapi,ditangisi ataupun untuk kita sesali..namun dia hadir sebagai sebuah gambaran dari sebuah perjalanan sebuah kehidupan yang dapat kita ambil hikmah nya. Banyak orang larut dalam masalalu nya entah larut dalam keindahan nya ataupun larut dalam penyesalan, semua itu adalah sebuah gambaran yang manusiwi dan sangatlah umum terjadi tapi sejauh mana kita sebagai manusia yang memiliki akal menyikapi seuah masalalu itu dengan bijaksana dan bertanggung jawab??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedihan, kegagalan ataupun keberhasilan masalalu yang kita miliki bukanlah sebuah realita untuk kita saat ini, dai hanyalah cerita yang telah usang dan telah berlalu dari kehidupan kita kini, namun semua itu akan menjadikan kita lebih arif lagi dalam memandang dan menjalani kehidup ini. berdamailah dengan masa lalu anda bila anda kurang puas terhadap semua yang telah anda alami di masa lalu itu dan jadikanlah masa yang telah berlalu itu menjadi motivasi dan ispirasi untuk anda dalam meningkatkan kuwalitas hidup anda dimasa kini dan dimasa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah masa lalu adalah pengalaman hidup yang sangatlah berharga dan fenomenal, namun jangan terlalu memfokuskan hidup anda pada sebuah pengalaman masalalu itu, karna anda terlahir untuk masa kini dan masa depan..jadi jangan biarlan hidup anda terbelenggu oleh masa lalu. masa kini adalah sebuah realita dan masa depan adalah harapan namun masa lalu adalah sebuah sejarah yang telah lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sikapi dengan bijak tentang arti dari sebuah masa lalu anda, karna masa kini adalah cermin dari apa yang anda lakukan dimasa lalu dan masa depan adalah sebuah refleksi dari apa yang anda lakukan pada masa kini yang sedang anda jalani. yakinlah pada apa yang menurut anda itu baik dan “lakukan segera” dan jangan pernah menunda-nunda pada apa yang menurut anda itu baik dan pantas untuk anda lakukan segera. Ingat “hidup yang kita jalani saat ini terlalu berharga untuk kita terlalu larut dalam penyesalan sebuah waktu yang telah lewat (masa lalu)”, Buatlah hidup yang kita jalani saat ini menjadi lebih berarti dan indah karna masa depan menanti kita untuk memeluk kita dengan pelukan hangat penuh kebahagian, rubahlah hidup kita menjadi lebih berkwalitas dan penuh harapan baru yang dilandaskan dari sebuah pembelajaran dan pengambilan sebuah hikmah yang tersirat dari sebuah kegagalan ataupun keberhasilan kita di masalalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hargai waktu yang anda miliki dengan bijak&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-1754758924759016010?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/1754758924759016010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/masa-lalu-adalah-sejarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/1754758924759016010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/1754758924759016010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/masa-lalu-adalah-sejarah.html' title='#MASA LALU ADALAH SEJARAH#'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-6813089882428007526</id><published>2010-05-11T23:56:00.000-07:00</published><updated>2010-05-11T23:58:36.123-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MASAKAN'/><title type='text'>Telur Tersembunyi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.resepkita.com/gambarResep/gambarBesar/TelurSembunyi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 120px;" src="http://www.resepkita.com/gambarResep/gambarBesar/TelurSembunyi.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(102, 0, 0); font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(102, 0, 0); font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;Telur mengandung protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Namun seringkali telur merupakan hidangan yang membosankan. Ini adalah variasi lain dari hidangan telur yang patut Anda coba...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(102, 0, 0); font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; Sumber :&lt;/b&gt; Yasa Boga, Masakan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kategori Masakan :&lt;/b&gt; Masakan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahan-Bahan :&lt;/b&gt;&lt;table width="97%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;5 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;butir telur rebus, kupas buat goresan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;350 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;gr daging cincang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;2 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;lembar roti tawar, rendam air, peras&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1/2 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sendok teh pala bubuk&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sendok teh merica bubuk&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1/2 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sendok teh garam&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;2 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;butir telur, pisahkan putih dan kuningnya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt; &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;tepung panir&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;Kuah: &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;buah bawang bombay kecil, cincang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;buah bawang putih, cincang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;3 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sendok makan saos tomat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sendok makan kecap manis&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sendok makan margarin, untuk menumis&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;200 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;cc air/ kaldu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt; &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;garam dan merica menurut selera&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara Mengolah :&lt;/b&gt;&lt;table width="99%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="artikel" width="10" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt; &lt;/td&gt;&lt;td class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;&lt;p align="justify"&gt;1. Campur daging cincang, roti tawar, pala, merica, garam, dan kuning telur, aduk rata bagi menjadi 5-6 bagian.&lt;br /&gt;2. Bungkus setiap butir telur dengan 1/2 bagian adonan daging. Gulingkan pada putih telur, tepung panir. Gorengsampai matang kecokelatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuah :&lt;br /&gt;Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai layu, beri kaldu dan bahan lainnya. Masak sampai cukup kental. Hidangkan dengan kentang goreng dan sayuran rebus.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-6813089882428007526?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/6813089882428007526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/telur-mengandung-protein-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/6813089882428007526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/6813089882428007526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/telur-mengandung-protein-yang.html' title='Telur Tersembunyi'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-5612658232865820249</id><published>2010-05-11T23:47:00.000-07:00</published><updated>2010-05-11T23:53:00.608-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MASAKAN'/><title type='text'>Udang Pedas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.resepkita.com/gambarResep/gambarBesar/udangPedas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 120px;" src="http://www.resepkita.com/gambarResep/gambarBesar/udangPedas.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(102, 0, 0); font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;Udang yang diolah dengan bumbu pedas ini, sangat lezat. Selain itu cara mengolahnya pun sangat mudah dan praktis.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"    style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;color:#660000;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:12px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(102, 0, 0); font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:12px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;/span&gt;Sumber  :&lt;/b&gt; Yasa Boga, 1999, Masakan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kategori Masakan :&lt;/b&gt; Masakan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahan-Bahan :&lt;/b&gt;&lt;table width="97%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;350 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;gram udang yang sedang besarnya, buang kepalanya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;100 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;gram lokio yang sudah dibersihkan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;15 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;mata petai, belah 2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sendok makan air jeruk nipis&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;2 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sendok makan minyak, untuk menumis&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;100 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;gram cabai merah (bumbu dihaluskan)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;buah tomat, cincang (bumbu dihaluskan)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;5 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;buah bawang merah (bumbu dihaluskan)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;2 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;buah bawang putih (bumbu dihaluskan)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="8%" class="artikel" align="right" valign="top" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;1 &lt;/td&gt;&lt;td width="92%" class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;sendok teh garam (bumbu dihaluskan)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara Mengolah :&lt;/b&gt;&lt;table width="99%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="artikel" width="10" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt; &lt;/td&gt;&lt;td class="artikel" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(102, 0, 0); text-decoration: none; "&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tumis bumbu halus sampai matang, masukkan udang, lokio dan petai. Aduk sampai seluruhnya matang, jaga jangan sampai kamatangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum diangkat masukkan air jeruk nipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajikan hangat.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-5612658232865820249?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/5612658232865820249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/udang-pedas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/5612658232865820249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/5612658232865820249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/udang-pedas.html' title='Udang Pedas'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-1560984535905881000</id><published>2010-05-11T23:41:00.000-07:00</published><updated>2010-05-11T23:45:27.328-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MASAKAN'/><title type='text'>Ayam Rica Rica</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.resepkita.com/gambarResep/gambarBesar/ayamRicaRica.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 120px;" src="http://www.resepkita.com/gambarResep/gambarBesar/ayamRicaRica.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makanan khas Menado ini rasanya sudah tidak asing lagi di lidah kita, dan mungkin sering kita nikmati di rumah-rumah makan.&lt;/div&gt;Pingin coba buat sendiri ? .. ini resepnya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Rudy Choirudin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-Bahan :&lt;br /&gt;1  ekor ayam dipotong 16 bagian&lt;br /&gt;2  batang serai di memarkan&lt;br /&gt;6  buah bawang merah dirajang&lt;br /&gt;1  lembar daun pandan&lt;br /&gt;5  lembar daun jeruk&lt;br /&gt;50  ml minyak goreng&lt;br /&gt;150  ml air&lt;br /&gt;1  buah jeruk nipis&lt;br /&gt;12  buah cabai merah&lt;br /&gt;10  buah cabai rawit merah&lt;br /&gt;7  siung bawang putih&lt;br /&gt;4  cm jahe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Mengolah :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Haluskan cabai merah, cabai rawit merah bawang putih dan jahe, sisihkan.&lt;br /&gt;2. Tumis bawang merah, serai dan daun pandan hingga bawang kecoklatan.&lt;br /&gt;3. Masukkan bumbu yang dihaluskan dan daun jeruk, aduk hingga harum.&lt;br /&gt;4. Kemudian masukkan ayam aduk hingga ayam berubah warnanya, tambahkan air, kecilkan api dan tutup. Diungkep hingga airnya agak mengering sambil sekali-sekali diaduk-aduk. Angkat.&lt;br /&gt;5. Tambahkan air jeruk, aduk hingga rata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-1560984535905881000?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/1560984535905881000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/ayam-rica-rica.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/1560984535905881000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/1560984535905881000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/ayam-rica-rica.html' title='Ayam Rica Rica'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-4212192734789177265</id><published>2010-05-10T21:40:00.000-07:00</published><updated>2010-05-10T21:41:38.705-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF'/><title type='text'>Wahai Hawa….</title><content type='html'>kenapa..&lt;br /&gt;engkau tak menghargai nikmat Iman dan Islam itu ?&lt;br /&gt;Kenapa..&lt;br /&gt;mesti engkau kaku dalam mentaati ajaran-Nya ?&lt;br /&gt;kenapa..&lt;br /&gt;masih segan mengamalkan isi kandungan-nya ?&lt;br /&gt;dan kenapa..&lt;br /&gt;masih was-was dalam mematuhi perintah-Nya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Hawa….&lt;br /&gt;Sadarlah..&lt;br /&gt;Tangan yang menggoncang buaian..&lt;br /&gt;boleh menggoncang dunia,&lt;br /&gt;kau boleh menggoncang dunia&lt;br /&gt;dengan melahirkan manusia yang hebat!!&lt;br /&gt;yakni yang Shaleh dan Shalehah,&lt;br /&gt;kau boleh menggegar dunia&lt;br /&gt;dengan menjadi isteri yang taat&lt;br /&gt;serta memberi dorongan dan&lt;br /&gt;sokongan pada suami yang sejati&lt;br /&gt;dalam menegakkan Islam di mata dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hawa..&lt;br /&gt;Jangan sesekali kau coba menggoncang keimanan&lt;br /&gt;lelaki dengan lembut tuturmu, dengan ayu wajahmu,&lt;br /&gt;dengan lenkuk tubuhmu.&lt;br /&gt;Jangan kau menghentak-hentak kakimu untuk&lt;br /&gt;menyatakan kehadiranmu.&lt;br /&gt;Jangan Hawa …&lt;br /&gt;Jangan sesekali coba menarik perhatian kaum Adam yang bukan&lt;br /&gt;Suamimu..kerana aku khuatir ia mengundang&lt;br /&gt;kemurkaan dan kebencian ALLAH.&lt;br /&gt;BAHAYA! Ia bisa memberi kegembiraan pada syaitan..&lt;br /&gt;kerana wanita ialah jala syaitan,&lt;br /&gt;Alat yang di eksploitasikan oleh syaitan dalam menyesatkan kaum Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa,&lt;br /&gt;Andai engkau masih remaja..&lt;br /&gt;Jadilah anak yang Shalehah Buat kedua ibu bapamu,&lt;br /&gt;Andai engkau sudah bersuami..&lt;br /&gt;Jadilah isteri yang meringankan beban suamimu,&lt;br /&gt;Andai engkau seorang ibu..&lt;br /&gt;Didiklah anakmu sehingga ia tak gentar memperjuangkan Agama ALLAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa,&lt;br /&gt;Andai engkau belum menikah,&lt;br /&gt;Jangan kau risau akan jodohmu,&lt;br /&gt;ingatlah hawa janji Rabb kita,&lt;br /&gt;wanita yang baik adalah untuk&lt;br /&gt;lelaki yang baik.&lt;br /&gt;Jangan menggadaikan marwahmu..&lt;br /&gt;hanya semata-mata karena seorang lelaki,&lt;br /&gt;jangan memakai pakaian yang menampakkan lekuk tubuhmu&lt;br /&gt;hanya untuk menarik perhatian dan memikat kaum lelaki,&lt;br /&gt;karena kau bukan memancing hatinya..&lt;br /&gt;tapi merangsang nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Hawa…&lt;br /&gt;Jangan sesekali dikau mulakan pertemuan dengan lelaki yang bukan muhrim krena aku kuatir dari mata turun ke hati, dari senyuman membawa ke salam, dari salam cenderung kepada pertemuan dan dari pertemuan… takut lahirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa …&lt;br /&gt;Lelaki yang Baik tidak melihat paras rupa,&lt;br /&gt;Lelaki yang Shaleh tidak memilih wanita melalui&lt;br /&gt;keseksiannya,&lt;br /&gt;Lelaki yang baik tidak menilai wanita melalui&lt;br /&gt;keayuaannya,&lt;br /&gt;kemanjaannya serta kemampuannya&lt;br /&gt;menggoncang iman mereka.&lt;br /&gt;Tetapi hawa …&lt;br /&gt;Lelaki yang Baik akan menilai wanita melalui akhlaknya,&lt;br /&gt;peribadinya dan Agamanya…&lt;br /&gt;Lelaki yang Shaleh tidak menginginkan&lt;br /&gt;sebuah pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya karena dia takut menberi kesempatan pada syaitan untuk menggodanya.&lt;br /&gt;Lelaki yang baik juga tak mau bermain cinta sebabnya dia tahu apa akibat dalam sebuah hubungan antara lelaki dan wanita yakni perkawinan.&lt;br /&gt;Oleh itu Hawa …&lt;br /&gt;Jagalah pandanganmu,&lt;br /&gt;Jagalah pakaianmu,&lt;br /&gt;Jagalah akhlakmu,&lt;br /&gt;Kuatkan pendirianmu…&lt;br /&gt;Andai kata ditakdirkan tiada cinta dari Adam untukmu,&lt;br /&gt;Cukuplah hanya cinta ALLAH menyinari dan&lt;br /&gt;memenuhi jiwamu,&lt;br /&gt;biarlah hanya cinta kedua ibu bapamu&lt;br /&gt;yang memberi hangatan kebahagiaan buat dirimu, cukuplah sekadar cinta adik beradik serta keluarga yang akan membahagiakan dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa …&lt;br /&gt;Cintailah ALLAH..&lt;br /&gt;Dikala susah dan senang karena kau akan memperolehi cinta dari insan yang juga menyintai ALLAH.&lt;br /&gt;Cintailah kedua ibu bapakmu, karena kau akan perolehi keridhaan ALLAH. TA”ALAA&lt;br /&gt;Cintailah keluargamu.. karena tiada cinta selain cinta keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa …&lt;br /&gt;Pesanku yang terakhir, biarlah tangan yang menggoncang buaian ini dapat menggoncang dunia dalam menggapai keridhaan ILLAHI.&lt;br /&gt;Jangan sesekali.. tangan ini juga yang menggoncang keimanan kaum Adam, karena aku sukar menerimanya dan aku benci mendengarnya…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-4212192734789177265?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/4212192734789177265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/wahai-hawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/4212192734789177265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/4212192734789177265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/wahai-hawa.html' title='Wahai Hawa….'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-8091404041384689546</id><published>2010-05-08T20:08:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T01:44:39.515-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='VIDEO'/><title type='text'>Maher Zain - Open Your Eyes [To All Photographer Open Your 'Lens'] - ماه...</title><content type='html'>&lt;object style="background-image:url(http://i3.ytimg.com/vi/Vlrb1rOT36o/hqdefault.jpg)"  width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Vlrb1rOT36o&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Vlrb1rOT36o&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" width="425" height="344" allowScriptAccess="never" allowFullScreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-8091404041384689546?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/8091404041384689546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/maher-zain-open-your-eyes-to-all.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/8091404041384689546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/8091404041384689546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/maher-zain-open-your-eyes-to-all.html' title='Maher Zain - Open Your Eyes [To All Photographer Open Your &apos;Lens&apos;] - ماه...'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-2249441250498435050</id><published>2010-05-08T00:22:00.000-07:00</published><updated>2010-05-08T00:28:47.677-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah hidup Rasullulah'/><title type='text'>BAB XI - TAHUN PERTAMA DI YATHRIB</title><content type='html'>Yathrib1 Menyambut Muhajir Besar&lt;br /&gt;BERBONDONG-BONDONG penduduk Yathrib ke luar rumah hendak menyambut kedatangan Muhammad, pria dan wanita. Mereka berangkat setelah tersiar berita tentang hijrahnya, tentang Quraisy yang hendak membunuhnya, tentang ketabahannya menempuh panas yang begitu membakar dalam perjalanan yang sangat meletihkan, mengarungi bukit pasir dan batu karang di tengah-tengah dataran Tihama, yang justru memantulkan sinar matahari yang panas dan membakar itu. Mereka keluar karena terdorong ingin mengetahui sekitar berita tentang ajakannya yang sudah tersiar di seluruh jazirah. Ajakan ini juga yang sudah mengikis kepercayaan-kepercayaan lama yang diwarisi dari nenek-moyang mereka, yang sudah dianggap begitu suci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi mereka keluar itu bukan disebabkan oleh dua alasan ini saja, melainkan lebih jauh lagi, yakni karena orang yang hijrah dari Mekah ini akan menetap di Yathrib. Setiap golongan, setiap kabilah dari penduduk Yathrib, dari segi politik dan sosial dalam hal ini memberikan efek yang bermacam-macam. Inilah yang lebih banyak mendorong mereka menyongsong keluar, daripada sekedar ingin melihat orang ini. Juga mereka ingin mengetahui, benarkah hal itu akan memperkuat dugaan mereka, ataukah mereka harus menarik diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sambutan orang-orang musyrik dan Yahudi atas kedatangan Nabi tidak kurang daripada sambutan kaum Muslimin, baik dari Muhajirin maupun dari kalangan Anshar. Mereka semua mengerumuninya. Sesuai dengan perasaan yang berkecamuk dalam hati masing-masing terhadap pendatang orang besar itu, denyutan jantung merekapun tidak sama pula satu sama lain. Mereka sama-sama mengikutinya tatkala ia melepaskan kekang untanya dan membiarkannya berjalan sekehendaknya sendiri, dengan agak kurang teratur karena masing-masing ingin memandang wajahnya. Semua ingin mengelilinginya dengan pandangan mata tentang orang yang gambarnya sudah terlukis dalam jiwa masing-masing, tentang orang yang telah membuat Ikrar Aqaba kedua, bersama-sama penduduk kota ini - guna melakukan perang mati-matian terhadap Quraisy; orang yang telah hijrah meninggalkan tanah airnya, berpisah dengan keluarganya dengan memikul segala tekanan permusuhan dan tindakan kekerasan dari mereka selama tigabelas tahun terus-menerus. Ini semua demi keyakinan tauhid kepada Allah, tauhid yang dasarnya adalah merenungkan alam semesta ini serta mengungkapkan hakekat yang ada dengan jalan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembinaan Mesjid dan Tempat-tempat Tinggal Nabi&lt;br /&gt;Unta yang dinaiki Nabi alaihi ssalam berlutut di tempat penjemuran kurma milik Sahl dan Suhail b. Amr. Kemudian tempat itu dibelinya guna dipakai tempat membangun mesjid. Sementara tempat itu dibangun ia tinggal pada keluarga Abu Ayyub Khalid b. Zaid al-Anshari. Dalam membangun mesjid itu Muhammad juga turut bekerja dengan tangannya sendiri. Kaum Muslimin dari kalangan Muhajirin dan Anshar ikut pula bersama-sama membangun. Selesai mesjid itu dibangun, di sekitarnya dibangun pula tempat-tempat tinggal Rasul. Baik pembangunan mesjid maupun tempat-tempat tinggal itu tidak sampai memaksa seseorang, karena segalanya serba sederhana, disesuaikan dengan petunjuk-petunjuk Muhammad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesjid itu merupakan sebuah ruangan terbuka yang luas, keempat temboknya dibuat daripada batu bata dan tanah. Atapnya sebagian terdiri dari daun kurma dan yang sebagian lagi dibiarkan terbuka, dengan salah satu bagian lagi digunakan tempat orang-orang fakir-miskin yang tidak punya tempat-tinggal. Tidak ada penerangan dalam mesjid itu pada malam hari. Hanya pada waktu salat Isya diadakan penerangan dengan membakar jerami. Yang demikian ini berjalan selama sembilan tahun. Sesudah itu kemudian baru mempergunakan lampu-lampu yang dipasang pada batang-batang kurma yang dijadikan penopang atap itu. Sebenarnya tempat-tempat tinggal Nabi sendiri tidak lebih mewah keadaannya daripada mesjid, meskipun memang sudah sepatutnya lebih tertutup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan Beragama Bagi Seluruh Penduduk Yathrib&lt;br /&gt;Selesai Muhammad membangun mesjid dan tempat-tinggal, ia pindah dari rumah Abu Ayyub ke tempat ini. Sekarang terpikir olehnya akan adanya hidup baru yang harus dimulai, yang telah membawanya dan membawa dakwahnya itu harus menginjak langkah baru lebih lebar. Ia melihat adanya suku-suku yang saling bertentangan dalam kota ini, yang oleh Mekah tidak dikenal. Tapi juga ia melihat kabilah-kabilah dan suku-suku itu semuanya merindukan adanya suatu kehidupan damai dan tenteram, jauh dari segala pertentangan dan kebencian, yang pada masa lampau telah memecah-belah mereka. Kota ini akan membawa ketenteraman pada masa yang akan datang, yang diharapkan akan lebih kaya dan lebih terpandang daripada Mekah. Akan tetapi, bukanlah kekayaan dan kehormatan Yathrib itu yang menjadi tujuan Muhammad yang pertama, sekalipun ini ada juga. Segala tujuan dan daya-upaya, yang pertama dan yang terakhir, ialah meneruskan risalah, yang penyampaiannya telah dipercayakan Tuhan kepadanya, dengan mengajak dan memberikan peringatan. Akan tetapi, oleh penduduk Mekah sendiri, dengan cara kekerasan risalah ini dilawan mati-matian, sejak dari awal kerasulannya sampai Rada waktu hijrah. Karena takut akan penganiayaan dan tindakan kekerasan pihak Quraisy, risalah dan iman itu tidak sampai memasuki setiap kalbu. Segala penganiayaan dan tindakan kekerasan ini menjadi perintang antara iman dengan kalbu manusia yang belum lagi menerima iman itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik kaum Muslimin maupun yang lain seharusnya percaya, bahwa barangsiapa menerima pimpinan Tuhan dan sudah masuk ke dalam agama Allah, akan terlindung ia dari gangguan; bagi orang yang sudah beriman akan tambah kuat imannya, sedang bagi yang masih ragu-ragu, atau masih takut-takut atau yang lemah akan segera pula menerima iman itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran itulah yang mula-mula meyakinkan Muhammad, ia tinggal di Yathrib, ke arah itu politiknya ditujukan dan dengan tujuan itu pula hendaknya sejarah hidupnya ditulis. Ia tak pernah memikirkan kerajaan, harta-benda atau perniagaan. Seluruh tujuannya ialah memberikan ketenangan jiwa bagi mereka yang menganut ajarannya dengan jaminan kebebasan bagi mereka dalam menganut kepercayaan agama masing-masing. Baik bagi seorang Muslim, seorang Yahudi, atau seorang Kristen masing-masing mempunyai kebebasan yang sama dalam menganut kepercayaan, kebebasan yang sama menyatakan pendapat dan kebebasan yang sama pula menjalankan propaganda agama. Hanya kebebasanlah yang akan menjamin dunia ini mencapai kebenaran dan kemajuannya dalam menuju kesatuan yang integral dan terhormat. Setiap tindakan menentang kebebasan berarti memperkuat kebatilan, berarti menyebarkan kegelapan yang akhirnya akan mengikis habis percikan cahaya yang berkedip dalam hati nurani manusia. Percikan cahaya ini yang akan menghubungkan hati nurani manusia dengan alam semesta ini, dari awal yang azali sampai pada akhirnya yang abadi, suatu hubungan yang menjalin rasa kasih sayang dan persatuan, bukan rasa kebencian dan kehancuran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pemikiran inilah wahyu itu disampaikan kepada Muhammad sejak ia hijrah. Dan karena itu pula ia sangat mendambakan perdamaian, dan tidak menyukai perang. Dalam hal ini selama hidupnya ia sangat cermat sekali. Ia tidak menempuh jalan itu, kalau tidak terpaksa karena membela kebebasan, membela agama dan kepercayaan. Bukankah, ketika mendengar ada mata-mata memanggil-manggil Quraisy, memberi peringatan tentang mereka itu, penduduk Yathrib yang ikut mengadakan Ikrar Aqaba kedua berkata kepadanya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah yang telah mengutus tuan atas dasar kebenaran kalau sekiranya tuan sudi, penduduk Mina itu besok akan kami habiskan dengan pedang kami." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijawabnya: &lt;br /&gt;"Kami tidak diperintahkan untuk itu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah ayat pertama yang datang mengenai perang berbunyi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diijinkan (berperang) kepada mereka yang diperangi, karena mereka dianiaya; dan sesungguhnya Allah Maha kuasa menolong mereka." (Qur'an, 8: 39) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bukankah ayat berikutnya mengenai soal perang itu Tuhan berfirman? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan perangilah mereka supaya jangan ada lagi fitnah, dan agama seluruhnya untuk Allah." (Qur'an, 2: 193) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pertimbangan pikiran Muhammad dalam hal ini hanya mempunyai satu tujuan yang luhur, yaitu menjamin kebebasan beragama dan menyatakan pendapat. Hanya untuk mempertahankan itulah perang dibenarkan, dan hanya untuk itu pula dibenarkan menangkis serangan pihak agresor, sehingga jangan ada orang yang dapat dikacau dari agamanya dan jangan pula ada orang yang ditindas karena kepercayaan atau pendapatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Yahudi Medinah&lt;br /&gt;Kalau inilah tujuan Muhammad dalam pertimbangannya mengenai masalah Yathrib serta harus menjamin adanya kebebasan, maka penduduk kota ini pun menyambutnya dalam pikiran yang serupa, meskipun setiap golongan pertimbangannya saling bertentangan satu sama lain. Penduduk Yathrib pada waktu itu terdiri dari kaum Muslimin - Muhajirin dan Anshar - orang-orang musyrik dari sisa-sisa Aus dan Khazraj - sedang hubungan kedua golongan ini sudah sama-sama kita ketahui; kemudian orang-orang Yahudi: Banu Qainuqa di sebelah dalam, Banu Quraiza di Fadak, Banu'n-Nadzir tidak jauh dari sana dan Yahudi Khaibar di Utara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pun kaum Muhajirin dan Anshar, karena solidaritas agama baru itu, mereka sudah erat sekali bersatu. Sungguhpun begitu, kekuatiran dalam hati Muhammad belum hilang samasekali, kalau-kalau suatu waktu kebencian lama di kalangan mereka akan kembali timbul. Sekarang terpikir olehnya bahwa setiap keraguan semacam itu harus dihilangkan. Usaha ini akan tampak juga pengaruhnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya golongan musyrik dari sisa-sisa Aus dan Khazraj, akibat peperangan-peperangan masa lampau, mereka merasa lemah sekali di tengah-tengah kaum Muslimin dan Yahudi itu. Mereka mencari jalan supaya antara keduanya itu timbul insiden. Selanjutnya golongan Yahudi dengan tiada ragu-ragu merekapun menyambut baik kedatangan Muhammad dengan dugaan bahwa mereka akan dapat membujuknya dan sekaligus merangkulnya ke pihak mereka, serta dapat pula diminta bantuannya membentuk sebuah jazirah Arab. Dengan demikian mereka akan dapat pula membendung Kristen, yang telah mengusir Yahudi, -bangsa pilihan Tuhan - dari Palestina, Tanah yang Dijanjikan dan tanah air mereka itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dasar pikiran itulah mereka masing-masing bertolak. Mereka membukakan jalan supaya tujuan mereka masing-masing mudah tercapai. &lt;br /&gt;Di sinilah fase baru dalam hidup Muhammad itu dimulai yang sebelum itu tiada seorang nabi atau rasul yang pernah mengalaminya. Di sini dimulainya suatu fase politik yang telah diperlihatkan oleh Muhammad dengan segala kecakapan, kemampuan dan pengalamannya, yang akan membuat orang jadi termangu, lalu menundukkan kepala sebagai tanda hormat dan rasa kagum. Tujuannya yang pokok akan mencapai Yathrib - tanah airnya yang baru - ialah meletakkan dasar kesatuan politik dan organisasi, yang sebelum itu di seluruh wilayah Hijaz belum dikenal; sungguhpun jauh sebelumnya di Yaman memang sudah pernah ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Mempersaudarakan Kaum Muhajirin Dengan Anshar&lt;br /&gt;Sekarang ia bermusyawarah dengan kedua wazirnya itu Abu Bakr dan Umar - demikianlah mereka dinamakan. Dengan sendirinya yang menjadi pokok pikirannya yang mula-mula ialah menyusun barisan kaum Muslimin serta mempererat persatuan mereka, guna menghilangkan segala bayangan yang akan membangkitkan api permusuhan lama di kalangan mereka itu. Untuk mencapai maksud ini diajaknya kaum Muslimin supaya masing-masing dua bersaudara, demi Allah. Dia sendiri bersaudara dengan Ali b. Abi Talib. Hamzah pamannya bersaudara dengan Zaid bekas budaknya. Abu Bakr bersaudara dengan Kharija b. Zaid. Umar ibn'l-Khattab, bersaudara dengan 'Itban b. Malik al-Khazraji. Demikian juga setiap orang dari kalangan Muhajirin yang sekarang sudah banyak jumlahnya di Yathrib - sesudah mereka yang tadinya masih tinggal di Mekah menyusul ke Medinah setelah Rasul hijrah - dipersaudarakan pula dengan setiap orang dari pihak Anshar, yang oleh Rasul lalu dijadikan hukum saudara sedarah senasib. Dengan persaudaraan demikian ini persaudaraan kaum Muslimin bertambah kukuh adanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kalangan Anshar memperlihatkan sikap keramahtamahan yang luarbiasa terhadap saudara-saudara mereka kaum Muhajirin ini, yang sejak semula sudah mereka sambut dengan penuh gembira. Sebabnya ialah, mereka telah meninggalkan Mekah, dan bersama itu mereka tinggalkan pula segala yang mereka miliki, harta-benda dan semua kekayaan. Sebagian besar ketika mereka memasuki Medinah sudah hampir tak ada lagi yang akan dimakan disamping mereka memang bukan orang berada dan berkecukupan selain Usman b. 'Affan. Sedangkan yang lain sedikit sekali yang dapat membawa sesuatu yang berguna dari Mekah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Hamzah paman Rasul pergi mendatanginya dengan permintaan kalau-kalau ada yang dapat dimakannya. Abdur-Rahman b. 'Auf yang sudah bersaudara dengan Sa'd bin'r-Rabi' ketika di Yathrib ia sudah tidak punya apa-apa lagi. Ketika Sa'd menawarkan hartanya akan dibagi dua, Abdur-Rahman menolak. Ia hanya minta ditunjukkan jalan ke pasar. Dan di sanalah ia mulai berdagang mentega dan keju. Dalam waktu tidak berapa lama, dengan kecakapannya berdagang ia telah dapat mencapai kekayaan kembali, dan dapat pula memberikan mas-kawin kepada salah seorang wanita Medinah. Bahkan sudah mempunyai kafilah-kafilah yang pergi dan pulang membawa perdagangan. Selain Abdur-Rahman, dari kalangan Muhajirin, banyak juga yang telah melakukan hal serupa itu. Sebenarnya karena kepandaian orang-orang Mekah itu dalam bidang perdagangan sampai ada orang mengatakan: dengan perdagangannya itu ia dapat mengubah pasir sahara menjadi emas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mereka yang tidak melakukan pekerjaan berdagang, diantaranya ialah Abu Bakr, Umar, Ali b. Abi Talib dan lain-lain. Keluarga-keluarga mereka terjun kedalam pertanian, menggarap tanah milik orang-orang Anshar bersama-sama pemiliknya. Tetapi selain mereka ada pula yang harus menghadapi kesulitan dan kesukaran hidup. Sungguhpun begitu, mereka ini tidak mau hidup menjadi beban orang lain. Merekapun membanting tulang bekerja, dan dalam bekerja itu mereka merasakan adanya ketenangan batin, yang selama di Mekah tidak pernah mereka rasakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu ada lagi segolongan orang-orang Arab yang datang ke Medinah dan menyatakan masuk Islam, dalam keadaan miskin dan serba kekurangan sampai-sampai ada diantara mereka yang tidak punya tempat tinggal. Bagi mereka ini oleh Muhammad disediakan tempat di selasar mesjid yaitu shuffa [bahagian mesjid yang beratap] sebagai tempat tinggal mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu mereka diberi nama Ahl'sh-Shuffa (Penghuni Shuffa). Belanja mereka diberikan dari harta kaum Muslimin, baik dari kalangan Muhajirin maupun Anshar yang berkecukupun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya persatuan kaum Muslimin dengan cara persaudaraan itu Muhammad sudah merasa lebih tenteram. Sudah tentu ini merupakan suatu langkah politik yang bijaksana sekali dan sekaligus menunjukkan adanya suatu perhitungan yang tepat serta pandangan jauh. Baru tampak kepada kita arti semua ini bila kita melihat segala daya-upaya kaum Munafik yang hendak merusak dan menjerumuskan kaum Muslimin ke dalam peperangan antara Aus dengan Khazraj dan antara Muhajirin dengan Anshar. Akan tetapi suatu operasi politik yang begitu tinggi dan yang menunjukkan adanya kemampuan luarbiasa, ialah apa yang telah dicapai oleh Muhammad dengan mewujudkan persatuan Yathrib dan meletakkan dasar organisasi politiknya dengan mengadakan persetujuan dengan pihak Yahudi atas landasan kebebasan dan persekutuan yang kuat sekali. Orang sudah melihat betapa mereka menyambut baik kedatangannya dengan harapan akan dapat dibujuknya ke pihak mereka. Penghormatan mereka ini dengan segera dibalasnya pula dengan penghormatan yang sama serta mengadakan tali silaturahmi dengan mereka. Ia bicara dengan kepala-kepala mereka, didekatkannya pembesar-pembesar mereka dibentuknya dengan mereka itu suatu tali persahabatan, dengan pertimbangan bahwa mereka juga Ahli Kitab dan kaum monotheis. Lebih dari itu bahwa pada waktu mereka berpuasa iapun ikut puasa. Pada waktu itu kiblatnya dalam sembahyang masih menghadap ke Bait'l-Maqdis, titik perhatian mereka, tempat terkumpulnya semua Keluarga Israil. Persahabatannya dengan pihak Yahudi dan persahabatan pihak Yahudi dengan dia makin sehari makin bertambah erat dan dekat juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang begitu mulia, sangat rendah hati, orang yang penuh kasih sayang, selalu memenuhi janji, sifatnya yang pemurah, selalu terbuka bagi si miskin, bagi orang yang hidup menderita, ini juga yang memberikan kewibawaan kepadanya terhadap penduduk Yathrib. Dan semua ini telah sampai kepada suatu ikatan perjanjian persahabatan dan persekutuan serta menetapkan adanya kebebasan beragama. Perjanjian ini - menurut hemat kita - merupakan suatu dokumen politik yang patut dikagumi sepanjang sejarah. Dan fase yang dialami dalam sejarah hidup Rasul ini belum pernah dialami oleh seorang nabi atau rasul lain. Pernah ada Isa, ada Musa, ada nabi-nabi yang lain sebelum itu. Mereka terbatas hanya pada dakwah agama saja. Mereka menyampaikan itu kepada orang dengan jalan berdebat, dengan jalan mujizat. Sesudah itu mereka tinggalkan ditangan para penguasa yang kemudian, dan untuk menyiarkan dakwahnya itu harus dilakukan dengan kekuatan politik dan membela kebebasan orang yang sudah beriman kepadanya itu dengan kekuatan senjata yang disertai peperangan pula. Agama Kristen disiarkan oleh murid-muridnya yang kemudian sesudah Isa. Mereka dan pengikut-pengikut mereka masih selalu mengalami siksaan. Baru setelah ada raja-raja yang cenderung kepada agama ini, ia dilindunginya dan disiarkan. Begitu juga halnya dengan agama lain, di dunia Timur ataupun di Barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya Muhammad, tersebarnya Islam serta menangnya misi kebenaran itu harus berada ditangannya. Ia menjadi Rasul, menjadi negarawan, pejuang dan penakluk. Semua itu demi Allah, demi misi kebenaran, yang oleh karenanya ia diutus. Dalam hal ini semua, sebenarnya dia adalah orang besar, lambang kesempurnaan insani par exellence dalam arti kata yang sebenarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjanjiannya Dengan Yahudi Menetapkan Kebebasan Beragama&lt;br /&gt;Antara kaum Muhajirin dan Anshar dengan orang-orang Yahudi, Muhammad membuat suatu perjanjian tertulis yang berisi pengakuan atas agama mereka dan harta-benda mereka, dengan syarat-syarat timbal balik, demikian bunyinya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan nama Allah, Pengasih dan Penyayang. Surat Perjanjian ini dari Muhammad - Nabi; antara orang-orang beriman dan kaum Muslimin dari kalangan Quraisy dan Yathrib serta yang mengikut mereka dan menyusul mereka dan berjuang bersama-sama mereka; bahwa mereka adalah satu umat di luar golongan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kaum Muhajirin dari kalangan Quraisy adalah tetap menurut adat kebiasaan baik yang berlaku2 di kalangan mereka, bersama-sama menerima atau membayar tebusan darah3 antara sesama mereka dan mereka menebus tawanan mereka sendiri dengan cara yang baik dan adil diantara sesama orang-orang beriman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa Banu Auf adalah tetap menurut adat kebiasaan baik mereka yang berlaku, bersama-sama membayar tebusan darah seperti yang sudah-sudah. Dan setiap golongan harus menebus tawanan mereka sendiri dengan cara yang baik dan adil diantara sesama orang-orang beriman." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian disebutnya tiap-tiap suku4 Anshar itu serta keluarga tiap puak: Banu'l-Harith, Banu Saida, Banu Jusyam, Banu'n-Najjar, Banu 'Amr b. 'Auf dan Banu'n-Nabit. Selanjutnya disebutkan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa orang-orang yang beriman tidak boleh membiarkan seseorang yang menanggung beban hidup dan hutang yang berat diantara sesama mereka. Mereka harus dibantu dengan cara yang baik dalam membayar tebusan tawanan atau membayar diat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa seseorang yang beriman tidak boleh mengikat janji dalam menghadapi mukmin lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa orang-orang yang beriman dan bertakwa harus melawan orang yang melakukan kejahatan diantara mereka sendiri, atau orang yang suka melakukan perbuatan aniaya, kejahatan, permusuhan atau berbuat kerusakan diantara orang-orang beriman sendiri, dan mereka semua harus sama-sama melawannya walaupun terhadap anak sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa seseorang yang beriman tidak boleh membunuh sesama mukmin lantaran orang kafir untuk melawan orang beriman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa jaminan Allah itu satu: Dia melindungi yang lemah diantara mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa orang-orang yang beriman itu hendaknya saling tolong-menolong satu sama lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa barangsiapa dari kalangan Yahudi yang menjadi pengikut kami, ia berhak mendapat pertolongan dan persamaan; tidak menganiaya atau melawan mereka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa persetujuan damai orang-orang beriman itu satu; tidak dibenarkan seorang mukmin mengadakan perdamaian sendiri dengan meninggalkan mukmin lainnya dalam keadaan perang di jalan Allah. Mereka harus sama dan adil adanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa setiap orang yang berperang bersama kami, satu sama lain harus saling bergiliran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa orang-orang beriman itu harus saling membela terhadap sesamanya yang telah tewas di jalan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa orang-orang yang beriman dan bertakwa hendaknya berada dalam pimpinan yang baik dan lurus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa orang tidak dibolehkan melindungi harta-benda atau jiwa orang Quraisy dan tidak boleh merintangi orang beriman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa barangsiapa membunuh orang beriman yang tidak bersalah dengan cukup bukti maka ia harus mendapat balasan yang setimpal kecuali bila keluarga si terbunuh sukarela (menerima tebusan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa orang-orang yang beriman harus menentangnya semua dan tidak dibenarkan mereka hanya tinggal diam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa seseorang yang beriman yang telah mengakui isi piagam ini dan percaya kepada Allah dan kepada hari kemudian, tidak dibenarkan menolong pelaku kejahatan atau membelanya, dan bahwa barangsiapa yang menolongnya atau melindunginya, ia akan mendapat kutukan dan murka Allah pada hari kiamat, dan tak ada sesuatu tebusan yang dapat diterima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa bilamana diantara kamu timbul perselisihan tentang sesuatu masalah yang bagaimanapun, maka kembalikanlah itu kepada Allah dan kepada Muhammad - 'alaihishshalatu wassalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa orang-orang Yahudi harus mengeluarkan belanja bersama-sama orang-orang beriman selama mereka masih dalam keadaan perang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa orang-orang Yahudi Banu Auf adalah satu umat dengan orang-orang beriman. Orang-orang Yahudi hendaknya berpegang pada agama mereka, dan orang-orang Islampun hendaknya berpegang pada agama mereka pula, termasuk pengikut-pengikut mereka dan diri mereka sendiri, kecuali orang yang melakukan perbuatan aniaya dan durhaka. Orang semacam ini hanyalah akan menghancurkan dirinya dan keluarganya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa terhadap orang-orang Yahudi Banu'n-Najjar, Yahudi Banu'l-Harith, Yahudi Banu Sa'ida, Yahudi Banu-Jusyam, Yahudi Banu Aus, Yahudi Banu Tha'laba, Jafna dan Banu Syutaiba5 berlaku sama seperti terhadap mereka sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa tiada seorang dari mereka itu boleh keluar kecuali dengan ijin Muhammad s.a.w. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa seseorang tidak boleh dirintangi menuntut haknya karena dilukai; dan barangsiapa yang diserang ia dan keluarganya harus berjaga diri, kecuali jika ia menganiaya. Bahwa Allah juga yang menentukan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa orang-orang Yahudi berkewajiban menanggung nafkah mereka sendiri dan kaum Musliminpun berkewajiban menanggung nafkah mereka sendiri pula. Antara mereka harus ada tolong menolong dalam menghadapi orang yang hendak menyerang pihak yang mengadakan piagam perjanjian ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa mereka sama-sama berkewajiban, saling nasehat-menasehati dan saling berbuat kebaikan dan menjauhi segala perbuatan dosa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa seseorang tidak dibenarkan melakukan perbuatan salah terhadap sekutunya, dan bahwa yang harus ditolong ialah yang teraniaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa orang-orang Yahudi berkewajiban mengeluarkan belanja bersama orang-orang beriman selama masih dalam keadaan perang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa kota Yathir adalah kota yang dihormati bagi orang yang mengakui perjanjian ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa tetangga itu seperti jiwa sendiri, tidak boleh diganggu dan diperlakukan dengan perbuatan jahat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa tempat yang dihormati itu tak boleh didiami orang tanpa ijin penduduknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa bila diantara orang-orang yang mengakui perjanjian ini terjadi suatu perselisihan yang dikuatirkan akan menimbulkan kerusakan, maka tempat kembalinya kepada Allah dan kepada Muhammad Rasulullah -s.a.w. - dan bahwa Allah bersama orang yang teguh dan setia memegang perjanjian ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa melindungi orang-orang Quraisy atau menolong mereka tidak dibenarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa antara mereka harus saling membantu melawan orang yang mau menyerang Yathrib ini. Tetapi apabila telah diajak berdamai maka sambutlah ajakan perdamaian itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa apabila mereka diajak berdamai, maka orang-orang yang beriman wajib menyambutnya, kecuali kepada orang yang memerangi agama. Bagi setiap orang, dari pihaknya sendiri mempunyai bagiannya masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa orang-orang Yahudi Aus, baik diri mereka sendiri atau pengikut-pengikut mereka mempunyai kewajiban seperti mereka yang sudah menyetujui naskah perjanjian ini dengan segala kewajiban sepenuhnya dari mereka yang menyetujui naskah perjanjian ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa kebaikan itu bukanlah kejahatan dan bagi orang yang melakukannya hanya akan memikul sendiri akibatnya. Dan bahwa Allah bersama pihak yang benar dan patuh menjalankan isi perjanjian ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa orang tidak akan melanggar isi perjanjian ini, kalau ia bukan orang yang aniaya dan jahat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa barangsiapa yang keluar atau tinggal dalam kota Medinah ini, keselamatannya tetap terjamin, kecuali orang yang berbuat aniaya dan melakukan kejahatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah melindungi orang yang berbuat kebaikan dan bertakwa." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah dokumen politik yang telah diletakkan Muhammad sejak seribu tiga ratus lima puluh tahun yang lalu dan yang telah menetapkan adanya kebebasan beragama, kebebasan menyatakan pendapat; tentang keselamatan harta-benda dan larangan orang melakukan kejahatan. Ia telah membukakan pintu baru dalam kehidupan politik dan peradaban dunia masa itu. Dunia, yang selama ini hanya menjadi permainan tangan tirani, dikuasai oleh kekejaman dan kehancuran semata. Apabila dalam penandatanganan dokumen ini orang-orang Yahudi Banu Quraiza, Banu'n-Nadzir dan Banu Qainuqa tidak ikut serta, namun tidak selang lama sesudah itu merekapun mengadakan perjanjian yang serupa dengan Nabi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, seluruh kota Medinah dan sekitarnya telah benar-benar jadi terhormat bagi seluruh penduduk. Mereka berkewajiban mempertahankan kota ini dan mengusir setiap serangan yang datang dari luar. Mereka harus bekerja sama antara sesama mereka guna menghormati segala hak dan segala macam kebebasan yang sudah disetujui bersama dalam dokumen ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad sudah cukup merasa lega dengan hasil demikian ini. Kaum Musliminpun merasa tenteram menjalankan kewajiban agama mereka, baik dalam berjamaah ataupun sendiri-sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan Muhammad Dengan Aisyah&lt;br /&gt;Mereka tidak lagi kuatir ada gangguan atau akan takut difitnah. Ketika itulah Muhammad menyelesaikan perkawinannya dengan Aisyah bt. Abi Bakr, yang waktu itu baru berusia sepuluh atau sebelas tahun. Ia adalah seorang gadis yang lemah-lembut dengan air muka yang manis dan sangat disukai dalam pergaulan. Ketika itu ia sedang menjenjang remaja puteri, mempunyai kegemaran bermain-main dan bersukaria. Pertumbuhan badannya baik sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama ia pindah ke tempatnya yang sekarang di samping tempat Sauda di sisi mesjid, ia melihat Muhaminad adalah seorang ayah yang penuh kasih-sayang, seorang suami yang penuh cintakasih. Ia tidak keberatan ikut bermain-main dengan barang-barang mainannya itu. Dengan itu Aisyah telah menghiburnya pula dari pikiran yang berat-berat yang selalu menjadi bebannya karena suasana politik Yathrib yang kini sudah mulai diarahkan dengan sebaik-baiknya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat dan Puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suasana kaum Muslimin yang sudah mulai tenteram menjalankan tugas-tugas agama itu, pada waktu itu kewajiban zakat dan puasa mulai pula dijalankan hukumnya. Di Yathrib inilah Islam mulai menemukan kekuatannya. Ketika Muhammad sampai di Medinah, bila ketika itu waktu-waktu sembahyang sudah tiba, orang berkumpul bersama-sama tanpa dipanggil. Lalu terpikir akan memanggil orang bersembahyang dengan mempergunakan terompet seperti orang-orang Yahudi. Tetapi dia tidak menyukai terompet itu. Lalu dianjurkan mempergunakan genta, yang akan dipukul waktu sembahyang, seperti dilakukan oleh orang-orang Nasrani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kemudian sesudah ada saran dari Umar dan sekelompok Muslimim - menurut satu sumber, - atau dengan perintah Tuhan melalui wahyu, menurut sumber lain - penggunaan genta inipun dibatalkan dan diganti dengan azan. Selanjutnya diminta kepada Abdullah b. Zaid b. Tha'laba: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau pergi dengan Bilal dan bacakan kepadanya - maksudnya teks azan - dan suruh dia menyerukan azan itu, sebab suaranya lebih merdu dari suaramu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azan Sembahyang&lt;br /&gt;Di samping mesjid ada sebuah rumah kepunyaan seorang wanita dari Banu'n-Najjar yang lebih tinggi dari mesjid. Bilal naik keatas rumah itu lalu menyerukan azan. Dengan demikian, setiap hari di waktu fajar seluruh penduduk Yathrib mendengar seruan bersembahyang itu diucapkan dengan alunan suara yamg indah dan lembut sekali, yang ditujukan Bilal ke segenap penjuru, dan menggema ke telinga pendengarnya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allahu Ahbar! Allahu Akbar! Asyhadu an la ilaha illa Allah Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. Hayy 'ala' sh-shala hayy 'ala'l-falah. Allahu Akbar. Allahu Akbar. La ilaha illa Allah." (Allah Maha Besar! Allah Maha Besar! Aku bersaksi tak ada tuhan selain Allah. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah. Marilah sembahyang. Marilah mencapai kemenangan. Allah Maha Besar. Allah Maha Besar. Tak ada tuhan selain Allah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian ini rasa takut yang selama ini membayangi kaum Muslimin telah berubah jadi aman dan tenteram. Yathrib kini telah menjadi Madinat'r-Rasul - menjadi Kota - Rasulullah. Penduduk kota ini yang bukan Islam sudah pula merasakan adanya kekuatan kaum Muslimin - suatu kekuatan yang bersumber dari lubuk hati yang sudah mengenal pengorbanan, yang sudah mengalami pelbagai macam penderitaan, demi membela iman. Kini mereka memetik buahnya, buah kesabaran dan ketabahan hati. Mereka merasakan adanya kebebasan beragama yang telah ditentukan Islam itu dan bahwa tidak ada kekuasaan seseorang atas manusia lain, dan bahwa agama hanya bagi Allah semata, hanya kepadaNya adanya pengabdian itu. Di hadapan Tuhan semua manusia itu sama. Balasan yang akan mereka terima sesuai dengan perbuatan yang mereka lakukan dan dengan niat yang telah mendorong perbuatan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang jalan sudah terbuka di hadapan Muhammad dalam menyebarkan ajaran-ajarannya itu. Dan biarlah pribadinya dan segala tingkah lakunya yang akan menjadi teladan tertinggi dalam ajaran-ajarannya itu. Dan biarlah ini pula yang akan menjadi batu pertama dalam pembinaan peradaban Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu pertama ini ialah persaudaraan umat manusia: persaudaraan yang akan mengakibatkan seseorang tidak sempurna imannya sebelum ia dapat mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri dan sebelum persaudaraan demikian itu dapat mencapai kebaikan dan rasa kasih-sayang tanpa suatu sikap lemah dan mudah menyerah. Ada orang yang bertanya kepada Muhammad; "Perbuatan apakah yang baik dalam Islam?" Dijawab: "Sudi memberi makan dan memberi salam kepada orang yang kaukenal dan yang tidak kaukenal." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teladan dan Ajaran-ajaran Muhammad&lt;br /&gt;Dalam khutbah pertama yang diucapkannya di Medinah ia berkata: "Barangsiapa yang dapat melindungi mukanya dari api neraka sekalipun hanya dengan sebutir kurma, lakukanlah itu. Kalau itupun tidak ada, maka dengan kata-kata yang baik. Sebab dengan itu, kebaikan itu mendapat balasan sepuluh kali lipat." Dan dalam khutbahnya yang kedua dikatakannya: "Beribadatlah kamu sekalian kepada Allah dan janganlah mempersekutukanNya dengan apapun. Benar-benar takutlah kamu kepadaNya. Hendaklah kamu jujur terhadap Allah tentang apa yang kamu katakan baik itu; dan dengan ruh Allah hendaklah kamu sekalian saling cinta-mencintai. Allah sangat murka kepada orang yang melanggar janjinya sendiri." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata-kata ini dan yang semacam ini ia berbicara dengan sahabat-sahabatnya itu, ia berkhutbah di mesjid kepada orang banyak, sambil bersandar pada batang pohon kurma yang dijadikan penopang atap mesjid itu, yang kemudian lalu disuruh buatkan mimbar terdiri dari tiga tangga. Waktu menyampaikan khutbah ia berdiri pada tangga pertama, dan pada tingkat tangga kedua di waktu ia duduk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya kata-katanya itu saja yang menjadi sendi ajaran adanya persaudaraan demikian itu, yang dalam peradaban Islam merupakan bagian yang penting sekali, melainkan juga perbuatannya serta teladan yang diberikannya adalah contoh persaudaraan dalam bentuknya yang benar-benar sempurna. Dia adalah Rasulullah - Utusan Allah; tapi tidak mau ia menampakkan diri dalam gaya orang berkuasa, atau sebagai raja atau pemegang kekuasaan duniawi. Kepada sahabat-sahabatnya ia berkata: "Jangan aku dipuja, seperti orang-orang Nasrani memuja anak Mariam. Aku adalah hamba Allah. Sebutkan sajalah hamba Allah dan RasulNya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali pernah ia mendatangi sekelompok sahabat-sahabatnya sambil bertelekan pada sebatang tongkat. Mereka berdiri menyambutnya. Tapi dia berkata: "Jangan kamu berdiri seperti orang-orang asing yang mau saling diagungkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ia mengunjungi sahabat-sahabatnya iapun duduk dimana saja ada tempat yang terluang. Ia bergurau dengan sahabat-sahabatnya, bergaul dengan mereka, diajaknya mereka bercakap-cakap, anak-anak merekapun diajaknya bermain-main dan didudukkannya mereka itu dipangkuannya. Dipenuhinya undangan yang datang dari orang merdeka atau dari si budak dan si miskin. Dikunjunginya orang yang sedang sakit, yang jauh tinggal di sana, di ujung kota. Orang yang datang minta maaf dimaafkannya. Dan ia yang memulai memberi salam kepada orang yang dijumpainya. Ia yang lebih dulu mengulurkan tangan menjabat sahabat-sahabatnya. Apabila ada orang yang menunggu ia sedang salat, dipercepatnya sembahyangnya lalu ditanyanya orang itu akan keperluannya. Sesudah itu kembali lagi ia meneruskan ibadatnya. Baik hati ia kepada setiap orang dan selalu senyum. Dalam rumah-tangga, ia ikut memikul beban keluarga: ia mencuci pakaian, menambalnya dan memerah susu kambing. Ia juga yang menjahit terompahnya, menolong dirinya sendiri dan mengurus unta. Ia duduk makan bersama dengan bujang, ia juga mengurus keperluan orang yang lemah, yang menderita dan orang miskin. Apabila ia melihat seseorang yang sedang dalam kebutuhan ia dan keluarganya mengalah, sekalipun mereka sendiri dalam kekurangan, tak ada sesuatu yang disimpannya untuk besok; sehingga tatkala ia wafat, baju besinya sedang tergadai di tangan seorang Yahudi - karena untuk keperluan belanja keluarganya. Sangat rendah hati ia, selalu memenuhi janji. Tatkala ada sebuah delegasi dari pihak Najasi datang, dia sendiri yang melayani mereka, sehingga sahabat-sahabat menegurnya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah cukup ada yang lain," kata sahabat-sahabatnya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka sangat menghormati sahabat-sahabat kita," katanya. "Saya ingin membalas sendiri kebaikan mereka." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu setianya ia, sehingga bila ada orang menyebut nama Khadijah, selalu menimbulkan kenangan yang indah baginya. Di sinilah Aisyah berkata: "Saya tidak pernah iri hati terhadap seorang wanita seperti terhadap Khadijah, bilamana saja mendengar ia mengenangkannya." Ketika ada seorang wanita datang ia menyambutnya begitu gembira dan ditanyainya baik-baik. Bila wanita itu sudah pergi, ia berkata: "Ketika masih ada Khadijah ia suka mengunjungi kami." Bahwa mengingat hubungan baik masa lampau adalah termasuk iman. Begitu halusnya perasaannya, begitu lembutnya hatinya, ia membiarkan cucunya bermain-main dengan dia ketika ia sembahyang. Bahkan ia bersembahyang dengan Umama, puteri Zainab puterinya, sambil dibawa di atas bahunya; bila ia sujud diletakkan, bila ia berdiri dibawanya lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan dan kasih-sayang yang sudah menjadi sendi persaudaraan itu, yang dalam peradaban dunia modern sekarang juga menjadi dasar bagi seluruh umat manusia tidak hanya terbatas sampai di situ saja, melainkan melampaui sampai kepada binatang juga. Dia sendiri yang bangun membukakan pintu untuk seekor kucing yang sedang berlindung di tempat itu. Dia sendiri yang merawat seekor ayam jantan yang sedang sakit; kudanya dielus-elusnya dengan lengan bajunya. Bila dilihatnya Aisyah naik seekor unta, karena menemui kesukaran lalu binatang itu ditarik-tariknya, iapun ditegurnya: "Hendaknya kau berlaku lemah-lembut." Kasih-sayangnya itu meliputi segala hal, dan selalu memberi perlindungan kepada siapa saja yang memerlukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ini bukan sikap kasih-sayang karena lemah atau mau menyerah, juga bersih dari segala sifat mau menghitung jasa atau sikap tinggi diri. Ini adalah persaudaraan dalam Tuhan antara Muhammad dengan semua mereka yang berhubungan dengan dia. Disinilah dasar peradaban Islam yang berbeda dengan sebahagian besar peradaban-peradaban lain. Islam menekankan pada keadilan disamping persaudaraan itu, dan berpendapat bahwa tanpa adanya keadilan ini persaudaraan tidak mungkin ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa menyerang kamu, seranglah dengan yang seimbang, seperti mereka menyerang kamu." (Qur'an, 2: 194) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan hukum qishash berarti kelangsungan hidup bagi kamu, hai orang-orang yang mengerti." (Qur'an, 2: 179) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifatnya harus untuk mempertahankan jiwa semata-mata dengan kemauan yang bebas sepenuhnya dan untuk mencari rida Tuhan tanpa ada maksud lain. Itulah sumber persaudaraan yang meliputi segala kebaikan dan kasih-sayang. Ini harus bersumber juga dari jiwa yang kuat, tidak mengenal menyerah selain kepada Allah, dan dengan ketaatan kepadaNya ia tidak pula merasa lemah. Tak ada rasa takut akan menyelinap ke dalam hatinya kecuali dari perbuatan maksiat atau dosa yang dilakukannya. Dan jiwa itu tidak akan jadi kuat kalau ia masih di bawah kekuasaan yang lain dan tidak akan jadi kuat kalau ia masih di bawah kekuasaan hawa-nafsunya. Muhammad dan sahabat-sahabatnya telah hijrah dari Mekah supaya jangan berada di bawah kekuasaan Quraisy dan jangan ada jiwa mereka yang akan jadi lemah karenanya. Jiwa itu akan menyerah kepada kekuasaan hawa-nafsu kalau sudah jasmani yang dapat berkuasa kedalam rohani dan akal pikiran dapat dikalahkan oleh kehendak nafsu. Dan akhirnya kehidupan materi ini juga yang dapat menguasai hidup kita, padahal kita sudah tidak memerlukan yang demikian, sebab ini memang sudah berada di bawah kekuasaan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini Muhammad adalah contoh kekuatan jiwa yang ideal sekali atas kehidupan ini, suatu kekuatan yang membuat dia sudah tidak peduli lagi akan memberikan segala yang ada padanya kepada orang lain. Itu sebabnya sampai ada orang yang mengatakan: Dalam memberi Muhammad sudah tidak takut kekurangan. Dan supaya jangan ada sesuatu dalam hidup ini yang dapat menguasainya, sebaliknya dia yang harus menguasai, maka ia keras sekali menahan diri dalam arti hidup materi, sama kerasnya dengan keinginannya hendak mengetahui segala rahasia yang ada dalam hidup materi itu, ingin mengetahui hakekat sesungguhnya tentang semua itu. Begitu jauhnya ia menahan diri sehingga lapik tempat dia tidur hanya terdiri dari kulit yang diisi dengan serat. Makannya tak pernah kenyang. Tak pernah ia makan roti dari tepung sya'ir6 dua hari berturut-turut. Sebagian besar makannya adalah bubur7. Pada hari-hari yang lain ia makan kurma. Jarang sekali ia dan keluarganya dapat makanan roti sop8. Bukan sekali saja ia harus menahan lapar. Sudah pernah perutnya diganjal dengan batu untuk menahan teriakan rongga pencernaannya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang sudah biasa dikenal tentang makannya, meskipun ini tidak berarti ia pantang sekali-sekali makan makanan yang enak-enak. Juga ia dikenal suka sekali makan kaki anak kambing, labu, madu dan manisan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga kesederhanaannya dalam hal pakaian sama seperti dalam makanan. Suatu hari ada seorang wanita memberikan sehelai pakaian kepadanya yang memang diperlukan. Tetapi kemudian diminta oleh orang lain yang juga memerlukannya guna mengkafani mayat. Pakaian itu diberikannya. Pakaiannya yang dikenal terdiri dari sebuah baju dalam dan baju luar, yang terbuat dari wol, katun atau sebangsa serat. Tetapi sekali-sekali ia tidak menolak memakai pakaian dari tenunan Yaman sebagai pakaian yang mewah sesuai dengan acara bila memang menghendaki demikian. Juga alas kaki yang dipakainya sederhana sekali. Tak pernah ia memakai sepatu selain waktu mendapat hadiah dari Najasyi berupa sepasang sepatu dan seluar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguhpun begitu dalam hal menahan diri dan menjauhi masalah duniawi bukanlah berarti ia hidup menyiksa diri. Cara ini juga tidak sesuai dengan ajaran agama. Dalam Qur'an dapat dibaca: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makanlah dari makanan yang baik yang sudah Kami berikan kepadamu." (Qur'an, 2: 57) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan tempuhlah kebahagiaan akhirat seperti yang dianugerahkan Allah kepadamu, tapi juga jangan kaulupakan kebahagiaan hidup duniawi. Dan berbuatlah kebaikan kepada orang lain seperti Allah telah berbuat baik kepadamu." (Qur'an, 28: 77) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam hadis: "Berbuatlah untuk duniamu seolah-olah kau akan hidup selama-lamanya, dan berbuat pula untuk akhiratmu seolah-olah kau akan mati besok." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Muhammad ingin memberikan teladan yang begitu tinggi kepada manusia tentang arti kekuatan dalam menghadapi hidup itu, suatu kekuatan yang tak dapat dipengaruhi oleh perasaan lemah, tak dapat diperbudak oleh kekayaan, oleh harta-benda, oleh kekuasaan atau oleh apa saja yang akan menguasainya, selain Allah. Persaudaraan yang didasarkan kepada kekuatan, yang manifestasinya telah diberikan oleh Muhammad sebagai teladan tertinggi seperti yang sudah kita lihat itu, adalah persaudaraan murni yang sungguh ikhlas dan mulia, suatu persaudaraan yang bersih samasekali. Sebabnya ialah karena adanya rasa keadilan yang terjalin dalam kasih-sayang dan karena yang bersangkutan hanya didorong oleh kemauan sendiri yang bebas mutlak. Tetapi, oleh karena Islam menyertakan rasa keadilan disamping rasa kasih-sayang itu, maka ia juga menyertakan maaf disamping keadilan itu, maaf yang dapat diberikan bila mampu. Rasa kasih-sayang demikian itu hendaklah dengan hati terbuka dan benar-benar, dan hendaklah dengan tujuan mau mencapai perbaikan yang sungguh-sungguh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah dasar yang telah diletakkan oleh Muhammad dalam membangun peradaban baru itu, yang dengan jelas tersimpul dalam cerita yang diambil dari Ali bin Abi Talib ketika ia bertanya kepada Rasulullah tentang sunahnya, dengan dijawab: "Ma'rifat adalah modalku, akal-pikiran sumber agamaku, cinta adalah dasar hidupku, rindu kendaraanku, berzikir kepada Allah adalah kawan dekatku, keteguhan perbendaharaanku, duka adalah kawanku, ilmu adalah senjataku, ketabahan adalah pakaianku, kerelaan sasaranku, faqr adalah kebanggaanku, menahan diri adalah pekerjaanku, keyakinan makananku, kejujuran perantaraku, ketaatan adalah ukuranku, berjihad perangaiku dan hiburanku adalah dalam sembahyang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuatnya Agama Baru dan Takutnya Pihak Yahudi&lt;br /&gt;Ajaran-ajaran Muhammad serta teladan dan bimbingan yang diberikannya telah meninggalkan pengaruh yang dalam sekali kedalam jiwa orang, sehingga tidak sedikit orang yang berdatangan menyatakan masuk Islam, dan kaum Musliminpun makin bertambah kuat di Medinah. Ketika itulah orang-orang Yahudi mulai memikirkan kembali posisi mereka terhadap Muhammad dan sahabat-sahabatnya. Mereka dengan dia telah mengadakan perjanjian. Mereka bermaksud ingin merangkulnya ke pihak mereka dan supaya ketahanan mereka bertambah kuat terhadap orang-orang Kristen. Dan dia lebih kuat dari mereka itu semua, ajarannya bertambah kuat. Malah sekarang ia memikirkan orang-orang Quraisy yang telah mengusirnya dan mengusir kaum Muhajirin dari Mekah serta godaan mereka terhadap kaum Muslimin yang dapat mereka goda dari agamanya. Adakah orang-orang Yahudi itu akan membiarkan dakwahnya terus tersebar dan kekuasaan rohaninya makin meluas, dengan cukup puas berada disampingnya dalam aman sentosa yang berarti akan menarnbah keuntungan dan kekayaan dalam perdagangan mereka? Barangkali memang akan begitu kalau mereka yakin bahwa dakwahnya itu tidak akan sampai kepada orang-orang Yahudi sendiri dan tidak akan sampai meluas kepada orang-orang awam, sedang ajaran mereka yang berlaku ialah tidak akan mengakui adanya seorang nabi yang bukan dari Keluarga Israil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi ada seorang rabbi yang cerdik-pandai, yaitu Abdullah b. Sallam yang telah berhubungan dengan Nabi iapun lalu memeluk Islam; dan dianjurkannya pula keluarganya. Lalu merekapun bersama-sama memeluk agama Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Abdullah bin Sallam masih merasa kuatir akan ada kata-kata yang tidak biasa yang akan dilontarkan orang-orang Yahudi jika mereka mengetahui ia sudah menganut Islam. Maka dimintanya kepada Nabi untuk menanyai mereka tentang dirinya itu sebelum mereka mengetahui bahwa dia sudah Islam. Ternyata mereka berkata: dia pemimpin kami, pendeta kami dan orang cerdik-pandai kami. Setelah Abdullah berhadapan dengan mereka dan sekarang jelas sudah sikapnya, bahkan mengajak mereka menganut ajaran Islam, merekapun merasa kuatir akan nasibnya itu nanti. Maka di seluruh perkampungan Yahudi itu iapun mulai difitnah dan diumpat dengan kata-kata yang tak senonoh. Dalam hal ini mereka lalu sepakat akan berkomplot terhadap Muhammad menolak kenabiannya. Secepat itu pula sisa-sisa orang yang masih musyrik dari kalangan Aus dan Khazraj serta mereka yang pura-pura masuk Islam segera menggabungkan diri dengan mereka, baik karena mau mengejar keuntungan materi atau karena mau menyenangkan golongannya atau pihak yang berpengaruh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mulai terjadi suatu perang polemik antara Muhammad dengan orang-orang Yahudi, yang ternyata lebih bengis dan lebih licik daripada perang polemik yang dulu pernah terjadi antara dia dengan orang-orang Quraisy di Mekah. Dalam perang yang terjadi di Yathrib ini semua orang Yahudi berdiri dalam satu barisan menyerang Muhammad dan risalahnya, menyerang sahabat-sahabatnya, kaum Muhajirin dan Anshar, dengan mengadakan intrik-intrik, tindakan bermuka-muka dengan ilmu yang ada pada mereka tentang sejarah dan peristiwa-peristiwa masa lampau mengenai para nabi dan rasul-rasul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengadakan intrik melalui pendeta-pendeta mereka yang pura-pura Islam dan yang dapat bergaul ke tengah-tengah kaum Muslimin dengan pura-pura sangat takwa sekali, yang kemudian lalu sekali-kali memperlihatkan kesangsian dan keraguannya. Mereka itu memajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Muhammad, yang mereka kira akan dapat menggoncangkan iman umat Islam kepadanya dan kepada ajaran kebenaran yang dibawanya itu. Kemudian orang-orang Aus dan Khazraj yang juga Islamnya pura-pura, menggabungkan diri dengan orang-orang Yahudi dalam memajukan pertanyaan-pertanyaan dan dalam menimbulkan perselisihan di kalangan kaum Muslimin. Begitu keras kepala mereka itu sampai ada diantara orang Yahudi sendiri yang mengingkari isi Taurat - padahal mereka percaya kepada Allah, baik kalangan Keluarga Israil maupun orang-orang musyrik yang mempergunakan berhala-berhala untuk mendekatkan diri mereka kepada Tuhan. Misalnya mereka bertanya kepada Muhammad: Kalau Allah itu sudah menciptakan makhluk ini, lalu siapa yang menciptakan Allah? Muhammad hanya menjawab mereka dengan firman Tuhan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakan: Allah Satu cuma. Allah itu Abadi dan Mutlak. Tidak beranak. Dan tidak pula diperanakkan. Dan tiada satu apapun yang menyerupaiNya." (Qur'an, 112: 1-4) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Muslimin sekarang menyadari keadaan musuh mereka, sudah mengetahui tujuan usaha mereka itu. Ada terlihat pada suatu hari mereka dalam mesjid sedang berbicara antara sesama mereka dengan berbisik-bisik. Muhammad meminta supaya mereka dikeluarkan dari dalam mesjid itu dengan paksa. Tetapi ini tidak membuat mereka jera melakukan tipu-muslihat dan masih terus berusaha hendak menjerumuskan kaum Muslimin. Ketika ada beberapa orang dari golongan Aus dan Khazraj sedang duduk-duduk bersama-sama salah seorang dari mereka [Syas b. Qais] lewat. Ia jadi panas hati melihat dua puak ini menjadi rukun. Dalam hatinya ia berkata: masyarakat Banu Qaila di negeri ini sudah bersatu. Kita takkan berarti apa-apa kalau pemuka-pemuka mereka sudah sepakat. Seorang pemuda Yahudi yang pernah dengan mereka dulu dimintanya supaya mengambil kesempatan ini dengan menyebut-nyebut kembali peristiwa Bu'ath dahulu serta bagaimana pula pihak Aus dapat mengalahkan Khazraj. Pemuda itu pun lalu bicara. Ternyata hal ini memang menimbulkan ingatan masa lampau pada kedua puak itu. Mereka lalu bersitegang, saling membanggakan diri dan hanyut dalam pertengkaran. "Kalau kamu mau kita boleh kembali seperti dulu," kata mereka satu sama lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini sampai juga kepada Muhammad. Ia pergi menemui mereka dengan beberapa orang sahabat, dan diingatkannya mereka, bahwa Islam telah mempersatukan dan membuat mereka benar-benar bersaudara, saling mencintai. Sementara ia masih di tengah-tengah mereka, merekapun menangis, mereka saling berpeluk-pelukan. Mereka semua berdoa bermohon ampun kepada Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polemik antara Muhammad dengan orang-orang Yahudi itu sudah sampai dipuncaknya, sebagaimana oleh Qur'an sudah pula diperlihatkan. Pada permulaan Surah al-Baqara (2) sampai dengan ayat 81, dan sebahagian besar Surah an-Nisa' (4) semua menyebutkan tentang orang-orang Ahli Kitab itu dan betapa mereka mengingkari isi-Kitab Suci mereka sendiri. Mereka telah mendapat kutukan keras karena pembangkangan dan pengingkaran mereka itu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnyalah Kami telah mendatangkan Al-Kitab (Taurat) kepada Musa, dan sesudah itu lalu Kami susul pula dengan para rasul, dan Kami telah memberikan bukti-bukti kebenaran kepada Isa anak Maryam dan Kami perkuat dia dengan Ruh Suci. Adakah setiap datang seorang rasul kepadamu membawa sesuatu yang tak sesuai dengan kehendak hatimu, lalu kamu bersikap sombong? Sebagian kamu dustakan dan yang sebagian lagi kamu bunuh? Dan mereka berkata: 'hati kami sudah tertutup.' Tetapi Tuhan telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka juga. Karena itu, sedikit sekali mereka yang beriman. Dan setelah kepada mereka didatangkan Kitab dari Allah, yang membenarkan apa yang ada pada mereka, karena sebelum itu mereka minta didatangkan kemenangan terhadap orang-orang yang masih ingkar, maka setelah yang mereka ketahui itu berada di tengah-tengah mereka, merekapun juga tidak mempercayainya. Karena itu, kutukan Allah menimpa orang-orang yang ingkar itu." (Qur'an, 2: 87-89) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu memuncaknya polemik antara orang-orang Yahudi dan kaum Muslimin itu, sehingga acapkali - sekalipun sudah ada perjanjian antara mereka - permusuhan itu terjadi sampai dengan main tangan. Sebagai contoh - sekedar sebagai ukuran - kita sudah mengenal Abu Bakr, yang begitu lemah-lembut perangainya, dengan kesabarannya yang luarbiasa. Ketika itu ia sedang bicara dengan seorang orang Yahudi yang bernama Finhash, yang diajaknya menganut Islam. Tetapi Finhash menjawab: "Abu Bakr, bukan kita yang membutuhkan Tuhan, tapi Dia yang butuh kepada kita. Bukan kita yang meminta-minta kepadaNya, tetapi Dia yang meminta-minta kepada kita. Kita tidak memerlukanNya, tapi Dia yang memerlukan kita. Kalau Dia kaya, tentu Ia tidak akan minta dipinjami harta kita, seperti yang didakwakan oleh pemimpinmu itu. Ia melarang kalian menjalankan riba, tapi kita akan diberi jasa. Kalau Ia kaya, tentu Ia tidak akan menjalankan ini." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud Finhash ini ditujukan kepada firman Tuhan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang mau meminjamkan kepada Allah suatu pinjaman yang baik, Allah akan selalu membalasnya dengan berlipat ganda." (Qur'an, 2: 145) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dalam hal ini Abu Bakr tidak tahan mendengar jawaban itu. Ia marah. Ditamparnya muka Finhash itu keras-keras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah," kata Abu Bakr, "kalau tidak karena adanya perjanjian antara kami dengan kamu sekalian, pasti kupukul kepalamu. Engkaulah musuh Tuhan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Finhash mengadukan peristiwa ini kepada Nabi, tapi apa yang dikatakannya tentang Tuhan kepada Abu Bakr tidak diakuinya. Dalam hal ini firman Tuhan menyebutkan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuhan sudah mendengar kata-kata mereka yang menyebutkan: Tuhan itu miskin, dan kamilah yang kaya. Akan Kami tuliskan kata-kata mereka itu, begitu juga perbuatan mereka membunuh nabi-nabi dengan tidak sepantasnya, dan rasakanlah siksa yang membakar ini!" (Qur'an, 3: 181) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cukup dengan maksud mau menimbulkan insiden antara Muhajirin dengan Anshar dan antara Aus dengan Khazraj dan tidak pula cukup dengan membujuk kaum Muslimin supaya meninggalkan agamanya dan kembali menjadi syirik tanpa mencoba-coba mengajak mereka menganut agama Yahudi, bahkan lebih dari itu orang Yahudi itu kini berusaha memperdaya Muhammad sendiri. Pendekar-pendekar mereka, pemuka-pemuka dan pemimpin-pemimpin mereka datang menemuinya dengan mengatakan: "Tuhan sudah mengetahui keadaan kami, kedudukan kami. Kalau kami mengikut tuan, orang-orang Yahudipun akan juga ikut dan mereka tidak akan menentang kami. Sebenarnya antara kami dengan beberapa kelompok golongan kami timbul permusuhan. Lalu kami datang ini minta keputusan tuan. Berilah kami keputusan. Kami akan ikut tuan dan percaya kepada tuan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah firman Tuhan menyebutkan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan hendaklah engkau memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang sudah diturunkan Allah, dan jangan kauturuti hawa-nafsu mereka. Berhati-hatilah terhadap mereka. Jangan sampai mereka memperdayakan kau dari beberapa peraturan yang sudah ditentukan Tuhan kepadamu. Tetapi kalau mereka menyimpang, ketahuilah, Tuhan akan menurunkan bencana kepada mereka karena beberapa dosa mereka sendiri juga. Sesungguhnya, kebanyakan manusia itu adalah orang-orang fasik. Adakah yang mereka kehendaki itu hukum jahiliah? Dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi mereka yang yakin?" (Qur'an, 5: 49-50) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiblat Dari Al-Masjid'l-Aqsha Dialihkan Ke Al-Masjid'l-Haram&lt;br /&gt;Orang-orang Yahudi merasa sesak napas terhadap Muhammad. Terpikir oleh mereka akan melakukan tipu-daya terhadapnya, akan meyakinkannya sampai ia keluar meninggalkan Medinah seperti yang terjadi karena gangguan-gangguan Quraisy dahulu sampai ia dan sahabat-sahabatnyapun keluar meninggalkan Mekah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mereka mengatakan kepadanya, bahwa para rasul sebelum dia semua pergi ke Bait'l-Maqdis dan memang di sana tempat tinggal mereka. Jika dia juga memang benar-benar seorang rasul, iapun akan berbuat seperti mereka, dan kota Medinah ini akan dianggapnya sebagai kota perantara dalam hijrahnya dulu antara Mekah dengan al-Masjid'l-Aqsha. Akan tetapi, apa yang sudah mereka kemukakan kepadanya itu bagi Muhammad tidak perlu lama-lama berpikir untuk mengetahui, bahwa mereka sedang melakukan tipu-muslihat terhadap dirinya. Pada saat itu Tuhan mewahyukan kepadanya, menjelang tujuhbelas bulan ia tinggal di Medinah, untuk menghadapkan kiblatnya ke al-Masjid'l-Haram, Rumah Ibrahim dan Ismail: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sebenarnya melihat wajahmu yang menengadah ke langit itu. Akan Kami hadapkan mukamu ke arah kiblat yang kausukai. Hadapkan mukamu ke arah al-Masjid'l-Haram. Dimana saja kau berada hadapkanlah mukamu kearah itu." (Qur'an, 2: 142-143) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Yahudi ternyata menyesalkan kejadian itu. Sekali lagi mereka berusaha memperdayakannya, dengan mengatakan, bahwa mereka akan mau jadi pengikutnya kalau ia kembali ke kiblat semula. Di sini firman Tuhan menyebutkan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari orang-orang yang masih bodoh akan mengatakan: Apakah yang menyebabkan mereka berpaling dari kiblat yang dulu. Katakanlah: Timur dan Barat itu kepunyaan Allah. DipimpinNya siapa yang disukaiNya ke jalan yang lurus. Begitu juga Kami jadikan kamu suatu umat pertengahan, supaya kamu menjadi saksi kepada umat manusia, dan Rasulpun menjadi saksi kepadamu. Dan Kami jadikan kiblat yang biasa kaupergunakan itu, hanyalah untuk menguji siapa pula yang berbalik belakang. Dan itu memang berat, kecuali bagi mereka yang telah mendapat pimpinan Tuhan." (Qur'an, 2: 144) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delegasi Nasrani Ke Medinah&lt;br /&gt;Waktu sedang sengit-sengitnya terjadi polemik antara Muhammad dengan orang-orang Yahudi itu, delegasi pihak Nasrani dari Najran tiba di Medinah, terdiri dari enampuluh buah kendaraan. Diantara mereka terdapat orang-orang terkemuka, orang-orang yang sudah mempelajari dan menguasai seluk-beluk agama mereka. Pada waktu itu penguasa-penguasa Rumawi yang juga menganut agama Nasrani sudah memberikan kedudukan, memberikan bantuan harta, memberikan bantuan tenaga serta membuatkan gereja-gereja dan kemakmuran buat kaum Nasrani Najran itu. Boleh jadi delegasi ini datang ke Medinah hanya karena mereka sudah mengetahui adanya pertentangan antara Nabi dengan orang-orang Yahudi, dengan harapan mereka akan dapat mengobarkan pertentangan itu lebih hebat sampai menjadi permusuhan terbuka. Dengan demikian orang-orang Nasrani yang berada di perbatasan Syam dan Yaman dapat membebaskan diri dari intrik-intrik Yahudi dan sikap permusuhan orang-orang Arab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan datangnya delegasi ini dan polemiknya dengan Nabi serta dibukanya kancah pertarungan theologis yang sengit antara orang-orang Yahudi, Nasrani dan Islam maka ketiga agama Kitab ini sekarang berkumpul. Dari pihak Yahudi, mereka memang menolak samasekali ajaran Isa dan Muhammad, yang dasarnya karena sikap keras kepala, seperti yang sudah kita lihat. Mereka mendakwakan bahwa 'Uzair itu putera Allah. Sedang pihak Nasrani, paham mereka adalah Trinitas dan menuhankan Isa. Sebaliknya Muhammad, ia mengajak orang kepada keesaan Tuhan dan kepada kesatuan rohani yang sudah diatur oleh alam sejak awal yang ajali sampai pada akhir yang abadi - sejak dunia ini berkembang sampai ke akhir zaman. Orang-orang Yahudi dan Nasrani itu bertanya kepadanya, kepada siapa-siapa diantara para rasul itu ia beriman. Ia menjawab: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkanNya kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub serta anak-cucunya, dan apa yang telah diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang telah diberikan Tuhan kepada nabi-nabi. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka, dan kamipun patuh kepadaNya." (Qur'an 2: 136) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sangat menyesalkan sikap mereka yang sifatnya hendak menimbulkan keraguan dengan cara bagaimanapun tentang keesaan Tuhan. Diingatkannya mereka, bahwa mereka telah mengubah kata-kata dari aslinya dalam kitab-kitab mereka itu dan bahwa mereka ternyata berlainan haluan dari apa yang telah ditempuh oleh para nabi dan rasul-rasul yang sudah mereka akui kenabiannya, dan bahwa apa yang diajarkan oleh Isa, oleh Musa dan oleh mereka yang sudah terdahulu, sedikitpun tidak berbeda dari apa yang diajarkannya sekarang. Apa yang telah diajarkan mereka itu, adalah Kebenaran Abadi yang akan tampak jelas dan sederhana sekali bagi setiap orang yang berjiwa pantang tunduk selain kepada Tuhan Yang Mahaesa. Ia akan melihat Alam ini sebagai suatu kesatuan yang tak terpisah-pisah. Ia akan melihatnya dengan pandangan hati nurani yang lebih tinggi diatas segala kehendak dan tujuan yang bersifat sementara, di atas segala dorongan materi; lepas dari sifat tunduk buta kepada segala ilusi dan angan-angan orang awam, kepada yang diterimanya dari nenek-moyang mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan Tiga Agama Di Yathrib&lt;br /&gt;Dimanakah ada suatu pertemuan yang hakekatnya lebih besar dari pertemuan yang kini dialami oleh Yathrib? Tiga agama bertemu di tempat ini, yang sampai sekarang saling mempengaruhi perkembangan dunia. Di tempat ini ketiganya bertemu untuk suatu tujuan dan cita-cita yang tinggi dan mulia. Ini bukanlah suatu pertemuan ekonomi, juga bukan dengan suatu tujuan materi, yang sampai saat ini dikejar-kejar dunia namun tiada juga berhasil - melainkan tujuannya adalah rohani semata-mata. Dalam hal Nasrani dan Yahudi ini, dibelakangnya berdiri ambisi-ambisi politik serta keinginan-keinginan orang-orang beruang dan berkuasa. Sebaliknya Muhammad, tujuannya adalah rohaniah dan perikemanusiaan semata-mata, yang jalannya telah ditunjukkan Tuhan kepadanya dengan bentuk kata yang dialamatkan kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani serta seluruh umat manusia. DikatakanNya kepada mereka: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah; 'Orang-orang Ahli Kitab! Marilah kita menerima suatu istilah yang sama antara kami dengan kamu: bahwa tak ada yang akan kita sembah selain Allah, dan bahwa kita takkan mempersekutukanNya dengan apapun, dan tidak pula antara kita saling mempertuhankan satu sama lain, selain daripada Allah.' Tetapi kalau mereka menyimpang juga, katakanlah: 'Saksikanlah, bahwa kami ini orang-orang Muslimin.'" (Qur'an, 3: 64) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pula yang akan dapat dikatakan oleh orang-orang Yahudi, yang akan dapat dikatakan oleh orang-orang Nasrani atau oleh yang lain, mengenai ajakan ini: Jangan menyembah apa dan siapapun selain Allah, jangan mempersekutukanNya dan jangan pula saling mempertuhankan satu sama lain selain daripada Allah! Bagi jiwa yang benar-benar jujur, jiwa manusia yang telah mendapat kehormatan dengan adanya akal pikiran dan perasaan, tidak bisa lain tentu akan beriman kepada ini, tanpa yang lain. Akan tetapi, dalam arti hidup manusia, disamping segi rohani, juga ada segi materinya. Kelemahan ini yang membuat kita dapat menerima pihak lain menguasai kita, dengan jalan membeli nyawa kita, jiwa kita, kalbu kita. Ilusi ini yang telah membunuh kehormatan, perasaan serta cahaya hati nurani manusia. Segi materi ini, yang tergambar dalam bentuk harta dan kekayaan, dalam kepalsuan gelar-gelar dan pangkat, yang telah membuat Abu Haritha - salah seorang Nasrani Najran yang paling luas ilmu dan pengetahuannya - pernah mengeluarkan isi hatinya kepada salah seorang teman, bahwa ia yakin pada apa yang dikatakan Muhammad itu. Setelah temannya itu bertanya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa lagi yang masih merintangi kau menerima ajarannya, kalau kau sudah mengetahui ini?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang masih merintangi aku ialah apa yang sudah diberikan orang kepada kami," jawabnya. "Kami sudah diberi kedudukan, diberi harta dan kehormatan. Dan yang mereka kehendaki supaya kami menentangnya. Kalau kuterima ajakannya itu tentu semua yang kaulihat ini akan dicopot dari kami." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada ajaran inilah orang-orang Yahudi dan Nasrani itu oleh Muhammad diajak. Orang-orang Nasrani diajaknya saling berdoa9, sedang dengan pihak Yahudi sudah ada perjanjian perdamaian. Dalam pada itu pihak Kristen telah pula mengadakan permusyawaratan antara sesama mereka, yang hasilnya kemudian diberitahukan kepadanya, bahwa mereka tidak akan saling berdoa dan akan membiarkannya ia dengan agamanya itu dan mereka kembali kepada agama mereka. Tetapi mereka juga melihat, betapa cenderungnya Muhammad menjalankan keadilan itu, yang juga diikuti jejaknya oleh sahabat-sahabatnya. Oleh karena itu mereka minta supaya ada seorang yang dapat dikirimkan bersama-sama mereka guna mengadili masalah-masalah yang bagi mereka sendiri masih merupakan perselisihan pendapat. Dalam hal ini Muhammad mengutus Abu 'Ubaida ibn'l-Jarrah guna memutuskan hal-hal yang diperselisihkan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin Mempertimbangkan Kedudukannya Terhadap Quraisy&lt;br /&gt;Peradaban yang batu pertamanya telah diletakkan oleh Muhammad dengan ajaran-ajaran serta teladan yang diberikannya itu, kini sudah makin diperkuat lagi. Terpikir olehnya sekarang dan oleh sahabat-sahabatnya dari kalangan Muhajirin, bagaimana seharusnya sikap, dan keadaan mereka menghadapi Quraisy itu suatu pemikiran yang tak pernah mereka lupakan sejak mereka hijrah dari Mekah. Motif yang mendorong mereka berpikir demikian banyak sekali. Di Mekah ini terletak Ka'bah, Rumah Ibrahim, tempat mereka dan semua orang Arab berziarah. Dapatkah mereka melepaskan diri dari kewajiban suci yang sejak dulu mereka jalankan sampai pada waktu mereka dikeluarkan dari Mekah? Disana masih tinggal keluarga mereka yang mereka cintai dan yang mereka sayangkan bila masih tetap dalam kehidupan syirik. Di sana harta-benda dan perdagangan mereka ditinggalkan, yang telah disita oleh Quraisy tatkala mereka hijrah. Kemudian lagi, tatkala mereka memasuki Medinah, mereka diserang penyakit demam, sehingga bukan main penderitaan yang mereka alami. Mereka sembahyangpun sambil duduk. Makin keras mereka merindukan Mekah. Mereka telah dikeluarkan secara paksa dari Mekah, seolah mereka keluar sebagai pihak yang dikalahkan. Dan tidak pula menjadi adat orang-orang Quraisy dapat bersabar terhadap ketidakadilan serupa itu atau menyerah tanpa mengadakan pembalasan. Disamping semua dorongan itu, dorongan naluri juga merangsang mereka, yakni nostalgia - rindu kampung halaman, kampung halaman tempat mereka dilahirkan, tempat mereka dibesarkan. Dengan bumi ini, dengan tanahnya yang lapang, gunungnya, airnya, dengan semua itulah pertama kali mereka bicara, pertama kali mereka bersahabat. Diatas secercah tanah inilah mereka dipupuk tatkala mereka masih kecil dan di sana pula tempat-tinggal mereka sesudah mereka besar. Kesana hati orang dan perasaannya terikat, dan untuk itu pula dengan segala kekuatan dan hartanya ia pertahankan. Dikorbankannya semua tenaga dan hidupnya. Sesudah mati, di tempat itu harapannya akan dikuburkan. Ia mau kembali kedalam tanah tempat ia dijadikan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naluri inilah yang lebih keras mendorong hati kaum Muhajirin daripada motif-motif lain. Selalu terpikir oleh mereka bagaimana seharusnya sikap mereka itu menghadapi Quraisy. Tetapi yang sudah terang, sikap itu bukanlah sikap menyerah atau sikap menghambakan diri. Sudah cukup sabar mereka selama tigabelas tahun terus-menerus menanggung penderitaan. Agama tidak membenarkan adanya sikap lemah, putus asa atau menyerah bagi mereka yang sudah menanggung penderitaan dan sampai hijrah karenanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila sikap permusuhan itu memang dibenci dan tidak dibenarkan, sebaliknya yang diperkuat dan dianjurkan adalah sikap persaudaraan, tapi di samping itu yang juga diharuskan ialah membela diri, membela kehormatan, membela kebebasan beragama dan membela tanah-air. Untuk membela inilah Muhammad mengadakan Ikrar 'Aqaba yang kedua dengan penduduk Yathrib. Tetapi bagaimanakah kaum Muhajirin itu akan menunaikan kewajibannya kepada Tuhan, kepada Rumah Suci, kepada tanah air, Mekah yang mereka cintai itu? Kearah inilah politik Muhammad dan kaum Muslimin itu ditujukan, sampai selesai ia kelak menaklukkan Mekah, dan agama Allah serta seruan kebenaranpun akan terjunjung tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki:  [1] Yathrib nama kota Medinah. Dalam terjemahan ini dua sebutan Yathrib dan Medinah sama-sama dipakai (A). &lt;br /&gt;[2] 'Ala rib'atihim atau riba'atihim menurut kebiasaan baik yang berlaku (N, LA) (A).  [3] Yata'aqalun, 'saling memberi dan menerima diat' (N) atau tebusan darah (A).  [4] Suku atau batn ialah anak-kabilah, lebih kecil dari kabilah (A).  [5] Dalam at-Bidaya wan-Nihaya oleh ibn Kathir disebut Syatana. &lt;br /&gt;[6] Sya'ir termasuk famili Graminea yang mungkin lebih dekat kepada jenis jelai daripada gandum (A).  [7] Sawiq semacam bubur dibuat dari gandum atau jelai dicampur dengan kurma (A).  [8] Tharid biasanya hidangan roti yang dibasahi dengan kuah kaldu dan daging (A). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Yula'inu, sama maksudnya dengan Yabtahilu, atau mubahala yang dalam terjemahan ini dipakai kata saling berdoa. Nabi mengusulkan kepada pihak Kristen mengadakan suatu mubahala, suatu pertemuan khidmat, dengan masing-masing pihak yang mempertahankan pendiriannya berdoa sungguh-sungguh kepada Allah, agar Tuhan menjatuhkan laknat kepada pihak yang berdusta. "Barangsiapa membantah engkau tentang itu, sesudah datang pengetahuan padamu, katakanlah: Marilah kita kumpulkan anak-anak kami dan anak-anak kamu, wanita-wanita kami dan wanita-wanita kamu, diri kami sendiri dan diri kamu, kemudian kita berdoa sungguh-sungguh kepada Allah. Kita mintakan agar laknat Tuhan dijatuhkan kepada pihak yang dusta." (Qur'an, 3: 61). Mereka yang benar-benar murni dan benar-benar yakin takkan ragu-ragu dalam hal ini. Tetapi pihak Kristen disini ternyata mengundurkan diri. (A)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-2249441250498435050?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/2249441250498435050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/bab-xi-tahun-pertama-di-yathrib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/2249441250498435050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/2249441250498435050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/bab-xi-tahun-pertama-di-yathrib.html' title='BAB XI - TAHUN PERTAMA DI YATHRIB'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-3983639069513603101</id><published>2010-05-08T00:21:00.000-07:00</published><updated>2010-05-08T00:22:14.441-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah hidup Rasullulah'/><title type='text'>BAB X - HIJRAH Perintah Hijrah</title><content type='html'>RENCANA Quraisy akan membunuh Muhammad pada malam hari, karena dikuatirkan ia akan hijrah ke Medinah dan memperkuat diri di sana serta segala bencana yang mungkin menimpa Mekah dan menimpa perdagangan mereka dengan Syam sebagai akibatnya, beritanya sudah sampai kepada Muhammad. Memang tak ada orang yang menyangsikan, bahwa Muhammad akan menggunakan kesempatan itu untuk hijrah. Akan tetapi, karena begitu kuat ia dapat menyimpan rahasia itu, sehingga tiada seorangpun yang mengetahui, juga Abu Bakr, orang yang pernah menyiapkan dua ekor unta kendaraan tatkala ia meminta ijin kepada Nabi akan hijrah, yang lalu ditangguhkan, hanya sedikit mengetahui soalnya. Muhammad sendiri memang masih tinggal di Mekah ketika ia sudah mengetahui keadaan Quraisy itu dan ketika kaum Muslimin sudah tak ada lagi yang tinggal kecuali sebagian kecil. Dalam ia menantikan perintah Tuhan yang akan mewahyukan kepadanya supaya hijrah, ketika itulah ia pergi ke rumah Abu Bakr dan memberitahukan, bahwa Allah telah mengijinkan ia hijrah. Dimintanya Abu Bakr supaya menemaninya dalam hijrahnya itu, yang lalu diterima baik oleh Abu Bakr. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah dimulainya kisah yang paling cemerlang dan indah yang pernah dikenal manusia dalam sejarah pengejaran yang penuh bahaya, demi kebenaran, keyakinan dan iman. Sebelum itu Abu Bakr memang sudah menyiapkan dua ekor untanya yang diserahkan pemeliharaannya kepada Abdullah b. Uraiqiz sampai nanti tiba waktunya diperlukan. Tatkala kedua orang itu sudah siap-siap akan meninggalkan Mekah mereka sudah yakin sekali, bahwa Quraisy pasti akan membuntuti mereka. Oleh karena itu Muhammad memutuskan akan menempuh jalan lain dari yang biasa, Juga akan berangkat bukan pada waktu yang biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali di Tempat Tidur Nabi&lt;br /&gt;Pemuda-pemuda yang sudah disiapkan Quraisy untuk membunuhnya malam itu sudah mengepung rumahnya, karena dikuatirkan ia akan lari. Pada malam akan hijrah itu pula Muhammad membisikkan kepada Ali b. Abi Talib supaya memakai mantelnya yang hijau dari Hadzramaut dan supaya berbaring di tempat tidurnya. Dimintanya supaya sepeninggalnya nanti ia tinggal dulu di Mekah menyelesaikan barang-barang amanat orang yang dititipkan kepadanya. Dalam pada itu pemuda-pemuda yang sudah disiapkan Quraisy, dari sebuah celah mengintip ke tempat tidur Nabi. Mereka melihat ada sesosok tubuh di tempat tidur itu dan merekapun puas bahwa dia belum lari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Gua Thaur&lt;br /&gt;Tetapi, menjelang larut malam waktu itu, dengan tidak setahu mereka Muhammad sudah keluar menuju ke rumah Abu Bakr. Kedua orang itu kemudian keluar dari jendela pintu belakang, dan terus bertolak ke arah selatan menuju gua Thaur. Bahwa tujuan kedua orang itu melalui jalan sebelah kanan adalah di luar dugaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada seorang yang mengetahui tempat persembunyian mereka dalam gua itu selain Abdullah b. Abu Bakr, dan kedua orang puterinya Aisyah dan Asma, serta pembantu mereka 'Amir b. Fuhaira. Tugas Abdullah hari-hari berada di tengah-tengah Quraisy sambil mendengar-dengarkan permufakatan mereka terhadap Muhammad, yang pada malam harinya kemudian disampaikannya kepada Nabi dan kepada ayahnya. Sedang 'Amir tugasnya menggembalakan kambing Abu Bakr' sorenya diistirahatkan, kemudian mereka memerah susu dan menyiapkan daging. Apabila Abdullah b. Abi Bakr keluar kembali dari tempat mereka, datang 'Amir mengikutinya dengan kambingnya guna menghapus jejaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua orang itu tinggal dalam gua selama tiga hari. Sementara itu pihak Quraisy berusaha sungguh-sungguh mencari mereka tanpa mengenal lelah. Betapa tidak. Mereka melihat bahaya sangat mengancam mereka kalau mereka tidak berhasil menyusul Muhammad dan mencegahnya berhubungan dengan pihak Yathrib. Selama kedua orang itu berada dalam gua, tiada hentinya Muhammad menyebut nama Allah. KepadaNya ia menyerahkan nasibnya itu dan memang kepadaNya pula segala persoalan akan kembali. Dalam pada itu Abu Bakr memasang telinga. Ia ingin mengetahui adakah orang-orang yang sedang mengikuti jejak mereka itu sudah berhasil juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pemuda-pemuda Quraisy - yang dari setiap kelompok di ambil seorang itu - datang. Mereka membawa pedang dan tongkat sambil mundar-mandir mencari ke segenap penjuru. Tidak jauh dari gua Thaur itu mereka bertemu dengan seorang gembala, yang lalu ditanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin saja mereka dalam gua itu, tapi saya tidak melihat ada orang yang menuju ke sana." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendengar jawaban gembala itu Abu Bakr keringatan. Kuatir ia, mereka akan menyerbu ke dalam gua. Dia menahan napas tidak bergerak, dan hanya menyerahkan nasibnya kepada Tuhan. Lalu orang-orang Quraisy datang menaiki gua itu, tapi kemudian ada yang turun lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa kau tidak menjenguk ke dalam gua?" tanya kawan-kawannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada sarang laba-laba di tempat itu, yang memang sudah ada sejak sebelum Muhammad lahir," jawabnya. "Saya melihat ada dua ekor burung dara hutan di lubang gua itu. Jadi saya mengetahui tak ada orang di sana." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad makin sungguh-sungguh berdoa dan Abu Bakr juga makin ketakutan. Ia merapatkan diri kepada kawannya itu dan Muhammad berbisik di telinganya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan bersedih hati. Tuhan bersama kita." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku-buku hadis ada juga sumber yang menyebutkan, bahwa setelah terasa oleh Abu Bakr bahwa mereka yang mencari itu sudah mendekat ia berkata dengan berbisik: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau mereka ada yang menengok ke bawah pasti akan melihat kita." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abu Bakr, kalau kau menduga bahwa kita hanya berdua, ketiganya adalah Tuhan," kata Muhammad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Quraisy makin yakin bahwa dalam gua itu tak ada manusia tatkala dilihatnya ada cabang pohon yang terkulai di mulut gua. Tak ada jalan orang akan dapat masuk ke dalamnya tanpa menghalau dahan-dahan itu. Ketika itulah mereka lalu surut kembali. Kedua orang bersembunyi itu mendengar seruan mereka supaya kembali ke tempat semula. Kepercayaan dan iman Abu Bakr bertambah besar kepada Allah dan kepada Rasul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah, Allahuakbar!" kata Muhammad kemudian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarang laba-laba, dua ekor burung dara dan pohon. Inilah mujizat yang diceritakan oleh buku-buku sejarah hidup Nabi mengenai masalah persembunyian dalam gua Thaur itu. Dan pokok mujizatnya ialah karena segalanya itu tadinya tidak ada. Tetapi sesudah Nabi dan sahabatnya bersembunyi dalam gua, maka cepat-cepatlah laba-laba menganyam sarangnya guna menutup orang yang dalam gua itu dari penglihatan. Dua ekor burung dara datang pula lalu bertelur di jalan masuk. Sebatang pohonpun tumbuh di tempat yang tadinya belum ditumbuhi. Sehubungan dengan mujizat ini Dermenghem mengatakan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiga peristiwa itu sajalah mujizat yang diceritakan oleh sejarah Islam yang benar-benar: sarang laba-laba, hinggapnya burung dara dan tumbuhnya pohon-pohonan. Dan ketiga keajaiban ini setiap hari persamaannya selalu ada di muka bumi." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi mujizat begini ini tidak disebutkan dalam Sirat Ibn Hisyam ketika menyinggung cerita gua itu. Paling banyak oleh ahli sejarah ini disebutkan sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka berdua menuju ke sebuah gua di Gunung Thaur sebuah gunung di bawah Mekah - lalu masuk ke dalamnya. Abu Bakr meminta anaknya Abdullah supaya mendengar-dengarkan apa yang dikatakan orang tentang mereka itu siang hari, lalu sorenya supaya kembali membawakan berita yang terjadi hari itu. Sedang 'Amir b. Fuhaira supaya menggembalakan kambingnya siang hari dan diistirahatkan kembali bila sorenya ia kembali ke dalam gua. Ketika itu, bila hari sudah sore Asma, datang membawakan makanan yang cocok buat mereka ... Rasulullah s.a.w. tinggal dalam gua selama tiga hari tiga malam. Ketika ia menghilang Quraisy menyediakan seratus ekor unta bagi barangsiapa yang dapat mengembalikannya kepada mereka. Sedang Abdullah b. Abi Bakr siangnya berada di tengah-tengah Quraisy mendengarkan permufakatan mereka dan apa yang mereka percakapkan tentang Rasulullah s.aw. dan Abu Bakr, sorenya ia kembali dan menyampaikan berita itu kepada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Amir b. Fuhaira - pembantu Abu Bakr - waktu itu menggembalakan ternaknya di tengah-tengah para gembala Mekah, sorenya kambing Abu Bakr itu diistirahatkan, lalu mereka memerah susu dan menyiapkan daging. Kalau paginya Abdullah b. Abi Bakr bertolak dari tempat itu ke Mekah, 'Amir b. Fuhaira mengikuti jejaknya dengan membawa kambing supaya jejak itu terhapus. Sesudah berlalu tiga hari dan orangpun mulai tenang, aman mereka, orang yang disewa datang membawa unta kedua orang itu serta untanya sendiri... dan seterusnya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian Ibn Hisyam menerangkan mengenai cerita gua itu yang kami nukilkan sampai pada waktu Muhammad dan sahabatnya keluar dari sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang pengejaran Quraisy terhadap Muhammad untuk dibunuh itu serta tentang cerita gua ini datang firman Tuhan demikian: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ingatlah tatkala orang-orang kafir (Quraisy) itu berkomplot membuat rencana terhadap kau, hendak menangkap kau, atau membunuh kau, atau mengusir kau. Mereka membuat rencana dan Allah membuat rencana pula. Allah adalah Perencana terbaik." (Qur'an, 8: 30)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau kamu tak dapat menolongnya, maka Allah juga Yang telah menolongnya tatkala dia diusir oleh orang-orang kafir (Quraisy). Dia salah seorang dari dua orang itu, ketika keduanya berada dalam gua. Waktu itu ia berkata kepada temannya itu: 'Jangan bersedih hati, Tuhan bersama kita!' Maka Tuhan lalu memberikan ketenangan kepadanya dan dikuatkanNya dengan pasukan yang tidak kamu lihat. Dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itu juga yang rendah dan kalam Allah itulah yang tinggi. Dan Allah Maha Kuasa dan Bijaksana." (Qur'an, 9: 40) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat Ke Yathrib&lt;br /&gt;Pada hari ketiga, bila mereka berdua sudah mengetahui, bahwa orang sudah tenang kembali mengenai diri mereka, orang yang disewa tadi datang membawakan unta kedua orang itu serta untanya sendiri. Juga Asma, puteri Abu Bakr datang membawakan makanan. Oleh karena ketika mereka akan berangkat tak ada sesuatu yang dapat dipakai menggantungkan makanan dan minuman pada pelana barang, Asma, merobek ikat pinggangnya lalu sebelahnya dipakai menggantungkan makanan dan yang sebelah lagi diikatkan. Karena itu ia lalu diberi nama "dhat'n-nitaqain" (yang bersabuk dua). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berangkat. Setiap orang mengendarai untanya sendiri-sendiri dengan membawa bekal makanan. Abu Bakr membawa limaribu dirham dan itu adalah seluruh hartanya yang ada. Mereka bersembunyi dalam gua itu begitu ketat. Karena mereka mengetahui pihak Quraisy sangat gigih dan hati-hati sekali membuntuti, maka dalam perjalanan ke Yathrib itu mereka mengambil jalan yang tidak biasa ditempuh orang. Abdullah b. 'Uraiqit - dari Banu Du'il - sebagai penunjuk jalan, membawa mereka hati-hati sekali ke arah selatan di bawahan Mekah, kemudian menuju Tihama di dekat pantai Laut Merah. Oleh karena mereka melalui jalan yang tidak biasa ditempuh orang, di bawanya mereka ke sebelah utara di seberang pantai itu, dengan agak menjauhinya, mengambil jalan yang paling sedikit dilalui orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua orang itu beserta penunjuk jalannya sepanjang malam dan di waktu siang berada di atas kendaraan. Tidak lagi mereka pedulikan kesulitan, tidak lagi mereka mengenal lelah. Ya, kesulitan mana yang lebih mereka takuti daripada tindakan Quraisy yang akan merintangi mereka mencapai tujuan yang hendak mereka capai demi jalan Allah dan kebenaran itu! Memang, Muhammad sendiri tidak pernah mengalami kesangsian, bahwa Tuhan akan menolongnya, tetapi "jangan kamu mencampakkan diri ke dalam bencana." Allah menolong hambaNya selama hamba menolong dirinya dan menolong sesamanya. Mereka telah melangkah dengan selamat selama dalam gua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Suraqa B. Ju'syum&lt;br /&gt;Akan tetapi apa yang dilakukan Quraisy bagi barangsiapa yang dapat mengembalikan mereka berdua atau dapat menunjukkan tempat mereka, wajar sekali akan menarik hati orang yang hanya tertarik pada hasil materi meskipun akan diperoleh dengan jalan kejahatan. Apalagi jika kita ingat orang-orang Arab Quraisy itu memang sudah menganggap Muhammad musuh mereka. Dalam jiwa mereka terdapat suatu watak tipu-muslihat, bahwa membunuh orang yang tidak bersenjata dan menyerang pihak yang tak dapat mempertahankan diri, bukan suatu hal yang hina. Jadi, dua orang itu harus benar-benar waspada, harus membuka mata, memasang telinga dan penuh kesadaran selalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dugaan kedua orang itu tidak meleset. Sudah ada orang yang datang kepada Quraisy membawa kabar, bahwa ia melihat serombongan kendaraan unta terdiri dari tiga orang lewat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yakin itu adalah Muhammad dan beberapa orang sahabatnya. Waktu itu Suraqa b. Malik b. Ju'syum hadir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, mereka itu Keluarga sianu," katanya dengan maksud mengelabui orang itu, sebab dia sendiri ingin memperoleh hadiah seratus ekor unta. Sebentar ia masih tinggal bersama orang-orang itu. Tetapi kemudian ia segera pulang ke rumahnya. Disiapkannya senjatanya dan disuruhnya orang membawakan kudanya ke tengah-tengah wadi supaya waktu ia keluar nanti tidak dilihat orang. Selanjutnya dikendarainya kudanya dan dipacunya ke arah yang disebutkan orang itu tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Muhammad dan kedua temannya sudah mengaso di bawah naungan sebuah batu besar, sekadar beristirahat dan menghilangkan rasa lelah sambil makan-makan dan minum, dan sekadar mengembalikan tenaga dan kekuatan baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari sudah mulai bergelincir, Muhammad dan Abu Bakr pun sudah pula mulai memikirkan akan menaiki untanya mengingat bahwa jaraknya dengan Suraqa sudah makin dekat. Dan sebelum itu kuda Suraqa sudah dua kali tersungkur karena terlampau dikerahkan. Tetapi setelah penunggang kuda itu melihat bahwa ia sudah hampir berhasil dan menyusul kedua orang itu - lalu akan membawa mereka kembali ke Mekah atau membunuh mereka bila mencoba membela diri - ia lupa kudanya yang sudah dua kali tersungkur itu, karena saat kemenangan rasanya sudah di tangan. Akan tetapi kuda itu tersungkur sekali lagi dengan keras sekali, sehingga penunggangnya terpelanting dari punggung binatang itu dan jatuh terhuyung-huyung dengan senjatanya. Lalu diramalkan oleh Suraqa bahwa itu suatu alamat buruk dan dia percaya bahwa sang dewa telah melarangnya mengejar sasarannya itu dan bahwa dia akan berada dalam bahaya besar apabila sampai keempat kalinya ia terus berusaha juga. Sampai di situ ia berhenti dan hanya memanggil-manggil: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya Suraqa bin Ju'syum! Tunggulah, saya mau bicara. Demi Allah, tuan-tuan jangan menyangsikan saya. Saya tidak akan melakukan sesuatu yang akan merugikan tuan-tuan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kedua orang itu berhenti melihat kepadanya, dimintanya kepada Muhammad supaya menulis sepucuk surat kepadanya sebagai bukti bagi kedua belah pihak. Dengan permintaan Nabi, Abu Bakr lalu menulis surat itu di atas tulang atau tembikar yang lalu dilemparkannya kepada Suraqa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diambilnya oleh Suraqa surat itu ia kembali pulang. Sekarang, bila ada orang mau mengejar Muhajir Besar itu olehnya dikaburkan, sesudah tadinya ia sendiri yang mengejarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad dan kawannya itu kini berangkat lagi melalui pedalaman Tihama dalam panas terik yang dibakar oleh pasir sahara. Mereka melintasi batu-batu karang dan lembah-lembah curam. Dan sering pula mereka tidak mendapatkan sesuatu yang akan menaungi diri mereka dari letupan panas tengah hari tak ada tempat berlindung dari kekerasan alam yang ada di sekitarnya, tak ada keamanan dari apa yang mereka takuti atau dari yang akan menyerbu mereka tiba-tiba, selain dari ketabahan hati dan iman yang begitu mendalam kepada Tuhan. Keyakinan mereka besar sekali akan kebenaran yang telah diberikan Tuhan kepada RasulNya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tujuh hari terus-menerus mereka dalam keadaan serupa itu. Mengaso di bawah panas membara musim kemarau dan berjalan lagi sepanjang malam mengarungi lautan padang pasir. Hanya karena adanya ketenangan hati kepada Tuhan dan adanya kedip bintang-bintang yang berkilauan dalam gelap malam itu, membuat hati dan perasaan mereka terasa lebih aman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilamana kedua orang itu sudah memasuki daerah kabilah Banu Sahm dan datang pula Buraida kepala kabilah itu menyambut mereka, barulah perasaan kuatir dalam hatinya mulai hilang. Yakin sekali mereka pertolongan Tuhan itu ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslimin Medinah Menantikan Kedatangan Rasul&lt;br /&gt;Jarak mereka dengan Yathrib kini sudah dekat sekali. &lt;br /&gt;Selama mereka dalam perjalanan yang sungguh meletihkan itu, berita-berita tentang hijrah Nabi dan sahabatnya yang akan menyusul kawan-kawan yang lain, sudah tersiar di Yathrib. Penduduk kota ini sudah mengetahui, betapa kedua orang ini mengalami kekerasan dari Quraisy yang terus-menerus membuntuti. Oleh karena itu semua kaum Muslimin tetap tinggal di tempat itu menantikan kedatangan Rasulullah dengan hati penuh rindu ingin melihatnya, ingin mendengarkan tutur katanya. Banyak di antara mereka itu yang belum pernah melihatnya, meskipun sudah mendengar tentang keadaannya dan mengetahui pesona bahasanya serta keteguhan pendiriannya. Semua itu membuat mereka rindu sekali ingin bertemu, ingin melihatnya. Orangpun sudah akan dapat mengira-ngirakan, betapa dalamnya hati mereka itu terangsang tatkala mengetahui, bahwa orang-orang terkemuka Yathrib yang sebelum itu belum pernah melihat Muhammad sudah menjadi pengikutnya hanya karena mendengar dari sahabat-sahabatnya saja, kaum Muslimin yang gigih melakukan dakwah Islam dan sangat mencintai Rasulullah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam di Yathrib&lt;br /&gt;Sa'id b. Zurara dan Mush'ab b. 'Umair sedang duduk-duduk dalam salah sebuah kebun Banu Zafar. Beberapa orang yang sudah menganut Islam juga berkumpul di sana. Berita ini kemudian sampai kepada Sa'd b. Mu'adh dan 'Usaid b. Hudzair, yang pada waktu itu merupakan pemimpin-pemimpin golongannya masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Temui dua orang itu," kata Said kepada 'Usaid, "yang datang ke daerah kita ini dengan maksud supaya orang-orang yang hina-dina di kalangan kita dapat merendahkan keluarga kita. Tegur mereka itu dan cegah. Sebenarnya Said b. Zurara itu masih sepupuku dari pihak ibu, jadi saya tidak dapat mendatanginya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Usaidpun pergi menegur kedua orang itu. Tapi Mush'ab menjawab: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maukah kau duduk dulu dan mendengarkan?" katanya. "Kalau hal ini kau setujui dapatlah kauterima, tapi kalau tidak kausukai maukah kau lepas tangan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adil kau," kata 'Usaid, seraya menancapkan tombaknya di tanah. Ia duduk dengan mereka sambil mendengarkan keterangan Mush'ab, yang ternyata sekarang ia sudah menjadi seorang Muslim. Bila ia kembali kepada Sa'd wajahnya sudah tidak lagi seperti ketika berangkat. Hal ini membuat Sa'd jadi marah. Dia sendiri lalu pergi menemui dua orang itu. Tetapi kenyataannya ia seperti temannya juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pengaruh kejadian itu Sa'd lalu pergi menemui golongannya dan berkata kepada mereka: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Banu 'Abd'l-Asyhal. Apa yang kamu ketahui tentang diriku di tengah-tengah kamu sekalian?" &lt;br /&gt;"Pemimpin kami, yang paling dekat kepada kami, dengan pandangan dan pengalaman yang terpuji," jawab mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka kata-katamu, baik wanita maupun pria bagiku adalah suci selama kamu beriman kepada Allah dan RasulNya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu seluruh suku 'Abd'l-Asyhal, pria dan wanita masuk Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebarnya Islam di Yathrib dan keberanian kaum Muslimin di kota itu sebelum hijrah Nabi ke tempat tersebut sama sekali di luar dugaan kaum Muslimin Mekah. Beberapa pemuda Muslimin dengan tidak ragu-ragu mempermainkan berhala-berhala kaum musyrik di sana. Seseorang yang bernama 'Amr bin'l-Jamuh mempunyai sebuah patung berhala terbuat daripada kayu yang dinamainya Manat, diletakkan di daerah lingkungannya seperti biasa dilakukan oleh kaum bangsawan. 'Amr ini adalah seorang pemimpin Banu Salima dan dari kalangan bangsawan mereka pula. Sesudah pemuda-pemuda golongannya itu masuk Islam malam-malam mereka mendatangi berhala itu lalu di bawanya dan ditangkupkan kepalanya ke dalam sebuah lubang yang oleh penduduk Yathrib biasa dipakai tempat buang air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pagi-pagi berhala itu tidak ada 'Amr mencarinya sampai diketemukan lagi, kemudian dicucinya dan dibersihkan lalu diletakkannya kembali di tempat semula, sambil ia menuduh-nuduh dan mengancam. Tetapi pemuda-pemuda itu mengulangi lagi perbuatannya mempermainkan Manat 'Amr itu, dan diapun setiap hari mencuci dan membersihkannya. Setelah ia merasa kesal karenanya, diambilnya pedangnya dan digantungkannya pada berhala itu seraya ia berkata: "Kalau kau memang berguna, bertahanlah, dan ini pedang bersama kau." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi keesokan harinya ia sudah kehilangan lagi, dan baru diketemukannya kembali dalam sebuah sumur tercampur dengan bangkai anjing. Pedangnya sudah tak ada lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah kemudian ia diajak bicara oleh beberapa orang pemuka-pemuka masyarakatnya dan sesudah melihat dengan mata kepala sendiri betapa sesatnya hidup dalam syirik dan paganisma itu, yang hakekatnya akan mencampakkan jiwa manusia ke dalam jurang yang tak patut lagi bagi seorang manusia, iapun masuk Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat Islam yang sudah mencapai martabat begitu tinggi di Yathrib, akan mudah sekali orang menilai, betapa memuncaknya kerinduan penduduk kota itu ingin menyambut kedatangan Muhammad, setelah mereka mengetahui ia sudah hijrah dari Mekah. Setiap hari selesai sembahyang Subuh mereka pergi ke luar kota menanti-nantikan kedatangannya sampai pada waktu matahari terbenam dalam hari-hari musim panas bulan Juli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pada itu ia sudah di Quba' - dua farsakh jauhnya dari Medinah. Empat hari ia tinggal di tempat itu, ditemani oleh Abu Bakr. Selama masa empat hari itu mesjid Quba' dibangunnya. Sementara itu datang pula Ali b. Abi-Talib ke tempat itu setelah mengembalikan barang-barang amanat - yang dititipkan kepada Muhammad - kepada pemilik-pemiliknya di Mekah. Setelah itu ia sendiri meninggalkan Mekah, menempuh perjalanannya ke Yathrib dengan berjalan kaki. Malam hari ia berjalan, siangnya bersembunyi. Perjuangan yang sangat meletihkan itu ditanggungnya selama dua minggu penuh, yaitu untuk menyusul saudara-saudaranya seagama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Memasuki Medinah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kaum Muslimin Yathrib pada suatu hari sedang menanti-nantikan seperti biasa tiba-tiba datang seorang Yahudi yang sudah mengetahui apa yang sedang mereka lakukan itu berteriak kepada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai, Banu Qaila1 ini dia kawan kamu datang!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu adalah hari Jum'at dan Muhammad berjum'at di Medinah. Di tempat itulah, ke dalam mesjid yang terletak di perut Wadi Ranuna itulah kaum Muslimin datang, masing-masing berusaha ingin melihat serta mendekatinya. Mereka ingin memuaskan hati terhadap orang yang selama ini belum pernah mereka lihat, hati yang sudah penuh cinta dan rangkuman iman akan risalahnya, dan yang selalu namanya disebut pada setiap kali sembahyang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang terkemuka di Medinah menawarkan diri supaya ia tinggal pada mereka dengan segala persediaan dan persiapan yang ada. Tetapi ia meminta maaf kepada mereka. Kembali ia ke atas unta betinanya, dipasangnya tali keluannya, lalu ia berangkat melalui jalan-jalan di Yathrib, di tengah-tengah kaum Muslimin yang ramai menyambutnya dan memberikan jalan sepanjang jalan yang diliwatinya itu. Seluruh penduduk Yathrib, baik Yahudi maupun orang-orang pagan menyaksikan adanya hidup baru yang bersemarak dalam kota mereka itu, menyaksikan kehadiran seorang pendatang baru, orang besar yang telah mempersatukan Aus dan Khazraj, yang selama itu saling bermusuhan, saling berperang. Tidak terlintas dalam pikiran mereka - pada saat ini, saat transisi sejarah yang akan menentukan tujuannya yang baru itu - akan memberikan kemegahan dan kebesaran bagi kota mereka, dan yang akan tetap hidup selama sejarah ini berkembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibiarkannya unta itu berjalan. Sesampainya ke sebuah tempat penjemuran kurma kepunyaan dua orang anak yatim dari Banu'n-Najjar, unta itu berlutut (berhenti). Ketika itulah Rasul turun dari untanya dan bertanya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kepunyaan siapa tempat ini?" tanyanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kepunyaan Sahl dan Suhail b. 'Amr," jawab Ma'adh b. 'Afra'. Dia adalah wali kedua anak yatim itu. Ia akan membicarakan soal tersebut dengan kedua anak itu supaya mereka puas. Dimintanya kepada Muhammad supaya di tempat itu didirikan mesjid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad mengabulkan permintaan tersebut dan dimintanya pula supaya di tempat itu didirikan mesjid dan tempat-tinggalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki:  [1] Aus dan Khazraj (A).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-3983639069513603101?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/3983639069513603101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/bab-x-hijrah-perintah-hijrah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/3983639069513603101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/3983639069513603101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/bab-x-hijrah-perintah-hijrah.html' title='BAB X - HIJRAH Perintah Hijrah'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-4080098493028002124</id><published>2010-05-08T00:18:00.000-07:00</published><updated>2010-05-08T00:20:03.302-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah hidup Rasullulah'/><title type='text'>BAB IX - IKRAR 'AQABA</title><content type='html'>Kabilah-kabilah Menolak Muhammad Secara Kasar&lt;br /&gt;ORANG-ORANG Quraisy tidak dapat memahami arti isra', juga mereka yang sudah Islam banyak yang tidak memahami artinya seperti sudah disebutkan tadi. Itu sebabnya, ada kelompok yang lalu meninggalkan Muhammad yang tadinya sudah sekian lama menjadi pengikutnya. Permusuhan Quraisy terhadap Muhammad dan terhadap kaum Muslimin makin keras juga, sehingga mereka sudah merasa sungguh kesal karenanya. Rasanya tak ada lagi harapan bagi Muhammad akan mendapat dukungan kabilah-kabilah sesudah ternyata Thaqif dari Ta'if menolaknya dengan cara yang tidak baik. Demikian juga kemudian kabilah-kabilah Kinda, Kalb, Banu 'Amir dan Banu Hanifa semua menolaknya, ketika ia datang mengenalkan diri kepada mereka pada musim ziarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu Muhammad merasa, bahwa tiada seorangpun dari Quraisy itu nampaknya yang dapat diharapkan diajak kepada kebenaran. Kabilah-kabilah lain di luar Quraisy yang berada di sekitar Mekah dan yang datang berziarah ke tempat itu dari segenap penjuru daerah Arab, melihat keadaannya yang dikucilkan itu dan melihat sikap permusuhan Quraisy kepadanya demikian rupa, membuat setiap orang yang mendukungnya jadi memusuhi mereka. Sekarang sikap Quraisy tambah keras pula menentangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Muhammad sudah merasa berbesar hati karena adanya Hamzah dan 'Umar, dan meskipun ia sudah yakin, bahwa Quraisy tidak akan terlalu membahayakan melebihi yang sudah-sudah mengingat adanya pertahanan pihak keluarganya dari Banu Hasyim dan Banu Abd'l-Muttalib, tapi ia melihat -sampai pada waktu itu- bahwa risalah Tuhan itu akan terhenti hanya pada suatu lingkaran pengikutnya saja. Mereka yang terdiri dari orang-orang yang masih lemah dan sedikit sekali jumlahnya, hampir-hampir saja punah atau tergoda meninggalkan agamanya kalau tidak segera datang kemenangan dan pertolongan Tuhan. Hal ini berjalan cukup lama. Muhammad makin dikucilkan di tengah-tengah keluarganya, kedengkian Quraisy juga bertambah besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah pengasingan yang demikian ini telah melemahkan jiwanya dan dapat mematahkan semangatnya? Sekali-kali tidak! Bahkan kepercayaannya akan kebenaran yang datang dari Tuhan itu lebih luhur daripada sekedar pertimbangan-pertimbangan yang akan dapat melemahkan jiwa biasa. Bagi orang yang berjiwa luar biasa hal ini justru akan lebih memperkuat kepercayaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan terasing itu - dengan sahabat-sahabat di sekelilingnya - Muhammad yakin sekali Tuhan akan memberikan pertolongan kepadanya dan agamanyapun akan mengatasi semua agama. Badai kedengkian tidak sampai menggoyangkan hatinya. Bahkan tetap ia tinggal di Mekah selama beberapa tahun. Tidak peduli ia harta Khadijah dan hartanya sendiri akan habis. Keadaannya yang sangat miskin tidak sampai melemahkan hatinya. Jiwanya tak pernah gandrung kepada apapun selain dari pertolongan Tuhan yang sudah pasti akan diberikan kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila musim ziarah sudah tiba, orang-orang dari segenap jazirah Arab sudah berkumpul lagi di Mekah, iapun mulai menemui kabilah-kabilah itu. Diajaknya mereka memahami kebenaran agama yang dibawanya itu. Tidak peduli ia apakah kabilah-kabilah tidak mau menerima ajakannya, atau akan mengusirnya secara kasar. Beberapa orang pandir dari Quraisy berusaha menghasut ketika diketahui ia terus menyampaikan amanat Tuhan itu kepada orang ramai. Mereka memperlakukannya dengan segala kejahatan. Tetapi semua itu tidak mengubah ketenangan jiwanya dan ia yakin sekali akan hari esok. Allah Maha Agung telah mengutusnya demi kebenaran. Sudah tentu Dialah Pembela dan Pendukung kebenaran itu. Tuhan juga Yang telah mewahyukan kepadanya, supaya dalam berdebat hendaknya dilakukan dengan cara yang sebaik-baiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sehingga permusuhan antara engkau dengan dia itu sudah seperti persahabatan yang erat sekali. (Qur'an, 41: 34) Dan supaya bicara dengan mereka dengan lemah-lembut, kalau-kalau mereka mau sadar dan merasa gentar. Jadi, tabahkanlah hati menghadapi siksaan mereka. Tuhan bersama mereka yang tabah hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Kemenangan Dari Arah Yathrib&lt;br /&gt;Tidak selang berapa tahun kemudian Muhammad menunggu tiba-tiba tampak tanda permulaan kemenangan itu datang dari arah Yathrib. Bagi Muhammad Yathrib mempunyai arti hubungan bukan hubungan dagang, tetapi suatu hubungan yang dekat sekali. Di tempat itu ada sebuah kuburan, dan sebelum wafat, sekali setahun ibunya berziarah ke tempat itu. Sedang famili-familinya, dari pihak Banu Najjar, ialah keluarga kakeknya Abd'l-Muttalib dari pihak ibu. Kuburan itu ialah makam ayahnya, Abdullah b. Abd'l-Muttalib. Ke makam inilah Aminah sebagai isteri yang setia berziarah. Dulu Abd'l-Muttalib juga sebagai ayah yang kehilangan anak yang sedang muda belia dan tegap, pernah berziarah. Ketika berusia enam tahun, Muhammad juga pernah ke Yathrib menemani ibunya. Jadi bersama ibunya ia juga ziarah ke makam ayahnya itu. Kemudian mereka berdua kembali pulang. Aminah jatuh sakit di tengah perjalanan, sampai wafat. Lalu dikuburkan di Abwa' - pertengahan jalan antara Yathrib dengan Mekah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tidak heranlah apabila tanda-tanda kemenangan bagi Muhammad itu dimulai dari jurusan sebuah kota yang mempunyai hubungan sedemikian rupa. Ke arah ini jugalah dulu ia menghadap, tatkala dalam sembahyang itu al-Masjid'l-Aqsha di Bait'l-Maqdis dijadikan kiblatnya, tempat sesepuhnya Musa dan Isa. Tidak heran apabila nasib baik itu akan jatuh di Yathrib. Di tempat ini Muhammad akan beroleh kemenangan, di tempat ini Islam akan beroleh kemenangan, di tempat ini pula Islam akan memperoleh sukses dan berkembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Yahudi dengan Aus dan Khazraj&lt;br /&gt;Nasib baik telah jatuh di Yathrib, suatu hal yang tidak terjadi pada kota yang lain. Waktu itu dua kabilah Aus dan Khazraj adalah penyembah berhala di Yathrib. Mereka saling bertetangga dengan orang-orang Yahudi. Sering pula timbul kebencian antara mereka itu dan dari kebencian ini sampai timbul pula peperangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah memperlihatkan bahwa orang-orang Masehi di Syam, yang berada di bawah pengaruh Rumawi Timur (Bizantium) sangat membenci orang-orang Yahudi, sebab mereka percaya bahwa mereka inilah yang telah menyiksa dan menyalib Isa al-Masih. Mereka menyerbu Yathrib guna memerangi orang-orang Yahudi. Akan tetapi karena tidak berhasil mereka lalu membujuk dan meminta bantuan Aus dan Khazraj. Tidak sedikit jumlah orang-orang Yahudi itu kemudian yang mereka bunuh. Dengan demikian kedudukan orang-orang Yahudi sebagai yang dipertuan dijatuhkan, dan orang-orang Arab kabilah Aus dan Khazraj yang tadinya terbatas hanya sebagai kuli telah dinaikkan. Sesudah itu orang-orang Arab itu berusaha lagi akan menghantam orang-orang Yahudi supaya kekuasaan mereka atas kota yang makmur dan subur dengan pertanian dan air itu lebih besar lagi. Siasat mereka ini berhasil baik sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pihak Yahudi sendiri kemudian menyadari akan bencana yang menimpa diri mereka itu. Permusuhan dan kebencian pihak Yahudi Yathrib terhadap Aus dan Khazraj makin mendalam, Aus dan Khazrajpun demikian juga terhadap Yahudi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang pengikut-pengikut Musa ini melihat, bahwa pertempuran yang dilawan dengan pertempuran berarti akan menghabiskan mereka sama sekali, apalagi kalau Aus dan Khazraj sampai bersahabat baik1 dengan orang-orang Arab, yang seagama dengan Ahli Kitab. Maka dalam siasat mereka, mereka menempuh suatu cara bukan mencari kemenangan dalam pertempuran, melainkan dengan menggunakan siasat memecah-belah. Mereka melakukan intrik di kalangan Aus dengan Khazraj, menyebarkan provokasi permusuhan dan kebencian di kalangan mereka, supaya masing-masing pihak selalu bersiap-siap akan saling bertempur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian selamatlah propaganda mereka itu. Mereka sekarang dapat memperbesar perdagangan dan kekayaan mereka. Kekuasaan mereka yang sudah hilang dapat mereka rebut kembali, termasuk rumah-rumah dan harta tidak bergerak lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping konflik karena berebut kedaulatan dan kekuasaan dalam hidup bertetangga Yahudi-Arab Yathrib itu, masih ada pengaruh lain yang lebih dalam pada pihak Aus dan Khazraj melebihi penduduk jazirah Arab yang manapun juga - yaitu dalam arti pengaruh rohani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Orang Yathrib Masuk Islam&lt;br /&gt;Orang-orang Yahudi sebagai Ahli Kitab dan penganjur monotheisma sangat mencela tetangga-tetangga mereka yang terdiri dari kaum pagan dengan penyembah berhala sebagai pendekatan kepada Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka diperingatkan bahwa kelak akan ada seorang nabi yang akan menghabiskan mereka dan mendukung Yahudi. Tetapi propaganda ini tidak sampai membuat orang-orang Arab itu mau menganut agama Yahudi. Soalnya karena dua sebab: pertama karena selalu ada perang antara kaum Nasrani dan kaum Yahudi, yang lalu membuat Yahudi Yathrib hanya hidup cari selamat, yang berarti akan menjamin lancarnya perdagangan mereka. Kedua, orang-orang Yahudi beranggapan, bahwa mereka adalah bangsa pilihan Tuhan, dan mereka tidak mau ada bangsa lain memegang kedudukan ini. Di samping itu mereka memang tidak pernah mengajak orang lain menganut agamanya dan merekapun tidak pula keluar dari lingkungan Keluarga Israil. Atas dasar ke dua sebab tersebut, hubungan tetangga dan hubungan dagang antara Yahudi dengan Arab -Aus dan Khazraj - membuat lebih banyak mengetahui cerita-cerita kerohanian dan masalah-masalah agama lainnya di banding dengan golongan Arab yang lain. Ini menunjukkan bahwa tak ada suatu golongan dari kalangan Arab yang dapat menerima ajakan Muhammad dalam arti spiritual seperti yang dilakukan oleh penduduk Yathrib itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suwaid bin'sh-Shamit adalah seorang bangsawan terkemuka di Yathrib. Karena ketabahannya, pengetahuannya, kebangsawanan dan keturunannya, masyarakatnya sendiri menamakannya al-Ramil (yang sempurna). Pada waktu membicarakan ini Suwaid sedang berada di Mekah berziarah. Muhammad lalu menemuinya dan diajaknya ia mengenal Tuhan dan menganut Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangkali yang ada padamu itu sama dengan yang ada padaku," kata Suwaid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang ada padamu?" tanya Muhammad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kata-kata mutiara oleh Luqman." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Muhammad minta supaya hal itu dikemukakan. &lt;br /&gt;"Memang itu kata-kata yang baik," kata Muhammad setelah oleh Suwaid dikemukakan. "Tapi yang ada padaku lebih utama tentunya, yaitu Qur'an sebagai bimbingan dan cahaya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dibacakannya ayat-ayat Qur'an itu kepadanya disertai ajakan agar ia sudi menerima Islam. Gembira sekali Suwaid mendengar ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang baik sekali ini," katanya. Lalu ia pergi hendak memikirkan hal tersebut. Ada sementara orang yang berkata ketika ia dibunuh oleh Khazraj, bahwa ia mati sebagai Muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa Suwaid b. Shamit ini bukan contoh satu-satunya yang menunjukkan adanya pengaruh Yahudi dan Arab di Yathrib yang bertetangga itu, dari segi rohani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan Aus dan Khazraj yang begitu bermusuhan sebagai akibat provokasi pihak Yahudi seperti yang sudah kita ketahui, satu sama lain mencari sekutu di kalangan kabilah-kabilah Arab untuk memerangi lawannya. Dalam hal ini kedatangan Abu'l Haisar Ans b. Rafi' ke Mekah disertai pemuda-pemuda dari Banu Abd'l-Asyhal - termasuk Iyas b. Mu'adh - adalah dalam rangka mencari persekutuan dengan pihak Quraisy dan golongannya sendiri dari pihak Khazraj. Muhammad mengetahui hal ini. Ditemuinya mereka itu, dan diperkenalkannya Islam kepada mereka. Lalu dibacanya ayat-ayat Qur'an kepada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu, Iyas b.Mu'adh sebagai pemuda remaja mengatakan: "Kawan-kawan, ini adalah lebih baik daripada apa yang ada pada kita semua." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Bu'ath&lt;br /&gt;Mereka kemudian kembali pulang ke Yathrib. Tak ada yang masuk Islam di antara mereka itu, selain Iyas. Mereka semua sedang sibuk mencari sekutu sebagai suatu persiapan karena adanya insiden Bu'ath yang telah melibatkan Aus dan Khazraj ke dalam api perang saudara itu, tidak lama sesudah Abu'l Haisar dan rombongannya kembali dari Mekah. Akan tetapi kata-kata Muhammad 'alaihissalam telah meninggalkan bekas yang dalam ke dalam jiwa mereka setelah terjadinya insiden itu, yang lalu membuat Aus dan Khazraj menantikan Muhammad sebagai Nabi, sebagai Rasul, sebagai wakil dan pemuka mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, terjadinya insiden Bu'ath itu tidak lama sesudah Abu'l-Haisar kembali ke Yathrib. Pada waktu itulah pertempuran sengit antara Aus dan Khazraj terjadi, yang membawa akibat timbulnya permusuhan yang berakar dalam sekali. Setiap golongan lalu bertanya-tanya kalau-kalau mereka itu yang menang: akan tetapkah mereka dengan kawan-kawan mereka itu, ataukah akan dikikis habis. Abu Usaid Hudzair sebagai pemuka Aus, sangat dendam sekali kepada Khazraj. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala pertempuran sudah dimulai, pihak Aus mengalami suatu kekacauan. Mereka lari tunggang-langgang ke arah Najd, yang oleh pihak Khazraj lalu diejek. Hudzair yang mendengarkan ejekan itu menetakkan ujung lembingnya ke pahanya; lalu turun dengan mengatakan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh luar biasa! Tidak akan tinggal diam sebelum aku mati terbunuh. Wahai masyarakat Aus, kalau kamu mau menyerahkan aku, lakukanlah!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Aus sekarang mau bertempur lagi. Pengalaman pahit yang telah menimpa mereka menyebabkan mereka kini berjuang mati-matian. Khazraj dapat mereka hancurkan. Rumah-rumah dan kebun kurma Khazraj oleh Aus dibakar. Kemudian Sa'd b. Mu'adh al-Asyhadi bertindak melindungi Khazraj. Sementara itu Hudzair bermaksud akan mendatangi rumah demi rumah, membunuhi satu-satu mereka sampai tak ada yang hidup lagi, kalau tidak segera Abu Qais ibn'l-Aslat kemudian datang mencegahnya guna menjaga solidaritas kepercayaan mereka. "Bertetangga dengan mereka lebih baik daripada bertetangga dengan rubah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu orang-orang Yahudi dapat mengembalikan kedudukannya di Yathrib. Baik yang menang maupun yang kalah dari kalangan Aus dan Khazraj sama-sama berpendapat tentang akibat buruk yang telah mereka lakukan itu. Hal ini yang sekarang terpikir oleh mereka, dan mereka sudah mempertimbangkan pula akan mengangkat seorang raja atas mereka itu. Untuk itu mereka lalu memilih Abdullah b. Muhammad dari pihak Khazraj yang sudah kalah, mengingat kedudukan dan pandangannya yang baik. Akan tetapi karena perkembangan situasi yang begitu pesat, keinginan mereka itu tidak sampai terlaksana. Soalnya ialah karena ada beberapa orang dari Khazraj pergi ke Mekah pada musim ziarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat ini Muhammad menemui mereka dan menanyakan keadaan mereka, yang kemudian diketahuinya, bahwa mereka adalah kawan-kawan orang-orang Yahudi. Ketika itu orang-orang Yahudi di Yathrib mengatakan apabila mereka saling berselisih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang akan ada seorang nabi utusan Tuhan yang sudah dekat waktunya. Kami akan jadi pengikutnya dan kami dengan dia akan memerangi kamu seperti dalam perang 'Ad dan Iram." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Nabi bicara dengan mereka dan diajaknya mereka bertauhid kepada Allah, satu sama lain mereka saling berpandang-pandangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh inilah Nabi yang pernah dijanjikan orang-orang Yahudi kepada kita," kata mereka. "Jangan sampai mereka mendahului kita." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seruan Muhammad mereka sambut dengan baik dan menyatakan diri mereka masuk Islam. Lalu kata mereka: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami telah meninggalkan golongan kami - yakni Aus dan Khazraj - dan tidak ada lagi golongan yang saling bermusuhan dan saling mengancam. Mudah-mudahan Tuhan mempersatukan mereka dengan tuan. Bila mereka itu sudah dapat dipertemukan dengan tuan, maka tak adalah orang yang lebih mulia dari tuan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikrar2 'Aqaba yang Pertama&lt;br /&gt;Orang-orang itu lalu kembali ke Medinah. Dua orang diantara mereka itu dari Banu'n-Najjar, keluarga Abd'l-Muttalib dari pihak ibu - kakek Muhammad yang telah mengasuhnya sejak kecil. Kepada masyarakatnya itu mereka menyatakan sudah menganut Islam. Ternyata merekapun menyambut pula dengan senang hati agama ini, yang berarti akan membuat mereka menjadi golongan monotheis seperti orang-orang Yahudi. Bahkan membuat lebih baik dari mereka. Dengan demikian tiada suatu keluargapun, baik Aus atau Khazraj, yang tidak menyebut nama Muhammad 'alaihissalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba giliran tahun berikutnya, bulan-bulan sucipun datang lagi bersama datangnya musim ziarah ke Mekah, dan ke tempat itu datang pula duabelas orang penduduk Yathrib. Mereka ini bertemu dengan Nabi di 'Aqaba. Di tempat inilah mereka menyatakan ikrar atau berjanji kepada Nabi (yang kemudian dikenal dengan nama) Ikrar 'Aqaba pertama. Mereka berikrar kepadanya untuk tidak menyekutukan Tuhan, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak, tidak mengumpat dan memfitnah, baik di depannya atau di belakang. Jangan menolak berbuat kebaikan. Barangsiapa mematuhi semua itu ia mendapat pahala surga, dan kalau ada yang mengecoh, maka soalnya kembali kepada Tuhan. Tuhan berkuasa menyiksa, juga berkuasa mengampuni segala dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mush'ab b. 'Umair&lt;br /&gt;Dalam hal ini Muhammad menugaskan kepada Mush'ab bin 'Umair supaya membacakan Qur'an kepada mereka, mengajarkan Islam serta seluk-beluk hukum agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah adanya ikrar ini Islam makin tersebar di Yathrib. Mush'ab bertugas memberikan pelajaran agama di kalangan Muslimin Aus dan Khazraj. Gembira sekali ia melihat kaum Anshar itu makin teguh kepercayaannya kepada Allah dan kepada kebenaran. Menjelang bulan-bulan suci akan tiba, ia datang lagi ke Mekah dan kepada Muhammad diceritakannya keadaan Muslimin di Yathrib itu; tentang ketahanan dan kekuatan mereka, dan bahwa pada musim haji tahun ini mereka akan datang lagi ke Mekah dalam jumlah yang lebih besar dengan iman kepada Tuhan yang sudah lebih kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita-berita yang disampaikan oleh Mush'ab ini membuat Muhammad berpikir lebih lama lagi. Pengikut-pengikutnya di Yathrib kini makin sehari makin berkuasa dan bertambah kuat juga. Dari orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik mereka tidak mendapat gangguan seperti yang dialami oleh kawan-kawannya di Mekah karena gangguan Quraisy. Di samping itu Yathrib lebih makmur daripada Mekah - ada pertanian, ada kebun kurma, ada anggur. Bukankah lebih baik sekali apabila Muslimin Mekah itu hijrah saja ke tempat saudara-saudara mereka di sana, yang akan terasa lebih aman? Mereka akan bebas dari Quraisy yang selalu memfitnah agama mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Islam dari Yathrib&lt;br /&gt;Selama Muhammad berpikir-pikir itu teringat olehnya akan orang-orang dari Yathrib, mereka yang mula-mula masuk Islam itu, dan yang menceritakan adanya permusuhan antara golongan Aus dan Khazraj. Apabila dengan perantaraannya mereka itu sudah dapat dipersatukan Tuhan, maka tak ada orang yang lebih mulia dari Muhammad. Sekarang mereka sudah dipertemukan Allah bersama dia, bukankah lebih baik apabila dia juga hijrah? Ia tidak ingin membalas kejahatan Quraisy itu. Iapun sadar bahwa ia lebih lemah dari mereka. Kalaupun Keluarga Hasyim dan Keluarga Muttalib melindunginya dari penganiayaan, mereka tidak akan membelanya dalam melakukan penganiayaan. Dan mereka yang sudah menjadi pengikutnya juga takkan dapat melindungi diri dari penganiayaan Quraisy dan segala macam -kejahatannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikrar 'Aqaba yang Kedua&lt;br /&gt;Tahun ini - 622 M - jemaah haji dari Yathrib praktis jumlahnya banyak sekali, terdiri dari tujuhpuluh lima orang, tujuhpuluh tiga pria dan dua wanita. Mengetahui kedatangan mereka ini, terpikir oleh Muhammad akan mengadakan suatu ikrar lagi, tidak terbatas hanya pada seruan kepada Islam seperti selama ini, yang selama tigabelas tahun ini terus-menerus dilakukannya, dengan lemah-lembut, dengan segala kesabaran menang gung pelbagai macam pengorbanan dan kesakitan - melainkan kini lebih jauh lagi dari itu. Ikrar itu hendaknya menjadi suatu pakta persekutuan, yang dengan demikian kaum Muslimin dapat mempertahankan diri: pukulan dibalas dengan pukulan, serangan dengan serangan. Muhammad lalu mengadakan pertemuan rahasia dengan pemimpin-pemimpin mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ada kesediaan mereka, dijanjikannya pertemuan itu akan diadakan di 'Aqaba pada tengah malam pada hari-hari Tasyriq3. Peristiwa ini oleh Muslimin Yathrib tetap dirahasiakan dari kaum musyrik yang datang bersama-sama mereka. Menunggu sampai lewat sepertiga malam dari janji mereka dengan Nabi, mereka keluar meninggalkan kemah, pergi mengendap-endap seperti burung ayam-ayam, sembunyi-sembunyi jangan sampai rahasia itu terbongkar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai mereka di gunung 'Aqaba, mereka semua memanjati lereng-lereng gunung tersebut, demikian juga kedua wanita itu. Mereka tinggal di tempat ini menunggu kedatangan Rasul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Muhammad pun datang, bersama pamannya 'Abbas b. Abd'l-Muttalib - yang pada waktu itu masih menganut kepercayaan golongannya sendiri. Akan tetapi sejak sebelum itu ia sudah mengetahui dari kemenakannya ini akan adanya suatu pakta persekutuan; dan adakalanya hal ini dapat mengakibatkan perang. Disebutkan juga, bahwa dia sudah mengadakan perjanjian dengan Keluarga Muttalib dan Keluarga Hasyim untuk melindungi Muhammad. Maka dimintanya ketegasan kemanakannya itu dan ketegasan golongannya sendiri, supaya jangan kelak timbul bencana yang akan menimpa Keluarga Hasyim dan Keluarga Muttalib, dan dengan demikian berarti orang-orang Yathrib itu akan kehilangan pembela. Atas dasar itulah, maka 'Abbas yang pertama kali bicara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saudara-saudara dari Khazraj!" kata 'Abbas. "Posisi Muhammad di tengah-tengah kami sudah sama-sama tuan-tuan ketahui. Kami dan mereka yang sepaham dengan kami telah melindunginya dari gangguan masyarakat kami sendiri. Dia adalah orang yang terhormat di kalangan masyarakatnya dan mempunyai kekuatan di negerinya sendiri. Tetapi dia ingin bergabung dengan tuan-tuan juga. Jadi kalau memang tuan-tuan merasa dapat menepati janji seperti yang tuan-tuan berikan kepadanya itu dan dapat melindunginya dari mereka yang menentangnya, maka silakanlah tuan-tuan laksanakan. Akan tetapi, kalau tuan-tuan akan menyerahkan dia dan membiarkannya terlantar sesudah berada di tempat tuan-tuan, maka dari sekarang lebih baik tinggalkan sajalah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar keterangan 'Abbas pihak Yathrib menjawab: "Sudah kami dengar apa yang tuan katakan. Sekarang silakan Rasulullah bicara. Kemukakanlah apa yang tuan senangi dan disenangi Tuhan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membacakan ayat-ayat Qur'an dan memberi semangat Islam, Muhammad menjawab: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya minta ikrar tuan-tuan akan membela saya seperti membela isteri-isteri dan anak-anak tuan-tuan sendiri." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu Al-Bara' b. Ma'rur hadir. Dia seorang pemimpin masyarakat dan yang tertua di antara mereka. Sejak ikrar 'Aqaba pertama ia sudah Islam, dan menjalankan semua kewajiban agama, kecuali dalam sembahyang ia berkiblat ke Ka'bah, sedang Muhammad dan seluruh kaum Muslimin waktu itu masih berkiblat ke al-Masjid'l-Aqsha. Oleh karena ia berselisih pendapat dengan masyarakatnya sendiri, begitu mereka sampai di Mekah segera mereka minta pertimbangan Nabi. Muhammad melarang Al-Bara' berkiblat ke Ka'bah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tadi Muhammad minta kepada Muslimin Yathrib supaya membelanya seperti mereka membela isteri dan anak-anak mereka sendiri, Al-Bara' segera mengulurkan tangan menyatakan ikrarnya seraya berkata: "Rasulullah, kami sudah berikrar. Kami adalah orang peperangan dan ahli bertempur yang sudah kami warisi dari leluhur kami." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sebelum Al-Bara' selesai bicara, Abu'l-Haitham ibn't-Tayyihan datang menyela: &lt;br /&gt;"Rasulullah, kami dengan orang-orang itu - yakni orang-orang Yahudi - terikat oleh perjanjian, yang sudah akan kami putuskan. Tetapi apa jadinya kalau kami lakukan ini lalu kelak Tuhan memberikan kemenangan kepada tuan, tuan akan kembali kepada masyarakat tuan dan meninggalkan kami?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad tersenyum, dan katanya: "Tidak, saya sehidup semati dengan tuan-tuan. Tuan-tuan adalah saya dan saya adalah tuan-tuan. Saya akan memerangi siapa saja yang tuan-tuan perangi, dan saya akan berdamai dengan siapa saja yang tuan-tuan ajak berdamai."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala mereka siap akan mengadakan ikrar itu, 'Abbas b. 'Ubada datang menyela dengan mengatakan: "Saudara-saudara dari Khazraj. Untuk apakah kalian memberikan ikrar kepada orang ini? Kamu menyatakan ikrar dengan dia tidak melakukan perang terhadap yang hitam dan yang merah4 melawan orang-orang itu5. Kalau tuan-tuan merasa, bahwa jika harta benda tuan-tuan habis binasa dan pemuka-pemuka tuan-tuan mati terbunuh, tuan-tuan akan menyerahkan dia (kepada musuh), maka (lebih baik) dari sekarang tinggalkan saja dia. Kalaupun itu juga yang tuan-tuan lakukan, ini adalah suatu perbuatan hina dunia akhirat. Sebaliknya, bila tuan-tuan memang dapat menepati janji seperti yang tuan-tuan berikan kepadanya itu, sekalipun harta-benda tuan-tuan akan habis dan bangsawan-bangsawan akan mati terbunuh, maka silakan saja tuan-tuan terima dia. Itulah suatu perbuatan yang baik, dunia akhirat." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang ramai itu menjawab: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akan kami terima, sekalipun harta-benda kami habis, bangsawan-bangsawan kami terbunuh. Tetapi, Rasulullah, kalau dapat kami tepati semua ini, apa yang akan kami peroleh?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Surga," jawab Muhammad dengan tenang dan pasti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lalu mengulurkan tangan dan dia juga membentangkan tangannya. Ketika itu mereka menyatakan ikrar kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai ikrar itu, Nabi berkata kepada mereka: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pilihkan dua belas orang pemimpin dari kalangan tuan-tuan yang akan menjadi penanggung-jawab masyarakatnya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lalu memilih sembilan orang dari Khazraj dan tiga orang dari Aus. Kemudian kepada pemimpin-pemimpin itu Nabi berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuan-tuan adalah penanggung-jawab masyarakat tuan-tuan seperti pertanggung-jawaban pengikut-pengikut Isa bin Mariam. Terhadap masyarakat saya, sayalah yang bertanggungjawab." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ikrar kedua ini mereka berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami berikrar mendengar dan setia di waktu suka dan duka, di waktu bahagia dan sengsara, kami hanya akan berkata yang benar di mana saja kami berada, dan kami tidak takut kritik siapapun atas jalan Allah ini." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini selesai pada tengah malam di celah gunung 'Aqaba, jauh dari masyarakat ramai, atas dasar kepercayaan, bahwa hanya Allah Yang mengetahui keadaan mereka. Akan tetapi, begitu peristiwa itu selesai, tiba-tiba mereka mendengar ada suara berteriak yang ditujukan kepada Quraisy: "Muhammad dan orang-orang yang pindah kepercayaan itu sudah berkumpul akan memerangi kamu!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara itu datangnya dari seseorang yang keluar untuk urusannya sendiri. Mengetahui keadaan mereka itu sedikit dengan melalui pendengarannya yang selintas, ia lalu bermaksud hendak mengacaukan rencana itu dan mau menanamkan kegelisahan dalam hati mereka, bahwa rencana mereka malam itu diketahui. Akan tetapi pihak Khazraj dan Aus tetap pada janji mereka. Bahkan 'Abbas b. 'Ubada - setelah mendengar suara si mata-mata itu - berkata kepada Muhammad: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah Yang telah mengutus tuan atas dasar kebenaran, kalau sekiranya tuan sudi, penduduk Mina itu besok akan kami habiskan dengan pedang kami." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu Muhammad menjawab: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tidak diperintahkan untuk itu. Kembalilah ke kemah tuan-tuan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekapun kembali ke tempat mereka bermalam, lalu tidur. Keesokan harinya pagi-pagi baru mereka bangun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beritanya di Kalangan Quraisy&lt;br /&gt;Akan tetapi pagi itu juga Quraisy sudah mengetahui berita adanya ikrar itu. Mereka terkejut sekali. Pagi itu pemuka-pemuka Quraisy mendatangi Khazraj di tempatnya masing-masing. Mereka menyesalkan Khazraj dan mengatakan, bahwa mereka tidak ingin berperang dengan Khazraj. Tetapi kenapa mau bersekutu dengan Muhammad memerangi mereka. Ketika itu juga orang-orang musyrik dari kalangan Khazraj bersumpah-sumpah bahwa hal semacam itu tidak ada sama sekali. Sedang Muslimin malah diam saja setelah dilihatnya Quraisy lagaknya akan mempercayai keterangan orang-orang yang seagama dengan mereka itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Quraisy kembali tanpa dapat mengiakan atau meniadakan berita tersebut. Tetapi mereka terus menyelidiki, kalau-kalau dapat mengungkapkan keadaan yang sebenarnya. Sementara itu orang-orang Yathrib sudah mengangkat perbekalan mereka dan kembali menuju negeri mereka sebelum pihak Quraisy mengetahui benar apa yang mereka lakukan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kemudian Quraisy mengetahui, bahwa berita itu memang benar, mereka berangkat mencari orang-orang Yathrib itu. Tetapi sudah tak ada lagi yang akan dapat mereka jumpai selain Sa'd b. 'Ubada, yang lalu diambil dan dibawanya ke Mekah. Ia disiksa. Tetapi kemudian Jubair b. Mut'im b. 'Adi dan al-Harith b. Umayya datang menolongnya. Dulu orang ini pernah menolong mereka ketika mereka dalam perjalanan perdagangan ke Syam lewat Yathrib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu kekuatiran Quraisy kiranya tidak berlebih-lebihan, begitu juga dalam mengejar jejak mereka yang telah ikrar kepada Muhammad akan memerangi mereka itu. Mereka telah mengenalnya selama tigabelas tahun terus-menerus, sejak permulaan kenabiannya. Mereka sudah berusaha mati-matian melancarkan perang pasif itu kepadanya, dan masing-masing sudah pula menghadapinya. Mereka mengetahui itu adalah karena keyakinannya kepada Tuhan, karena teguhnya ia berpegang pada ajaran yang benar. Ia sudah tak dapat dilunakkan dan tak dapat pula dibujuk. Ia tak pernah gentar menghadapi gangguan, menghadapi siksaan, menghadapi pembunuhan. Sesudah ia dan pengikut-pengikutnya disakiti dengan pelbagai macam gangguan, sesudah ia dikepung di celah-celah bukit, seluruh penduduk Mekah diteror dengan bermacam-macam ketakutan supaya jangan jadi pengikutnya, terbayang oleh Quraisy bahwa mereka sudah hampir mengalahkannya, kegiatannya hanya akan terbatas dalam lingkaran sempit pengikut-pengikutnya yang masih berpegang pada agama itu saja. Dia dan sahabat-sahabatnya tidak lama lagi sudah akan jemu dalam pengasingan, dan akan kembali tunduk menyerah di bawah kekuasaan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sekarang, dengan adanya perjanjian persekutuan baru ini, pintu harapan akan menang jadi terbuka didepan Muhammad dan pengikut-pengikutnya. Setidak-tidaknya harapan kebebasan menyebarkan agama, serta menyerang berhala-berhala dan penyembah-penyembahnya. Siapa tahu apa yang akan terjadi kelak terhadap masyarakat seluruh jazirah Arab itu, bila sudah mendapat bantuan Yathrib berikut Aus dan Khazrajnya, dan sesudah mendapat perlindungan dari serangan musuh, disertai adanya kebebasan melakukan upacara agama serta mengajak pihak lain turut bergabung. Kalau Quraisy tidak dapat mengikis gerakan ini di tanah tumpah darahnya sendiri maka kekuatiran mereka pada hari kemudiannya tetap selalu membayang, dan kemenangan Muhammad terhadap mereka masih tetap menggelisahkan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu sungguh-sungguh mereka memikirkan apa yang harus mereka lakukan guna menggagalkan usaha Muhammad itu, serta menghancurkan gerakan barunya. Demikian juga dia sendiri tidak kurang dari Quraisy dalam memikirkan hal ini. Pintu yang telah dibukakan Tuhan di hadapannya itu ialah pintu kehormatan bagi agama Allah, pintu yang akan memberi tempat pada arti kebenaran. Perjuangan yang sekarang berkecamuk antara dia dengan pihak Quraisy, adalah suatu peristiwa yang paling hebat terjadi sejak masa kerasulannya, yakni suatu perjuangan hidup atau mati bagi kedua belah pihak. Sudah tentu, kemenangan itu ada pada pihak yang benar. Keputusannya sudah bulat. Bolehlah ia minta pertolongan Tuhan. Biarlah, segala tipu-daya yang sudah dilakukan Quraisy itu akan bersifat lebih menghina mereka sendiri melebihi yang sudah-sudah. Ia akan terus maju, tapi dengan sikap bijaksana, tenang dan hati-hati. Masalahnya adalah masalah kecekatan politik dan kecerdikan seorang pemimpin yang saksama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Mengijinkan Muslimin Mekah Hijrah ke Yathrib&lt;br /&gt;Dimintanya sahabat-sahabatnya supaya menyusul kaum Anshar ke Yathrib. Hanya saja dalam meninggalkan Mekah hendaknya mereka terpencar-pencar, supaya jangan sampai menimbulkan kepanikan pihak Quraisy terhadap mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah kaum Muslimin melakukan hijrah secara sendiri-sendiri atau kelompok-kelompok kecil. Akan tetapi hal itu rupanya sudah diketahui oleh pihak Quraisy. Mereka segera bertindak, berusaha mengembalikan yang masih dapat dikembalikan itu ke Mekah untuk kemudian dibujuk supaya kembali kepada kepercayaan mereka, kalau tidak akan disiksa dan dianiaya. Sampai-sampai tindakan itu ialah dengan cara memisahkan suami dari isteri; kalau si isteri dari pihak Quraisy ia tidak dibolehkan pergi ikut suami. Yang tidak menurut, isterinya yang masih dapat mereka kurung, dikurung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi mereka takkan dapat berbuat lebih dari itu. Mereka kuatir akan pecah perang saudara antar-kabilah jika mereka mencoba membunuh salah seorang dari kabilah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berturut-turut kaum Muslimin hijrah ke Yathrib, sedang Muhammad tetap berada di posnya. Tak ada orang yang mengetahui, dia akan tetap tinggal di tempatnya itu atau sudah mengambil keputusan akan hijrah juga. Dahulu juga mereka tidak mengetahui, ketika sahabat-sahabatnya diijinkan hijrah ke Abisinia, sedang dia sendiri tetap di Mekah menyerukan anggota-anggota keluarganya yang lain ke dalam Islam. Bahkan Abu Bakrpun, ketika minta ijin akan turut hijrah ke Yathrib, ia hanya berkata: "Jangan tergesa-gesa; kalau-kalau Tuhan menyertakan seorang kawan." Dan tidak lebih dari itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguhpun begitu pihak Quraisy sendiri sudah seribu kali memperhitungkan hijrah Nabi ke Yahtrib itu. Jumlah kaum Muslimin di sana sudah begitu banyak sehingga hampir-hampir mereka itu menjadi pihak yang menentukan. Sekarang datang pula mereka yang hijrah dari Mekah menggabungkan diri, sehingga mereka jadi bertambah kuat juga adanya. Dalam pada itu, apabila Muhammad - orang yang sudah mereka kenal berpendirian teguh dengan pendapatnya yang tepat dan berpandangan jauh - sampai menyusul ke Yathrib, mereka kuatir penduduk Yathrib itu kelak akan menyerbu Mekah, atau akan menutup jalur perjalanan perdagangan mereka ke Syam atau akan membuat mereka mati kelaparan seperti yang pernah mereka lakukan dulu terhadap Muhammad dan sahabat-sahabatnya tatkala mereka membuat piagam pemboikotan dan memaksa mereka tinggal di celah-celah gunung selama tigapuluh bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komplotan Quraisy Mau Membunuh Muhammad&lt;br /&gt;Apabila Muhammad masih tinggal di Mekah dan berusaha akan meninggalkan tempat itu, maka mereka masih merasa terancam oleh adanya tindakan pihak Yathrib dalam membela Nabi dan Rasul. Jadi tak ada jalan keluar bagi mereka selain dengan membunuhya. Dengan begitu mereka lepas dari malapetaka yang terus-menerus itu. Tetapi kalau juga mereka membunuhnya, tentu Keluarga Hasyim dan Keluarga Muttalib akan menuntut balas. Maka pecahlah perang saudara di Mekah, dan suatu bencana yang sangat mereka takuti juga akan datang dari pihak Yathrib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mereka mengadakan pertemuan di Dar'n-Nadwa membahas semua persoalan itu serta cara-cara pencegahannya. Salah seorang dari mereka mengusulkan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masukkan dia dalam kurungan besi dan tutup pintunya rapat-rapat kemudian awasi biar dia mengalami nasib seperti penyair-penyair semacamnya sebelum dia; seperti Zuhair dan Nabigha." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pendapat ini tidak mendapat suara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita keluarkan dia dari lingkungan kita, kita buang dari negeri kita. Sesudah itu tidak perlu kita pedulikan lagi urusannya," demikian terdengar suara yang lain. Tetapi mereka kuatir ia akan terus menyusul ke Medinah dan apa yang mereka takuti justru akan menimpa mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka memutuskan, dari setiap kabilah akan diambil seorang pemuda yang tegap, dan setiap pemuda itu akan dipersenjatai dengan sebilah pedang yang tajam, yang secara bersama-sama sekaligus mereka akan menghantamnya, dan darahnya dapat dipencarkan antar-kabilah. Dengan demikian Banu 'Abd Manaf takkan dapat memerangi mereka semua. Mereka akan menebus darah itu kemudian dengan harta. Maka terlepaslah Quraisy dan orang yang membuat porak-poranda dan mencerai-beraikan kabilah-kabilah mereka itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyetujui pendapat ini dan merasa cukup puas. Mereka mengadakan seleksi di kalangan pemuda-pemuda mereka. Mereka menganggap bahwa soal Muhammad akan sudah selesai. Beberapa hari lagi ia akan terkubur habis ke dalam tanah, bersama ajarannya, dan mereka yang sudah hijrah ke Yathrib akan kembali ke tengah-tengah masyarakat, akan kembali kepada kepercayaan dan kepada dewa-dewa mereka. Quraisy dan negeri Arab yang sudah dipecah-belah, kedudukannya yang sudah mulai lemah, dengan demikian akan kembali bersatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki:  [1] Hilf (amak ahlaf) pernyataan sumpah setia-kawan atau bersahabat baik antar kabilah bersangkutan yang biasa berlaku dalam tradisi masyarakat Arab pada masa itu. Halif (jamak hulafa'), yakni pihak yang mengadakan persahabatan, kawan-kawan sepersekutuan (A). &lt;br /&gt;[2] Bai'at'l-'Aqaba, secara harfiah berarti pernyataan dan sumpah setia yang diadakan di bukit 'Aqaba (A). &lt;br /&gt;[3] Hari-hari Tasyriq ialah tiga hari berturut-turut setelah hari Raya Kurban (lebaran Haji) (A). [4] Yakni berperang habis-habisan melawan semua orang (A). [5] Yakni Quraisy (A&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-4080098493028002124?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/4080098493028002124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/bab-ix-ikrar-aqaba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/4080098493028002124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/4080098493028002124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/bab-ix-ikrar-aqaba.html' title='BAB IX - IKRAR &apos;AQABA'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-6555938678969800463</id><published>2010-05-08T00:12:00.000-07:00</published><updated>2010-05-08T00:14:29.061-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah hidup Rasullulah'/><title type='text'>BAB VIII - DARI PELANGGARAN PIAGAM SAMPAI KEPADA ISRA'</title><content type='html'>Muslimin Lari Dari Mekah Ke Celah-celah Gunung&lt;br /&gt;SELAMA tiga tahun berturut-turut piagam yang dibuat pihak Quraisy untuk memboikot Muhammad dan mengepung Muslimin itu tetap berlaku. Dalam pada itu Muhammad dan keluarga serta sahabat-sahabatnya sudah mengungsi ke celah-celah gunung di luar kota Mekah, dengan mengalami pelbagai macam penderitaan, sehingga untuk mendapatkan bahan makanan sekadar menahan rasa laparpun tidak ada. Baik kepada Muhammad atau kaum Muslimin tidak diberikan kesempatan bergaul dan bercakap-cakap dengan orang, kecuali dalam bulan-bulan suci. Pada waktu itu orang-orang Arab berdatangan ke Mekah berziarah, segala permusuhan dihentikan - tak ada pembunuhan, tak ada penganiayaan, tak ada permusuhan, tak ada balas dendam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan-bulan itu Muhammad turun, mengajak orang-orang Arab itu kepada agama Allah, diberitahukannya kepada mereka arti pahala dan arti siksa. Segala penderitaan yang dialami Muhammad demi dakwah itu justru telah menjadi penolongnya dari kalangan orang banyak. Mereka yang telah mendengar tentang itu lebih bersimpati kepadanya, lebih suka mereka menerima ajakannya. Blokade yang dilakukan Quraisy kepadanya, kesabaran dan ketabahan hatinya memikul semua itu demi risalahnya, telah dapat memikat hati orang banyak, hati yang tidak begitu membatu, tidak begitu kaku seperti hati Abu Jahl, Abu Lahab dan yang sebangsanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, penderitaan yang begitu lama, begitu banyak dialami kaum Muslimin karena kekerasan pihak Quraisy - padahal mereka masih sekeluarga: saudara, ipar, sepupu - banyak diantara mereka itu yang merasakan betapa beratnya kekerasan dan kekejaman yang mereka lakukan itu. Dan sekiranya tidak ada dari penduduk yang merasa simpati kepada kaum Muslimin, membawakan makanan ke celah-celah gunung1 tempat mereka mengungsi itu, niscaya mereka akan mati kelaparan. Dalam hal ini Hisyam ibn 'Amr termasuk salah seorang dari kalangan Quraisy yang paling simpati kepada Muslimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah malam ia datang membawa unta yang sudah dimuati makanan atau gandum. Bilamana ia sudah sampai di depan celah gunung itu, dilepaskannya tali untanya lalu dipacunya supaya terus masuk ke tempat mereka dalam celah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zuhair Dan Kawan-kawannya Membatalkan Piagam&lt;br /&gt;Merasa kesal melihat Muhammad dan sahabat-sahabatnya dianiaya demikian rupa, ia pergi menemui Zuhair b. Abi Umayya (Banu Makhzum). Ibu Zuhair ini adalah Atika bint Abd'l-Muttalib (Banu Hasyim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Zuhair," kata Hisyam "Kau sudi menikmati makanan, pakaian dan wanita-wanita, padahal, seperti kau ketahui, keluarga ibumu demikian rupa tidak boleh berhubungan dengan orang, berjual-beli, tidak boleh saling mengawinkan? Aku bersumpah, bahwa kalau mereka itu keluargaku dari pihak ibu, keluarga Abu'l-Hakam ibn Hisyam, lalu aku diajak seperti mengajak kau, tentu akan kutolak." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya kemudian sepakat akan sama-sama membatalkan piagam itu. Tapi meskipun begitu harus mendapat dukungan juga dari yang lain, dan secara rahasia mereka harus diyakinkan. Pendirian kedua orang itu kemudian disetujui oleh Mut'im b. 'Adi (Naufal), Abu'l-Bakhtari b. Hisyam dan Zamia bin'l-Aswad (keduanya dari Asad). Kelima mereka lalu sepakat akan mengatasi persoalan piagam itu dan akan membatalkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tujuh kali mengelilingi Ka'bah keesokannya pagi-pagi Zuhair b. Umayya berseru kepada orang banyak: "Hai penduduk Mekah! Kamu sekalian enak-enak makan dan berpakaian padahal Banu Hasyim binasa tidak dapat mengadakan hubungan dagang! Demi Allah saya tidak akan duduk sebelum piagam yang kejam ini dirobek!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Abu Jahl, begitu mendengar ucapan itu, iapun berteriak: "Bohong! Tidak akan kita robek!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu juga terdengar suara-suara Zam'a, Abu'l-Bakhtari, Mut'im dan 'Amr ibn Hisyam mendustakan Abu Jahl dan mendukung Zuhair. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Jahl segera menyadari bahwa peristiwa ini akan terselesaikan juga malam itu dan orangpun sudah menyetujui. Kalau dia menentang mereka juga, tentu akan timbul bencana. Merasa kuatir, lalu cepat-cepat ia pergi. Waktu itu, ketika Mut'im bersiap akan merobek piagam tersebut, dilihatnya sudah mulai dimakan rayap, kecuali pada bagian pembukaannya yang berbunyi: "Atas namaMu ya Allah..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian terdapat kesempatan pada Muhammad dan sahabat-sahabat pergi meninggalkan celah bukit yang curam itu dan kembali ke Mekah. Kesempatan berjual-beli dengan Quraisy juga terbuka, sekalipun hubungan antara keduanya seperti dulu juga, masing-masing siap-siaga bila permusuhan itu kelak sewaktu-waktu memuncak lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa penulis biografi dalam hal ini berpendapat, bahwa diantara mereka yang bertindak menghapuskan piagam itu terdapat orang-orang yang masih menyembah berhala. Untuk menghindarkan timbulnya bencana, mereka mendatangi Muhammad dengan permintaan supaya ia mau saling mengulurkan tangan dengan Quraisy dengan misalnya memberi hormat kepada dewa-dewa mereka sekalipun cukup hanya dengan jari-jarinya saja dikelilingkan. Agak cenderung juga hatinya atas usul itu, sebagai pengharapan atas kebaikan hati mereka. Dalam hatinya seolah ia berkata: "Tidak apa kalau saya lakukan itu. Allah mengetahui bahwa saya tetap taat." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau karena mereka yang telah menghapuskan piagam dan beberapa orang lagi itu, pada suatu malam mengadakan pertemuan dengan Muhammad sampai pagi. Dalam perbicaraan itu mereka sangat menghormatinya, menempatkannya sebagai yang dipertuan atas mereka, mengajaknya kompromi, seraya kata mereka: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuan adalah pemimpin kami ..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara mereka masih mengajaknya bicara itu, sampai-sampai hampir saja ia mengalah atas beberapa hal menurut kehendak mereka. Ini adalah dua sumber hadis, yang pertama sebagian diceritakan oleh Sa'id b. Jubair, sedang yang kedua oleh Qatada. Kata mereka kemudian Allah melindungi Muhammad dari kesalahan, dengan firmanNya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan hampir-hampir saja mereka itu menggoda kau tentang yang sudah Kami wahyukan kepadamu, supaya engkau mau atas nama Kami memalsukan dengan yang lain. Ketika itulah mereka mengambil engkau menjadi kawan mereka. Dan kalaupun tidak Kami tabahkan hatimu, niscaya engkau hampir cenderung juga kepada mereka barang sedikit. Dalam hal ini, akan Kami timpakan kepadamu hukuman berlipat ganda, dalam hidup dan mati. Selanjutnya engkau tiada mempunyai penolong menghadapi Kami." (Qur'an, 17: 73-75) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat ini turun - menurut dugaan mereka yang membawa cerita gharaniq - sehubungan dengan cerita bohong itu seperti yang sudah kita lihat. Sedang kedua ahli hadis ini menghubungkannya pada cerita pembatalan piagam. Sebaliknya menurut hadis 'Ata, lewat Ibn 'Abbas, ayat-ayat ini turun sehubungan dengan delegasi Thaqif, yang datang meminta kepada Muhammad supaya lembah mereka dianggap suci seperti pohon, burung dan binatang di Mekah. Dalam hal ini Nabi a.s. masih maju-mundur sebelum ayat-ayat tersebut turun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun juga yang sebenarnya terjadi, terhadap peristiwa yang menyebabkan turunnya ayat-ayat itu sumber-sumber tersebut tidak berbeda, yaitu melukiskan salah satu segi kebesaran jiwa Muhammad, di samping kejujuran dan keikhlasannya dengan suatu lukisan yang sungguh kuat sekali. Segi ini yang juga dilukiskan oleh ayat-ayat yang sudah kita kutipkan dari Surah "Abasa" (80) dan pula seluruh sejarah kehidupan Muhammad membuktikannya pula. Secara terus-terang dikatakan, bahwa dia adalah manusia biasa seperti yang lain, tapi yang telah mendapat wahyu Tuhan guna memberikan bimbingan, dan bahwa dia, sebagai manusia biasa, tidak luput dari kesalahan kalau tidak karena mendapat perlindungan Tuhan. Ia telah bersalah ketika bermuka masam dan berpaling dari Ibn Umm Maktum, dan hampir pula salah sehubungan dengan turunnya Surah "Isra" (17), juga hampir pula ia tergoda tentang apa yang telah diwahyukan kepadanya untuk dipalsukan dengan yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila wahyu turun kepadanya memberi peringatan atas perbuatannya terhadap orang buta itu, dan terhadap godaan Quraisy yang hampir menjerumuskannya, maka kejujurannya dalam menyampaikan wahyu itu kepada orang sama pula seperti ketika menyampaikan amanat Tuhan itu. Tak ada sesuatu yang akan menghalanginya ia menyatakan apa yang sebenarnya tentang dirinya itu. Tak ada sikap sombong dan congkak, tidak ada rasa tinggi hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kebenaranlah, dan hanya kebenaran semata yang ada dalam risalahnya itu. Apabila dalam menanggung siksaan orang lain demi idea yang diyakininya, orang yang berjiwa besar masih sanggup memikulnya, maka pengakuan orang besar itu bahwa ia hampir-hampir tergoda, tidaklah menjadi kebiasaan, sekalipun oleh orang-orang besar sendiri. Hal-hal semacam itu biasanya oleh mereka disembunyikan dan yang diperhitungkan hanya harga dirinya, meskipun dengan susah payah. Inilah kebesaran yang tak ada taranya, lebih besar dari orang besar. Itulah sebenarnya kebesaran jiwa yang dapat memperlihatkan kebenaran secara keseluruhan. Itulah yang juga lebih luhur dari segala kebesaran, dan lebih besar dari segala yang besar, yakni sifat kenabian yang menyertai Rasul itu dengan segala keikhlasan dan kejujurannya meneruskan Risalah Kebenaran Tertinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah piagam disobek, Muhammad dan pengikut-pengikutnyapun keluar dari lembah bukit-bukit itu. Seruannya dikumandangkan lagi kepada penduduk Mekah dan kepada kabilah-kabilah yang pada bulan-bulan suci itu datang berziarah ke Mekah. Meskipun ajakan Muhammad sudah tersiar kepada seluruh kabilah Arab di samping banyaknya mereka yang sudah menjadi pengikutnya, tapi sahabat-sahabat itu tidak selamat dari siksaan Quraisy, juga dia tidak dapat mencegahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Talib dan Khadijah Wafat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian sesudah penghapusan piagam itu, secara tiba-tiba sekali dalam satu tahun saja Muhammad mengalami dukacita yang sangat menekan perasaan, yakni kematian Abu Talib dan Khadijah secara berturut-turut. Waktu itu Abu Talib sudah berusia delapanpuluh tahun lebih. Setelah Quraisy mengetahui ia dalam keadaan sakit yang akan merupakan akhir hayatnya, mereka merasa kuatir apa yang akan terjadi nanti antara mereka dengan Muhammad dan sahabat-sahabatnya. Apalagi sesudah ada Hamzah dan Umar yang terkenal garang dan keras. Karena itu pemuka-pemuka Quraisy segera mendatangi Abu Talib, untuk kemudian mengatakan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abu Talib, seperti kau ketahui, kau adalah dari keluarga kami juga. Keadaan sekarang seperti kau ketahui sendiri, sangat mencemaskan kami. Engkau juga sudah mengetahui keadaan kami dengan kemenakanmu itu. Panggillah dia. Kami akan saling memberi dan saling menerima. Dia angkat tangan dari kami, kamipun akan demikian. Biarlah kami dengan agama kami dan dia dengan agamanya sendiri pula." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad datang tatkala mereka masih berada di tempat pamannya itu. Setelah diketahuinya maksud kedatangan mereka, iapun berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sepatah kata saja saya minta, yang akan membuat mereka merajai semua orang Arab dan bukan Arab." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, demi bapamu," jawab Abu Jahl. "Sepuluh kata sekalipun silakan!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Muhammad: "Katakan, tak ada tuhan selain Allah, dan tinggalkan segala penyembahan yang selain Allah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Muhammad, maksudmu supaya tuhan-tuhan itu dijadikan satu Tuhan saja?" kata mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka berkata satu sama lain: "Orang ini tidak akan memberikan apa-apa seperti yang kamu kehendaki. Pergilah kalian!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abu Talib meninggal hubungan Muhammad dengan pihak Quraisy lebih buruk lagi dari yang sudah-sudah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesudah Abu Talib, disusul pula dengan kematian Khadijah, Khadijah yang menjadi sandaran Muhammad, Khadijah yang telah mencurahkan segala rasa cinta dan kesetiaannya, dengan perasaan yang lemah-lembut, dengan hati yang bersih, dengan kekuatan iman yang ada padanya. Khadijah, yang dulu menghiburnya bila ia mendapat kesedihan, mendapat tekanan dan yang menghilangkan rasa takut dalam hatinya. Ia adalah bidadari yang penuh kasih sayang. Pada kedua mata dan bibirnya Muhammad melihat arti yang penuh percaya kepadanya, sehingga ia sendiripun tambah percaya kepada dirinya. Abu Talibpun meninggal, orang yang menjadi pelindung dan perisai terhadap segala tindakan musuh. Pengaruh apakah yang begitu sedih, begitu pedih menusuk jiwa Muhammad 'alaihissalam?! Yang pasti, dua peristiwa itu akan meninggalkan luka parah dalam jiwa orang - yang bagaimanapun kuatnya - akan menusukkan racun putus asa kedalam hatinya. Ia akan dikuasai perasaan sedih dan duka, akan dirundung kepiluan dan akan membuatnya jadi lemah, tak dapat berpikir lain di luar dua peristiwa yang sangat mengharukan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan Quraisy Kepada Muhammad&lt;br /&gt;Sesudah kehilangan dua orang yang selalu membelanya itu Muhammad melihat Quraisy makin keras mengganggunya. Yang paling ringan diantaranya ialah ketika seorang pandir Quraisy mencegatnya di tengah jalan lalu menyiramkan tanah ke atas kepalanya. Tahukah orang apa yang dilakukan Muhammad? Ia pulang ke rumah dengan tanah yang masih di atas kepala. Fatimah puterinya lalu datang mencucikan tanah yang di kepala itu. Ia membersihkannya sambil menangis. Tak ada yang lebih pilu rasanya dalam hati seorang ayah dari pada mendengar tangis anaknya, lebih-lebih anak perempuan. Setitik air mata kesedihan yang mengalir dari kelopak mata seorang puteri adalah sepercik api yang membakar jantung, membuatnya kaku karena pilu, dan karena pilunya ia akan menangis kesakitan. Juga secercah duka yang menyelinap ke dalam hati adalah rintihan jiwa yang sungguh keras, terasa mencekik leher dan hampir pula menggenangi mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Muhammad adalah seorang ayah yang sungguh bijaksana dan penuh kasih kepada puteri-puterinya. Apakah yang kita lihat ia lakukan terhadap tangisan anak perempuan yang baru saja kehilangan ibunya itu? Yang menangis hanya karena malapetaka yang menimpa ayahnya? Tidak lebih dan semua itu ia hanya menghadapkan hatinya kepada Allah dengan penuh iman akan segala pertolonganNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan menangis anakku," katanya kepada puterinya yang sedang berlinang air mata itu. "Tuhan akan melindungi ayahmu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian diulangnya: "Sebelum wafat Abu Talib orang-orang Quraisy itu tidak seberapa mengganggu saya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah peristiwa itu gangguan Quraisy kepada Muhammad makin menjadi-jadi. Ia merasa tertekan sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepergian Muhammad ke Ta'if dan Penolakan Thaqif&lt;br /&gt;Terasing seorang diri, ia pergi ke Ta'if2, dengan tiada orang yang mengetahuinya. Ia pergi ingin mendapatkan dukungan dan suaka dari Thaqif terhadap masyarakatnya sendiri, dengan harapan merekapun akan dapat menerima Islam. Tetapi ternyata mereka juga menolaknya secara kejam sekali. Kalaupun sudah begitu, ia masih mengharapkan mereka jangan memberitahukan kedatangannya minta pertolongan itu, supaya jangan ia disoraki oleh masyarakatnya sendiri. Tetapi permintaannya itupun tidak didengar. Bahkan mereka menghasut orang-orang pandir agar bersorak-sorai dan memakinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pergi lagi dari sana, berlindung pada sebuah kebun kepunyaan 'Utba dan Syaiba anak-anak Rabi'a. Orang-orang yang pandir itu kembali pulang. Ia lalu duduk di bawah naungan pohon anggur. Ketika itu keluarga Rabi'a sedang memperhatikannya dan melihat pula kemalangan yang dideritanya. Sesudah agak reda, ia mengangkat kepala menengadah ke atas, ia hanyut dalam suatu doa yang berisi pengaduan yang sangat mengharukan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allahumma yang Allah, kepadaMu juga aku mengadukan kelemahanku, kurangnya kemampuanku serta kehinaan diriku di hadapan manusia. O Tuhan Maha Pengasih, Maha Penyayang. Engkaulah yang melindungi si lemah, dan Engkaulah Pelindungku. Kepada siapa hendak Kauserahkan daku? Kepada orang yang jauhkah yang berwajah muram kepadaku, atau kepada musuh yang akan menguasai diriku? Asalkan Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli, sebab sungguh luas kenikmatan yang Kaulimpahkan kepadaku. Aku berlindung kepada Nur Wajah-Mu yang menyinari kegelapan, dan karenanya membawakan kebaikan bagi dunia dan akhirat - daripada kemurkaanMu yang akan Kautimpakan kepadaku. Engkaulah yang berhak menegur hingga berkenan pada-Mu. Dan tiada daya upaya selain dengan Engkau juga3." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memperhatikan keadaan itu hati kedua orang anak Rabi'a itu merasa tersentak. Mereka merasa iba dan kasihan melihat nasib buruk yang dialaminya itu. Budak mereka, seorang beragama Nasrani bernama 'Addas, diutus kepadanya membawakan buah anggur dari kebun itu. Sambil meletakkan tangan di atas buah-buahan itu Muhammad berkata: "Bismillah!" Lalu buah itu dimakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Addas memandangnya keheranan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kata-kata ini tak pernah diucapkan oleh penduduk negeri ini," kata 'Addas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Muhammad menanyakan negeri asal dan agama orang itu. Setelah diketahui bahwa orang tersebut beragama Nasrani dari Nineveh, katanya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari negeri orang baik-baik, Yunus anak Matta." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari mana tuan kenal nama Yunus anak Matta!" tanya 'Addas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia saudaraku. Dia seorang nabi, dan aku juga Nabi," jawab Muhammad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu 'Addas lalu membungkuk mencium kepala, tangan dan kaki Muhammad. Sudah tentu kejadian ini menimbulkan keheranan keluarga Rabi'a yang melihatnya. Sungguhpun begitu mereka tidak sampai akan meninggalkan kepercayaan mereka. Dan tatkala 'Addas sudah kembali mereka berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"'Addas, jangan sampai orang itu memalingkan kau dari agamamu, yang masih lebih baik daripada agamanya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan orang yang pernah dialami Muhammad seolah dapat meringankan perbuatan buruk yang dilakukan Thaqif itu, meskipun mereka tetap kaku tidak mau mengikutinya. Keadaan itu sudah diketahui pula oleh Quraisy sehingga gangguan mereka kepada Muhammad makin menjadi-jadi. Tetapi hal ini tidak mengurangi kemauan Muhammad menyampaikan dakwah Islam. Kepada kabilah-kabilah Arab pada musim ziarah itu, ia memperkenalkan diri, mengajak mereka mengenal arti kebenaran. Diberitahukannya kepada mereka, bahwa ia adalah Nabi yang diutus, dan dimintanya mereka mempercayainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sungguhpun begitu, Abu Lahab pamannya tidak membiarkannya, bahkan dibuntutinya ke mana ia pergi. Dihasutnya orang supaya jangan mau mendengarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad sendiri tidak cukup hanya memperkenalkan diri kepada kabilah-kabilah Arab pada musim ziarah di Mekah saja, bahkan ia mendatangi Banu Kinda4 ke rumah-rumah mereka, mendatangi Banu Kalb5, juga ke rumah-rumah mereka, Banu Hanifa6 dan Banu 'Amir bin Sha'sha'a7. Tapi tak seorangpun dari mereka yang mau mendengarkan. Banu Hanifa bahkan menolak dengan cara yang buruk sekali. Sedang Banu 'Amir menunjukkan ambisinya, bahwa kalau Muhammad mendapat kemenangan, maka sebagai penggantinya, segala persoalan nanti harus berada di tangan mereka. Tetapi setelah dijawab, bahwa masalah itu berada di tangan Tuhan, merekapun lalu membuang muka dan menolaknya seperti yang lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah kegigihan kabilah-kabilah yang mengadakan oposisi terhadap Muhammad itu karena sebab-sebab yang sama seperti yang dilakukan oleh Quraisy? Kita sudah melihat, bahwa Banu 'Amir ini mempunyai ambisi ingin memegang kekuasaan bila bersama-sama mereka nanti ia mendapat kemenangan. Sebaliknya kabilah Thaqif pandangannya lain lagi. Ta'if di samping sebagai tempat musim panas bagi penduduk Mekah karena udaranya yang sejuk dan buah anggurnya yang manis-manis, juga kota ini merupakan pusat tempat penyembahan Lat. Ke tempat itu orang berziarah dan menyembah berhala. Kalau Thaqif ini sampai menjadi pengikut Muhammad, maka kedudukan Lat akan hilang. Permusuhan mereka dengan Quraisypun akan timbul, yang sudah tentu akibatnya akan mempengaruhi perekonomian mereka pada musim dingin. Begitu juga halnya dengan yang lain, setiap kabilah mempunyai penyakit sendiri yang disebabkan oleh keadaan perekonomian setempat. Dalam menentang Islam itu, pengaruh ini lebih besar terhadap mereka daripada pengaruh kepercayaan mereka dan kepercayaan nenek-moyang mereka, termasuk penyembahan berhala-berhala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin besar oposisi yang dilakukan kabilah-kabilah itu, Muhammad makin mau menyendiri. Makin gigih pihak Quraisy melakukan gangguan kepada sahabat-sahabatnya, makin pula ia merasakan pedihnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah dengan Aisyah Puteri Abu Bakr dan Janda Sauda&lt;br /&gt;Masa berkabung terhadap Khadijah itupun sudah pula berlalu. Terpikir olehnya akan beristeri, kalau-kalau isterinya itu kelak akan dapat juga menghiburnya, dapat mengobati luka dalam hatinya, seperti dilakukan Khadijah dulu. Tetapi dalam hal ini ia melihat pertaliannya dengan orang-orang Islam yang mula-mula itu harus makin dekat dan perlu dipererat lagi. Itu sebabnya ia segera melamar puteri Abu Bakr, Aisyah. Oleh karena waktu itu ia masih gadis kecil yang baru berusia tujuh tahun, maka yang sudah dilangsungkan baru akad nikah, sedang perkawinan berlangsung dua tahun kemudian, ketika usianya mencapai sembilan tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu ia kawin pula dengan Sauda, seorang janda yang suaminya pernah ikut mengungsi ke Abisinia dan kemudian meninggal setelah kembali ke Mekah. Saya rasa pembacapun akan dapat menangkap arti kedua ikatan ini. Arti pertalian perkawinan dan semenda yang dilakukan oleh Muhammad itu, nanti akan lebih jelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isra' dan Mi'raj&lt;br /&gt;Pada masa itulah Isra' dan Mi'raj terjadi. Malam itu Muhammad sedang berada di rumah saudara sepupunya, Hindun puteri Abu Talib yang mendapat nama panggilan Umm Hani'. Ketika itu Hindun mengatakan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Malam itu Rasulullah bermalam di rumah saya. Selesai salat akhir malam, ia tidur dan kamipun tidur. Pada waktu sebelum fajar Rasulullah sudah membangunkan kami. Sesudah melakukan ibadat pagi bersama-sama kami, ia berkata: 'Umm Hani', saya sudah salat akhir malam bersama kamu sekalian seperti yang kaulihat di lembah ini. Kemudian saya ke Bait'l-Maqdis (Yerusalem) dan bersembahyang di sana. Sekarang saya sembahyang siang bersama-sama kamu seperti kaulihat." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kataku: "Rasulullah, janganlah menceritakan ini kepada orang lain. Orang akan mendustakan dan mengganggumu lagi!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi harus saya ceritakan kepada mereka," jawabnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mengatakan, bahwa Isra' dan Mi'raj Muhammad 'alaihissalam dengan ruh itu berpegang kepada keterangan Umm Hani' ini, dan juga kepada yang pernah dikatakan oleh Aisyah: "Jasad Rasulullah s.a.w. tidak hilang, tetapi Allah menjadikan isra'&lt;br /&gt;8 itu dengan ruhnya." Juga Mu'awiya b. Abi Sufyan ketika ditanya tentang isra' Rasul menyatakan: Itu adalah mimpi yang benar dari Tuhan. Di samping semua itu orang berpegang kepada firman Tuhan: "Tidak lain mimpi yang Kami perlihatkan kepadamu adalah sebagai ujian bagi manusia." (Qur'an, 17:60) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya orang yang berpendapat, bahwa isra' dari Mekah ke Bait'l-Maqdis itu dengan jasad, landasannya ialah apa yang pernah dikatakan oleh Muhammad, bahwa dalam isra' itu ia berada di pedalaman, seperti yang akan disebutkan ceritanya nanti. Sedang mi'raj ke langit adalah dengan ruh. Di samping mereka itu ada lagi pendapat bahwa isra' dan mi'raj itu keduanya dengan jasad. Polemik sekitar perbedaan pendapat ini di kalangan ahli-ahli ilmu kalam banyak sekali dan ribuan pula tulisan-tulisan sudah dikemukakan orang. Sekitar arti isra' ini kami sendiri sudah mempunyai pendapat yang ingin kami kemukakan juga. Kita belum mengetahui, sudah adakah orang yang mengemukakannya sebelum kita, atau belum. Tetapi, sebelum pendapat ini kita kemukakan - dan supaya dapat kita kemukakan - perlu sekali kita menyampaikan kisah isra, dan mi'raj ini seperti yang terdapat dalam buku-buku sejarah hidup Nabi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan indah sekali Dermenghem melukiskan kisah ini yang disarikannya dari pelbagai buku sejarah hidup Nabi, yang terjemahannya sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada tengah malam yang sunyi dan hening, burung-burung malampun diam membisu, binatang-binatang buas sudah berdiam diri, gemercik air dan siulan angin juga sudah tak terdengar lagi, ketika itu Muhammad terbangun oleh suara yang memanggilnya: "Hai orang yang sedang tidur, bangunlah!" Dan bila ia bangun, di hadapannya sudah berdiri Malaikat Jibril dengan wajah yang putih berseri dan berkilauan seperti salju, melepaskan rambutnya yang pirang terurai, dengan mengenakan pakaian berumbaikan mutiara dan emas. Dan dari sekelilingnya sayap-sayap yang beraneka warna bergeleparan. Tangannya memegang seekor hewan yang ajaib, yaitu buraq yang bersayap seperti sayap garuda. Hewan itu membungkuk di hadapan Rasul, dan Rasulpun naik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka meluncurlah buraq itu seperti anak panah membubung di atas pegunungan Mekah, di atas pasir-pasir sahara menuju arah ke utara. Dalam perjalanan itu ia ditemani oleh malaikat. Lalu berhenti di gunung Sinai di tempat Tuhan berbicara dengan Musa. Kemudian berhenti lagi di Bethlehem tempat Isa dilahirkan. Sesudah itu kemudian meluncur di udara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sementara itu ada suara-suara misterius mencoba menghentikan Nabi, orang yang begitu ikhlas menjalankan risalahnya. Ia melihat, bahwa hanya Tuhanlah yang dapat menghentikan hewan itu di mana saja dikehendakiNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seterusnya mereka sampai ke Bait'l-Maqdis. Muhammad mengikatkan hewan kendaraannya itu. Di puing-puing kuil Sulaiman ia bersembahyang bersama-sama Ibrahim, Musa dan Isa. Kemudian dibawakan tangga, yang lalu dipancangkan diatas batu Ya'qub. Dengan tangga itu Muhammad cepat-cepat naik ke langit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Langit pertama terbuat dari perak murni dengan bintang-bintang yang digantungkan dengan rantai-rantai emas. Tiap langit itu dijaga oleh malaikat, supaya jangan ada setan-setan yang bisa naik ke atas atau akan ada jin yang akan mendengarkan rahasia-rahasia langit. Di langit inilah Muhammad memberi hormat kepada Adam. Di tempat ini pula semua makhluk memuja dan memuji Tuhan. Pada keenam langit berikutnya Muhammad bertemu dengan Nuh, Harun, Musa, Ibrahim, Daud, Sulaiman, Idris, Yahya dan Isa. Juga di tempat itu ia melihat Malaikat maut Izrail, yang karena besarnya jarak antara kedua matanya adalah sejauh tujuh ribu hari perjalanan. Dan karena kekuasaanNya, maka yang berada di bawah perintahnya adalah seratus ribu kelompok. Ia sedang mencatat nama-nama mereka yang lahir dan mereka yang mati, dalam sebuah buku besar. Ia melihat juga Malaikat Airmata, yang menangis karena dosa-dosa orang, Malaikat Dendam yang berwajah tembaga yang menguasai anasir api dan sedang duduk di atas singgasana dari nyala api. Dan dilihatnya juga ada malaikat yang besar luar biasa, separo dari api dan separo lagi dari salju, dikelilingi oleh malaikat-malaikat yang merupakan kelompok yang tiada hentinya menyebut-nyebut nama Tuhan: O Tuhan, Engkau telah menyatukan salju dengan api, telah menyatukan semua hambaMu setia menurut ketentuan Mu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Langit ketujuh adalah tempat orang-orang yang adil, dengan malaikat yang lebih besar dari bumi ini seluruhnya. Ia mempunyai tujuhpuluh ribu kepala, tiap kepala tujuhpuluh ribu mulut, tiap mulut tujuhpuluh ribu lidah, tiap lidah dapat berbicara dalam tujuh puluh ribu bahasa, tiap bahasa dengan tujuhpuluh ribu dialek. Semua itu memuja dan memuji serta mengkuduskan Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sementara ia sedang merenungkan makhluk-makhluk ajaib itu, tiba-tiba ia membubung lagi sampai di Sidrat'l-Muntaha yang terletak di sebelah kanan 'Arsy, menaungi berjuta-juta ruh malaikat. Sesudah melangkah, tidak sampai sekejap matapun ia sudah menyeberangi lautan-lautan yang begitu luas dan daerah-daerah cahaya yang terang-benderang, lalu bagian yang gelap gulita disertai berjuta-juta tabir kegelapan, api, air, udara dan angkasa. Tiap macam dipisahkan oleh jarak 500 tahun perjalanan. Ia melintasi tabir-tabir keindahan, kesempurnaan, rahasia, keagungan dan kesatuan. Dibalik itu terdapat tujuhpuluh ribu kelompok malaikat yang bersujud tidak bergerak dan tidak pula diperkenankan meninggalkan tempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian terasa lagi ia membubung ke atas ke tempat Yang Maha Tinggi. Terpesona sekali ia. Tiba-tiba bumi dan langit menjadi satu, hampir-hampir tak dapat lagi ia melihatnya, seolah-olah sudah hilang tertelan. Keduanya tampak hanya sebesar biji-bijian di tengah-tengah ladang yang membentang luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begitu seharusnya manusia itu, di hadapan Raja semesta alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian lagi ia sudah berada di hadapan 'Arsy, sudah dekat sekali. Ia sudah dapat melihat Tuhan dengan persepsinya, dan melihat segalanya yang tidak dapat dilukiskan dengan lidah, di luar jangkauan otak manusia akan dapat menangkapnya. Maha Agung Tuhan mengulurkan sebelah tanganNya di dada Muhammad dan yang sebelah lagi di bahunya. Ketika itu Nabi merasakan kesejukan di tulang punggungnya. Kemudian rasa tenang, damai, lalu fana ke dalam Diri Tuhan yang terasa membawa kenikmatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesudah berbicara... Tuhan memerintahkan hambaNya itu supaya setiap Muslim setiap hari sembahyang limapuluh kali. Begitu Muhammad kembali turun dari langit, ia bertemu dengan Musa. Musa berkata kepadanya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kauharapkan pengikut-pengikutmu akan dapat melakukan salat limapuluh kali tiap hari? Sebelum engkau aku sudah punya pengalaman, sudah kucoba terhadap anak-anak Israil sejauh yang dapat kulakukan. Percayalah dan kembali kepada Tuhan, minta supaya dikurangi jumlah sembahyang itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Muhammadpun kembali. Jumlah sembahyang juga lalu dikurangi menjadi empatpuluh. Tetapi Musa menganggap itu masih di luar kemampuan orang. Disuruhnya lagi Nabi penggantinya itu berkali-kali kembali kepada Tuhan sehingga berakhir dengan ketentuan yang lima kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang Jibril membawa Nabi mengunjungi surga yang sudah disediakan sesudah hari kebangkitan, bagi mereka yang teguh iman. Kemudian Muhammad kembali dengan tangga itu ke bumi. Buraqpun dilepaskan. Lalu ia kembali dari Bait'l-Maqdis ke Mekah naik hewan bersayap." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian cerita Dermenghem tentang Isra' dan Mi'raj. Kitapun dapat melihat, apa yang diceritakannya itu memang tersebar luas dalam buku-buku sejarah hidup Nabi, sekalipun akan kita lihat juga bahwa semua itu berbeda-beda. Di sana-sini dilebihi atau dikurangi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh misalnya cerita Ibn Hisyam melalui ucapan Nabi 'alaihissalam sesudah berjumpa dengan Adam di langit pertama, ketika mengatakan: "Kemudian kulihat orang-orang bermoncong seperti moncong unta, tangan mereka memegang segumpal api seperti batu-batu, lalu dilemparkan ke dalam mulut mereka dan keluar dari dubur. Aku bertanya: "Siapa mereka itu, Jibril?". "Mereka yang memakan harta anak-anak yatim secara tidak sah," jawab Jibril. Kemudian kulihat orang-orang dengan perut yang belum pernah kulihat dengan cara keluarga Fir'aun menyeberangi mereka seperti unta yang kena penyakit dalam kepalanya, ketika dibawa ke dalam api. Mereka diinjak-injak tak dapat beranjak dari tempat mereka. Aku bertanya: "Siapa mereka itu, Jibril?". "Mereka itu tukang-tukang riba," jawabnya. Kemudian kulihat orang-orang, di hadapan mereka ada daging yang gemuk dan baik, di samping ada daging yang buruk dan busuk. Mereka makan daging yang buruk dan busuk itu dan meninggalkan yang gemuk dan baik. Aku bertanya: "Siapakah mereka itu, Jibril"? "Mereka orang-orang yang meninggalkan wanita yang dihalalkan Tuhan dan mencari wanita yang diharamkan," jawabnya. Kemudian aku melihat wanita-wanita yang digantungkan pada buah dadanya. Lalu aku bertanya: "Siapa mereka itu, Jibril?" "Mereka itu wanita yang memasukkan laki-laki lain bukan dari keluarga mereka ..." Kemudian aku dibawa ke surga. Di sana kulihat seorang budak perempuan, bibirnya merah. Kutanya dia: "Kepunyaan siapa engkau?" Aku tertarik sekali waktu kulihat. "Aku kepunyaan Zaid ibn Haritha," jawabnya. Maka Rasulullah s.a.w. lalu memberi selamat kepada Zaid ibn Haritha." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari buku Ibn Hisyam ini, dalam buku-buku sejarah hidup Nabi yang lain dan dalam buku-buku tafsir orang akan melihat bermacam-macam hal lagi di samping itu. Sudah menjadi hak setiap penulis sejarah bila akan bertanya-tanya, sampai di mana benar ketelitian dan penyelidikan yang mereka adakan dalam hal ini semua; mana yang boleh dijadikan pegangan (askripsi) sampai kepada Nabi sesuai dengan pegangan yang sahih (otentik), dan mana pula yang hanya berupa buah khayal orang-orang tasauf dan sebangsanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di sini tidak cukup ruangan untuk mengadakan ketentuan atau penyelidikan dalam bidang tersebut, dan kalau bukan pula di sini tempatnya untuk menyatakan apakah isra' dan mi'raj itu keduanya dengan jasad, ataukah mi'raj dengan ruh dan isra' dengan jasad, ataukah isra' dan mi'raj itu semuanya dengan ruh - maka sudah tentu bahwa tiap pendapat itu akan ada dasarnya pada ahli-ahli ilmu kalam dan tak ada salahnya, kalau atas pendapat-pendapat itu orang menyatakan pendiriannya sendiri, yang akan berbeda pula satu dari yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi barangsiapa yang mau menyatakan pendapatnya, bahwa isra' dan mi'raj itu keduanya dengan ruh, maka dasarnya adalah seperti yang kita kemukakan tadi dan sudah berulang-ulang pula disebutkan dalam Qur'an dan diucapkan Rasul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh aku ini manusia seperti kamu juga yang diberikan wahyu kepadaku. Tetapi Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa," (Qur'an. 18: 110) &lt;br /&gt;dan bahwa satu-satunya mujizat Muhammad ialah Qur'an, dan &lt;br /&gt;"Bahwasanya Allah tidak akan mengampuni dosa orang yang mempersekutukanNya, tetapi Dia mengampuni segala dosa selain (syirik) itu, siapa saja yang dikehendakiNya." (Qur'an, 4:48) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berpendapat demikian ini -sebenarnya melebihi yang lain- ia akan bertanya, apa sebenarnya arti isra' dan mi'raj itu. Di sinilah letak pendapat yang ingin kita kemukakan. Kita belum mengetahui, sudah adakah orang mengemukakan hal ini sebelum kita, atau belum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isra' dan mi'raj ini dalam hidup kerohanian Muhammad mempunyai arti yang tinggi dan agung sekali, suatu arti yang lebih besar dari yang biasa mereka lukiskan itu, yang kadang tidak sedikit dikacau dan dirusak oleh imajinasi ahli-ahli ilmu kalam yang subur itu. Jiwa yang sungguh kuat itu, tatkala terjadi isra' dan mi'raj, telah dipersatukan oleh kesatuan wujud ini, yang sudah sampai pada puncak kesempurnaannya. Pada saat itu tak ada sesuatu tabir ruang dan waktu atau sesuatu yang dapat mengalangi intelek dan jiwa Muhammad, yang akan membuat penilaian kita tentang hidup ini menjadi nisbi, terbatas oleh kekuatan-kekuatan kita yang sensasional, yang dapat diarahkan menurut akal pikiran. Pada saat itu semua batas jadi hanyut di depan hati nurani Muhammad. Seluruh alam semesta ini sudah bersatu ke dalam jiwanya, yang lalu disadarinya, sejak dari awal yang azali sampai pada akhir yang abadi -sejak dunia mulai berkembang sampai ke akhir zaman. Digambarkannya dalam perkembangan kesunyian dirinya dalam mencapai kesempurnaan itu, dengan jalan kebaikan dan keindahan dan kebenaran, dalam mengatasi dan mengalahkan segala kejahatan, kekurangan, keburukan dan kebatilan, dengan karunia dan ampunan Tuhan juga. Orang tidak akan mencapai keluhuran demikian itu, kalau tidak dengan suatu kekuatan yang berada di atas kodrat manusia yang pernah dikenalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila sesudah itu kemudian datang orang-orang yang menjadi pengikut Muhammad yang tidak sanggup mengikuti jejak pikirannya yang begitu tinggi, dengan kesadaran yang begitu kuat tentang kesatuan alam, kesempurnaan serta perjuangannya mencapai kesempurnaan itu, maka hal ini tidak mengherankan dan bukan pula aib tentunya. Orang-orang yang piawai dan jenial memang bertingkat-tingkat. Dalam kita mencapai kebenaran inipun selalu terbentur pada batas-batas ini; tenaga kita sudah tidak mampu mengatasinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita mau menyebutkan sebagai contoh -dengan sedikit perbedaan tentunya, sehubungan dengan apa yang kita hadapi sekarang ini- cerita orang-orang buta yang ingin mengetahui gajah itu apa, maka salah seorang dari mereka itu akan berkata, bahwa gajah itu ialah seutas tali yang panjang, sebab kebetulan yang terpegang adalah buntutnya; yang seorang lagi berkata, bahwa gajah itu sebatang pohon, sebab kebetulan yang dijumpainya adalah kakinya; yang ketiga berkata, bahwa gajah itu runcing seperti anak panah, sebab kebetulan yang dijumpainya adalah taringnya; yang keempat berkata, bahwa gajah itu bulat panjang dan bengkok, banyak bergerak-gerak, sebab kebetulan yang dipegangnya adalah belalainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh ini sebenarnya masih sejalan dengan gambaran yang terbayang ketika orang yang tidak buta itu melihat gajah untuk pertama kalinya. Boleh juga kiranya kita mengambil perbandingan antara persepsi (kesadaran) Muhammad menangkap esensi kesatuan alam ini serta penggambarannya kedalam isra'dan mi'raj yang berhubungan dengan waktu pertama sejak sebelum Adam sampai pada akhir hari kebangkitan dan yang akan menghilangkan pula kesudahan ruang ini, ketika ia melihat dengan mata batin dari Sidrat'l Muntaha ke alam semesta ini, yang ada sekarang di hadapannya dan sudah seperti kabut -dengan persepsi (kesadaran) kebanyakan orang yang dapat menangkap arti isra'-mi'raj itu. Tatkala itu ia berhadapan dengan bagian-bagian yang tidak termasuk kesatuan alam, sedang hidupnya hanya seperti partikel-partikel tubuh, bahkan seperti partikel-partikel yang melekat pada tubuh itu dengan susunannya yang tidak terpengaruh karenanya. Dari mana pula partikel-partikel daripada hidup tubuh itu, dari denyutan jantungnya, pancaran jiwanya, pikirannya yang penuh dengan enersi yang tak kenal batas; sebab, dari wujud hidup itulah ia berhubungan dengan segala kehidupan alam ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isra' dengan ruh dalam pengertiannya adalah seperti isra' dan mi'raj juga yang semuanya dengan ruh. Ini adalah begitu luhur, begitu indah dan agung. Ia merupakan suatu gambaran yang kuat sekali dalam arti kesatuan rohani sejak dari awal yang azali sampai pada akhir yang abadi. Ini adalah suatu pendakian ke atas Gunung Sinai, tatkala Tuhan berbicara dengan Musa, dan ke Bethlehem, tempat Isa dilahirkan. Pertemuan rohani demikian ini sudah mengandung selawat bagi Muhammad, Isa, Musa dan Ibrahim, suatu manifestasi yang kuat sekali dalam arti kesatuan hidup agama sebagai suatu sendi kesatuan alam dalam edarannya yang terus-menerus menuju kepada kesempurnaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan pada masa kita sekarang ini mengakui isra' dengan ruh dan mengakui pula mi'raj dengan ruh. Apabila tenaga-tenaga yang bersih itu bertemu, maka sinar yang benarpun akan memancar. Dalam bentuk tertentu sama pula halnya dengan tenaga-tenaga alam ini, yang telah membukakan jalan kepada Marconi ketika ia menemukan suatu arus listrik tertentu dari kapalnya yang sedang berlabuh di Venesia. Dengan suatu kekuatan gelombang ether arus listrik itu telah dapat menerangi kota Sydney di Australia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan zaman kita sekarang ini membenarkan pula teori telepati serta pengetahuan lain yang bersangkutan dengan itu. Demikian juga transmisi suara di atas gelombang ether dengan radio, telephotography (facsimile transmisi) dan teleprinter lainnya, suatu hal yang tadinya masih dianggap suatu pekerjaan khayal belaka. Tenaga-tenaga yang masih tersimpan dalam alam semesta ini setiap hari masih selalu memperlihatkan yang baru kepada alam kita. Apabila jiwa sudah mencapai kekuatan dan kemampuan yang begitu tinggi seperti yang sudah dicapai oleh jiwa Muhammad itu, lalu Allah memperjalankan dia pada suatu malam dari Masjid'l-Haram ke al-Masjid'l-Aqsha, yang disekelilingnya sudah diberi berkah guna memperlihatkan tanda-tanda kebesaranNya, maka itupun oleh ilmu pengetahuan dapat pula dibenarkan. Arti semua ini ialah pengertian-pengertian yang begitu kuat dan luhur, begitu indah dan agung, dan telah pula membayangkan kesatuan rohani dan kesatuan alam semesta ini begitu jelas dan tegas dalam jiwa Muhammad. Orang akan dapat memahami arti semua ini apabila ia dapat berusaha menempatkan diri lebih tinggi dari bayangan hidup yang singkat ini. Ia berusaha mencapai esensi kebenaran tertinggi itu guna memahami kedudukannya yang sebenarnya dan kedudukan alam ini seluruhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Arab penduduk Mekah tidak dapat memahami semua pengertian ini. Itulah pula sebabnya, tatkala soal isra' itu oleh Muhammad disampaikan kepada mereka, merekapun lalu menanggapinya dari bentuk materi - mungkin atau tidaknya isra' itu. Apa yang dikatakannya itu kemudian menimbulkan kesangsian juga pada beberapa orang pengikutnya, pada orang-orang yang tadinya sudah percaya. Mereka banyak yang mengatakan: Masalah ini sudah jelas. Perjalanan kafilah yang terus-meneruspun antara Mekah-Syam memakan waktu sebulan pergi dan sebulan pulang. Mana boleh jadi Muhammad hanya satu malam saja pergi-pulang ke Mekah?! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit mereka yang sudah Islam itu kemudian berbalik murtad. Mereka yang masih menyangsikan hal ini lalu mendatangi Abu Bakr dan keterangan yang diberikan Muhammad itu dijadikan bahan pembicaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian berdusta," kata Abu Bakr. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh," kata mereka. "Dia di mesjid sedang bicara dengan orang banyak." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan kalaupun itu yang dikatakannya," kata Abu Bakr lagi, "tentu dia bicara yang sebenarnya. Dia mengatakan kepadaku, bahwa ada berita dari Tuhan, dari langit ke bumi, pada waktu malam atau siang, aku percaya. Ini lebih lagi dari yang kamu herankan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakr lalu mendatangi Nabi dan mendengarkan ia melukiskan Bait'l-Maqdis. Abu Bakr sudah pernah berkunjung ke kota itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai Nabi melukiskan keadaan mesjidnya, Abu Bakr berkata: &lt;br /&gt;"Rasulullah, saya percaya." &lt;br /&gt;Sejak itu Muhammad memanggil Abu Bakr dengan "AshShiddiq."9 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan mereka yang berpendapat bahwa isra' itu dengan jasad ialah karena ketika Quraisy mendengar tentang kejadian Suraqa mereka menanyakannya dan mereka yang sudah beriman juga menanyakan tentang peristiwa yang luar biasa itu. Mereka memang belum pernah mendengar hal semacam itu. Lalu diceritakannya tentang adanya kafilah yang pernah dilaluinya di tengah jalan. Ketika ada seekor unta dari kafilah tersesat, dialah yang menunjukkan. Pernah ia minum dari sebuah kafilah lain dan sesudah minum lalu ditutupnya bejana itu. Pihak Quraisy menanyakan hal tersebut. Kedua kafilah itupun membenarkan apa yang telah diceritakan Muhammad itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira, kalau dalam hal ini orang bertanya kepada mereka yang berpendapat tentang isra' dengan ruh itu, tentu mereka tidak akan merasa heran sesudah ternyata ilmu masa kita sekarang ini dapat mengetahui mungkinnya hypnotisma menceritakan hal-hal yang terjadi di tempat-tempat yang jauh. Apalagi dengan ruh yang dapat menghimpun kehidupan rohani dalam seluruh alam ini. Dengan tenaga yang diberikan Tuhan kepadanya ia dapat mengadakan komunikasi dengan rahasia hidup ini dari awal alam azali sampai pada akhirnya yang abadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki:  [1] Biasanya tempat ini dinamai 'Syi'b Abi Talib' (A). &lt;br /&gt;[2] At-Ta'if sebuah kota dan pusat musim panas dengan ketinggian 1520 m, dari permukaan laut, lebih kurang 60 km timur laut Mekah (A). [3] Doa ini dikenal dengan nama "Doa Ta'if" (A). [4] Sebuah Kabilah Arab dari bagian Selatan (A). [5] Kabilah Arab yang berdekatan dengah Suria (A). [6] Kabilah Arab di dekat Irak (A). [7] Kabilah Arab yang terpencar-pencar (A). &lt;br /&gt;[8] Asra, sura dan isra', harfiah berarti "perjalanan malam hari" (LA). 'Araja berarti naik atau memanjat. Mi'raj harfiah tangga (N)(A). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Yang tulus hati, yang sangat jujur (A).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-6555938678969800463?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/6555938678969800463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/bab-viii-dari-pelanggaran-piagam-sampai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/6555938678969800463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/6555938678969800463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/bab-viii-dari-pelanggaran-piagam-sampai.html' title='BAB VIII - DARI PELANGGARAN PIAGAM SAMPAI KEPADA ISRA&apos;'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-3045145527185069236</id><published>2010-05-08T00:10:00.000-07:00</published><updated>2010-05-08T00:11:44.987-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah hidup Rasullulah'/><title type='text'>BAB VI - CERITA GHARANIQ</title><content type='html'>Cerita ini biasanya digunakan oleh ahli-ahli non-Islam untuk mengatakan bahwa Al-Qur'an pernah tercemari oleh ayat-ayat setan. Haekal menjelaskan secara bagus didalam argumentasinya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalinya Mereka Yang Hijrah Ke Abisinia&lt;br /&gt;KAUM Muslimin yang hijrah ke Abisinia tinggal selama tiga bulan di sana. Sementara itu Umar ibn'l-Khattab sudah pula masuk Islam. Setelah para pengungsi ini mengetahui bahwa pihak Quraisy sudah mulai surut dari mengganggu Muhammad dan pengikut-pengikutnya - setelah Umar masuk Islam - menurut sebuah sumber, banyak di antara mereka itu yang kembali, dan sumber lain mengatakan semua mereka itu kembali ke Mekah. Tetapi setelah mereka sampai di Mekah, ternyata pihak Quraisy kembali menyiksa kaum Muslimin, bahkan lebih keras lagi dari pada yang pernah dialami kaum pengungsi itu dulu. Sebahagian mereka ada yang kembali ke Abisinia, ada pula yang memasuki Mekah atau di dekat-dekatnya dengan sembunyi-sembunyi. Konon katanya, bahwa mereka yang kembali itu membawa pula sejumlah kaum Muslimin dan mereka ini tinggal di Abisinia sampai sesudah Hijrah dan sesudah keadaan Muslimin di Medinah jadi lebih stabil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pula motif yang mendorong kaum Muslimin di Abisinia itu kembali sesudah tiga bulan mereka tinggal di sana? Di sinilah munculnya cerita gharaniq itu yang dilangsir oleh Ibn Sa'd dalam At-Tabaqat'l-Kubra dan oleh At-Tabari dalam Tarikh'r-Rusul-wal-Muluk, yang juga sama dilangsir oleh ahli-ahli tafsir kalangan Muslimin dan penulis-penulis sejarah Nabi, dan lalu diambil pula oleh sekelompok Orientalis-orientalis yang dalam sekian lama oleh mereka tetap dipertahankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gharaniq Yang Luhur&lt;br /&gt;Adapun timbulnya cerita gharaniq itu ialah, setelah Muhammad melihat pihak Quraisy menjauhinya dan sahabat-sahabatnya di siksa. Ia berharap-harap sambil mengatakan: Coba aku tidak mendapat perintah apa-apa yang kiranya akan menjauhkan mereka dari aku. Ia mengumpulkan golongannya dan mereka bersama-sama pada suatu hari duduk-duduk dalam sebuah tempat pertemuan di sekitar Mekah. Kepada mereka dibacakannya Surah An-Najm sampai pada firman Allah: "Adakah kamu perhatikan Lat dan 'Uzza. Dan itu Manat, ketiga, yang terakhir?" (Qur'an, 53:19-20) Sesudah itu lalu dibacakannya pula: "Itu gharaniq yang luhur, perantaraannya sungguh dapat diharapkan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia meneruskan membaca Surah itu seluruhnya sampai pada akhirnya ia sujud. Ketika itu semua orang ikut sujud, tak ada yang ketinggalan. Pihak Quraisy menyatakan kepuasannya atas apa yang telah dibaca Muhammad itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata mereka: "Kami tahu sudah bahwa Allah itu menghidupkan dan mematikan, menciptakan dan memberi rejeki. Tetapi dewa kami ini menjadi perantara kami kepadaNya. Kalau ternyata dia juga kauberi tempat, maka kamipun setuju dengan kau." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian hilanglah perselisihan dengan mereka itu. Peristiwa tersebut lalu tersebar di kalangan umum hingga sampai juga ke Abisinia. Pihak Muslimin lalu berkata: Di sana ada keluarga-keluarga dekat kami yang sangat kami cintai. Lalu merekapun pulang kembali. Apabila pada tengah hari mereka sampai ke dekat Mekah mereka bertemu dengan rombongan kafilah Kinana yang lalu dan rombongan itupun menjawab: Ia menyebutkan dewa-dewa mereka dengan baik dan merekapun lalu mengikutinya. Kemudian ia berbalik lagi mencela dewa-dewa mereka itu dan merekapun lalu memusuhinya lagi. Perbuatan mereka itu dibicarakan oleh pihak Muslimin. Tidak tahan lagi mereka ingin menemui keluarga, dan mereka lalu memasuki Mekah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebabnya maka Muhammad berbalik tidak mau menyebutkan dewa-dewa Quraisy dengan baik - menurut beberapa sumber yang mencatat berita ini - ialah karena ia sudah tidak tahan atas ucapan Quraisy: "Kalau ternyata dewa-dewa kami juga kauberi tempat, maka kami pun setuju dengan kau," dan karena ketika dia sedang duduk-duduk di rumahnya hingga sore Jibril datang dan bertanya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku membawakan dua anak kalimat ini kepadamu?" dengan menunjuk kepada "Itu gharaniq yang luhur, perantaraannya dapat diharapkan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad pun menjawab: "Aku mengatakan sesuatu yang tidak dikatakan oleh Allah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Allah mewahyukan: &lt;br /&gt;"Dan hampir-hampir saja mereka itu menggoda kau tentang apa yang sudah Kami wahyukan kepadamu, supaya engkau mau atas nama Kami memalsukannya dengan yang lain." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika itulah mereka mengambil engkau menjadi kawan mereka. Dan kalaupun tidak Kami tabahkan hatimu, niscaya engkau hampir cenderung juga kepada mereka barang sedikit. Dalam hal ini, akan Kami timpakan kepadamu hukuman berlipat ganda, dalam hidup dan mati. Selanjutnya engkau tiada akan mempunyai penolong menghadapi Kami." (Qur'an 17:73-75) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu kembali ia memburuk-burukkan dewa-dewa Quraisy itu, dan Quraisypun kembali lagi memusuhinya dan mengganggu sahabat-sahabatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientalis-Orientalis Bertahan Pada Cerita Ini&lt;br /&gt;Demikianlah cerita gharaniq ini, yang bukan seorang saja dari penulis-penulis biografi Nabi yang menceritakannya, demikian juga ahli-ahli tafsir turut menyebutkan, dan tidak sedikit pula kalangan Orientalis yang memang sudah sekian lama mau bertahan. Jelas sekali dalam cerita ini ada kontradiksi. Dengan sedikit pengamatan saja hal ini sudah dapat digugurkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu cerita ini berlawanan pula dengan segala sifat kesucian setiap nabi dalam menyampaikan risalah Tuhan. Memang mengherankan sekali apabila ada beberapa penulis sejarah Nabi dan ahli tafsir dari kalangan Islam sendiri yang masih mau menerimanya. Oleh karena itu Ibn Ishaq tidak ragu-ragu lagi ketika menjawab pertanyaan dengan mengatakan bahwa cerita itu bikinan orang-orang atheis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegangan Mereka Dalam Hal Ini&lt;br /&gt;Akan tetapi mereka yang berpegang pada alasan ini berusaha membenarkannya dengan berpegang pada ayat-ayat: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan hampir-hampir saja mereka itu menggoda kau ..." sampai pada firman Tuhan: "Dan tiada seorang rasul atau seorang nabi yang Kami utus sebelum kau, apabila ia bercita-cita, setan lalu memasukkan gangguan ke dalam cita-citanya itu. Tetapi Allah menghapuskan apa yang dimasukkan setan itu. Kemudian Allah menguatkan keterangan-keterangaNya itu. Dan Allah Maha mengetahui dan Bijaksana. Apa yang dimasukkan setan itu adalah ujian bagi mereka yang berpenyakit dalam hatinya dan berhati batu. Dan mereka yang melakukan kesalahan akan berada dalam pertentangan yang tak berkesudahan." (Qur'an, 22: 52 - 53) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang menafsirkan kata "bercita-cita" itu dengan arti "membaca," ada pula yang menafsirkannya dengan arti "bercita-cita," seperti yang sudah umum dikenal. Kedua mereka ini masing-masing berpendapat - diikuti oleh Orientalis-orientalis - bahwa Quraisy telah sampai di puncaknya menyiksa sahabat-sahabat Nabi, ada yang mereka bunuh, ada pula yang dilemparkan ke padang pasir, dijilat oleh terik matahari yang membakar, ditindih pula dengan batu seperti yang dialami oleh Bilal. Karena itu terpaksa ia menyuruh mereka hijrah ke Abisinia. Demikian juga masyarakatnya sendiripun begitu kasar terhadap dirinya yang juga kemudian memboikotnya. Tetapi karena ia begitu menjaga keislaman mereka yang sudah lepas dari penyembahan berhala, ia pun lalu mendekati kaum musyrik dan membacakan Surah an-Najm dengan menambahkan lagi cerita gharaniq. Sesudah ia sujud merekapun ikut pula sujud. Mereka lalu memperlihatkan suatu kecenderungan hendak mengikutinya, karena ia sudah memberi tempat kepada dewa-dewa mereka itu disamping Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas peristiwa ini yang juga disebutkan dalam beberapa buku biografi dan buku-buku tafsir - Sir William Muir menganggapnya sebagai suatu argumen yang kuat tentang adanya cerita gharaniq itu. Selanjutnya kaum Muslimin yang telah berangkat ke Abisinia itu belum lagi selang tiga bulan sejak mereka mengungsi, yang dalam pada itu mereka telah diberi suaka dengan baik sekali oleh pihak Najasyi. Kalau tidak karena tersiarnya berita, bahwa antara Muhammad dengan Quraisy sudah tercapai kompromi, tentu tak ada motif lain yang akan mendorong mereka itu kembali, ingin berhubungan dengan keluarga dan kerabat mereka. Dan dari mana pula akan ada kompromi antara Muhammad dengan Quraisy itu, kalau bukan Muhammad juga yang mengusahakannya. Di Mekah ia termasuk minoritas dengan tenaga yang masih lemah. Juga sahabat-sahabatnya masih lemah sekali untuk dapat mempertahankan diri dari gangguan dan penyiksaan Quraisy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemahnya Pegangan Tersebut&lt;br /&gt;Alasan-alasan yang dikemukakan mereka, dengan mengatakan, bahwa cerita gharaniq itu benar adanya, adalah suatu alasan yang lemah sekali dan tidak tahan uji. Baiklah kita mulai dulu dengan menolak Muir. Kembalinya kaum Muslimin ke Mekah dari Abisinia, pada dasarnya karena dua sebab: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, karena 'Umar ibn'l-Khattab masuk Islam tidak lama setelah mereka hijrah. Umar masuk Islam dengan semangat yang sama seperti ketika ia menentang agama ini dahulu. Ia masuk Islam tidak sembunyi-sembunyi. Malah terang-terangan ia mengumumkan di depan orang banyak dan untuk itu ia bersedia melawan mereka. Ia tidak mau kaum Muslimin sembunyi-sembunyi dan mengendap-endap di celah-celah pegunungan Mekah dalam melakukan ibadat, menjauhkan diri jauh dari gangguan Quraisy. Bahkan ia terus melawan Quraisy sampai nanti dia beserta kaum Muslimin itu dapat melakukan ibadat dalam Ka'bah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah pihak Quraisy menyadari, bahwa penderitaan yang dialami Muhammad dan sahabat-sahabatnya, hampir-hampir menimbulkan perang saudara, yang akibat-akibatnya tidak akan dapat dibayangkan, dan siapa pula yang akan binasa. Ada orang-orang dari kabilah-kabilah Quraisy dan dari keluarga-keluarga bangsawannya yang sudah menerima Islam, mereka akan lalu berontak bila siapa saja dari kabilahnya itu ada yang terbunuh sekalipun orang itu berlainan agama. Jadi, dalam memerangi Muhammad ini, mereka harus menempuh suatu cara yang tidak akan membawa akibat yang begitu berbahaya. Di samping itu supaya cara ini dapat pula disepakati oleh Quraisy mereka mengadakan genjatan senjata dengan pihak Muslimin, sehingga dengan demikian tiada seorangpun dari mereka itu yang boleh diganggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang telah sampai kepada kaum pengungsi di Abisinia itu, dan membuat mereka berpikir-pikir akan kembali ke Mekah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua. Sungguhpun begitu, barangkali mereka masih maju-mundur juga akan kembali, kalau tidak karena adanya sebab kedua yang telah menguatkan niat mereka, yakni pada waktu itu di Abisinia sedang berkecamuk suatu pemberontakan melawan Najasyi, yang dilancarkan karena adanya suatu tuduhan yang ditujukan kepadanya. Ia melaksanakan janjinya dan memperlihatkan rasa kasih-sayangnya kepada kaum Muslimin. Kaum Muslimin sendiri menyatakan harapannya sekiranya Tuhan akan memenangkan Negus terhadap lawannya itu. Tetapi mereka sendiri tidak sampai melibatkan diri dalam pemberontakan, karena mereka adalah orang-orang asing, dan lagi mereka belum begitu lama tinggal di Abisinia. Bahwa yang telah sampai kepada mereka itu berita-berita perdamaian antara Muhammad dengan Quraisy, perdamaian yang menyelamatkan Muslimin dari gangguan yang pernah mereka alami, maka bagi mereka akan lebih baik meninggalkan kekacauan yang ada sekarang dan kembali bergabung kepada keluarga mereka sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang telah mereka lakukan semua, atau sebagian dari mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, sebelum mereka sampai ke Mekah, pihak Quraisy sudah berkomplot lagi terhadap Muhammad dan sahabat-sahabatnya. Kabilah-kabilah mereka sudah mengadakan persetujuan tertulis bersama; mereka berjanji mengadakan pemboikotan total terhadap Banu Hasyim: tidak akan saling berjual-beli . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya perjanjian itu perang yang tak berkesudahan antara kedua belah pihak itupun segera berkecamuk lagi. Sekarang mereka yang telah pulang dari Abisinia itu kembali lagi ke sana. Bersama mereka ikut pula orang-orang yang masih dapat pergi bersama-sama. Sekali ini mereka menghadapi kekerasan dari Quraisy, yang berusaha hendak merintangi mereka itu hijrah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bukanlah kompromi seperti yang disebutkan Muir itu yang menyebabkan Muslimin kembali dari Abisinia, melainkan karena adanya perjanjian perdamaian sebagai akibat Umar yang telah masuk Islam serta semangatnya yang berapi-api hendak membela agama ini. Jadi dukungan mereka atas adanya cerita gharaniq dengan alasan kompromi itu, adalah dukungan yang sama sekali tidak punya dasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun alasan yang dikemukakan oleh penulis-penulis biografi dan ahli-ahli tafsir dengan ayat-ayat: "Dan hampir-hampir saja mereka itu menggoda kau...," dan "Dan tiada seorang rasul atau seorang nabi yang Kami utus sebelum kau, apabila ia bercita-cita, setan lalu memasukkan gangguan ke dalam cita-citanya itu..." adalah alasan yang lebih kacau lagi dari argumen Sir Muir. Cukup kita sebutkan ayat pertama itu saja dalam firman Tuhan: "Dan kalaupun tidak Kami tabahkan hatimu, niscaya engkau hampir cenderung juga kepada mereka barang sedikit," untuk kita lihat, bahwa setan telah memasukkan gangguan ke dalam cita-cita Rasul itu, sehingga hampir saja ia cenderung kepada mereka sedikit-sedikit; tetapi Tuhan menguatkan hatinya sehingga tidak sampai dilakukannya, dan kalau dilakukan juga, Tuhan akan menimpakan hukuman berlipat-ganda dalam hidup dan mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dengan membawa ayat-ayat ini sebagai alasan, jelaslah alasan itu terbalik adanya. &lt;br /&gt;Jalan cerita gharaniq ini ialah bahwa Muhammad telah benar-benar berpihak kepada Quraisy dan Quraisypun sudah benar-benar pula menggodanya sehingga ia mau mengatakan sesuatu yang tidak difirmankan Tuhan. Sedang ayat-ayat di sini menegaskan, bahwa Tuhan telah menguatkan hatinya, sehingga dia tidak melakukan hal itu. Bilamana disebutkan demikian, bahwa buku-buku tafsir dan sebab-sebabnya turun Qur'an membuat ayat-ayat ini dapat mengubah masalah gharaniq, kita lihat bahwa alasan ini berlawanan sekali dengan kesucian para rasul dalam menyampaikan tugas mereka, dan bertentangan dengan seluruh sejarah Muhammad. Suatu alasan yang kacau, bahkan lemah sama sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang bunyi ayat-ayat "Dan tiada seorang rasul dan seorang nabi yang Kami utus sebelum kau" sama sekali tak ada hubungannya dengan cerita gharaniq itu. Apalagi yang menyebutkan bahwa Tuhan telah menghapuskan gangguan yang dimasukkan setan dan akan menjadikan godaan bagi mereka yang berpenyakit dalam hatinya dan berhati batu; kemudian Allah menguatkan keterangan-keteranganNya. Dan Allah Maha mengetahui dan Bijaksana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilamana cerita ini diteliti dengan penyelidikan ilmiah ternyata ia tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Yang pertama sekali sebagai bukti ialah adanya beberapa sumber yang beraneka-ragam. Pernah diceritakan seperti disebutkan di atas - bahwa ungkapan itu ialah "Itu gharaniq yang luhur, perantaraannya sungguh dapat diharapkan." Sumber lain menyebutkan: "Gharaniqa yang luhur, perantaraannya dapat diharapkan." Sumber selanjutnya menyebutkan: "perantaraannya dapat diharapkan," tanpa menyebutkan gharaniqa atau gharaniq. Sumber keempat mengatakan: "Dan sebenarnya itulah gharaniq yang luhur." Sumber kelima menyebutkan: "Dan sebenarnya mereka itulah gharaniq yang luhur, dan perantaraan mereka bagi mereka yang diharapkan."1 Dalam beberapa buku hadis disebutkan adanya sumber-sumber lain di samping yang lima tadi. Adanya keaneka-ragaman dalam sumber-sumber tersebut menunjukkan, bahwa hadis itu palsu adanya, dan bikinan golongan atheis, seperti kata Ibn Ishaq, dan tujuannya ialah hendak menanamkan kesangsian tentang kebenaran ajakan Muhammad dan risalah Tuhan itu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti lain yang lebih kuat dan pasti, ialah konteks atau susunan Surah an-Najm yang sama sekali tidak menyinggung soal gharaniq ini. Konteks itu seperti dalam firman Tuhan; "Sungguh dia telah melihat keterangan-keterangan yang amat besar dan Tuhan. Adakah kamu perhatikan Lat dan 'Uzza? Dan Manat ketiga, yang terakhir? Adakah untuk kamu itu yang laki-laki dan untuk Dia yang perempuan? Kalau begitu ini adalah pembagian yang tak seimbang. Ini hanyalah nama-nama yang kamu buat sendiri, kamu dan nenek-moyang kamu. Allah tidak memberikan kekuasaan karenanya; yang mereka turuti hanyalah prasangka dan kehendak nafsu belaka. Dan pada mereka pimpinan yang benar dari Tuhan sudah pernah ada." (Qur'an, 53:18-23) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan ini jelas sekali, bahwa Lat dan 'Uzza adalah nama-nama yang dibuat-buat oleh kaum musyrik, mereka dan nenek-moyang mereka, sedang Allah tidak memberikan kekuasaan untuk itu. Bagaimana mungkin susunan itu akan berjalan sebagai berikut: "Adakah kamu perhatikan Lat dan 'Uzza. Dan Manat ketiga, yang terakhir. Itu gharaniq yang luhur, perantaraannya dapat diharapkan. Adakah untuk kamu itu yang laki-laki dan untuk Dia yang perempuan? Kalau begitu ini adalah pembagian yang tak seimbang. Ini hanyalah nama-nama yang kamu buat sendiri, kamu dan nenek-moyang kamu. Allah tidak memberikan kekuasaan karenanya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan ini rusak, kacau dan bertentangan satu sama lain. Dan pujian kepada Lat, 'Uzza dan Manat ketiga yang terakhir dan celaan dalam empat ayat berturut-turut tak dapat diterima akal dan tak tak ada orang yang akan berpendapat begitu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Yang Nyata-Nyata Dusta Ini Dibantah Oleh Penyelidikan Ilmiah&lt;br /&gt;Yang demikian ini sudah tak dapat diragukan lagi, dan bahwa hadis tentang gharaniq itu adalah palsu dan bikinan golongan atheis dengan maksud-maksud tertentu. Orang yang suka pada yang aneh-aneh dan tidak berpikir logis, tentu percaya akan hadis ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Argumen lain ialah seperti yang dikemukakan oleh almarhum Syaikh Muhammad Abduh dalam tulisannya yang jelas membantah cerita gharaniq ini, yaitu bahwa belum pernah ada orang Arab menamakan dewa-dewa mereka dengan gharaniq, baik dalam sajak-sajak atau dalam pidato-pidato mereka. Juga tak ada berita yang dibawa orang mengatakan, bahwa nama demikian itu pernah dipakai dalam percakapan mereka. Tetapi yang ada ialah sebutan ghurnuq dan ghirniq sebagai nama sejenis burung air, entah hitam atau putih, dan sebutan untuk pemuda yang putih dan tampan. Dari semua itu, tak ada yang cocok untuk diberi arti dewa, juga orang-orang Arab dahulu tak ada yang menamakannya demikian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal lagi sebuah argumen yang dapat kita kemukakan sebagai bukti bahwa cerita gharaniq ini mustahil akan ada dalam sejarah hidup Muhammad sendiri. Sejak kecilnya, semasa anak-anak dan semasa mudanya, belum pernah terbukti ia berdusta, sehingga ia diberi gelar Al-Amin, "yang dapat dipercaya," pada waktu usianya belum lagi mencapai duapuluh lima tahun. Kejujurannya sudah merupakan hal yang tak perlu diperbantahkan lagi di kalangan umum, sehingga ketika suatu hari sesudah kerasulannya ia bertanya kepada Quraisy: "Bagaimana pendapatmu sekalian kalau kukatakan, bahwa pada permukaan bukit ini ada pasukan berkuda. Percayakah kamu?" Jawab mereka: "Ya, engkau tidak pernah disangsikan. Belum pernah kami melihat kau berdusta." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi orang yang sudah dikenal sejak kecil hingga tuanya begitu jujur, bagaimana orang akan percaya bahwa ia mengatakan sesuatu yang tidak dikatakan oleh Allah, ia akan takut kepada orang dan bukan kepada Allah! Hal ini tidak mungkin. Mereka yang sudah mempelajari jiwanya yang begitu kuat, begitu cemerlang, jiwa yang begitu membenteng mempertahankan kebenaran dan tidak pula pernah mencari muka dalam soal apapun, akan mengetahui ketidak mungkinan cerita itu. Betapa kita melihat Muhammad berkata: Kalau Quraisy meletakkan matahari di sebelah kanannya, dan meletakkan bulan di sebelah kirinya dengan maksud supaya ia melepaskan tugasnya, akan mati sekalipun dia tidak akan melakukan hal itu - bagaimana pula akan mengatakan sesuatu yang tidak diwahyukan Allah kepadanya, dan mengatakan itu untuk meruntuhkan sendi agama yang oleh karenanya ia diutus Allah sebagai petunjuk dan berita gembira bagi seluruh umat manusia! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kapan pula ia kembali kepada Quraisy guna memuji-muji dewa-dewa mereka? Ataukah sesudah sepuluh tahun atau sekian tahun dari kerasulannya, demi tugas yang besar itu ia sanggup memikul pelbagai macam siksaan, berupa-rupa pengorbanan, sesudah Allah memperkuat Islam dengan Hamzah dan Umar dan sesudah kaum Muslimin mulai menjadi kuat di Mekah, dengan berita yang sudah meluas pula ke seluruh jazirah, ke Abisinia dan semua penjuru?! Pendapat demikian ini adalah suatu legenda, suatu kebohongan yang sudah tak berlaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang menciptakan cerita ini sebenarnya sudah merasakan bahwa hal ini akan mudah terbongkar. Mereka lalu berusaha menutupinya dengan mengatakan, bahwa begitu Muhammad mendengar kata-kata Quraisy bahwa dewa-dewa mereka sudah mendapat tempat sebagai perantara, hal itu berat sekali dirasanya, sehingga ia kembali kepada Tuhan bertobat, dan begitu ia pulang ke rumah sore itu Jibrilpun datang. Tetapi tabir ini akan terbuka juga kiranya. Kalau hal itu oleh Muhammad sudah sangat luar biasa, ketika ia mendengar kata-kata Quraisy itu, apalagi ia sampai akan mengoreksi wahyu pada waktu itu juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi masalah gharaniq ini memang tidak punya dasar, selain sebagai karangan yang dibikin-bikin oleh suatu golongan yang mau melakukan tipu muslihat terhadap Islam, yang terjadi sesudah permulaan sejarah Islam. Yang lebih mengherankan lagi ialah karena kecerobohan mereka yang telah melakukan pemalsuan-pemalsuan itu melemparkan pemalsuan mereka justru ke dalam jantung Islam, yaitu ke dalam Tauhid! Yang justru karena itu pulalah Muhammad diutus, supaya meneruskannya kepada umat manusia sejak dari semula, dan yang sejak itu pula tidak kenal arti mengalah. Juga segala yang ditawarkan kepadanya oleh Quraisy apa saja yang dikehendakinya berupa harta, bahkan akan dijadikannya ia raja atas mereka, tidak sampai membuatnya jadi berpaling. Semua itu ditawarkan kepadanya, pada waktu penduduk Mekah yang menjadi pengikutnya masih sedikit sekali jumlahnya. Waktu itu gangguan-gangguan Quraisy kepada sahabat-sahabatnya tidak sampai membuat ia surut dari dakwah yang diperintahkan Tuhan kepadanya, yaitu supaya diteruskan kepada umat manusia. Jadi sasaran mereka yang telah melakukan pemalsuan terhadap masalah yang begitu teguh menjadi pegangan Muhammad yang tak ada taranya itu, hanya menunjukkan suatu kecerobohan yang tidak rasional, dan yang sekaligus menunjukkan pula, bahwa mereka yang masih cenderung mau mempercayainya ternyata telah tertipu; suatu hal yang sebenarnya tidak perlu sampai ada orang akan tertipu karenanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi masalah gharaniq ini memang samasekali tidak punya dasar, dan samasekali tak ada hubungannya pula dengan kembalinya Muslimin dari Abisinia. Seperti disebutkan di atas, mereka kembali karena Umar sudah masuk Islam dan dengan semangatnya yang sama seperti sebelum itu ia membela Islam, sampai menyebabkan Quraisy terpaksa mengadakan perjanjian perdamaian dengan Muslimin. Juga mereka kembali pulang ketika di Abisinia sedang berkecamuk pemberontakan. Mereka kuatir akan akibatnya. Tetapi setelah Quraisy mengetahui mereka kembali, kekuatirannya makin bertambah akan besarnya pengaruh Muhammad di kalangan mereka. Quraisypun lalu membuat rencana mengatur langkah berikutnya, yang berakhir dengan dibuatnya piagam yang menentukan diantaranya tidak akan saling mengawinkan, berjual-beli dan bergaul dengan Banu Hasyim, dan yang juga sudah sepakat diantara mereka, akan membunuh Muhammad jika dapat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki:  [1] Sekedar gambaran terjemahan ini hanya dari segi ungkapan sedang perbedaan atau persamaan yang lebih jelas hanya dari segi semantik menurut bahasa aslinya (A).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7905137653795914798-3045145527185069236?l=jajilahzahra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/feeds/3045145527185069236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/bab-vi-cerita-gharaniq.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/3045145527185069236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7905137653795914798/posts/default/3045145527185069236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jajilahzahra.blogspot.com/2010/05/bab-vi-cerita-gharaniq.html' title='BAB VI - CERITA GHARANIQ'/><author><name>Jajilah zahra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06080708456971264307</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7905137653795914798.post-6153729556885137338</id><published>2010-05-08T00:05:00.000-07:00</published><updated>2010-05-08T00:10:26.708-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah hidup Rasullulah'/><title type='text'>BAB V - DARI MASA KERASULAN SAMPAI ISLAMNYA UMAR</title><content type='html'>Percakapan Khadijah dengan Waraqa b. Naufal&lt;br /&gt;MUHAMMAD sedang tidur. Khadijah menatapnya dengan hati penuh kasih dan harapan, kasih dan harapan terhadap orang yang tadi mengajaknya bicara itu. &lt;br /&gt;Setelah dilihatnya ia tidur nyenyak, nyenyak dan tenang sekali, ditinggalkannya orang itu perlahan-lahan. Ia keluar, dengan pikiran masih pada orang itu, orang yang pernah menggoncangkan hatinya. Pikirannya pada hari esok, pada hari yang akan memberikan harapan baik kepadanya. Harapannya, suami itu akan menjadi nabi atas umat, yang kini tengah hanyut dalam kesesatan. Ia akan membimbing mereka dengan ajaran agama yang benar serta akan membawa mereka ke jalan yang lurus. Tetapi, sungguhpun begitu, menghadapi masa yang akan datang, ia merasa kuatir sekali, kuatir akan nasib suami yang setia dan penuh kasih-sayang itu. Dibayangkannya dalam hatinya apa yang telah diceritakan kepadanya itu. Dibayangkannya itu malaikat yang begitu indah, yang memperlihatkan diri di angkasa, setelah menyampaikan wahyu Tuhan kepadanya dan yang kemudian memenuhi seluruh ruangan itu. Selalu ia melihat malaikat itu kemana saja ia mengalihkan muka. Khadijah masih mengulangi kata-kata yang dibacakan dan sudah terpateri dalam dada Muhammad itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu dibentangkan kembali oleh Khadijah di depan mata hatinya. Kadang terkembang senyum di bibir, karena suatu harapan; kadang kecut juga rasanya, karena takut akan nasib yang mungkin akan menimpa diri Al-Amin kelak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahan ia tinggal seorang diri lama-lama. Pikirannya berpindah-pindah dari harapan yang manis sedap kepada kesangsian dan harap-harap cemas. Terpikir olehnya akan mencurahkan segala isi hatinya itu kepada orang yang sudah dikenalnya bijaksana dan akan dapat memberikan nasehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, kemudian ia pergi menjumpai saudara sepupunya (anak paman), Waraqa b. Naufal. Seperti sudah disebutkan, Waraqa adalah seorang penganut agama Nasrani yang sudah mengenal Bible dan sudah pula menterjemahkannya sebagian ke dalam bahasa Arab. Ia menceritakan apa yang pernah dilihat dan didengar Muhammad dan menceritakan pula apa yang dikatakan Muhammad kepadanya, dengan menyebutkan juga rasa kasih dan harapan yang ada dalam dirinya. Waraqa menekur sebentar, kemudian katanya: "Maha Kudus Ia, Maha Kudus. Demi Dia yang memegang hidup Waraqa. Khadijah, percayalah, dia telah menerima Namus Besar1 seperti yang pernah diterima Musa. Dan sungguh dia adalah Nabi umat ini. Katakan kepadanya supaya tetap tabah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah pulang. Dilihatnya Muhammad masih tidur. Dipandangnya suaminya itu dengan rasa kasih dan penuh ikhlas, bercampur harap dan cemas. Dalam tidur yang demikian itu, tiba-tiba ia menggigil, napasnya terasa sesak dengan keringat yang sudah membasahi wajahnya. Ia terbangun, manakala didengarnya malaikat datang membawakan wahyu kepadanya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O orang yang berselimut! Bangunlah dan sampaikan peringatan. Dan agungkan Tuhanmu. Pakaianmupun bersihkan. Dan hindarkan perbuatan dosa. Jangan kau memberi, karena ingin menerima lebih banyak. Dan demi Tuhanmu, tabahkan hatimu." (Qur'an 74: 1 - 7) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipandangnya ia oleh Khadijah, dengan rasa kasih yang lebih besar. Didekatinya ia perlahan-lahan seraya dimintanya, supaya kembali ia tidur dan beristirahat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktu tidur dan istirahat sudah tak ada lagi, Khadijah," jawabnya. "Jibril membawa perintah supaya aku memberi peringatan kepada umat manusia, mengajak mereka, dan supaya mereka beribadat hanya kepada Allah. Tapi siapa yang akan kuajak? Dan siapa pula yang akan mendengarkan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah berusaha menenteramkan hatinya. Cepat-cepat ia menceritakan apa yang didengarnya dari Waraqa tadi. Dengan penuh gairah dan bersemangat sekali kemudian ia menyatakan dirinya beriman atas kenabiannya itu. Sudah sewajarnya apabila Khadijah cepat-cepat percaya kepadanya. Ia sudah mengenalnya benar. Selama hidupnya laki-laki itu selalu jujur, orang berjiwa besar ia dan selalu berbuat kebaikan dengan penuh rasa kasih-sayang. Selama dalam tahannuth, dilihatnya betapa besar kecenderungannya kepada kebenaran, dan hanya kebenaran semata-mata. Ia mencari kebenaran itu dengan persiapan jiwa, kalbu dan pikiran yang sudah begitu tinggi, membubung melampaui jangkauan yang akan dapat dibayangkan manusia, manusia yang menyembah patung dan membawakan kurban-kurban ke sana; mereka yang menganggap bahwa itu adalah tuhan yang dapat mendatangkan bencana dan keuntungan. Mereka membayangkan, bahwa itu patut disembah dan diagungkan. Wanita itu sudah melihatnya betapa benar ia pada tahun-tahun masa tahannuth itu. Juga ia melihatnya betapa benar keadaannya tatkala pertama kali ia kembali dari gua Hira', sesudah kerasulannya. Ia bingung sekali. Dimintanya oleh Khadijah, apabila malaikat itu nanti datang supaya diberitahukan kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilamana kemudian Muhammad melihat malaikat itu datang, didudukannya ia oleh Khadijah di paha kirinya, kemudian di paha kanan dan di pangkuannya. Malaikat itupun masih juga dilihatnya. Khadijah menghalau dan mencampakkan tutup mukanya. Waktu itu tiba-tiba Muhammad tidak lagi melihatnya. Khadijah tidak ragu lagi bahwa itu adalah malaikat, bukan setan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah peristiwa itu, pada suatu hari Muhammad pergi akan mengelilingi Ka'bah. Di tempat itu Waraqa b. Naufal menjumpainya. Sesudah Muhammad menceritakan keadaannya, Waraqa berkata: "Demi Dia Yang memegang hidup Waraqa. Engkau adalah Nabi atas umat ini. Engkau telah menerima Namus Besar seperti yang pemah disampaikan kepada Musa. Pastilah kau akan didustakan orang, akan disiksa, akan diusir dan akan diperangi. Kalau sampai pada waktu itu aku masih hidup, pasti aku akan membela yang di pihak Allah dengan pembelaan yang sudah diketahuiNya pula." Lalu Waraqa mendekatkan kepalanya dan mencium ubun-ubun Muhammad. Muhammadpun segera merasakan adanya kejujuran dalam kata-kata Waraqa itu, dan merasakan pula betapa beratnya beban yang harus menjadi tanggungannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ia jadi memikirkan, bagaimana akan mengajak Quraisy supaya turut beriman; padahal ia tahu benar mereka sangat kuat mempertahankan kebatilan itu. Mereka bersedia berperang dan mati untuk itu. Ditambah lagi mereka masih sekeluarga dan sanak famili yang dekat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguhpun begitu, tetapi mereka dalam kesesatan. Sedang apa yang dianjurkannya kepada mereka, itulah yang benar. Ia mengajak mereka, agar jiwa dan hati nurani mereka dapat lebih tinggi sehingga dapat berhubungan dengan Allah Yang telah menciptakan mereka dan menciptakan nenek-moyang mereka; agar mereka beribadat hanya kepadaNya, dengan penuh ikhlas, dengan jiwa yang bersih, untuk agama. Ia mengajak mereka supaya mereka mendekatkan diri kepada Allah dengan perbuatan yang baik, dengan memberikan kepada orang berdekatan, hak-hak mereka, begitu juga kepada orang yang dalam perjalanan; agar mereka menjauhkan diri dari menyembah batu-batu yang mereka buat jadi berhala yang menurut dugaan mereka akan mengampuni segala dosa mereka dari perbuatan angkara-murka yang mereka lakukan, dari menjalankan riba dan memakan harta anak piatu. Penyembahan mereka demikian itu membuat jiwa dan hati mereka lebih keras dan lebih membatu dari patung-patung itu. Ia memperingatkan mereka agar mereka mau melihat ciptaan Tuhan yang ada di langit dan di bumi; supaya semua itu menjadi tamsil dalam jiwa mereka serta kemudian menyadari betapa dahsyat dan agungnya semua itu. Dengan kesadaran demikian mereka akan memahami kebesaran undang-undang Ilahi yang berlaku di langit dan di bumi. Selanjutnya, dengan ibadatnya itu akan memahami pula kebesaran Al Khalik Pencipta alam semesta ini, Yang Tunggal, tiada bersekutu. Dengan demikian mereka akan lebih tinggi, akan lebih luhur Mereka akan diisi oleh rasa kasih-sayang terhadap mereka yang belum mendapat petunjuk Tuhan, dan akan berusaha ke arah itu. Mereka akan berlaku baik terhadap semua anak piatu, terhadap semua orang yang malang dan lemah. Ya! Ke arah itulah Tuhan memerintahkannya, supaya ia mengajak mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, itu jantung yang sudah begitu keras, jiwa yang sudah begitu kaku, sudah jadi kering dalam menyembah berhala seperti yang dilakukan oleh nenek-moyang mereka dahulu. Di tempat itu mereka berdagang, dan membuat Mekah menjadi pusat kunjungan penyembah berhala! Akan mereka tinggalkankah agama nenek-moyang mereka dan mereka lepaskan kedudukan kota mereka yang berarti suatu bahaya bilamana sudah tak ada lagi orang yang akan menyembah berhala? Lalu bagaimana pula akan membersihkan jiwa serupa itu dan melepaskan diri dari noda hawa-nafsu, hawa-nafsu yang akan menjerumuskan mereka, sampai kepada nafsu kebinatangannya, padahal dia sudah memperingatkan manusia supaya mengatasi nafsunya, menempatkan diri di atas berhala-berhala itu? Kalau mereka sudah tidak mau percaya kepadanya, apalagi yang harus ia lakukan? Inilah yang menjadi masalah besar itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu Terhenti&lt;br /&gt;Ia sedang menantikan bimbingan wahyu dalam menghadapi masalahnya itu, menantikan adanya penyuluh yang akan menerangi jalannya. Tetapi, wahyu itu sekarang terputus! Jibrilpun tidak datang lagi kepadanya. Tempat di sekitarnya jadi sunyi, bisu. Ia merasa terasing dari orang, dan dari dirinya. Kembali ia merasa dalam ketakutan seperti sebelum turunnya wahyu. Konon Khadijah pernah mengatakan kepadanya: "Mungkin Tuhan tidak menyukai engkau." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia masih dalam ketakutan. Perasaan ini juga yang mendorongnya lagi akan pergi ke bukit-bukit dan menyendiri lagi dalam gua Hira'. Ia ingin membubung tinggi dengan seluruh jiwanya, menghadapkan diri kepada Tuhan, akan menanyakan: Kenapa ia lalu ditinggalkan sesudah dipilihNya? Kecemasan Khadijahpun tidak pula kurang rasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengharap mati benar-benar kalau tidak karena merasakan adanya perintah yang telah diberikan kepadanya. Kembali lagi ia kepada dirinya, kemudian kepada Tuhannya. Konon katanya: Pernah terpikir olehnya akan membuang diri dari atas Hira' atau dari atas puncak gunung Abu Qubais. Apa gunanya lagi hidup kalau harapannya yang besar ini jadi kering lalu berakhir ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ia sedang dalam kekuatiran demikian itu - sesudah sekian lama terhenti - tiba-tiba datang wahyu membawa firman Tuhan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi pagi cerah yang gemilang. Dan demi malam bila senyap kelam. Tuhanmu tidak meninggalkan kau, juga tidak merasa benci. Dan sungguh, hari kemudian itu lebih baik buat kau daripada yang sekarang. Dan akan segera ada pemberian dari Tuhan kepadamu. Maka engkaupun akan bersenang hati. Bukankah Ia mendapati kau seorang piatu, lalu diberiNya tempat berlindung? Dan Ia mendapati kau tak tahu jalan, lalu diberiNya kau petunjuk? Karena itu, terhadap anak piatu, jangan kau bersikap bengis. Dan tentang orang yang meminta, jangan kau tolak. Dan tentang kurnia Tuhanmu, hendaklah kau sebarkan."(Qur'an, 93: 1-11) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Mulia Allah. Betapa damainya itu dalam jiwa. Betapa gembira dalam hati! Rasa cemas dan takut dalam diri Muhammad semuanya hilang sudah. Terbayang senyum di wajahnya. Bibirnyapun mengucapkan kata-kata syukur, kata-kata kudus dan penuh khidmat. Tidak lagi Khadijah merasa takut, bahwa Tuhan sudah tidak menyukai Muhammad dan iapun tidak lagi merasa takut dan gelisah. Bahkan Tuhan telah melindungi mereka berdua dengan rahmatNya. Segala rasa takut dan keraguan-raguan hilang sama sekali dari hatinya. Tak ada lagi bunuh diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ada sekarang ialah hidup dan ajakan kepada Allah, dan hanya kepada Allah semata. Hanya kepada Allah Yang Maha Besar menundukkan kepala. Segala yang ada di langit dan di bumi bersujud belaka kepadaNya. Hanya Dialah Yang Hak, dan yang selain itu batil adanya. Hanya kepadaNya hati manusia dihadapkan, seluruh hidup kesana juga bergantung dan kepadaNya pula ruh akan kembali. "Sungguh, hari kemudian itu lebih baik buat kau daripada yang sekarang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, hari kemudian tempat berkumpulnya jiwa dengan segala bentuknya yang penuh, yang tidak lagi kenal ruang dan waktu, dan semua cara hidup pertama yang rendah ini akan terlupakan adanya. Hari kemudian yang akan disinari cahaya pagi, berkilauan, dan malam yang gelap dan kelam. Bintang-bintang di langit, bumi dan gunung-gunung, semua akan dihubungi oleh jiwa yang pasrah menyerah. Kehidupan inilah yang akan menjadi tujuan. Inilah kebenaran yang sesungguhnya. Di luar itu hanya bayangan belaka, yang tiada berguna. Kebenaran inilah yang cahayanya disinari oleh jiwa Muhammad, dan yang baru akan dipantulkan kembali guna memikirkan bagaimana mengajak orang ingat kepada Tuhan. Dan guna mengajak orang kepada Tuhan, ia harus membersihkan pakaiannya serta menjauhi perbuatan mungkar. Ia harus tabah menghadapi segala gangguan demi menjaga dakwah kepada Kebenaran. Ia harus menuntun umat kepada ilmu yang belum mereka ketahui; jangan menolak orang meminta, jangan berlaku bengis terhadap anak piatu. Cukuplah Tuhan telah memilihnya sebagai pengemban amanat. Maka katakanlah itu. Cukup sudah, bahwa Tuhan telah menemukannya sebagai seorang piatu, lalu dilindungiNya di bawah asuhan kakeknya Abd'l-Muttalib, dan pamannya, Abu Talib. Ia yang hidup miskin, telah diberi kekayaan dengan amanat Tuhan kepadanya. Dipermudah pula dengan Khadijah sebagai kawan semasa mudanya, kawan semasa dalam tahannuth, kawan semasa kerasulannya, kawan yang penuh cinta kasih, yang memberi nasehat dengan rasa kasih-sayangnya. Tuhan telah mendapatinya tak tahu jalan, lalu diberiNya petunjuk berupa risalah. Cukuplah semua itu. Hendaklah ia mengajak orang kepada Kebenaran, berusaha sedapat mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah ketentuan Tuhan terhadap seorang nabi yang telah dipilihNya. Ia tidak ditinggalkanNya, juga tidak dibenciNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan telah mengajarkan Nabi bersembahyang, maka iapun bersembahyang, begitu juga Khadijah ikut pula sembahyang. Selain puteri-puterinya, tinggal bersama keluarga itu Ali bin Abi Talib sebagai anak muda yang belum balig. Pada waktu itu suku Quraisy sedang mengalami suatu krisis yang luarbiasa. Abu Talib adalah keluarga yang banyak anaknya. Muhammad sekali berkata kepada Abbas, pamannya - yang pada masa itu adalah yang paling mampu di antara Keluarga Hasyim: "Abu Talib saudaramu anaknya banyak. Seperti kaulihat, banyak orang yang mengalami krisis. Baiklah kita ringankan dia dari anak-anaknya itu. Aku akan mengambilnya seorang kaupun seorang untuk kemudian kita asuh." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu Abbas lalu mengasuh Ja'far dan Muhammad mengasuh Ali, yang tetap tinggal bersama sampai pada masa kerasulannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Muhammad dan Khadijah sedang sembahyang, tiba-tiba Ali menyeruak masuk. Dilihatnya kedua orang itu sedang ruku' dan sujud serta membaca beberapa ayat Qur'an yang sampai pada waktu itu sudah diwahyukan kepadanya. Anak ifu tertegun berdiri: "Kepada siapa kalian sujud?" tanyanya setelah sembahyang selesai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sujud kepada Allah," jawab Muhammad, "Yang mengutusku menjadi nabi dan memerintahkan aku mengajak manusia menyembah Allah" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Muhammadpun mengajak sepupunya itu beribadat kepada Allah semata tiada bersekutu serta menerima agama yang dibawa nabi utusanNya dengan meninggalkan berhala-berhala semacam Lat dan 'Uzza. Muhammad lalu membacakan beberapa ayat Qur'an. Ali sangat terpesona karena ayat-ayat itu luar biasa indahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia minta waktu akan berunding dengan ayahnya lebih dulu. Semalaman itu ia merasa gelisah. Tetapi besoknya ia memberi tahukan kepada suami-isteri itu, bahwa ia akan mengikuti mereka berdua, tidak perlu minta pendapat Abu Talib. "Tuhan menjadikan saya tanpa saya perlu berunding dengan Abu Talib. Apa gunanya saya harus berunding dengan dia untuk menyembah Allah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ali adalah anak pertama yang menerima Islam. Kemudian Zaid b. Haritha, bekas budak Nabi. Dengan demikian Islam masih terbatas hanya dalam lingkungan keluarga Muhammad: dia sendiri, isterinya, kemenakannya dan bekas budaknya. Masih juga ia berpikir-pikir, bagaimana akan mengajak kaum Quraisy itu. Tahu benar ia, betapa kerasnya mereka itu dan betapa pula kuatnya mereka berpegang pada berhala yang disembah-sembah nenek moyang mereka itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islamnya Abu Bakr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu Abu Bakr b. Abi Quhafa dari kabilah Taim adalah teman akrab Muhammad. Ia senang sekali kepadanya, karena sudah diketahuinya benar ia sebagai orang yang bersih, jujur dan dapat dipercaya. Oleh karena itu orang dewasa pertama yang diajaknya menyembah Allah Yang Esa dan meninggalkan penyembahan berhala, adalah dia. Juga dia laki-laki pertama tempat dia membukakan isi hatinya akan segala yang dilihat serta wahyu yang diterimanya. Abu Bakr tidak ragu-ragu lagi memenuhi ajakan Muhammad dan beriman pula akan ajakannya itu. Jiwa yang mana lagi yang memang mendambakan kebenaran masih akan ragu-ragu meninggalkan penyembahan berhala dan untuk kemudian menyembah Allah Yang Esa! Jiwa yang mana lagi yang masih disebut jiwa besar di samping menyembah Allah masih mau menyembah batu yang bagaimanapun bentuknya! Jiwa yang mana lagi yang sudah bersih masih akan ragu-ragu membersihkan pakaian dan jiwanya, berderma kepada orang yang membutuhkan dan berbuat kebaikan kepada anak piatu! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keimanannya kepada Allah dan kepada RasulNya itu segera diumumkan oleh Abu Bakr di kalangan teman-temannya. Ia memang seorang pria yang rupawan. "Menjadi kesayangan masyarakatnya dan amikal sekali. Dari kalangan Quraisy ia termasuk orang Quraisy yang berketurunan tinggi dan yang banyak mengetahui segala seluk-beluk bangsa itu, yang baik dan yang jahat. Sebagai pedagang dan orang yang berakhlak baik ia cukup terkenal. Kalangan masyarakatnya sendiri yang terkemuka mengenalnya dalam satu bidang saja. Mereka mengenalnya karena ilmunya, karena perdagangannya dan karena pergaulannya yang baik." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin yang Mula-mula&lt;br /&gt;Dari kalangan masyarakatnya yang dipercayai oleh Abu Bakr diajaknya mereka kepada Islam. Usman b. 'Affan, Abdurrahman b. 'Auf, Talha b. 'Ubaidillah, Sa'd b. Abi Waqqash dan Zubair bin'l-'Awwam mengikutinya pula menganut Islam. Kemudian menyusul pula Abu 'Ubaida bin'l-Djarrah, dan banyak lagi yang lain dari penduduk Mekah. Mereka yang sudah Islam itu lalu datang kepada Nabi menyatakan Islamnya, yang selanjutnya menerima ajaran-ajaran agama itu dari Nabi sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui adanya permusuhan yang begitu bengis dari pihak Quraisy terhadap segala sesuatu yang melanggar paganisma, maka kaum Muslimin yang mula-mula masih sembunyi-sembunyi. Apabila mereka akan melakukan salat, mereka pergi ke celah-celah gunung di Mekah. Keadaan serupa ini berjalan selama tiga tahun, sementara Islam tambah meluas juga di kalangan penduduk Mekah. Wahyu yang datang kepada Muhammad selama itu makin memperkuat iman kaum Muslimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menambah pula dakwah itu berkembang sebenarnya karena teladan yang diberikan Muhammad sangat baik sekali: ia penuh bakti dan penuh kasih-sayang, sangat rendah hati dan penuh kejantanan, tutur-katanya lemah-lembut dan selalu berlaku adil; hak setiap orang masing-masing ditunaikan. Pandangannya terhadap orang yang Iemah, terhadap piatu, orang yang sengsara dan miskin adalah pandangan seorang bapa yang penuh kasih, lemah-lembut dan mesra. Malam haripun, dalam ia bertahajud, malam ia tidak cepat tidur, membaca wahyu yang disampaikan kepadanya, renungannya selalu tentang langit dan bumi, mencari pertanda dari segenap wujud ini, permohonannya selalu dihadapkan hanya kepada Allah. Dia. yang menyerapkan hidup semesta ini ke dalam dirinya dan kedalam jantung kehidupannya sendiri, adalah suatu teladan yang membuat mereka yang sudah beriman dan menyatakan diri Islam itu, makin besar cintanya kepada Islam dan makin kukuh pula imannya. Mereka sudah berketetapan hati meninggalkan anutan nenek-moyang mereka dengan menanggung segala siksaan kaum musyrik yang hatinya belum lagi disentuh iman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudagar-saudagar dan kaum bangsawan Mekah yang sudah mengenal arti kesucian, sudah menyadari arti kebenaran, pengampunan dan arti rahmat, mereka beriman kepada ajaran Muhammad. Semua kaum yang lemah, semua orang yang sengsara dan semua orang yang tidak punya, beriman kepadanya. Ajaran Muhammad sudah tersebar di Mekah, orang sudah berbondong-bondong memasuki Islam, pria dan wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang banyak bicara tentang Muhammad dan tentang ajaran-ajarannya. Akan tetapi penduduk Mekah yang masih berhati-hati, yang masih tertutup hatinya, pada mulanya tidak menghiraukannya. Mereka menduga, bahwa kata-katanya tidakkan lebih dari kata-kata pendeta atau ahli-ahli pikir semacam Quss, Umayya, Waraqa dan yang lain. Orang pasti akan kembali kepada kepercayaan nenek-moyangnya; yang akhirnya akan menang ialah Hubal, Lat dan 'Uzza, begitu juga Isaf dan Na'ila yang dibawai kurban. Mereka lupa bahwa iman yang murni tak dapat dikalahkan, dan bahwa kebenaran pasti akan mendapat kemenangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajakan Muhammad Kepada Keluarganya&lt;br /&gt;Tiga tahun kemudian sesudah kerasulannya, perintah Allah datang supaya ia mengumumkan ajaran yang masih disembunyikan itu, perintah Allah supaya disampaikan. Ketika itu wahyu datang: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan berilah peringatan kepada keluarga-keluargamu yang dekat. Limpahkanlah kasih-sayang kepada orang-orang beriman yang mengikut kau. Kalaupun mereka tidak mau juga mengikuti kau, katakanlah, 'Aku lepas tangan dari segala perbuatan kamu.'" (Qur'an 26: 214-216) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampaikanlah apa yang sudah diperintahkan kepadamu, dan tidak usah kauhiraukan orang-orang musyrik itu."(Qur'an 15: 94) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammadpun mengundang makan keluarga-keluarga itu ke rumahnya, dicobanya bicara dengan mereka dan mengajak mereka kepada Allah. Tetapi Abu Talib, pamannya, lalu menyetop pembicaraan itu. Ia mengajak orang-orang pergi meninggalkan tempat. Keesokan harinya sekali lagi Muhammad mengundang mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan, katanya kepada mereka: "Saya tidak melihat ada seorang manusia di kalangan Arab ini dapat membawakan sesuatu ke tengah-tengah mereka lebih baik dari yang saya bawakan kepada kamu sekalian ini. Kubawakan kepada kamu dunia dan akhirat yang terbaik. Tuhan telah menyuruh aku mengajak kamu sekalian. Siapa di antara kamu ini yang mau mendukungku dalam hal ini?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka semua menolak, dan sudah bersiap-siap akan meninggalkannya. Tetapi tiba-tiba Ali bangkit - ketika itu ia masih anak-anak, belum lagi balig. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasulullah, saya akan membantumu," katanya. "Saya adalah lawan siapa saja yang kautentang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banu Hasyim tersenyum, dan ada pula yang tertawa terbahak-bahak. Mata mereka berpindah-pindah dari Abu Talib kepada anaknya. Kemudian mereka semua pergi meninggalkannya dengan ejekan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu Muhammad kemudian mengalihkan seruannya dari keluarga-keluarganya yang dekat kepada seluruh penduduk Mekah. Suatu hari ia naik ke Shafa2 dengan berseru: "Hai masyarakat Quraisy." Tetapi orang Quraisy itu lalu membalas: "Muhammad bicara dari atas Shafa." Mereka lalu datang berduyun-duyun sambil bertanya-tanya, "Ada apa?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana pendapatmu sekalian kalau kuberitahukan kamu, bahwa pada permukaan bukit ini ada pasukan berkuda. Percayakah kamu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya," jawab mereka. "Engkau tidak pernah disangsikan. Belum pernah kami melihat engkau berdusta." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku mengingatkan kamu sekalian, sebelum menghadapi siksa yang sungguh berat," katanya, "Banu Abd'l-Muttalib, Banu Abd Manaf, Banu Zuhra, Banu Taim, Banu Makhzum dan Banu Asad Allah memerintahkan aku memberi peringatan kepada keluarga-keluargaku terdekat. Baik untuk kehidupan dunia atau akhirat. Tak ada sesuatu bahagian atau keuntungan yang dapat kuberikan kepada kamu, selain kamu ucapkan: Tak ada tuhan selain Allah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau seperti dilaporkan: Abu Lahab - seorang laki-laki berbadan gemuk dan cepat naik darah - kemudian berdiri sambil meneriakkan: "Celaka kau hari ini. Untuk ini kau kumpulkan kami?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad tak dapat bicara. Dilihatnya pamannya itu. Tetapi kemudian sesudah itu datang wahyu membawa firman Tuhan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Celakalah kedua tangan Abu Lahab, dan celakalah ia. Tak ada gunanya kekayaan dan usahanya itu. Api yang menjilat-jilat akan menggulungnya" (Qur'an 111: 1-5) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarahan Abu Lahab dan sikap permusuhan kalangan Quraisy yang lain tidak dapat merintangi tersebarnya dakwah Islam di kalangan penduduk Mekah itu. Setiap hari niscaya akan ada saja orang yang Islam - menyerahkan diri kepada Allah. Lebih-lebih mereka yang tidak terpesona oleh pengaruh dunia perdagangan untuk sekedar melepaskan renungan akan apa yang telah diserukan kepada mereka. Mereka sudah melihat Muhammad yang berkecukupan, baik dari harta Khadijah atau hartanya sendiri. Tidak dipedulikannya harta itu, juga tidak akan memperbanyaknya lagi. Ia mengajak orang hidup dalam kasih-sayang, dengan lemah-lembut, dalam kemesraan dan tasamuh (lapang dada, toleransi). Ya, bahkan dia yang menerima wahyu menyebutkan, bahwa memupuk-mupuk kekayaan adalah suatu kutukan terhadap jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu telah dilalaikan oleh perlombaan saling memperbanyak. Sampai nanti kamu menuju kubur. Sekali lagi, jangan! Akan kamu ketahui juga nanti. Jangan. Kalau kamu mengetahui dengan meyakinkan. Niscaya akan kamu lihat neraka. Kemudian, tentu akan kamu lihat itu dengan mata yang meyakinkan. Hari itu kemudian baru kamu akan ditanyai tentang kesenangan itu." (Qur'an 102: 1-8) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi yang lebih baik daripada yang dianjurkan Muhammad itu! Bukankah ia menganjurkan kebebasan? Kebebasan mutlak yang tak ada batasnya. Kebebasan yang sungguh bernilai bagi setiap manusia Arab itu, sama dengan nilai hidupnya sendiri! Ya! Bukankah orang mau melepaskan diri dari belenggu dengan pengabdian yang bagaimanapun selain pengabdiannya kepada Allah? Bukankah setiap belenggu itu harus dihancurkan? Tak ada Hubal, tak ada Lat, 'Uzza. Tak ada api Majusi, matahari orang Mesir, tak ada bintang penyembah bintang, tak ada hawariyin (pengikut-pengikut Isa), tak ada seorang manusiapun, atau malaikat ataupun jin yang akan menjadi batas antara Allah dengan manusia. Di hadapan Allah, hanya di hadapanNya Yang Tunggal tak bersekutu, manusia akan dimintai pertanggung-jawabannya atas perbuatannya yang telah dilakukan, yang baik dan yang buruk. Hanya perbuatan manusia itu sajalah yang menjadi perantaranya. Hati kecilnya yang akan menimbang semua perbuatan. Hanya itulah yang berkuasa atas dirinya. Dengan itulah dipertanggungkan ketika setiap jiwa mendapat balasan sesuai dengan perbuatannya. Kebebasan mana lagi yang lebih luas daripada yang diajarkan Muhammad itu? Adakah Abu Lahab dan kawan-kawannya mengajarkan yang semacam itu - sedikit sekalipun? Ataukah mereka mengajarkan supaya manusia tetap dalam perhambaan, dalam perbudakan, yang sudah ditimbuni oleh kepercayaan-kepercayaan khurafat dan takhayul, yang sudah menutupi mereka dari segala cahaya kebenaran? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quraisy Menghasut Penyair-penyairnya Terhadap Muhammad&lt;br /&gt;Akan tetapi Abu Lahab, Abu Sufyan dan bangsawan-bangsawan Quraisy terkemuka lainnya, hartawan-hartawan yang gemar bersenang-senang, mulai merasakan, bahwa ajaran Muhammad itu merupakan bahaya besar bagi kedudukan mereka. Jadi yang mula-mula harus mereka lakukan ialah menyerangnya dengan cara mendiskreditkannya, dan mendustakan segala apa yang dinamakannya kenabian itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama yang mereka lakukan dalam hal ini ialah membujuk penyair-penyair mereka: Abu Sufyan bin'l-Harith, 'Amr bin'l-'Ash dan Abdullah ibn'z-Ziba'ra, supaya mengejek dan menyerangnya. Dalam pada itu penyair-penyair Muslimin juga tampil membalas serangan mereka tanpa Muhammad sendiri yang harus melayani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, selain penyair-penyair itu beberapa orang tampil pula meminta kepada Muhammad beberapa mujizat yang akan dapat membuktikan kerasulannya: mujizat-mujizat seperti pada Musa dan Isa. Kenapa bukit-bukit Shafa dan Marwa itu tidak disulapnya menjadi emas, dan kitab yang dibicarakannya itu dalam bentuk tertulis diturunkan dari langit? Dan kenapa Jibril yang banyak dibicarakan oleh Muhammad itu tidak muncul di hadapan mereka? Kenapa dia tidak menghidupkan orang-orang yang sudah mati, menghalau bukit-bukit yang selama ini membuat Mekah terkurung karenanya? Kenapa ia tidak memancarkan mata air yang lebih sedap dari air sumur Zamzam, padahal ia tahu betapa besar hajat penduduk negerinya itu akan air? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya sampai disitu saja kaum musyrikin itu mau mengejeknya dalam soal-soal mujizat, malahan ejekan mereka makin menjadi-jadi, dengan menanyakan: kenapa Tuhannya itu tidak memberikan wahyu tentang harga barang-barang dagangan supaya mereka dapat mengadakan spekulasi buat hari depan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debat mereka itu berkepanjangan. Tetapi wahyu yang datang kepada Muhammad menjawab debat mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah: 'Aku tak berkuasa membawa kebaikan atau menolak bahaya untuk diriku sendiri, kalau tidak dengan kehendak Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang gaib-gaib, niscaya kuperbanyak amal kebaikan itu dan bahayapun tidak menyentuhku. Tapi aku hanya memberi peringatan dan membawa berita gembira bagi mereka yang beriman." (Qur'an 7: 188) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Muhammad hanya mengingatkan dan membawa berita gembira. Bagaimana mereka akan menuntutnya dengan hal-hal yang tak masuk akal. Sedang dia tidak mengharapkan dari mereka kecuali yang masuk akal, bahkan yang diminta dan diharuskan oleh akal?! Bagaimana mereka menuntutnya dengan hal-hal yang bertentangan dengan kodrat jiwa yang tinggi padahal yang diharapkannya dari mereka agar mereka mau menerima suara yang sesuai dengan kodrat jiwa yang tinggi itu?! Bagaimana pula mereka masih menuntutnya dengan beberapa mujizat, padahal kitab yang diwahyukan kepadanya itu dan yang menunjukkan jalan yang benar itu adalah mujizat dari segala mujizat? Kenapa mereka masih menuntut supaya kerasulannya itu diperkuat lagi dengan keanehan-keanehan yang tak masuk akal, yang sesudah itu nanti merekapun akan ragu-ragu lagi, akan mengikutinyakah mereka atau tidak? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini, yang mereka katakan tuhan-tuhan mereka itu, tidak lebih adalah batu-batu atau kayu yang disangga atau berhala-berhala yang tegak di tengah-tengah padang pasir, yang tidak dapat membawa kebaikan ataupun menolak bahaya. Sungguhpun begitu mereka menyembahnya juga, tanpa menuntut pembuktian sifat-sifat ketuhanannya. Dan kalaupun itu yang dituntut, pasti ia akan tetap batu atau kayu, tanpa hidup, tanpa gerak; untuk dirinyapun ia tak dapat menolak bahaya atau membawa kebaikan. Dan jika ada yang datang menghancurkannya iapun takkan dapat mempertahankan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Menista Dewa-dewa Quraisy&lt;br /&gt;Muhammadpun sudah terang-terangan menyebut berhala-berhala mereka, yang sebelum itu tidak pernah disebut-sebutnya. Ia mencelanya, yang juga sebelum itu tidak pernah dilakukan demikian. Hal ini menjadi soal besar bagi Quraisy dan dirasakan menusuk hati mereka. Tentang laki-laki itu, serta apa yang dihadapinya dari mereka dan dihadapi mereka dari dia, sekarang mulai sungguh-sungguh menjadi perhatian mereka. Sampai sebegitu jauh mereka baru sampai memperolok kata-katanya. Apabila mereka duduk-duduk di Dar'n Nadwa3, atau disekitar Ka'bah dengan berhala-berhala yang ada, membuallah mereka dengan sikap tidak lebih dari senyuman mengejek dan berolok-olok. Akan tetapi, jika yang dihina dan diejek itu sekarang dewa-dewa mereka yang mereka sembah dan disembah nenek-moyang mereka, termasuk Hubal, Lat, 'Uzza dan semua berhala, maka tidak lagi soalnya soal olok-olok dan cemoohan, melainkan sudah menjadi soal yang serius dan menentukan. Atau, andaikata orang itu sampai dapat menghasut penduduk Mekah melawan mereka dan meninggalkan berhala-berhala mereka, hasil apa yang akan diperolehnya dari perdagangan Mekah itu? Dan bagaimana pula kedudukan mereka dalam arti agama? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Talib pamannya belum lagi menganut Islam. Tetapi tetap ia sebagai pelindung dan penjaga kemenakannya itu. Ia sudah menyatakan kesediaannya akan membelanya. Atas dasar itu pemuka-pemuka bangsawan Quraisy - dengan diketahui oleh Abu Sufyan b. Harb - pergi menemui Abu Talib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abu Talib," kata mereka, "kemenakanmu itu sudah memaki berhala-berhala kita, mencela agama kita, tidak menghargai harapan-harapan kita dan menganggap sesat nenek-moyang kita. Soalnya sekarang, harus kauhentikan dia; kalau tidak biarlah kami sendiri yang akan menghadapinya. Oleh karena engkau juga seperti kami tidak sejalan, maka cukuplah engkau dari pihak kami menghadapi dia." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Abu Talib menjawab mereka dengan baik sekali. Sementara itu Muhammad juga tetap gigih menjalankan tugas dakwahnya dan dakwa itupun mendapat pengikut bertambah banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quraisy segera berkomplot menghadapi Muhammad itu. Sekali lagi mereka pergi menemui Abu Talib. Sekali ini disertai 'Umara bin'l-Walid bin'l-Mughira, seorang pemuda yang gagah dan rupawan, yang akan diberikan kepadanya sebagai anak angkat, dan sebagai gantinya supaya Muhammad diserahkan kepada mereka. Tetapi inipun ditolak. Muhammad terus juga berdakwah, dan Quraisypun terus juga berkomplot. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ketiga kalinya mereka mendatangi lagi Abu Talib. &lt;br /&gt;"Abu Talib'" kata mereka, "Engkau sebagai orang yang terhormat, terpandang di kalangan kami. Kami telah minta supaya menghentikan kemenakanmu itu, tapi tidak juga kaulakukan. Kami tidak akan tinggal diam terhadap orang yang memaki nenek-moyang kita, tidak menghargai harapan-harapan kita dan mencela berhala-berhala kita - sebelum kausuruh dia diam atau sama-sama kita lawan dia hingga salah satu pihak nanti binasa." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat sekali bagi Abu Talib akan berpisah atau bermusuhan dengan masyarakatnya. Juga tak sampai hati ia menyerahkan atau membuat kemenakannya itu kecewa. Gerangan apa yang harus dilakukannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimintanya Muhammad datang dan diceritakannya maksud seruan Quraisy. Lalu katanya: "Jagalah aku, begitu juga dirimu. Jangan aku dibebani hal-hal yang tak dapat kupikul." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad menekur sejenak, menekur berhadapan dengan sebuah sejarah alam wujud ini, sejarah yang sedang tertegun tak tahu hendak ke mana tujuannya. Dalam kata-kata yang kemudian menguntai dari bibir laki-laki itu adalah suatu keputusan bagi dunia: adakah dunia ini akan dalam kesesatan selalu dan terus dijerumuskan, lalu datang Majusi menekan Kristen yang sudah gagal dan kacau, dan dengan demikian paganisma dengan kebatilannya itu akan mengangkat kepala yang sudah rapuk dan busuk? Atau ia harus memancarkan terus sinar kebenaran itu, memproklamirkan kata-kata Tauhid, membebaskan pikiran manusia dari belenggu perbudakan, membebaskannya dari rantai ilusi dan mengangkatnya kemartabat yang lebih tinggi, sehingga jiwa manusia itu dapat mencapai hubungan dengan Zat Maha Tinggi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utusan Quraisy Kepada Abu Talib&lt;br /&gt;Pamannya, ini pamannya seolah sudah tak berdaya lagi membela dan memeliharanya. Ia sudah mau meninggalkan dan melepaskannya. Sedang kaum Muslimin masih lemah, mereka tak berdaya akan berperang, tidak dapat mereka melawan Quraisy yang punya kekuasaan, punya harta, punya persiapan dan jumlah manusia. Sebaliknya dia tidak punya apa-apa selain kebenaran. Dan atas nama kebenaran sebagai pembelanya ia mengajak orang. Tak punya apa-apa ia selain imannya kepada kebenaran itu sebagai perlengkapan. Terserahlah apa jadinya! Hari kemudian itu baginya lebih baik daripada yang sekarang. Ia akan meneruskan misinya, akan mengajak orang seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Lebih baik mati ia membawa iman kebenaran yang telah diwahyukan kepadanya daripada menyerah atau ragu-ragu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, dengan jiwa yang penuh kekuatan dan kemauan, ia menoleh kepada pamannya seraya berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paman, demi Allah, kalaupun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan meletakkan bulan di tangan kiriku, dengan maksud supaya aku meninggalkan tugas ini, sungguh tidak akan kutinggalkan, biar nanti Allah yang akan membuktikan kemenangan itu di tanganku, atau aku binasa karenanya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, demikian besarnya kebenaran itu, demikian dahsyatnya iman itu! Gemetar orang tua ini mendengar jawaban Muhammad, tertegun ia. Ternyata ia berdiri di hadapan tenaga kudus dan kemauan yang begitu tinggi, di atas segala kemampuan tenaga hidup yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad berdiri. Air matanya terasa menyumbat karena sikap pamannya yang tiba-tiba itu, sekalipun tak terlintas kesangsian dalam hatinya sedikitpun akan jalan yang ditempuhnya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika lamanya Abu Talib masih dalam keadaan terpesona. Ia masih dalam kebingungan antara tekanan masyarakatnya dengan sikap kemanakannya itu. Tetapi kemudian dimintanya Muhammad datang lagi, yang lalu katanya: "Anakku, katakanlah sekehendakmu. Aku tidak akan menyerahkan engkau bagaimanapun juga!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan Muhammad Terhadap Pamannya&lt;br /&gt;Sikap dan kata-kata kemenakannya itu oleh Abu Talib disampaikan kepada Banu Hasyim dan Banu al-Muttalib. Pembicaranya tentang Muhammad itu terpengaruh oleh suasana yang dilihat dan dirasakannya ketika itu. Dimintanya supaya Muhammad dilindungi dari tindakan Quraisy. Mereka semua menerima usul ini, kecuali Abu Lahab. Terang-terangan ia menyatakan permusuhannya. Ia menggabungkan diri pada pihak lawan mereka. Permintaan mereka supaya ia dilindungi itu sudah tentu karena terpengaruh oleh fanatisma golongan dan permusuhan lama antara Banu Hasyim dan Banu Umayya. Tetapi bukan fanatisma itu saja yang mendorong Quraisy bersikap demikian. Ajarannya itu sungguh berbahaya bagi kepercayaan yang biasa dilakukan oleh leluhur mereka. Kedudukan Muhammad di tengah-tengah mereka, pendiriannya yang teguh serta ajarannya pada kebaikan supaya orang hanya menyembah Zat Yang Tunggal, yang pada waktu itu memang sudah meluas juga di kalangan kabilah-kabilah Arab, bahwa agama Allah itu bukanlah seperti yang ada pada mereka sekarang, membuat mereka dapat membenarkan juga sikap kemenakan mereka itu, Muhammad, dalam menyatakan pendiriannya, seperti yang pernah dilakukan oleh Umayya b. Abi'sh-Shalt dan Waraqa b. Naufal dan yang lain. Kalau Muhammad memang benar - dan ini yang tidak dapat mereka pastikan - maka kebenaran itu akan tampak juga dan merekapun akan merasakan pula kemegahannya. Sebaliknya, kalau tidak atas dasar kebenaran, maka orangpun akan meninggalkannya seperti yang sudah terjadi sebelum itu. Akhirnya ajaran demikian ini tidak akan meninggalkan bekas dalam mengeluarkan mereka dari tradisi yang ada dan dia sendiripun akan diserahkan kepada musuh supaya dibunuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quraisy Menyiksa Kaum Muslimin&lt;br /&gt;Terhadap gangguan Quraisy ia dapat berlindung kepada goIongannya, seperti kepada Khadijah bila ia mengalami kesedihan. Baginya - dengan imannya yang sungguh-sungguh dan cinta-kasihnya yang besar - Khadijah adalah lambang kejujuran yang dapat menghilangkan segala kesedihan hatinya, yang dapat menguatkan kembali setiap ciri kelemahan yang mungkin timbul karena siksaan musuh-musuhnya yang begitu keras menentangnya serta melakukan penyiksaan terus-menerus terhadap pengikut-pengikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum itu sebenarnya Quraisy memang tidak pernah mengenal hidup tenteram. Bahkan setiap kabilah itu langsung menyerbu kaum Muslimin yang ada di kalangan mereka: disiksa dan dipaksa melepaskan agamanya; sehingga di antara mereka ada yang mencampakkan budaknya, Bilal, ke atas pasir di bawah terik matahari yang membakar, dadanya ditindih dengan batu dan akan dibiarkan mati. Soalnya karena ia teguh bertahan dalam Islam! Dalam kekerasan semacam itu Bilal hanya berkata: "Ahad, Ahad, Hanya Yang Tunggal!" Ia memikul semua siksaan itu demi agamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pada suatu hari oleh Abu Bakr dilihatnya Bilal mengalami siksaan begitu rupa, ia dibelinya lalu dibebaskan. Tidak sedikit budak-budak yang mengalami kekerasan serupa itu oleh Abu Bakr dibeli - diantaranya budak perempuan Umar bin'l-Khattab, dibelinya dari Umar (sebelum masuk Islam). Ada pula seorang wanita yang disiksa sampai mati karena ia tidak mau meninggalkan Islam kembali kepada kepercayaan leluhurnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin di luar budak-budak itu, dipukuli dan dihina dengan berbagai cara. Muhammad juga tidak terkecuali mengalami gangguan-gangguan - meskipun sudah dilindungi oleh Banu Hasyim dan Banu al-Muttalib. Umm Jamil, isteri Abu Jahl, melemparkan najis ke depan rumahnya. Tetapi cukup Muhammad hanya membuangnya saja. Dan pada waktu sembayang, Abu Jahl melemparinya dengan isi perut kambing yang sudah disembelih untuk sesajen kepada berhala-berhala. Ditanggungnya gangguan demikian itu dan ia pergi kepada Fatimah, puterinya, supaya mencucikan dan membersihkannya kembali. Ditambah lagi, di samping semua itu, kaum Muslimin harus menerima kata-kata biadab dan keji kemana saja mereka pergi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup lama hal serupa itu berjalan. Tetapi kaum Muslimin tambah teguh terhadap agama mereka. Dengan dada terbuka mereka menerima siksaan dan kekerasan itu - demi akidah dan iman mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perioda yang telah dilalui dalam hidup Muhammad a.s. ini adalah perioda yang paling dahsyat yang pernah dialami oleh sejarah umat manusia. Baik Muhammad atau mereka yang menjadi pengikutnya, bukanlah orang-orang yang menuntut harta kekayaan, kedudukan atau kekuasaan, melainkan orang-orang yang menuntut kebenaran serta keyakinannya akan kebenaran itu. Muhammad adalah orang yang mengharapkan bimbingan bagi mereka yang mengalami penderitaan, dan membebaskan mereka dari belenggu paganisma yang rendah, yang menyusup kedalam jiwa manusia sampai ke lembah kehinaan yang sangat memalukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi tujuan rohani yang luhur itulah - tidak untuk tujuan yang lain - ia mengalami siksaan. Penyair-penyair memakinya, orang-orang Quraisy berkomplot hendak membunuhnya di Ka'bah. Rumahnya dilempari batu, keluarga dan pengikut-pengikutnya diancam. Tetapi dengan semua itu malah ia makin tabah, makin gigih meneruskan dakwah. Jiwa kaum mukmin yang mengikutinya itu sudah padat oleh ucapannya: "Demi Allah, kalaupun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan meletakkan bulan di tangan kiriku, dengan maksud supaya aku meninggalkan tugas ini, sungguh tidak akan kutinggalkan, biar nanti Allah yang akan membuktikan kemenangan itu; di tanganku atau aku binasa karenanya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala pengorbanan yang besar-besar itu tak ada artinya bagi mereka, mautpun sudah tak berarti lagi demi kebenaran, dan membimbing Quraisy ke arah itu. Kadang orang heran, iman sudah begitu mempersonakan jiwa penduduk Mekah pada waktu agama ini belum lengkap, pada waktu ayat-ayat Qur'an yang turun masih sedikit. Kadang juga orang mengira, bahwa pribadi Muhammad, sifatnya yang lemah-lembut, keindahan akhlaknya serta kejujurannya yang sudah cukup dikenal, di samping kemauan yang keras dan pendiriannya yang teguh, adalah sebab dari semua itu. Sudah tentu ini juga ada pengaruhnya. Akan tetapi ada sebab-sebab lain yang juga patut diperhatikan yang tidak sedikit pula ikut memegang peranan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad tinggal dalam suatu daerah yang merdeka mirip-mirip sebuah republik. Dari segi keturunan ia menempati puncak yang tinggi. Hartapun sudah cukup seperti yang dikehendakinya. Ia dari Keluarga Hasyim pula, juru kunci Ka'bah dan penguasa urusan air. Gelar-gelar keagamaan yang tinggi-tinggi ada pada mereka. Jadi dalam keadaan itu ia tidak lagi membutuhkan harta kekayaan, pangkat atau sesuatu kedudukan politik atau agama. Dalam hal ini ia berbeda pula dengan para rasul dan nabi-nabi sebelumnya. Musa yang dilahirkan di Mesir bertemu dengan Firaun yang oleh penduduk sudah dituhankan, dan Firaun juga yang berkata: "Aku adalah tuhanmu yang tertinggi," yang dibantu pula oleh pemuka-pemuka agama melakukan tekanan kepada orang dengan pelbagai macam kekejaman, pemerasan dan pemaksaan. Revolusi yang dilakukan Musa atas perintah Tuhan adalah revolusi dalam struktur politik dan agama sekaligus. Bukankah keinginannya supaya Firaun dan orang yang menimba air dengan syaduf dari sungai Nil itu dihadapan Tuhan sama sederajat? Jadi dimana ketuhanan Firaun itu dan dimana pula ketentuan yang berlaku! Harus dihancurkan semua itu dan revolusi itupun terlebih dulu harus bersifat politik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dari semula ajaran Musa itu sudah mendapat perlawanan hebat dari Firaun. Dengan demikian, supaya orang menerima seruannya itu, ia diperkuat oleh mujizat-mujizat. Ia melemparkan tongkatnya, dan tongkat itu menjadi seekor ular yang bergerak-gerak, menelan semua hasil pekerjaan tukang tukang sihir Firaun itu. Itupun tidak memberi hasil apa-apa buat Musa. Terpaksa ia meninggalkan Mesir tanah airnya. Dalam hijrahnya itupun diperkuat pula ia dengan sebuah mujizat yaitu terbelahnya jalan di tengah-tengah air lautan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga Isa, yang dilahirkan di Nazareth di bilangan Palestina, yang pada waktu itu merupakan wilayah Rumawi yang berada di bawah kekuasaan kaisar-kaisar dengan segala kekejamannya sebagai pihak penjajah dan kekuasaan dewa-dewa Rumawi, mengajak orang supaya sabar menghadapi kekejaman itu dan bertobat bagi yang menyesal dan macam-macam perasaan belaskasih lagi, yang oleh pihak penguasa justru dianggap pemberontakan terhadap kekuasaan mereka. Maka Isa juga diperkuat dengan mujizat-mujizat: menghidupkan orang mati dan menyembuhkan orang sakit; dan yang lain diperkuat oleh Ruh Kudus. Memang benar, bahwa inti ajaran-ajaran mereka itu pada dasarnya bertemu dengan inti ajaran-ajaran Muhammad juga, lepas dari detail yang bukan tempatnya untuk dijelaskan di sini. Akan tetapi motif yang berbagai macam ini, dan yang terutama motif politik, adalah yang menjadi tujuannya juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya Muhammad, keadaannya seperti yang kita sebutkan di atas, sifat ajarannya adalah intelektual dan spiritual. Dasarnya adalah mengajak kepada kebenaran, kebaikan dan keindahan. Suatu ajakan yang berdiri sendiri dari mula sampai akhir. Karena jauhnya dari segala pertentangan politik, struktur republik yang sudah ada di Mekah itu tidak pernah mengalami sesuatu kekacauan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pembaca akan terkejut bila saya katakan, bahwa antara dakwah Muhammad dengan metoda ilmiah modern mempunyai persamaan yang besar sekali. Metoda ilmiah ini ialah mengharuskan kita - apabila kita hendak mengadakan suatu penyelidikan - terlebih dulu membebaskan diri dari segala prasangka, pandangan hidup dan kepercayaan yang sudah ada pada diri kita yang berhubungan dengan penyelidikan itu. Di situlah kita memulai dengan mengadakan observasi dan eksperimen, mengadakan perbandingan yang sistematis, kemudian baru dengan silogisma yang sudah didasarkan kepada premisa-premisa tadi. Apabila semua itu sudah dapat disimpulkan, maka kesimpulan demikian itu dengan sendirinya masih perlu dibahas dan diselidiki lagi. Tetapi bagaimanapun juga ini sudah merupakan suatu data ilmiah selama penyelidikan tersebut belum memperlihatkan kekeliruan. Metoda ilmiah demikian ini ialah yang terbaik yang pernah dicapai umat manusia demi kemerdekaan berpikir. Metoda dan dasar-dasar dakwah demikian inilah pula yang menjadi pegangan Muhammad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pula mereka yang menjadi pengikutnya itu puas dan beriman sungguh-sungguh akan ajarannya? Segala kepercayaan lama terkikis habis dari jiwa mereka, dan sekarang mereka mulai memikirkan masa depan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu setiap kabilah Arab mempunyai berhala sendiri-sendiri. Mana pula gerangan berhala yang benar dan mana yang sesat? Di negeri-negeri Arab dan negeri-negeri sekitarnya ketika itu memang sudah ada penganut-penganut Sabian dan Majusi penyembah api, juga ada yang menyembah matahari. Mana diantara mereka itu yang benar dan mana pula yang sesat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah kita kesampingkan dulu semua ini, kita hapuskan jejaknya dari jiwa kita. Kita bebaskan dulu diri kita dari segala konsepsi dan kepercayaan lama. Baiklah kita renungkan. Merenungkan dan meninjau pada dasarnya sama. Yang pasti ialah bahwa seluruh alam ini satu sama lain saling berhubungan. Manusia, puak-puak dan bangsa-bangsa saling berhubungan. Manusia berhubungan juga dengan hewan dan dengan benda, bumi kita berhubungan dengan matahari, dengan bulan dan tata-surya lainnya. Dan semua itupun berhubungan pula dengan undang-undang yang sudah tali-temali, tak dapat ditukar-tukar atau diubah-ubah lagi. Matahari tidak seharusnya akan mengejar bulan, malampun takkan dapat mendahului siang. Andaikata di antara isi alam ini ada yang berubah atau berganti, niscaya akan berganti pulalah segala yang ada dalam alam ini. Andaikata matahari tidak lagi menyinari dan memanasi bumi, menurut undang-undang yang sudah berjalan sejak jutaan tahun yang lalu, niscaya bumi dan langit ini sudah akan berubah pula. Dan oleh karena yang demikian ini tidak terjadi, maka atas semua itu sudah tentu ada zat yang menguasainya. Dari situ ia tumbuh, dengan itu ia berkembang dan ke situ pula ia kembali. Hanya kepada Zat ini sajalah semata manusia menyerah. Demikian juga, segala yang ada dalam alam ini menyerah semata kepada Zat ini, persis seperti manusia. Baik manusia, alam, ruang dan waktu adalah suatu kesatuan. Maka Zat itulah inti dan sumbernya. Jadi, hanya kepada Zat itu sajalah semata ibadat dilakukan. Hanya kepada Zat itu sajalah jantung dan jiwa manusia dihadapkan. Ke dalam alam itu juga kita harus melihat dan merenungkan undang-undang alam yang kekal abadi itu. Jadi segala yang disembah manusia selain Allah berupa berhala-berhala, raja-raja, firaun-firaun, api dan matahari, hanyalah suatu ilusi batil saja, tidak sesuai dengan martabat dan kehormatan manusia, tidak sesuai dengan akal pikiran manusia serta dengan kemampuan yang ada dalam dirinya; yang dapat membuat kesimpulan atas undang-undang Tuhan terhadap ciptaanNya itu, dengan jalan merenungkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah rasanya esensi ajaran Muhammad seperti yang diketahui kaum Muslimin yang mula-mula itu. Ajaran yang disampaikan wahyu kepada mereka melalui Muhammad itu adalah puncak dari bahasa sastra yang telah menjadi mujizat dan akan terus berlaku demikian. Terpadunya kebenaran dan cara melukiskannya dengan keindahan yang luar biasa itu kini tampak di hadapan mereka. Di sini jiwa dan kalbu mereka meningkat lebih tinggi, berhubungan dengan Zat Yang Maha Mulia. Lalu datang Muhammad menuntun mereka bahwa kebaikan itulah jalan yang akan sampai ke tujuan. Mereka akan mendapat balasan atas kebaikan itu bilamana mereka sudah menunaikan kewajiban dalam hidup dengan tekun. Setiap orang akan mendapat balasan sesuai dengan perbuatannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa berbuat kebaikan seberat atompun akan dilihatnya; dan barangsiapa berbuat kejahatan seberat atompun akan dilihatnya pula." (Qur'an 99: 7-8) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjunjung pikiran manusia ke tempat yang lebih tinggi kiranya tak ada yang lebih tinggi dari ini! Juga menghancurkan belenggu yang senantiasa mengikatnya itu! Terserah kepada manusia. Ia mau memahami ini, mau beriman dan mengerjakannya untuk mencapai puncak ketinggian martabat manusia itu! Demi mencapai tujuan, segala pengorbanan terasa ringan bagi orang yang sudah beriman itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena posisi Muhammad dan pengikut-pengikutnya yang begitu agung, Banu Hasyim dan Banu al-Muttalib tambah ketat menjaganya dari setiap gangguan. Pada suatu hari Abu Jahl bertemu dengan Muhammad, ia mengganggunya, memaki-makinya dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dialamatkan kepada agama ini. Tetapi Muhammad tidak melayaninya. Ditinggalkannya ia tanpa diajak bicara. Hamzah, pamannya dan saudaranya sesusu, yang masih berpegang pada kepercayaan Quraisy, adalah seorang laki-laki yang kuat dan ditakuti. Ia mempunyai kegemaran berburu. Bila ia kembali dan berburu, terlebih dulu mengelilingi Ka'bah sebelum langsung pulang ke rumahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itulah, bilamana ia datang dan mengetahui bahwa kemenakannya itu mendapat gangguan Abu Jahl, ia meluap marah. Ia pergi ke Ka'bah, tidak lagi ia memberi salam kepada yang hadir di tempat itu seperti biasanya, melainkan terus masuk kedalam mesjid menemui Abu Jahl. Setelah dijumpainya, diangkatnya busurnya lalu dipukulkannya keras-keras di kepalanya. Beberapa orang dan Banu Makhzum mencoba mau membela Abu Jahl. Tapi tidak jadi. Kuatir mereka akan timbul bencana dan membahayakan sekali, dengan mengakui bahwa ia memang mencaci maki Muhammad dengan tidak semena-mena. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itulah kemudian Hamzah menyatakan masuk Islam. Ia berjanji kepada Muhammad akan membelanya dan akan berkurban di jalan Allah sampai akhir hayatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Quraisy merasa sesak dada melihat Muhammad dan kawan-kawannya makin hari makin kuat. Di samping itu, gangguan dan siksaan yang dialamatkan kepada mereka, tidak dapat mengurangi iman mereka dan menyatakannya terus-terang, tidak dapat menghalangi mereka melakukan kewajiban agama. Terpikir oleh Quraisy akan membebaskan diri dari Muhammad, dengan cara seperti yang mereka bayangkan, memberikan segala keinginannya. Mereka rupanya lupa bahwa keagungan dakwah Islam, kemurnian esensi ajaran rohaninya yang begitu tinggi, berada di atas segala pertentangan ambisi politik. 'Utba b. Rabi'a, seorang bangsawan Arab terkemuka, mencoba membujuk Quraisy ketika mereka dalam tempat pertemuan dengan mengatakan bahwa ia akan bicara dengan Muhammad dan akan menawarkan kepadanya hal-hal yang barangkali mau menerimanya. Mereka mau memberikan apa saja kehendaknya, asal ia dapat dibungkam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itulah 'Utba bicara dengan Muhammad. &lt;br /&gt;"Anakku," katanya, "seperti kau ketahui, dari segi keturunan, engkau mempunyai tempat di kalangan kami. Engkau telah membawa soal besar ke tengah-tengah masyarakatmu, sehingga mereka cerai-berai karenanya. Sekarang, dengarkanlah, kami akan menawarkan beberapa masalah, kalau-kalau sebagian dapat kauterima Kalau dalam hal ini yang kauinginkan adalah harta, kamipun siap mengumpulkan harta kami, sehingga hartamu akan menjadi yang terbanyak di antara kami. Kalau kau menghendaki pangkat, kami angkat engkau di atas kami semua; kami takkan memutuskan suatu perkara tanpa ada persetujuanmu. Kalau kedudukan raja yang kauinginkan, kami nobatkan kau sebagai raja kami. Jika engkau dihinggapi penyakit saraf4 yang tak dapat kautolak sendiri, akan kami usahakan pengobatannya dengan harta-benda kami sampai kau sembuh." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai ia bicara, Muhammad membacakan Surah as-Sajda (32 = Ha Mim). 'Utba diam mendengarkan kata-kata yang begitu indah itu. Dilihatnya sekarang yang berdiri di hadapannya itu bukanlah seorang laki-laki yang didorong oleh ambisi harta, ingin kedudukan atau kerajaan, juga bukan orang yang sakit, melainkan orang yang mau menunjukkan kebenaran, mengajak orang kepada kebaikan. Ia mempertahankan sesuatu dengan cara yang baik, dengan kata-kata penuh mujizat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai Muhammad membacakan itu 'Utba pergi kembali kepada Quraisy. Apa yang dilihat dan didengarnya itu sangat mempesonakan dirinya. Ia terpesona karena kebesaran orang itu. Penjelasannya sangat menarik sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya 'Utba ini tidak menyenangkan pihak Quraisy, juga pendapatnya supaya Muhammad dibiarkan saja, tidak menggembirakan mereka, sebaliknya kalau mengikutinya, maka kebanggaannya buat mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kembali lagilah mereka memusuhi Muhammad dan sahabat-sahabatnya dengan menimpakan bermacam-macam bencana, yang selama ini dalam kedudukannya itu ia berada dalam perlindungan golongannya dan dalam penjagaan Abu Talib, Banu Hasyim dan Banu al-Muttalib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin Hijrah ke Abisinia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan terhadap kaum Muslimin makin menjadi-jadi, sampai-sampai ada yang dibunuh, disiksa dan semacamnya. Waktu itu Muhammad menyarankan supaya mereka terpencar-pencar. Ketika mereka bertanya kepadanya kemana mereka akan pergi, mereka diberi nasehat supaya pergi ke Abisinia yang rakyatnya menganut agama Kristen. "Tempat itu diperintah seorang raja dan tak ada orang yang dianiaya disitu. Itu bumi jujur; sampai nanti Allah membukakan jalan buat kita semua." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kaum Muslimin ketika itu lalu berangkat ke Abisinia guna menghindari fitnah dan tetap berlindung kepada Tuhan dengan mempertahankan agama. Mereka berangkat dengan melakukan dua kali hijrah. Yang pertama terdiri dari sebelas orang pria dan empat wanita. Dengan sembunyi-sembunyi mereka keluar dari Mekah mencari perlindungan. Kemudian mereka mendapat tempat yang baik di bawah Najasyi5. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilamana kemudian tersiar berita bahwa kaum Muslimin di Mekah sudah selamat dari gangguan Quraisy, merekapun lalu kembali pulang, seperti yang akan diceritakan nanti. Tetapi setelah ternyata kemudian mereka mengalami kekerasan lagi dari Quraisy melebihi yang sudah-sudah, kembali lagi mereka ke Abisinia. Sekali ini terdiri dari delapan puluh orang pria tanpa kaum isteri dan anak-anak. Mereka tinggal di Abisinia sampai sesudah hijrah Nabi ke Yathrib. &lt;br /&gt;Hijrah ke Abisinia ini adalah hijrah pertama dalam Islam6. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah pada tempatnya bagi setiap penulis sejarah Muhammad akan bertanya: Adakah tujuan hijrah yang dilakukan kaum Muslimin atas saran dan anjurannya itu karena akan melarikan diri dari orang-orang kafir Mekah beserta gangguan yang mereka lakukan, ataukah karena suatu tujuan politik Islam, yang di balik itu dimaksudkan oleh Muhammad dengan tujuan yang lebih luhur? Sudah pada tempatnya pula apabila penulis sejarah Muhammad itu akan bertanya tentang hal ini, setelah terbukti dari sejarah Nabi berbangsa Arab ini dalam seluruh fase kehidupannya, bahwa dia seorang politikus yang berpandangan jauh, seorang pembawa risalah dan moral jiwa yang begitu luhur, sublim dan agung yang tak ada taranya. Dan yang menjadi alasan dalam hal ini ialah apa yang disebutkan dalam sejarah, bahwa penduduk Mekah tidak suka hati ada kaum Muslimin yang pergi ke Abisinia. Bahkan mereka kemudian mengutus dua orang menemui Najasyi. Mereka membawa hadiah-hadiah berharga guna meyakinkan raja supaya dapat mengembalikan kaum Muslimin itu ke tanah air mereka. Pada waktu itu penduduk Abisinia dan penguasanya adalah orang-orang Nasrani. Dari segi agama orang-orang Quraisy tidak kuatir bahwa mereka akan ikut Muhammad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebabkan oleh rasa kegelisahan terhadap peristiwa itukah maka mereka lalu mengutus orang, meminta supaya kaum Muslimin itu dikembalikan? Mereka menganggap, bahwa perlindungan Najasyi terhadap mereka setelah mendengar keterangan mereka itu akan membawa pengaruh juga kepada penduduk jazirah Arab sehingga mereka akan mau menerima agama Muhammad dan mau menjadi pengikutnya. Ataukah mereka kuatir, kalau kaum Muslimin menetap di Abisinia, mereka akan bertambah kuat, sehingga bila kelak mereka pulang kembali membantu Muhammad, mereka kembali dengan kekuatan, harta dan tenaga? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua orang utusan itu ialah 'Amr bin'l-'Ash dan Abdullah bin Abi Rabi'a. Kepada Najasyi dan kepada para pembesar istana mereka mempersembahkan hadiah-hadiah dengan maksud supaya mereka sudi mengembalikan orang-orang yang hijrah dari Mekah itu kepada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paduka Raja," kata mereka, "mereka datang ke negeri paduka ini adalah budak-budak kami yang tidak punya malu. Mereka meninggalkan agama bangsanya dan tidak pula menganut agama paduka; mereka membawa agama yang mereka ciptakan sendiri, yang tidak kami kenal dan tidak juga paduka. Kami diutus kepada paduka oleh pemimpin-pemimpin masyarakat mereka, oleh orang-orang tua, paman mereka dan keluarga mereka sendiri, supaya paduka sudi mengembalikan orang-orang itu kepada mereka. Mereka lebih mengetahui betapa orang-orang itu mencemarkan dan memaki-maki." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kedua utusan itu telah mengadakan persetujuan dengan pembesar-pembesar istana kerajaan, setelah mereka menerima hadiah-hadiah dari penduduk Mekah, bahwa mereka akan membantu usaha mengembalikan kaum Muslimin itu kepada pihak Quraisy. Pembicaraan mereka ini tidak sampai diketahui raja. Tetapi baginda menolak sebelum mendengar sendiri keterangan dari pihak Muslimin. Lalu dimintanya mereka itu datang menghadap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Agama apa ini yang sampai membuat tuan-tuan meninggalkan masyarakat tuan-tuan sendiri, tetapi tidak juga tuan-tuan menganut agamaku, atau agama lain?" tanya Najasyi setelah mereka datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang diajak bicara ketika itu ialah Ja'far b. Abi Talib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paduka Raja," katanya, "ketika itu kami masyarakat yang bodoh, kami menyembah berhala, bangkaipun kami makan, segala kejahatan kami lakukan, memutuskan hubungan dengan kerabat, dengan tetanggapun kami tidak baik; yang kuat menindas yang lemah. Demikian keadaan kami, sampai Tuhan mengutus seorang rasul dari kalangan kami yang sudah kami kenal asal-usulnya, dia jujur, dapat dipercaya dan bersih pula. Ia mengajak kami menyembah hanya kepada Allah Yang Maha Esa, dan meninggalkan batu-batu dan patung-patung yang selama itu kami dan nenek-moyang kami menyembahnya. Ia menganjurkan kami untuk tidak berdusta untuk berlaku jujur serta mengadakan hubungan keluarga dan tetangga yang baik, serta menyudahi pertumpahan darah dan perbuatan terlarang lainnya. Ia melarang kami melakukan segala kejahatan dan menggunakan kata-kata dusta, memakan harta anak piatu atau mencemarkan wanita-wanita yang bersih. Ia minta kami menyembah Allah dan tidak mempersekutukanNya. Selanjutnya disuruhnya kami melakukan salat, zakat dan puasa. (Lalu disebutnya beberapa ketentuan Islam). Kami pun membenarkannya. Kami turut segala yang diperintahkan Allah. Lalu yang kami sembah hanya Allah Yang Tunggal, tidak mempersekutukan-Nya dengan apa dan siapa pun juga. Segala yang diharamkan kami jauhi dan yang dihalalkan kami lakukan. Karena itulah, masyarakat kami memusuhi kami, menyiksa kami dan menghasut supaya kami meninggalkan agama kami dan kembali menyembah berhala; supaya kami membenarkan segala keburukan yang pernah kami lakukan dulu. Oleh karena mereka memaksa kami, menganiaya dan menekan kami, mereka menghalang-halangi kami dari agama kami, maka kamipun keluar pergi ke negeri tuan ini. Tuan jugalah yang menjadi pilihan kami. Senang sekali kami berada di dekat tuan, dengan harapan di sini takkan ada penganiayaan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adakah ajaran Tuhan yang dibawanya itu yang dapat tuan-tuan bacakan kepada kami?" tanya Raja itu lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya," jawab Ja'far; lalu ia membacakan Surah Mariam dari pertama sampai pada firman Allah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu ia memberi isyarat menunjuk kepadanya. Kata mereka: Bagaimana kami akan bicara dengan anak yang masih muda belia? Dia (Isa) berkata: 'Aku adalah hamba Allah, diberiNya aku Kitab dan dijadikanNya aku seorang nabi. DijadikanNya aku pembawa berkah dimana saja aku berada, dan dipesankanNya kepadaku melakukan sembahyang dan zakat selama hidupku. Dan berbaktilah aku kepada ibuku, bukan dijadikanNya aku orang congkak yang celaka. Bahagialah aku tatkala aku dilahirkan, tatkala aku mati dan tatkala aku hidup kembali!'" (Qur'an 19: 29-33) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar bahwa keterangan itu membenarkan apa yang tersebut dalam Injil, pemuka-pemuka istana itu terkejut: "Kata-kata yang keluar dari sumber yang mengeluarkan kata-kata Yesus Kristus'" kata mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Najasyi lalu berkata: "Kata-kata ini dan yang dibawa oleh Musa, keluar dari sumber cahaya yang sama. Tuan-tuan (kepada kedua orang utusan Quraisy) pergilah. Kami takkan menyerahkan mereka kepada tuan-tuan!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya 'Amr bin'l-'Ash kembali menghadap Raja dengan mengatakan, bahwa kaum Muslimin mengeluarkan tuduhan yang luar biasa terhadap Isa anak Mariam. "Panggillah mereka dan tanyakan apa yang mereka katakan itu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka datang, Ja'far berkata: "Tentang dia pendapat kami seperti yang dikatakan Nabi kami: 'Dia adalah hamba Allah dan UtusanNya, RuhNya dan FirmanNya yang disampaikan kepada Perawan Mariam.'" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Najasyi lalu mengambil sebatang tongkat dan menggoreskannya di tanah. Dan dengan gembira sekali baginda berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Antara agama tuan-tuan dan agama kami sebenarnya tidak lebih dari garis ini." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dari kedua belah pihak itu didengarnya, ternyatalah oleh Najasyi, bahwa kaum Muslimin itu mengakui Isa, mengenal adanya Kristen dan menyembah Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di Abisinia itu kaum Muslimin merasa aman dan tenteram. Ketika kemudian disampaikan kepada mereka, bahwa permusuhan pihak Quraisy sudah berangsur reda, mereka lalu kembali ke Mekah untuk pertama kalinya - dan Muhammadpun masih di Mekah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, setelah kemudian ternyata, bahwa penduduk Mekah masih juga mengganggunya dan mengganggu sahabat-sahabatnya, merekapun kembali lagi ke Abisinia. Mereka terdiri dari delapan puluh orang tanpa wanita dan anak-anak. Adakah kedua kali hijrah mereka itu hanya semata-mata melarikan diri dari gangguan ataukah meskipun dalam perencanaan Muhammad sendiri - mereka mempunyai tujuan politik? Sebaiknya ahli sejarah akan dapat mengungkapkan hal ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah pada tempatnya bagi penulis sejarah hidup Muhammad akan bertanya: bagaimana Muhammad dapat tenang membiarkan sahabat-sahabatnya pergi ke Abisinia, padahal agama penduduk itu adalah agama Nasrani, agama ahli kitab, Nabi mereka Isa yang diakui kerasulannya oleh Islam? Lalu ia tidak kuatir mereka akan tergoda seperti yang dilakukan oleh Quraisy walaupun dengan cara lain? Bagaimana pula ia akan merasa tenang terhadap godaan itu
